Berita Terbaru

RAT Perdana, Koperasi KMK Bangun Ekosistem Bisnis Berbasis Wakaf Produktif, Solusi UMKM Merdeka dari Riba!

BERITA KUNINGAN – Koperasi Kunci Mandiri (KMK) Kuningan resmi menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Kopi Hawu, Kuningan, Jawa Barat, pada Ahad (25/1/2026). Momentum ini menjadi catatan sejarah penting karena KMK berhasil membuktikan profesionalisme manajemennya meski baru genap berusia satu tahun di kancah ekonomi kerakyatan Kabupaten Kuningan.

Ketua Koperasi KMK Kuningan, Ahmad Sujai, menyatakan bahwa kehadiran koperasi ini bukan sekadar untuk urusan simpan pinjam konvensional yang selama ini dikenal masyarakat. Ia menegaskan visi besar KMK adalah menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk bangkit secara mandiri melalui sistem permodalan yang syariah dan sepenuhnya bersih dari unsur riba.

"Tujuannya adalah membangkitkan ekonomi UMKM secara mandiri, khususnya dari permodalan tapi sesuai syariah tidak mengandung riba yang justru bisa menghancurkan usaha pelaku UMKM," ujar Ahmad Sujai. Ia menambahkan bahwa KMK hadir dengan inovasi sebagai koperasi pertama di Kuningan yang berbasis wakaf produktif, di mana anggota diajak belajar berwakaf demi menjemput rezeki yang lebih berkah.

Pencapaian KMK di tahun pertamanya ini menuai apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi dan UMKM (Diskopdagperin). Perwakilan dinas, Jaja, menuturkan bahwa pelaksanaan RAT yang dilakukan tepat waktu merupakan indikator utama dan bukti otentik bahwa sebuah koperasi berada dalam kondisi yang sangat sehat serta memiliki kredibilitas yang tinggi.

"Dengan adanya RAT ini berarti koperasi ini sehat walaupun baru berdiri satu tahun tapi sudah melaksanakan RAT," tutur Jaja. Hal ini memberikan sinyal positif bagi para anggota dan pihak regulator bahwa KMK dikelola oleh pengurus yang berkomitmen tinggi terhadap tata kelola organisasi yang baik demi kemajuan ekonomi anggotanya di masa depan.

Lebih lanjut, sinergi KMK semakin diperkuat dengan kehadiran Kampus UMKM Kuningan yang bertindak sebagai motor penggerak komunitas di lapangan. Ketua Kampus UMKM Kuningan, Amar Thohir, menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya merupakan wadah yang siap memastikan para anggota mendapatkan manfaat nyata dari program wakaf produktif yang telah dicanangkan.

"Kampus UMKM Kuningan sudah menerima wakaf produktif berupa alat untuk produksi dan lainnya, ini merupakan salah satu upaya membangun ekosistem bisnis yang diwakili oleh keuangan dari koperasi dan Kampus UMKM sebagai komunitas," ungkap Amar Thohir. Langkah ini menjadi solusi konkret bagi pelaku usaha yang kerap terkendala modal fisik namun kesulitan jika harus mengakses pinjaman berbunga.

Lebih jauh, Amar Thohir menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai pihak lainnya. "Kita akan bekerja sama dengan akademisi, kemudian pemerintah lainnya untuk membangun ekosistem ekonomi Kabupaten Kuningan yang bebas riba, berkah dunia akhirat," tegasnya.

Sinergi ini bertujuan agar UMKM tidak lagi hanya menjadi penonton atau sekadar mengharapkan bantuan, melainkan mampu saling membantu antarsesama melalui dana wakaf yang dikelola secara profesional. Aset-aset tersebut diputar kembali untuk membantu permodalan rekan-rekan UMKM lain yang sedang merintis atau mengembangkan usaha mereka di akar rumput.

Melalui penutupan RAT ini, KMK Kuningan dan Kampus UMKM optimis dapat menjadi percontohan bagi pengembangan ekonomi berbasis syariah di tingkat regional maupun nasional. Komitmen bersama ini diharapkan mampu membangkitkan kemandirian ekonomi yang kokoh, sekaligus membawa misi mulia dalam mewujudkan kesejahteraan yang hakiki bagi seluruh pelaku UMKM. (AR27/Red) 

Tidak ada komentar