Apotik Kimia Farma 504 Kuningan Serahkan Donasi Pada Tim "Era Berbagi Kasih"

March 31, 2017 Add Comment
Produser Eksekutif program "Era Berbagi Kasih" Menerima donasi yang diserahkan oleh perwakilan dari Apotik Kimia Farma 504 Kuningan

Hari ini pukul 14.00 WIB, Apotik Kimia Farma 5O4 Kuningan yang beralamat di Jl. Siliwangi, Menyerahkan donasi kepada tim Era Berbagi Kasih (EBK).
Sumbangan diserahkan oleh perwakilan dari pihak Apotik Kimia Farma kepada Lela Basiul sebagai produser eksekutif program Era Berbagi Kasih.
Era Berbagi Kasih atau EBK adalah salah satu program tayangan sosial pada portal TV online chanel Era TV yang dapat diakaes melalui website www.erakebangkitan.com
Sumbangan yang telah diberikan oleh pihak Apotik Kimia Farma berupa susu, obat-obatan, vitamin, madu, pampers, masker, dan masih banyak lagi. Sumbangan tersebut akan diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
"Rencananya untuk susu formula, bedak bayi, minyak telon, tissue basah, dan keperluan bayi lainnya akan kami serahkan kepada Rince, seorang ibu penderita tumor mamae yang tidak dapat menyusui bayinya." ungkap Lela disela penyerahan donasi.
"Dan untuk barang lain rencananya akan diberikan kepada Teti, warga Desa Ciporang Kecamatan Maleber penderita TB tulang belakang yang telah lumpuh dan kaku selama 8 tahun." sambungnya.
Era Berbagi kasih (EBK) akan rutin ditayangkan di Era TV.
"InsyaAllah program Era Berbagi Kasih ini akan terus berlanjut. Kami menerima donasi dari para donatur yang ingin bersama kami berbagi kasih dengan saudara-saudari kita yang membutuhkan." jelas Lela.
Untuk itu Lela menambahkan bahwa yang akan memberikan donasinya dapat mentransfer melalui no rek BRI: an. Laela 013301009399532 dan apabila telah transfer dapat mengkonfirmasi dengan mengirimkan SMS ke nomor 0823-1010-0606 dengan menyebutkan nomor rekening, nama pentransfer, serta jumlah yang ditransfer.
Dengan menebar kebaikan, semoga Allah pun memberikan kebaikan kepada kita.
"Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula)." QS. Ar-Rahman: 60.

Kakek Terlantar Temuan Warga Kertawangunan Diantarkan Polres Kuningan Ke Dinas Sosial

March 29, 2017 Add Comment
Sukri, Kakek terlantar yang ditemukan Warga Kertawangunan Kab. Kuningan Jawa Barat

Kuningan - Masyarakat Desa Kertawangunan Kecamatan Sindang Agung Kabupaten Kuningan dibuat geger dengan ditemukannya seorang laki-laki yang tak dikenal terlantar yang telah 2 hari berada didesa mereka.
Merasa khawatir dengan keamanaan warga ditengah kasus penculikan dan pembegalan yang sedang marak terjadi, akhirnya mereka mengantarkan laki-laki tersebut ke Kantor Polres Kuningan yang kemudian diantarkan oleh pihak Binmas Polres Kuningan menuju Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kuningan pagi kemarin, Rabu (29/03/2017) sekitar pukul 10.00 WIB.
Keterangan yang tertera dalam surat pengantar dari Satbinmas Polres Kuningan nomor B / 03 /III/Sat Binmas, diketahui laki-laki tersebut bernama Sukri asal Padang, namun untuk usia belum bisa diketahui karena laki-laki berusia senja itu susah untuk berkomunikasi.
"Ketika ditanya beliau selalu berubah-ubah jawabannya, baik nama atau pun tempat tinggal. Sepertinya memorinya sudah lemah." Ungkap Pendi salah seorang pegawai honorer di Dinas Sosial.
Untuk itu Kabid Linjansos Edi Supriadi Sos, mengatakan pihaknya akan merujuk Sukri ke panti rehabilitasi untuk diinvestigasi.
"Nanti kita rujuk untuk dikirim kepanti rehabilitasi dan apabila setelah diinvestigasi diketahui alamatnya kita akan bekerjasama dengan dinas perhubungan untuk mengantarkan pulang." terangnya.(AR)

Seminar Film Islami Asean 2017 Awal Kebangkitan Film Syar'i

March 28, 2017 Add Comment
Narasumber Seminar dan Workshop Film Islami ASEAN bertempat di Balai Sidang Utama Kementerian Agama Republik Indonesia (25/03/2017)

Seminar dan Workshop Film Islami ASEAN yang diselenggarakan oleh Komisi Seni Budaya MUI (25/03/2017) bertempat di Balai Sidang Utama Kementerian Agama Republik Indonesia  terdiri dari dua sessi sidang pleno dan satu sessi sidang komisi. Bertindak selaku Keynote Speaker : Prof.Dr.Phil. H. Kamarudin Amin, M.A ( Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia ). Adapun nara sumber pada acara ini adalah Dr. Zefri Arif ( Seniman, Dosen Universitas Brunei Darussalam ), Habiburrahman El Shirazy ( Penulis Best Seller, Seniman, Sutradara Indonesia ), Syed Nur Faiz Khalid bin Syed Ibrahim ( Direktur Teknis Les’ Copaque Production Malaysia, Produser Serial Upin Ipin ), Dr. H. Imam Syafe’i ( Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI ) Dr. Lukmanul Hakim, M.Sc ( Direktur LP POM-MUI ) Helvy Tiana Rosa ( Penulis, Dosen, Produser Film Indonesia ), Firman Syah ( Sutradara ), Dr. Amirsyah Tambunan ( Dosen, Wakil Sekjen MUI ).

"Film merupakan kreasi insan-insan yang memiliki daya kreatifitas seni yang sangat tinggi, yang sangat bisa jadi itu menjadi media dakwah keislaman," kata Prof.Dr.Phil. H. Kamarudin Amin, M.A Menurutnya pula, film tidak hanya sebagai instrumen hiburan, tapi bisa menyampaikan pesan-pesan nilai yang positif, seperti film religi, budaya, apa saja yang bisa informatif memberikan pendidikan kepada masyarakat. Film akan menjadi pengembangan Keindonesiaan, budaya dan sebagainya.

Habiburrahman El Shirazy, Ketua Komisi Bidang Seni dan Budaya MUI mengatakan, kalau umat islam tidak kreatif, misalnya dalam film kartun, maka akan dipaksa untuk mengonsumsi kartun Jepang. Tetapi kalau umat islam yang kreatif, maka Jepang yang akan mengonsumsi produksi umat Islam. Kedepan umat Islam perlu lebih kuat dalam hal strategi budaya.

Sementara itu Helvy Tiana Rosa, penulis novel best seller menyatakan keprihatinannya terhadap produksi film islami yang jumlah penontonnya masih sedikit.

“ Dalam sepuluh tahun terakhir hanya ada tiga judul film Islami yang mendapatkan jumlah penonton diatas 2 juta orang.  Masih kalah jauh dibanding dengan film-film yang menjual kekerasan, pergaulan bebas dan produk-produk kapitalis lainnya. Apalagi jika dibanding dengan film-film Holywood, film islami Indonesia seperti berada di kasta terendah para penonton Indonesia “

Kesimpulan dari seminar dan workshop ini bahwa membuat film religi atau film islami atau film dakwah bukan perkara gampang di negeri ini. Tidak hanya mengenai konten, teknis, modal, dan tata edar saja yang menjadi persoalan. Tetapi motif dan niat pun bisa dipermasalahkan.

Dari proses produksi film islami kita bisa mengklasifikan, apa itu sebenarnya film islami. Ada 2 hal utama saat ini yang menjadi sumber dari film Islami.
  1. Film Islami berasal dari novel atau buku Islami.
  2. Film Islami yang mengangkat tokoh Islam.
Kira-kira seperti itu penonton umum mengklasifikasi film Islami. Kesimpulan sederhananya semua yang bersumber dari novel/buku dan tokoh Islam, berarti film tersebut film Islami.

Tetapi ternyata tidak bisa sesederhana itu jika kita ingin membongkar motif komodifikasi agama. Ada beberapa pemilahan yang lebih spesifik lagi. Seperti contoh di bawah ini.
  1. Film Islami yang dibuat oleh sineas muslim dengan produser muslim
  2. Film Islami yang dibuat oleh sineas muslim dengan produser non muslim
  3. Film Islami yang dibuat oleh sineas non muslim dengan produser muslim.
  4. Film Islami yang dibuat oleh sineas non muslim dengan produser non muslim.
  5. Film Islami dari novel Islami yang dibuat dengan visi tidak Islami.
  6. Film Islami yang hanya menampilkan simbol-simbol agama saja.
  7. Film Islami yang hanya menggunakan latar belakang agama.
  8. Film Islami yang isinya malah mengolok-olok agama.
Pasar muslim sudah terbentuk di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Agak aneh  kedengarannya. Tetapi realitasnya memang seperti itu. Jumlah yang besar belum tentu jaminan sebagai target pasar yang juga besar. Tersebab itulah jumlah film Islami sejak pertama kali film nasional diproduksi oleh orang Indonesia asli, tidaklah banyak. Bahkan menjadi minoritas.

Sebuah film dapat dikatakan Islami jika di dalam karya film  tersebut mempunyai visi yang Islami. Yaitu :
  1. Pandangan hidup yang Islami,
  2. Solusi yang Islami,
  3. Cara yang Islami.
Pandangan hidup yang Islami adalah paradigma tentang bagaimana alur kisah dalam film bertujuan untuk mengajak orang melihat dalam sudut pandang Islam. Jika ada permasalahan atau konflik yang terjadi, maka solusi-solusi yang digunakan adalah solusi Islami dengan cara-cara yang Islami.

Islam memiliki spektrum yang sangat luas dalam kehidupan. Bukan hanya persoalan ibadah saja tetapi juga menyangkut urusan hal yang remeh seperti buang air dan menguap. Ketiga hal di atas harus berpadu padan dan tidak bisa diabaikan satu pun. Contohnya, ada film yang mengangkat kisah tentang taubatnya seorang pelacur. Mungkin kelihatan ini adalah solusi Islami. Tetapi sepanjang film digambarkan detil sepak terjang sang pelacur sebelum bertaubat. Solusinya memang Islami tetapi caranya yang tidak Islami.

Film katanya Islami, tetapi cara tokoh-tokoh dalam film sama sekali tidak mencerminkan pola hidup Islami. Adegan kissing, peluk-pelukan bukan muhrim, minum menggunakan tangan kiri, dan sebagainya. Adegan-adegan tidak Islami ini terjadi karena keminimtahuannya tentang agama. Atau bisa pula karena ketidakpeduliannya pada gaya hidup Islami. Sineas muslim sejati hanya memikirkan tentang mendakwahkan Islam sebagai jalan hidup. Bukan menjual agama karena penontonnya lagi ramai.

Sineas muslim yang memiliki visi dan konsisten pada karya Islami, memiliki peluang sekaligus tantangan yang banyak. Antara lain:
  1. Peningkatan keterampilan di segala bidang perfilman.
  2. Memiliki visi visual terkini.
  3. Mengoptimalkan ragam genre film.
  4. Permodalan
  5. Pemain/artis dengan visi Islami.
  6. Perkembangan teknologi yang begitu pesat.
  7. Konten dakwah yang menghibur tanpa menggurui.
  8. Jejaring apresiator.

Kedelapan tantangan ini bukan tanpa alasan dipaparkan. Diperlukan pembahasan dan diskusi yang lebih intensif dan konprehensif untuk menemukan solusi terbaik. Optimisme dan spirit perjuangan harus tetap dikobarkan. Sesulit apapun situasinya. Serumit apapun tantangannya

Dari ajang seperti ini, peserta seminar dan workshop berharap film-film yang merusak moralitas masyarakat, seperti pornografi dan lainnya hilang, tergantikan sajian film bermutu, bernuansa Islami, serta mendidik generasi bangsa dalam mengembangkan imajinasi serta kreatifitas demi kemajuan film nasional yang bermartabat.  Disusun dari berbagai narasumber ( Penyusun : A R Affandi )

Mengenal Aa Yosa Octora Santono

March 28, 2017 Add Comment
Masyarakat Kabupaten Kuningan, Ciamis, Pangandaran, dan Kota Banjar tentu sudah akrab dengan sosok figur muda yang energic yaitu Yosa Octora Santono. Dengan perawakan tinggi besar, putra sulung dari sesepuh Kuningan H. Amin Santono. S.Sos. MM dan Hj. Yoyoh Rukiyah. S.Tr. Keb (Anggota DPR RI Komisi XI dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat) dikenal sebagai Ketua Amin Family Center (AFC) sebuah perkumpulan relawan dari Keluarga, Kerabat, dan Sahabat yang bermetafora menjadi organisasi kemasyarakatan yang sudah resmi berbadan hukum dan terdaftar di Badan Kesbangpol Kuningan. Yosa Octora Santono dilahirkan 36 tahun silam. Lahir dan besar dalam didikan disiplin tinggi dari orangtua, hingga akhirnya banyak belajar arti kehidupan. Yosa tidak asing dengan dunia politik, sebagai putra dari orangtua yang berkecimpung dipolitik, insting, intuisi, dan artikulasinya sudah matang. Sepak terjang Ayahanda Amin Santono bisa menduduki Gedung di DPR RI selama dua periode (2009-2014-2019) kemudian Ibundanya Yoyoh Rukiyah masuk perwakilan gender di Gedung Sate Bandung (2014-2019) sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat adalah buah hasil mahakarya thinktank dari Yosa Octora Santono. Atas racikan strateginya duet maut pasangan suami isteri di legislator berhasil diterapkan. Ada keunikan tersendiri dari nama beliau. Yosa merupakan singkatan dari dua nama orangtuanya yakni YOyoh SAntono. Lahir pada 24 Oktober 1980. Yosa pun mengalami kisah asmara yang berliku, namun akhirnya menambatkan cinta terakhir kepada gadis jelita bernama Neng Ima yang kemudian dipersunting menjadi pendamping hidupnya. Ima Rahmania ST. MM istri Yosa Octora sehari hari dinas di kantor Kementrian Koperasi dan UKM RI, bersama-sama membesarkan kedua putri mereka. Dari sisi pendidikan, selepas SMA melanjutkan ke perguruan tinggi mengambil konsentrasi Pendidikan D3 Fisip UI Jakarta, S-1 London School Public Relation, pra mm UGM dan MM Universitas Krisna Dwipayana Jakarta.

Skill dan bakat pemuda berkacamata ini begitu banyak seperti hobi berolahraga, traveling, dan berorganisasi membuat banyak dibutuhkan oleh orang lain. Jiwa organisatorisnya sering diasah hingga beberapa jabatan penting pernah diemban Yosa Octora, antara lain Ketua Perkumpulan Keluarga Kerabat Sahabat Amin Family Center (AFC), Bendahara 1 HIPMI Jawa Barat, Ketua Garda Muda Priangan, dan Ketua IMDI Kab.Kuningan. Selain berorganisasi, Yosa Octora Santono bergiat di Kordinato Staf ahli Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, juga sebagai enterpreneur sejati dibeberapa usaha yang dirintis. Gagasan Yosa selalu ditularkan kepada para pemuda bahwa menjadi enterpreneur/wirausaha adalah pilihan. Dari rentetan profil diatas, seyogyanya jadi gambaran dan contoh bagi generasi muda lainnya, bahwa kesuksesan diraih dengan niat dan kerja keras tidak bergantung kepada orang dibelakang. Tahun 2018 kabupaten Kuningan khususnya akan menghadapi sejarah peristiwa politik yang baru. Banyak yang menganggap bahwa Yosa dapat mengobati dahaga masyarakat yang merindukan hadirnya pemimpin muda.

Harumkan Kuningan, "A Light" Raih 2nd Best Film Festival Film Santri 2017 Tingkat Nasional

March 27, 2017 Add Comment
Perwakilan Female Production saat menerima penghargaan sebagai juara ke 2
 film terbaik di Auditorium K.H M. Rasyidi Kemenag RI Thamrin (25/03/2017)

Jakarta - Meski mendulang pujian pada saat sessi presentasi dan interview didepan Juri Habiburahman El Shirazy ( Penulis ), Dani Sapawie ( Sutradara, Produser )  dan Embie C. Noer ( Sutradara ), A Light Film yang di produksi Female Production Pondok Pesantren AL Ikhlas Putri Ciomas – Ciawigebang  harus puas menyabet peringkat kedua Film Terbaik Festival Film Santri se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Komisi Seni Budaya Islam MUI (25/03/2017) di Auditorium K.H M. Rasyidi Kemenag RI Thamrin. Film Terbaik diraih oleh Film ‘Diary Santri Genggong ‘ Pondok Pesantren Hasan, Genggong, Probolinggo Jawa Timur dan peringkat ketiga diraih oleh film 'Alif' karya Pondok Pesantren Nurul Huda, Pring Sewu, Lampung.

Keputusan rapat dewan juri yang juga dihadiri Dr. Saiful Bahri, M.A selaku ketua panitia Festival Film Santri 2017. Dewan juri sepakat bahwa penilaian ditekankan pada kedalaman hasil karya dalam mengaktualisasikan ide dan cerita. Selain itu juga meliputi pemilihan konten dan nilai positif bagi pengembangan pesantren untuk bangsa. Selain aspek-aspek pokok penilaian sebuah film, tak kalah pentingnya kesesuaian karya dengan tema lomba yaitu “ Cita-cita Santri Untuk Indonesia “  memutuskan :

Pemenang dari masing-masing kategori ini diumumkan pada acara puncak Malam Anugerah Festival Film Santri 2017 yang dipandu oleh Dude Herlino dan Citra Kirana. Hadir dalam acara itu Rudiantara ( Menteri Kominfo ) K.H. Maruf Amin ( Ketua Umum MUI Pusat ), K.H Shadiqun ( Ketua MUI ) beserta jajarannya, Deddy Mizwar ( Tokoh Film Nasional, Wagub Jabar ) dan para aktor dan aktris film islami Indonesia seperti Kholidi Asadil Alam ( Ketika Cinta Bertasbih, Cinta Zahrana ), Hamas Syahid ( Ketika Mas Gagah Pergi ), Zee Zee Shahab ( Berita Islam Masa Kini ) dan lain-lain.

“ Masuk sebagai nominator film terbaik dan sutradara terbaik saja sudah merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami, apalagi malam ini kami mendapatkan peringkat kedua Film terbaik. Ini akan menjadi pemacu semangat kami untuk tetap berkarya “ ujar Ustadzah Mela Melawati yang bertindak sebagai produser Film A Light.

Hal senada diungkapkan Supervisor Produksi film A Light, AR Affandi. “ Bisa membawa nama Kuningan ditingkat Nasional itu, sesuatu yang belum pernah terbayangkan. Terimakasih Al Ikhlas Putri Ciomas atas kesempatan yang diberikan untuk mentoring dan sedikit berbagi ilmu yang saya miliki dengan santriwati-santriwati yang kreatif dan cerdas. Setelah All Mistakes meraih The Best Inspiratif FIlm - Festival FIlm Daerah Kuningan 2016 , kali ini A Light. Selamat untuk seluruh crew produksi yang selalu semangat dalam bekerja “  ( A R Affandi )

Empat Tahun Menderita Penyakit Tumor Mamae, Rince belum Pernah Melakukan Pengobatan Medis

March 27, 2017 Add Comment
Rince Supriati Ningsih (29) penderita tumor mamae asal Desa Purwawinangun.

Kuningan - Tumor merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Penyakit ini pun bisa menyerang siapa saja tanpa batasan usia. Faktor keturunan dan kondisi tubuh yang tidak stabil pun dapat menjadi sasaran.

Seperti yang dialami oleh Rince Supriati Ningsih (29). Ibu dari tiga anak ini terdiagnosa mengidap tumor mamae yaitu tumor yang menyerang payudara. Tumor mamae merupakan salah satu tumor ganas yang dapat mengakibatkan kematian dan tumor mame termasuk kedalam lima golongan kanker mematikan selain kanker paru-paru, rahim, hati, dan usus.

Istri dari Dian Sudiana ini menderita tumor mamae sejak empat tahun silam. Salah satu warga dari Desa Purwawinangun, Jl. Pramuka Gg. Tawes ini pun untuk pengobatannya belum ditangani medis secara serius. Selain belum adanya kesiapan mental, Rince khawatir tidak akan mampu untuk menanggung biayanya. Oleh sebab itu dirinya hanya melakukan pengobatan alternatif, namun belum ada hasil.

Pagi tadi tepatnya Senin (27/03/2017) atas dukungan kerabatnya, Rince memberanikan diri untuk periksa ke Puskesmas setempat dan mendapatkan surat rujukan untuk ke Rumah Sakit. Namun, Rince yang diantar oleh sepupunya yakni Tety dan Nia belum sempat untuk memeriksakan ke Rumah Sakit. Rencananya hari Rabu besok baru akan periksa ke Rumah Sakit.

Rince masih khawatir mengenai biaya pengobatan yang kelak harus ditanggung.

"Suami saya hanya pekerja bangunan. Kadang dapat uang kadang tidak, jadi saya khawatir kalau ditengah jalan tidak mampu untuk membiayai pengobatan." Ungkap Rince.
Rince mengaku mengikuti program BPJS, namun untuk iuran bulanannya belum terbayarkan sehingga menunggak.

"Untuk iuran bulanan BPJS saja masih menunggak, belum lagi bila nanti kalau harus dirujuk ke Rumah Sakit Bandung, tidak ada biaya untuk ongkos dan makan selama di sana." Tambah Rince.

Rince berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah baik moril maupun materil. Rince pernah mengadukan keadaannya tersebut kepada pemerintah desa setempat namun dirinya merasa kecewa karena tidak mendapatkan tanggapan yang serius.

"Saya pernah mengadu kepada pemerintah desa, namun tidak ada tanggapan dan langkah apapun selain hanya sekedar mendo'akan semoga cepat sembuh." Ungkap Rince.

Rince ingin dirinya dapat segera sembuh demi ketiga anaknya. Mata Rince sempat berkaca-kaca menahan tangis saat menceritakan nasib bayinya yang berusia 6 Bulan yang tidak mendapatkan ASI seperti bayi-bayi lain seusianya. (AR)

Curug Parakan Panjang, Kekayan Alam Yang Belum Tergali

March 26, 2017 Add Comment
Curug Parakan Panjang, Salah satu kekayaan wisata Kabupaten kuninganyang terletak di Desa, Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan Jawabarat.

Kuningan - Kabupaten Kuningan yang terletak di Provinsi Jawa Barat ini termasuk daerah sejuk karena berada dibawah kaki Gunung Ciremai. Anugrah keindahan alamnya begitu kaya, wajar bila Kuningan menjadi kabupaten wisata yang merupakan tempat tujuan para wisatawan terutama bila akhir pekan dan hari libur.

Selain berbagai tempat wisata yang sudah terkenal ke berbagai penjuru seperti Lingga Jati, Waduk Darma, Cibulan, Sangkanurip, Curug Sidomba, Palutungan dan lainnya, masih banyak lokasi-lokasi wisata baru bahkan yang belum diberdayakan, salah satunya adalah curug Parakan Panjang.

Wisata air terjun atau yang dalam bahasa sunda disebut "curug" ini terletak di Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Sebelum sampai ke curug, kita akan disuguhi pemandangan alam yang asri, tebing-tebing yang indah, curug-curug mini dan pemandian air panas.

Curug Parakan Panjang ini dikelola oleh BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa. Pada hari Sabtu (25/02/2017) tim  Forum BUMDES Kuningan untuk bidang pengembangan wisata yang dipimpin oleh Hestya Hemawaty (25) yang merupakan ketua BUMDES Desa Marga Bakti sekaligus bendahara forum BUMDES Kuningan ini melakukan pemantauan.

Hestya Hemawaty yang akrab disapa Tya ini berharap agar kelak baik curug Parakan Panjang atau wisata-wisata lain di Kabupaten Kuningan dapat menjadi destinasi wisata yang diminati di Jawa Barat.

"Semoga kedepannya Kabupaten Kuningan dapat menjadi destinasi wisata yang dituju para wisatawan yang ingin berlibur ke Jawa Barat agar tidak hanya Bandung atau puncak saja yang menjadi tujuan." Ungkap Tya

Butuh kerjasama yang solid antara pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan Eko - Wisata yang bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan ikut andil mewujudkan program Kuningan MAS (Mandiri Agamis Sejahtera). (AR)

Lagi, Pengendara Dibawah Umur Kembali Sumbang Angka Kecelakaan Di Kabupaten Kuningan

March 26, 2017 Add Comment
Kuningan - Kecelakaan yang melibatkan anak dibawah umur kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Peristiwa terjadi diruas jalan Cibingbin - Sukaharja tepatnya depan Kantor Pos Sukaharja pada Ahad (26/03/2017) sekitar Pukul 14.30 WIB sore tadi.

Tabrakan terjadi antara sepeda motor Honda Vario nopol E 4799 YW dengan sepeda motor Honda Supra, akibatnya pengendara Honda Vario mengalami luka yang cukup serius dibagian kaki sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit KMC Luragung, sedangkan pengendara sepeda motor Honda Supra hanya mengalami luka ringan.

Menurut keterangan saksi mata, Cucun Boy mengatakan bahwa kronologi kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Supra yang dikendarai Dulmanan (50) warga Desa Sukaharja keluar dari garasi rumahnya, tiba-tiba muncul Honda Vario yang dikendarai Raobi (14) warga Dusun Cikamuning RT 05/05 Desa Cipondok melaju dalam keadaan kencang dan tiba-tiba oleng dan menabrak Dulmanan.

"Motor Vario yang dikendarai Raobi ngebut dan tiba-tiba oleng lalu menabrak motor Dulmanan yang baru keluar dari garasi rumahnya." Ungkap Cucun Boy.

Cucun pun berharap dengan adanya kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh warga masyarakat untuk lebih berhati-hati terutama untuk pengendara dibawah umur yang memberikan kontribusi atas jumlah angka kecelakan yang cukup lumayan.(Aris Boby / Red)