Menyoal Kualitas SDM Pendidikan di Indonesia

 

Berita Kuningan - Seiring tuntutan zaman, di era global kini kualitas mahasiswa dan dosen terus ditingkatkan. Hal ini untuk menjawab tantangan dunia, baik secara sosial maupun akademik. Mahasiswa dan dosen yang berkualitas akan secara otomatis meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun begitu, tidak mudah meningkatkan kualitas mahasiswa dan dosen. Ada beberapa trobosan-trobosan yang dilakukan universitas agar unsur di dalamnya menjadi unggul.

Jumlah Profesor di Indonesia saat ini masih jauh lebih sedikit dibandingkan Doktor. Ini membuktikan bahwa secara keilmuan akademik tanggung jawab Profesor lebih berat. Selain tuntutan akademik, seorang Profesor pun harus bertanggung jawab secara sosial kepada masyarakat berdasarkan hasil temuan-temuan yang ditemukannya selama penelitian. Tujuannya agar kualitas pendidikan di Indonesia lebih baik dan tetap kompatibel dengan zaman yang ada.

Selain peningkatan kualitas di Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah pun harus digenjot kualitasnya, agar pembangunan pendidikan semakin merata dan tidak jomplang. Tak sedikit sekolah yang berprestasi tingkat Internasional, tetapi banyak juga sekolah yang tidak punya prestasi sama sekali. Keduanya memang bersebrangan, tetapi keduanya memiliki misi yang sama, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Bedanya tipis, sekolah yang berprestasi memulai sekolahnya dengan seleksi peserta didik yang ketat, sedangkan sekolah yang biasa saja berangkat dari keprihatinan pada tingginya tingkat putus sekolah dikalangan remaja.

Menurut hemat penulis, dari ketimpangan tersebut menjadikan pendidikan Indonesia terus menerus berkutat pada hal-hal yang mendasar. Siswa dan mahasiswa merupakan agen-agen perubahan peradaban dunia. Tonggak masa depan pendidikan Indonesia ada pada mereka.

Kurikulum masih belum nyambung dengan perkembangan terkini seputar cara mengajar, dan juga inovasi teknologi yang ada. Antara yang diajarkan dan penelitian tidak disejajarkan dengan perkembangan industri dan kualitas pendidikan masih rendah dan tidak merata. Jika negara lain sudah melakukan pencapaian, sedangkan Indonesia masih berkutat pada hal-hal teknis.

Jadi, maju mundurnya pendidikan di Indonesia tergantung pada Sumber Daya Manusianya. SDM yang berkualitas akan melahirkan pemikiran dan output yang berkualitas pula, begitupun sebaliknya.

Penulis: Eha Siti Julaeha

Post a Comment

0 Comments