Berita Terbaru

OJK Cirebon Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa FEB Uniku


Berita Kuningan 
– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus berkomitmen meningkatkan indeks literasi keuangan di kalangan generasi muda. Kali ini, OJK menggelar kegiatan edukasi literasi keuangan yang melibatkan sedikitnya 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kuningan (FEB UNIKU) di Gedung Student Center Iman Hidayat, Kampus I Uniku, Rabu (5/5/2026).

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Rektor Uniku Dr. Anna Fitri Hindriani, M.Si., Anggota Komisi XI DPR RI Shohibul Imam, Ph.D., Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., serta Pimpinan Cabang BRI Kuningan Slamet Riyadi.

Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, S.H., M.H., menegaskan bahwa pemahaman mendalam mengenai sektor jasa keuangan menjadi krusial di era digital. Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen yang cerdas, tetapi juga menjadi agen edukasi bagi masyarakat.

"Kami berharap mahasiswa dapat memahami produk keuangan secara menyeluruh, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank (IKNB). Mahasiswa harus mampu menyebarkan edukasi ini ke lingkungan sekitarnya," ujar Agus Muntholib.

Senada dengan OJK, Pimpinan BRI KC Kuningan Slamet Riyadi memberikan edukasi praktis mengenai manajemen keuangan. Ia menyoroti pentingnya memahami legalitas instrumen investasi guna menghindari praktik penipuan digital yang kian marak.

"Penting bagi mahasiswa untuk memahami investasi yang legal, menghindari penipuan digital, serta memanfaatkan teknologi keuangan untuk produktivitas," jelas Slamet.

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI, Shohibul Imam, Ph.D., memaparkan peran regulasi dalam menjaga stabilitas sektor keuangan. Menurutnya, negara hadir melalui kebijakan yang ketat untuk menjamin perlindungan konsumen dari risiko keuangan yang merugikan.

Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriani, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menyatakan bahwa literasi keuangan bukan sekadar teori akademis, melainkan kecakapan hidup (life skill) yang wajib dimiliki mahasiswa.

"Literasi keuangan adalah bekal penting menghadapi tantangan kehidupan di era yang semakin kompleks," tuturnya.

Apresiasi juga datang dari Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Ia menilai penguatan kapasitas finansial di level mahasiswa akan berdampak positif pada ketahanan ekonomi daerah.

"Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki kemampuan literasi keuangan yang baik agar dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi daerah," pungkas Dian.

Acara yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para mahasiswa tampak antusias menggali informasi terkait mekanisme perlindungan konsumen dan peluang investasi di pasar modal.( Jopray/Red )

Tidak ada komentar