Berita Terbaru

Dewi Puspita Ajak Masyarakat Beralih ke Produk UMKM Lokal




Berita Kuningan - Dewi Puspita Sari, tokoh pejuang UMKM Kuningan, mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bersatu dalam upaya menghadirkan produk alternatif lokal sebagai langkah boikot terhadap produk dari produsen Zionis Israel yang telah difatwakan untuk diboikot oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam upayanya ini, Dewi tidak hanya melihat keberlanjutan ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi pada pemutusan sumber anggaran yang dapat digunakan untuk senjata yang menghantam saudara-saudara di Palestina. 

"Boikot produk Zionis adalah bentuk dukungan kita terhadap kemanusiaan. Kita juga dapat memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan daya saing UMKM lokal," ucap Dewi, Sabtu (25/11/2023).

Dewi menggarisbawahi bahwa dengan masyarakat beralih ke produk-produk lokal, UMKM Kuningan dapat bangkit. "Saat ini, kita memiliki banyak produk lokal yang dapat menjadi alternatif, seperti sabun cuci piring, sabun cuci tangan, deterjen cair, pembersih lantai, sabun wajah, deodorant, dan lainnya," jelasnya.

Melalui ABCHijrah, dipimpin oleh Dewi, ia akan berupaya untuk mengakomodir produk-produk lokal asli Kuningan sebagai alternatif yang dapat menggantikan produk dari produsen Zionis Israel yang telah diboikot. "Kita ingin masyarakat merasakan kualitas produk lokal sambil turut berkontribusi untuk bantuan kemanusiaan, karena sebagian hasil akan disumbangkan untuk rakyat Palestina," tambahnya.

Dewi Puspita Sari menerangkan, gerakan ini tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal tetapi juga menjadi suara solidaritas terhadap keadilan dan perdamaian di Palestina. Boikot produk Zionis bukan hanya sebuah tindakan, tetapi juga bagian dari perubahan menuju kemandirian ekonomi dan solidaritas kemanusiaan. (AR27/Red)

Tidak ada komentar