Elektabilitas Prbowo - Sandi Jauh Ungguli Jokowi - Ma'ruf

March 18, 2019 Add Comment

Berita Kuningan - Elektabilitas pasangan Capres dan Cawapres Prabowo - Sandi di Kabupaten Kuningan jauh lampaui pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin. Menurut hasil survei lembaga independen Jamparing Research yang dipaparkan di depan Awak Media di Kedai Nangkring pada hari Senin (18/03) sore tadi, diperoleh hasil prosentase sebesar 53,4% untuk pasangan Prabowo - Sandi, 30,3% untuk pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin dan 16,3% belum menentukan pilihan.

Survei yang dilaksanakan pada tanggal 1 - 10 Maret 2019 tersebut menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error sebesar 2,9% dengan 1200 koresponden yang tersebar di 32 kecamatan, dengan metode wawancara tatap muka dan menggunakan kuisioner berbasis alat peraga speciment surat suara.

Diharapkan hasil survei ini dapat memberi manfaat untuk berbagai pihak terutama masyarakat guna mendukung kelancaran pemilu yang akan dilakukan pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

"Survei kedua ini diharapkan dapat memberi manfaat untuk stakeholder yang berkepentingan di dalam pemilu 2019 ini seperti partai politik, selain itu juga untuk penyelenggara yakni KPU dan BAWASLU, dan yang terpenting untuk masyarakat," ungkap Muhammad Ishak, Peneliti Muda Jamparing Reaserch.

Selain survei elektabilitas Capres dan Cawapres, Jamparing Research juga melakukan survei lain diantaranya pengetahuan masyarakat tentang pemilu 2019, elektabilitas Parpol, elektabilitas Calon Anggota DPD, elektabilitas DPR-RI, dan elektabilitas Calon anggota DPRD Kabupaten Kuningan. (AR27/Red)

Mushola di Desa Kapandayan Kebakaran

March 17, 2019 Add Comment
Berita Kuningan - Akibat konsleting listrik, mushola Saadatu Darwi yang beralamat di Blok Bulak Surat Dusun Manis RT 02 RW 01 Desa Kapandayan Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan dengan luas bangunan 96 m hangus terbakar sebanyak 9 m pada hari Minggu (17/03/2019).

Kepulan asap dan api dari atap bangunan mushola Saasatu Darwi terlihat pertama kali oleh Pengurus Mushola bernama Kyai Dudung (44) yang bekerja sebagai Guru ngaji dan penceramah. Kemudian saksi memberitahuan kepada warga sekitar.

Sekitar pukul 15.15 WIB , Dede (38) yang merupakan satpam di KPUD Kabupaten Kuningan, memberitahukan kejadian kebakaran ke kantor UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan.

Pukul 15.15 WIB 1 Randis damkar dan 4 anggota menuju TKP. Dibantu warga sekitar, si jago merah dapat dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Kebakaran sementara diakibatkan arus pendek listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun mengakibatkan kerugian bangunan yang seluas 9 m hangus terbakar si jago merah. Barang-barang seperti lemari, meja, kasur, karpet, kitab, dan lainnya ikut terbakar. Namun perlu segera dilakukan perbaikan bangunan mushola karena rutin dipakai untuk ibadah dan pengajian.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan Muhammad Khadafi Mufti mengatakan pentingnya mencegah dan membekali wawasan penanggulangan dini apabila terjadi kebakaran, terutama memeriksa jaringan listrik yang terpasang.

"Perlu dilakukan pemeriksaan secara rutin dan berkala, untuk tempat-tempat umum tentang jaringan listrik, ketersedian sistem proteksi kebakaran seperti; APAR, HIDRAN, torn air. Juga perlu dilakukan sosialisasi oleh Pemerintahan Desa atau Kelurahan setempat, tentang kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran dan kedaruratan lainnya." tuturnya. (EH16/Red)

Cadar Bandana dan Tali Paling Diminati Remaja Kuningan

March 17, 2019 Add Comment
Berita Kuningan - Cadar atau Niqob kini sudah menjadi tren fashion di Kabupaten Kuningan. Begitu mudah kita jumpai kaum hawa yang mengenakan cadar berlalu lalang ditempat keramaian.

Meski dulu menggunakan cadar masih dianggap aneh dan berbagai stigma negatif lainnya, namun belakangan ini sudah menjadi hal biasa bahkan para remaja di Kabupaten Kuningan semakin banyak yang mengenakan cadar dengan percaya diri.

"Sejauh yang saya lihat, untuk jenis niqob yang banyak dipakai dan diminati yaitu niqob bandana dan tali, karena modelnya yang simple." Tutur Ratna Nengsih, Owner Jewel Creation yang menjual perlengkapan Hijab dan Aksesoris.

Saat ini peminat cadar di Kabupaten Kuningan terus meningkat, bahkan tidak hanya cadar namun perlengkapan hijab lainnya seperti gamis, khimar, handsock, bahkan aksesoris bernuansa niqob seperti tas menjadi salah satu pendukung trend fashion hijabers Kuningan. Terbukti dari semakin banyaknya pembeli yang datang ke kios Jewel Creation di Jl. Ir. H. Juanda sebelah utara SMK Yamsik.

Baca juga: Cadar Menjadi Tren Fashion di Kabupaten Kuningan?

"Saat ini  penjualan fashion syar'i semakin meningkat termasuk cadar. Rata-rata perbulan bisa menjual sekitar 50-60 pcs yang kebanyakan konsumennya adalah para remaja," lanjutnya.

Sementara itu Tika, Remaja Kabupaten Kuningan yang sudah 3 tahun mengenakan cadar  menuturkan bahwa dirinya mengenakan cadar sejak mulai berhijrah. Saat menyadari pentingnya menutup aurat, dirinya langsung mengenakan hijab syar'i termasuk mengenakan cadar.

Baca Juga: Antara Cadar dan Kuningan

"Menutup aurat itu kewajiban. Meskipun belum sepenuhnya menjadi orang baik dan masih dalam proses menjadi baik, tapi setidaknya dengan menutup aurat kita sudah melakukan satu kebaikan yakni taat menjalankan apa yang Allah perintahkan," pungkas Tika. (EH16/Red)

Sisi Positif Pacaran

March 17, 2019 Add Comment
Oleh: Ratna Nengsih 

"Pacaran ada sisi positifnya? Masa sih! Bukankah pacaran itu hukumnya haram, kok malah punya sisi positif, yang ada juga negatif kale!!!"

Sahabat Remaja, benar sekali memang pacaran itu hukumnya haram, namun benar juga ada sisi positif dalam pacaran tersebut.

Kali ini akan kita bahas tiga hal positif dalam pacaran.

Baca Juga: Masjid Agung Kuningan Jadi Tempat Pacaran, Ini Tanggapan DKM

#Positif_Zina
Dijelaskan dalam QS. Al-Isra : 32 untuk tidak mendekati zina. Zina tidak hanya bersentuhannya anggota badan, namun pikiran dan hati yang tertuju pada seseorang yang bukan mahram pun akan mengakibatkan hayalan yang menjerumus pada tumbuhnya benih-benih perasaan terlarang.

#Positif_Dosa
Jika zina sudah terjadi maka tidak lain itu sudah termasuk perbuatan dosa, dengan melanggar yang telah dilarang oleh Allah SWT.

#Positif_Hamil
Tidak jarang dan tidak heran, jika sudah gelap mata dan hati oleh pacaran, maka apa pun yang mereka lakukan sudah tidak lagi berpikir dengan akal sehat, sehingga tidak sedikit remaja yang hamil sebelum menikah bahkan berani menggugurkannya.

Itulah sisi positif pacaran dalam arti positif yang pasti terjadi jika berpacaran. Mungkin tidak semua seperti itu namun #Positif_Zina dan #Positif_Dosa adalah dua hal yang sudah pasti.

Wallahu'alam
#Sayangi_Masa_Remaja
#Keep_Muhasabah_And_Istiqomah

Besok Hari Terakhir Layanan Pindah Tempat Memilih

March 16, 2019 Add Comment

Berita Kuningan - KPU Kabupaten Kuningan masih membuka layanan pindah memilih sampai hari Minggu 17 Maret 2019 pukul 16.00 WIB. Hal ini dilakukan dalam rangka melindungi hak pilih pada Pemilu 2019. Sebab dimungkinkan karena satu dan lain hal ada pemilih yang tidak bisa memberikan hak pilihnya di TPS asal. Jika demikian, maka KPU menghimbau agar pemilih bisa pro-aktif mengajukan pindah memilih kepada KPU atau PPS setempat.
“Pengajuan pindah memilih ini hanya diperuntukan bagi pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT di suatu TPS. Sementara bagi pemilih yang tidak terdaftar di DPT tidak bisa mengajukan pindah memilih. Dia hanya bisa menggunakan hak pilihnya di TPS sesuai alamat yang asal yang bersangkutan. Di TPS nanti, dia wajib menunjukkan eKTP atau Surat Keterangan Disdukcapil kepada petugas KPPS untuk didata dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).” tutur Asep Z. Fauzi Ketua KPU Kabupaten Kuningan, Sabtu (16/3/2019).
Asfa, demikian panggilan akrabnya, kemudian mengutarakan bahwa proses pengajuan pindah memilih ditandai dengan penerbitan Formulir Model A5 oleh KPU atau PPS. Namun untuk mendapatkannya pemilih harus benar-benar dipastikan sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta menunjukkan eKTP. Nantinya pemilih tersebut akan dimasukan ke dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).
“Dalam pasal 36 ayat 3 Peraturan KPU Nomor 37 Tahun 2018 disebutkan 10 jenis alasan pindah memilih,  yaitu menjalankan tugas pada saat Pemungutan Suara; menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi; penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial/panti rehabilitasi; menjalani rehabilitasi narkoba; menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan, atau terpidana yang sedang menjalani hukuman penjara atau kurungan; tugas belajar/menempuh pendidikan menengah atau tinggi; pindah domisili; tertimpa bencana alam; dan/atau bekerja di luar domisilinya.” jelas Asfa.
Bagi pemilih yang mengalami kondisi di atas dapat pindah memilih dari suatu TPS ke TPS lain. Baik TPS dalam satu desa, berbeda desa, beda kecamatan, beda kabupaten, beda provinsi, bahkan antar negara. Prosesnya dapat dilakukan baik di KPU atau PPS asal sesuai alamat di eKTP maupun di KPU atau PPS di daerah tujuan yang besangkutan.
“Pemilih pindah TPS ini berkonsekuensi kepada jenis surat suara yang akan diterima. Hal ini bergantung pada lokasi TPS tujuan pemilih, apakah masih dalam lingkup satu daerah pemilihan (dapil) yang sama atau tidak. Jika seorang pemilih pindah ke TPS di dapil berbeda, maka dia tidak akan menerima surat suara untuk tingkatan pemilihan di dapil TPS tujuannya. Namun jika pindah ke TPS yang lokasinya masih satu dapil, maka dia tetap menerima surat suara pemilihan di dapil tersebut.” terang Asfa.
Dirinya mencontohkan, misalnya pemilih asal dapil Kuningan 2 pindah ke TPS yang ada di dapil Kuningan 3. Maka dia tidak akan menerima surat suara DPRD Kabupaten sama sekali. Surat suara yang dia terima hanya empat jenis, yaitu Pilpres, DPD RI, DPR RI dan DPRD Provinsi. Namun jika pindah ke TPS yang posisinya masih satu dapil dia akan menerima surat suara secara lengkap yaitu 5 jenis surat suara.

"Pembatasan surat suara yang diterima oleh pemilih pindah TPS yang sudah mendapatkan Form A5 ini tidak berlaku untuk surat suara Pilpres. Sebab pindah ke TPS mana pun termasuk ke luar negri, surat suara Pilpres tetap akan diberikan kepada pemilih yang membawa Form A5. Hal ini sesuai ketentuan PKPU Nomor 37 Tahun 2018 pasal 36 ayat 4," pungkasnya. (Ril/EH16/Red)

Antara Cadar dan Kuningan

March 16, 2019 Add Comment
Penulis: Ira Nurmala Sari
Editor: Eha Siti Julaeha

Religiusitas dan agama merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam penggunaan cadar. Karena cadar merupakan salah satu bagian dari syari'at.

Dilihat dari kenampakannya, agama lebih menunjukkan kepada suatu yang mengatur tata penyembahan manusia kepada Tuhan, sedangkan religiusitas lebih melihat aspek yang ada di lubuk hati manusia. Religiusitas lebih menunjuk kepada aspek kualitas dari manusia yang beragama.

Agama dan religiusitas saling mendukung dan saling melengkapi karena keduanya merupakan konsekuensi logis dari kehidupan manusia yang mempunyai dua kutub, yaitu kutub kehidupan pribadi dan kutub kebersamaannya di tengah masyarakat.

Saat ini, telah banyak kita jumpai wanita bercadar khususnya di wilayah Kuningan, Jawa Barat. Wanita-wanita yang terlihat memiliki nilai religiusitas lebih ini menjadi suatu fenomena yang menjadikan Kuningan nampak sebagai kota yang agamis dan religius.

Baca juga: Cadar Menjadi Tren Fashion di Kabupaten Kuningan?

Era modernisasi ini sedang marak-maraknya trend hijab yang jauh dari syari'at. Mereka berhijab namun menampakkan anggota tubuhnya yang tertutup. Sehingga bisa dikatakan mereka membungkus tubuhnya.

Hampir sebagian wanita muslimah di wilayah Kuningan khususnya tidak terbawa arus modernisasi tersebut. Dapat dilihat dari adanya wanita-wanita yang telah memakai cadar di Kabupaten Kuningan.

Banyaknya wanita bercadar di Kuningan dapat menjadikan nilai lebih terhadap kota Kuningan yang terlihat agamis dengan hadirnya wanita-wanita muslimah yang menjunjung tinggi syari'at.

Kini cadar tidak dianggap aneh lagi dan pemakainyapun tidak malu untuk menampakkan di khalayak dengan cadarnya.

Cadar Menjadi Tren Fashion Remaja di Kabupaten Kuningan?

March 16, 2019 1 Comment
Photo: Noey Arashima

Berita Kuningan - Tak hanya di Pondok Pesantren atau majelis ta'lim, belakangan ini sangat mudah kita jumpai para perempuan yang mengenakan cadar di Kabupaten Kuningan. Di acara umum seperti Car Free Day ataupun lainnya, banyak kita jumpai perempuan bercadar yang membuat Kabupaten Kuningan terlihat lebih Agamis.

Meski kebanyakan berwarna hitam, namun ada pula yang mengenakan warna lain bahkan tidak sedikit yang bermotif bendera Palestina tertempel di pinggirannya.

Menurut hasil pantauan wartawan Berita Kuningan, selain cadar, banyak dari kaum hawa yang kebanyakan remaja itu mengenakan masker sebagai penutup wajah pengganti cadar. Tujuannya sama yakni menutup aurat.

Baca juga: Antara Cadar dan Kuningan

"Tujuan menggunakan cadar adalah untuk menjaga diri dan menjaga pandangan dari laki-laki, karena laki-laki adalah makhluk visual. Bahkan yang telah menggunakan hijab lebar saja masih diganggu. Menggunakan cadar lebih aman agar tidak diganggu." ungkap Eha, Mahasiswi yang telah mengenakan cadar.

Cadar yang dikenakan ada berbagai model seperti model bandana, model tali ataupun lainnya. Kemungkinan dalam waktu mendatang, cadar akan menjadi trend di kalangan remaja di Kabupaten Kuningan.

"Cadar atau niqob sudah menjadi hal biasa di Kuningan, bahkan bisa dibilang menjadi tren khususnya di kalangan remaja. Saya tidak malu menggunakannya. Karena banyak wanita di Kuningan yang telah menggunakan cadar dalam aktivitas kesehariannya dan mendapat dukungan dari masyarakat sekitar." pungkasnya. (EH16/Red)

HP Meledak Saat Dicharg, Rumah Lantai 2 Tempat Pengajian Kebakaran

March 16, 2019 Add Comment


Berita Kuningan - Suara ledakan sempat mengejutkan warga Desa Nusaherang. Suara tersebut berasal dari rumah milik pasangan Ustadz Sofyan (45) dan Ai Farida (39) yang berlokasi di Blok Cikawung, RT 01 RW 02, Desa Nusaherang, Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan, Jumat (15/09/2019), sekitar pukul 16.30 WIB.

Setelah terdengar suara ledakan dari lantai 2, disusul dengan kepulan asap dan api. Kejadian kebakaran tersebut pertama kali terlihat oleh warga yang sedang melakukan aktifitas mengaji karena rumah tersebut merupakan tempat pengajian warga.

Sekitar pukul 16.40 WIB warga setempat yang bernama  Wildan (37) melaporkan kejadian kebakaran ke kantor UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan. Dibantu aparat Desa, Babunsa, Polsek Darma, Anggota Satpol PP Kecamatan Nusaherang dan warga sekitar, api berhasil dipadamkan.

Penyebab kebakaran diduga akibat dari HP yang sedang dicas posisi disimpan di atas tumpukan buku meledak. Belum diketahui pasti penyebab meledaknya HP tersebut.

Karena cepatnya laporan kebakaran dan penanganan, bangunan dapat diselamatkan, hanya terbakar bangunan lantai 2. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, M. Khadafi Mufti menghimbau agar warga masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktifitas terutama yang beresiko menyebabkan kebakaran.

"Kepada seluruh warga masyarakat kabupaten Kuningan dihimbau agar tetap waspada terhadap bahaya kebakaran kapanpun dan dimanapun, dan jangan melakukan aktifitas yang dapat membahayakan dan memicu terjadinya kebakaran," ungkapnya.

Dirinya pun mengungkapkan terkait perlunya dilakukan sosialisasi oleh Pemerintahan Desa atau Kelurahan setempat untuk warga agar tetap berhati-hati dalam melakukan aktifitas di rumah yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran. Selain itu dianjurkan untuk menyediakan sarana pencegahan kebakaran di wilayah masing-masing. (EH16/Red)

BNN Gandeng UNIKU Ciptakan Kampus Bersih Narkoba

March 15, 2019 Add Comment

Berita Kuningan -  Dalam rangka melaksanakan program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan manggandeng Universitas Kuningan sebagai mitra dalam melaksanakan program Kampus Bersih Narkoba (Bersinar).
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Kuningan, Dr. H. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., mengungkapkan kerjasama UNIKU dan BNN Kabupaten Kuningan sebenarnya sudah berlangsung lama,  tetapi baru saat ini diformalkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU).  Masalah narkoba menjadi masalah bersama yang harus ditangani oleh segenap stakeholder di masyarakat.
“Pemberantasan dan penanggulangan narkoba menjadi tanggung jawab bersama. Uniku juga turut bertanggungjawab dan berkewajiban membantu pemerintah dan masyarakat untuk menanggulangi dan memberantas penyalahgunaan segala jenis narkoba,” ujar Dikdik.
Kepala BNN, Edi Heryadi, M.Si., menjelaskan bahwa program Kampus Bersih Narkoba (Bersinar) ini merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN).
“Kita menindaklanjuti instruksi presiden Nomor 6 Tahun 2018 tentang P4GN termasuk di kampus. Masalah narkoba ini sudah darurat sehingga perlu penanganan yang serius dan berkelanjutan. Siapa saja bisa kena narkoba termasuk hakim pemutus kasus narkoba.  Termasuk juga para akademisi bisa terkena Narkoba, seperti yang terjadi di Makassar.  Begitu juga, narkoba menimpa kaum agamawan,” jelas Edi.
Munculnya pemasok narkoba ini tentu karena ada demand. Sehingga, meningkatkan kesadaran mahasiswa terkait bahaya narkoba perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, salah satu kegiatan yang dapat dilakukan BNN dalam program Kampus Bersinar ini yaitu melalui tes urine.
“Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah tes urine. Tes urine berfungsi untuk mencegah, karena orientasi BNN yaitu pada barang bukti,” ujar Edi.
Lebih jauh, Edi berharap bahwa materi tentang narkoba bisa masuk kedalam kurikulum di perguruan tinggi agar mahasiswa memiliki kesadaran yang tinggi terkait bahaya narkoba.
“Kami berharap bahwa materi narkoba ini bisa masuk dalam kurikulum di perguruan tinggi atau setidaknya bisa diselipkan pada mata kuliah yang relevan,” pangkasnya. (Ruzz/Nit/Red)

Masyarakat dan TNI Gotong royong Membangun Jalan

March 14, 2019 Add Comment

Berita Kuningan - Prajurit TNI yang tergabung dalam satgas TMMD ke 104 Kodim 0615/Kuningan bersama warga Desa Legokherang dan Desa Mandapa Jaya terlihat begitu antusias bersatu padu dan saling bergotong royong menyelesaikan berbagai pembangunan sasaran fisik di desa mereka.

TMMD adalah program yang terpadu yang tidak hanya membangun infrastruktur (fisik), tapi juga membangun aspek sosial dan kesehatan (non fisik) agar kehidupan masyarakat lebih baik.

Lokasi pengecoran  jalan penghubung antara Desa legokherang dan Mandapa Jaya merupakan salah satu sasaran fisik di TMMD ke 104 Kodim 0615/Kuningan yang sudah berlangsung sejak tanggal 26 Februari hingga saat ini.

Menurut Kepala Desa Legokherang, Mulyadi, semangat serta antusiasme warga, bergotong royong, bahu membahu bersama personil TNI menyelesaikan pengerjaan sasaran fisik timbul karena mereka sangat berbahagia dengan adanya program TMMD yang berlokasi di desa mereka. “TMMD ini diharapkan dapat berdampak positif untuk perekonomian masyarakat ke depan,” tuturnya.

Sementara itu, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)  Ke 104 Kodim 0615/Kuningan yang dilaksanakan di Desa Legokherang ini sudah menjadi program prioritas Pemerintah Daerah yang melibatkan TNI, Polri dan Instansi terkait lainnya untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

 “TMMD selalu mengedepankan kepentingan masyarakat tetapi juga membutuhkan peran aktif dari seluruh komponen masyarakat guna memelihara kemitraan, kemandirian dan kemanunggalan TNI RAKYAT serta menuju kearah perubahan sikap, kemajuan wilayah dan taraf hidup masyarakat yang lebih baik,” tuturnya. (Eha/Red)

Menyoal Kualitas SDM Pendidikan di Indonesia

March 14, 2019 Add Comment
 

Berita Kuningan - Seiring tuntutan zaman, di era global kini kualitas mahasiswa dan dosen terus ditingkatkan. Hal ini untuk menjawab tantangan dunia, baik secara sosial maupun akademik. Mahasiswa dan dosen yang berkualitas akan secara otomatis meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun begitu, tidak mudah meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen. Ada beberapa trobosan-trobosan yang dilakukan universitas agar unsur di dalamnya menjadi unggul.

Jumlah Profesor di Indonesia saat ini masih jauh lebih sedikit dibandingkan Doktor. Ini membuktikan bahwa secara keilmuan akademik tanggung jawab Profesor lebih berat. Selain tuntutan akademik, seorang Profesor pun harus bertanggung jawab secara sosial kepada masyarakat berdasarkan hasil temuan-temuan yang ditemukannya selama penelitian. Tujuannya agar kualitas pendidikan di Indonesia lebih baik dan tetap kompatibel dengan zaman yang ada.

Selain peningkatan kualitas di Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah pun harus digenjot kualitasnya, agar pembangunan pendidikan semakin merata dan tidak jomplang. Tak sedikit sekolah yang berprestasi tingkat Internasional, tetapi banyak juga sekolah yang tidak punya prestasi sama sekali. Keduanya memang bersebrangan, tetapi keduanya memiliki misi yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Bedanya tipis, sekolah yang berprestasi memulai sekolahnya dengan seleksi peserta didik yang ketat, sedangkan sekolah yang biasa saja berangkat dari keprihatinan pada tingginya tingkat putus sekolah dikalangan remaja.

Menurut hemat penulis, dari ketimpangan tersebut menjadikan pendidikan Indonesia terus menerus berkutat pada hal-hal yang mendasar. Siswa dan mahasiswa merupakan agen-agen perubahan peradaban dunia. Tonggak masa depan pendidikan Indonesia ada pada mereka.

Kurikulum masih belum nyambung dengan perkembangan terkini seputar cara mengajar, dan juga inovasi teknologi yang ada. Antara yang diajarkan dan penelitian tidak disejajarkan dengan perkembangan industri dan kualitas pendidikan masih rendah dan tidak merata. Jika negara lain sudah melakukan pencapaian, sedangkan Indonesia masih berkutat pada hal-hal teknis.

Jadi, maju mundurnya pendidikan di Indonesia tergantung pada Sumber Daya Manusianya. SDM yang berkualitas akan melahirkan pemikiran dan output yang berkualitas pula, begitupun sebaliknya.

Penulis: Eha Siti Julaeha

Tim Wasev TMMD Puji Hasil Kerja Kodim 0615/Kuningan

March 14, 2019 Add Comment


Kuningan, (BK) - TMMD ke-104 Kodim 0615 /Kuningan yang digelar di desa Legokherang, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan mendapat Kunjungan Tim Wasev TMMD dari Mabesad dan  Kemhan RI.

Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-104 dari Mabesad dipimpin oleh Mayjen TNI Hartomo Pati Ahli Kasad dan didampingi Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono Pabandya -1/opsbak spaban V Sterad sedangkan Tim Wasev TMMD dari Kemhan RI Letkol Arh Heri Siswanto Kasubbag Rumga Setditjen Pothan Kemhan.

Dalam kunjungannya Tim Wasev TMMD ke 104 menerima paparan singkat dari Dandim 0615 /Kuningan Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto S.Sos MM selaku Dan Satgas TMMD bertempat di Ruang Loby Makodim 0615/Kuningan Jln RE Martadinata No 97 Kuningan.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Letkol Arh  Heri Siswanto Kasubbag Rumga Setditjen Pothan Kemhan RI, Mayor Inf Czi Aris Widiatmoko Pabanda Bakti TNI Sterdam III/Slw , Mayor Inf Martky Jaya Perangin angin Kasiter Korem 063 /SGJ, Drs Dian Rahmat Yanuar Msi  Sekda Kab Kuningan mewakili Bupati Kuningan dan pejabat terkait dari Bapeda Kab Kuningan, Dinas Lingkungan Hidup, BPKAAD, Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang, Kantor Kemenag Kab Kuningan, Dinas Sosial dan pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak,  dan Di BPMD.

Selanjutnya rombongan meninjau lokasi TMMD dengan menempuh jarak 55 KM dari Makodim 0615/Kuningan dengan lama perjalanansekitar 2 jam. Dalam kunjungannya, Mayjen Hartomo memberikan materi tentang wawasan kebangsaan kepada masyarakat Desa Legokherang di Balai desa Legokherang Kecamatan Cilebak yang diikuti sekitar 50 peserta.

Saat diwawacara awak media, Mayjen TNI Hartomo menyampaikan kedatangannya dalam rangka mewakili Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), karena TMMD anggarannya dari Negara melalui APBN maupun APBD yang dilaksanakan oleh Dandim 0615 /Kuningan maka harus diawasi pelaksanaannya,

"hasil peninjauan luar biasa bagus karena dengan anggaran seperti itu, Bisa kita lihat sendiri bahan baku pasir semen batu Split hanya bisa diangkut dengan mobil bak kecil karena jalannya tidak bisa dilewati mobil truck dan jaraknya yang jauh serta lokasi TMMD ada dipengunungan, dengan hambatan seperti itu sehingga nilai TMMD ini sangat luar biasa," ungkap Katua Tim Wasev TMMD Mabesad.

Yang menjadi nilai tambah, dengan nilai anggaran seperti itu bisa membuat sasaran tambahan berupa pembuatan pos kamling, bak sampah, rebat ringan mushola, pemasangan PJU, jambanisasi dan Rutilahu. Ini bukan prestasi Dandim 0615 /Kuningan semata tetapi prestasi Bupati Kuningan H Acep Camat Cilebak dan Kepala Desa Legokherang

Dirinya pun memberikan ucapan terima kasih kepada semua komponen yang telah terlibat TMMD baik dari Pemerintah Daerah, Polri, Mahasiswa, pelajar , Ormas FKPPI, masyarakat yang rata rata sebagai petani masih meluangkan waktu bersama TNI-Polri ikut serta dalam pelaksanaan TMMD ini. (AR27/RIL)