Remaja Kuningan Sabet Medali Perunggu di International Cyber Olympiade in AI (ICOA) 2026 Australia
ICOA 2026 merupakan olimpiade siber berbasis kecerdasan buatan (AI) pertama di dunia yang mempertemukan talenta-talenta muda terbaik dari berbagai negara. Dalam kompetisi ini, Kenzie menjadi salah satu dari empat perwakilan yang dikirim untuk membawa nama Indonesia di panggung dunia.
Hebatnya, tidak hanya Kenzie yang pulang membawa kebanggaan. Seluruh delegasi Indonesia yang berjumlah empat orang berhasil menunjukkan dominasinya dengan menyapu bersih medali dalam ajang tersebut. Keberhasilan kolektif ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan performa paling diperhitungkan dalam bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan tingkat remaja.
Sebelumnya, Kenzie terpilih masuk dalam jajaran elite delegasi nasional setelah melalui proses seleksi ketat. Potensi besar Kenzie di bidang teknologi siber ini diasah secara intensif melalui program pembinaan khusus yang dijembatani oleh komunitas Cylabus, sebuah wadah yang fokus pada pengembangan talenta digital, kecerdasan buatan, dan keamanan siber generasi muda.
Keberhasilan Kenzie memicu rasa haru dan bangga yang mendalam, khususnya bagi pihak keluarga. Ibunda Kenzie, Nung Marzuki, menyampaikan rasa syukur yang tak terhingga atas pencapaian sang putra yang tidak hanya mengharumkan nama bangsa, tetapi juga tanah kelahirannya, Kuningan.
"Alhamdulillah wa syukurilah, saya sebagai orang tua sangat mengapresiasi dan bangga atas pencapaian ananda Kenzie bisa ikut mengharumkan Indonesia, sekaligus kota Kuningan. Terima kasih banyak untuk komunitas Cylabus yang sudah membuka jalan dan memberikan kesempatan berharga ini untuk Kenzie dan tim," ungkap Nung Marzuki saat dihubungi media.
Beliau juga berharap agar pencapaian ini menjadi batu loncatan bagi masa depan Kenzie. "Semoga Kenzie bisa terus belajar mengasah talenta cyber-nya, ilmunya bermanfaat buat orang banyak, serta bisa menginspirasi remaja lainnya untuk terus berkembang di era digital ini."
Kemenangan Kenzie dengan peraihan Medali Perunggu dari University of Technology Sydney (UTS) ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lain di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Kuningan. Prestasi ini membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan halangan untuk bersaing di level tertinggi teknologi global, asalkan didukung oleh ekosistem pembelajaran yang tepat dan ketekunan yang tinggi.
Selamat dan sukses untuk Kenzie Nun Rumi Mahmada beserta Tim Delegasi Indonesia. Indonesia bangga! 🇮🇩





Tidak ada komentar