Puskesmas Kuningan Berikan Penyuluhan Pada Keluarga Penderita Gangguan Jiwa

November 30, 2017

Kuningan, (BK) - Jumlah penderita gangguan jiwa di Kabupaten Kuningan diperkirakan mencapai ribuan orang. Dari data Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Kuningan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung tercatat sekitar 31 orang yang tersebar diberbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan.

Untuk itu, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan memberikan perhatian lebih terhadap masalah kesehatan jiwa, salah satunya dengan mengadakan penyuluhan dan pengawasan pemberian minum obat (PMO) kepada keluarga ODGJ di Aula Kantor Kepala Desa Ancaran, Rabu (29/11). Acara dihadiri 40 orang peserta yang berasal dari Desa Ancaran dan Kelurahan Cijoho.

Menurut  N. Katarina.S , Amd.Kep atau yang akrab disapa
Ewi, petugas program kesehatan jiwa Puskes Kuningan mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut bertujuan untuk memberikan pengawasan atas pemberian obat jiwa kepada ODGJ melalui keluarga. Pemberian obat sangatlah penting karena bila pasien putus obat maka besar kemungkinan akan kambuh kembali.

"Kadang-kadang kalo ngasih obat ke pasien langsung biasanya suka di buang, untuk itu keluarga harus berperan aktif untuk pemberian obat kepada pasien ODGJ karena tidak boleh putus obat," ungkap Ewi.

Ewi melanjutkan bahwa untuk menanggulangi ODGJ maka acara penyuluhan dan kunjungan rumah harus dilakukan rutin. Minimal setiap 3 bulan sekali harus dilakukan.

"Kegiatan awalnya  dengan Deteksi Dini 2 menit, pelatihan dari Bidan Desa dan dari Puskesmas, serta kunjungan baik dari petugas maupun kader Kesehatan Jiwa (KESWA) untuk memantau dan mengetahui perkembangan pasien ODGJ" lanjutnya.

Data yang terhimpun oleh Puskesmas Kuningan untuk ODGJ mencapai 97 orang dari 4 Kelurahan dan 4 Desa yang ada di Kecamatan Kuningan dengan berbagai diagnosa diantaranya skizofrenia, depresi ringan, depresi berat dan lain-lain.

Ewi menambahkan bahwa Desa Ancaran adalah termasuk Desa yang sangat memperhatikan masalah kesehatan jiwa dan sudah sangat bagus dalam menangani ODGJ.

"Desa Ancaran sudah sangat bagus, baik pemerintah Desa maupun kadernya sudah sangat aktif dalam menangani masalah kesehatan jiwa," pungkas Ewi. (JN01/Red)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »