Gerakan Penanaman Cabai di Polybag untuk Antisipasi Harga Cabai Melonjak

July 21, 2017

Kuningan, (BK) - Melonjaknya harga cabai di Indonesia bukan sesuatu yang baru, walaupun dengan penyebab yang berbeda namun karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi cabai yang besar yaitu 1,77 Kg perkapita pertahun, hal ini menjadikan cabai sebagai komoditas strategis, karena merupakan komoditas strategis maka kenaikan cabai seringkali memicu timbulnya inflasi.

Pemerintah pusat secara khusus melalui Kementrian Pertanian merespon isu kenaikan cabai dengan meluncurkan program untuk mengatasi dan meredamnya harga cabai yang tidak terkendali, diantaranya dengan meluncurkan program gerakan nasional penanaman cabai (gertam cabai), yaitu sebuah gerakan yang mengajak masyarakat menanam cabai di lahan pekarangan.

Program serupa pun diluncurkan tiga kementrian terkait yaitu Kementrian Pertanian, Perdagangan, dan Kementrian BUMN dengan meluncurkan program gerakan tanam cabai sejuta polybag.

Sejalan dengan program pemerintah pusat, pemerintah Kabupaten Kuningan pun membuat sebuah gagasan untuk menaman cabai di area pekarangan, seperti yang dikatakan Bupati Acep Purnama dalam sambutannya diacara pencanangan gerakan penanaman cabai dan tanaman lainnya dalam media polybag.

"Cabai merupakan salah satu komponen utama penyumbang inflasi di Kuningan. Gerakan ini merupakan langkah tepat untuk mengurangi kelangkaan pasokan yang selama ini terjadi pada waktu-waktu tertentu," ungkap Acep.

Persoalan ini direspon dengan cepat oleh pemerintah Kabupaten Kuningan dengan meluncurkan kegiatan pengembangan tanam dalam media polybag yang didanai oleh APBD Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2017, berupa pengadaan 3500 tanaman dalam media polybag terdiri dari cabai besar, cabai rawit, terong, dan jahe yang diberikan kepada 32 Kelompok Wanita Tani (KWT) dari 32 kecamatan dan organisasi kewanitaan lainnya yang ada di Kabupaten Kuningan.

Untuk menanggapi itu semua, Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan membuat salah satu program untuk memenuhi kebutuhan cabai di masyarakat dengan mengajak menanam cabai di area pekarangan, dengan menggunakan media Polybag.

Seperti yang diungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan, Triastami. Bahwa untuk penanaman cabai di area pekarangan, bisa menjadi stok atau cadangan kebutuhan di rumah.

"Sebetulnya program ini bukan yang pertama, bahkan sudah ada dari beberapa tahun yang lalu. Hanya karena kondisi cabai kemarin agak repot, akhirnya kita membuat gebrakan-gebrakan yang lebih banyak untuk kebutuhan yang satu ini," ungkap Triastami pada hari Kamis (20/7), di depan Aula Desa Cisantana. (JN01)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »