Alfamart Perluas Program "Satu Telur Sehari" ke 39 Kota demi Tekan Stunting
Berita Kuningan – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung penanganan stunting di Indonesia. Memasuki tahun keempat pelaksanaannya pada 2026, Alfamart memperluas jangkauan program berkelanjutan "Satu Telur Sehari" ke 39 kota di tanah air.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kontribusi nyata sektor swasta dalam mempercepat pemenuhan gizi anak-anak, sekaligus mendukung target nasional menurunkan angka prevalensi stunting.
General Manager Corporate Communications Alfamart, Rani Wijaya, menegaskan bahwa program ini menyasar langsung anak-anak yang terindikasi mengalami penurunan status gizi dan perlambatan pertumbuhan. Guna memastikan program tepat sasaran, penentuan penerima manfaat dilakukan berbasis data riil dari dinas kesehatan setempat.
"Program 'Satu Telur Sehari' bukan sekadar membagikan telur, tetapi merupakan intervensi sederhana yang terbukti efektif dan efisien dalam penanganan stunting di berbagai daerah," ujar Rani dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/6/2026).
Untuk periode pelaksanaan Mei hingga Oktober 2026, program ini menargetkan distribusi lebih dari 510.000 butir telur. Pasokan protein hewani tersebut akan disalurkan kepada lebih dari 2.700 anak terindikasi stunting.
Penyaluran dilakukan secara periodik selama tiga hingga enam bulan melalui kolaborasi erat dengan kader posyandu serta dinas kesehatan setempat. Salah satu wilayah yang menjadi fokus tahun ini adalah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Di wilayah tersebut, tepatnya di Posyandu Seroja, Kecamatan Kramatmulya, sebanyak 35 anak tercatat menjadi penerima manfaat langsung.
Kader Posyandu Seroja Euis Tati, mengungkapkan bahwa intervensi berupa pemberian telur harian ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain murah dan mudah didapat, telur menjadi sumber protein hewani yang paling praktis diolah untuk menu harian anak.
“Program sederhana ini memberikan dampak yang sangat membantu pertumbuhan anak-anak. Manfaatnya langsung terasa, terutama untuk mengejar pemenuhan gizi harian mereka,” tutur Euis.
Menariknya, program ini tidak berhenti pada pembagian pangan gratis. Orang tua penerima manfaat juga mendapatkan pendampingan berkala, edukasi pola makan seimbang, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara intensif.
Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2022, program "Satu Telur Sehari" besutan Alfamart terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan, baik dari segi wilayah maupun jumlah penerima manfaat.
Pada Tahun 2022 menjangkau 10 kota, menyasar 1.000 anak dengan distribusi 177.000 butir telur,
Tahun 2024 menjangkau 12 kota, menyasar 591 anak dengan distribusi 103.000 butir telur.
Tahun 2025 menjangkau 25 kota, menyasar 1.000 anak dengan distribusi 189.000 butir telur. Pada periode ini, 72% anak penerima manfaat berhasil menunjuian tren tumbuh kembang yang positif.
Sementara tahun 2026 meluas ke 39 kota, menyasar 2.700 anak dengan target distribusi 510.000 butir telur.Melihat dampak positif yang dihasilkan dalam empat tahun terakhir, Alfamart berkomitmen untuk terus melanjutkan aksi sosial ini secara konsisten.
"Semangat kami adalah bagaimana Alfamart dapat terus berkontribusi menekan angka stunting, sehingga anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan siap menjadi generasi unggul di masa depan," pungkas Rani.( Jopray/Red )


Tidak ada komentar