Kibar-19, Komunitas Tingkat RT Mampu Produksi Film Layar Lebar



Berita Kuningan - Meski berawal dari tingkat RT, Komunitas Barudak Cirendang RT 19 (Kibar-19) tak tanggung-tanggung dalam berkreatifitas, mereka mampu memproduksi film layar lebar. Film laga komedi yang disutradarai Uka Sukari ini diberi judul 'Pendekar Lame Agung'.

Film yang diproduksi sejak 2 bulan lalu ini pun menarik  perhatian salah satu pengusaha besar Indonesia, Ir. Iman Taufik selaku owner PT. Nusa Guna Pabricator dan Yayasan Ardiantana yang juga merupakan penghibah dana pembangunan Kuningan Islamic Center (KIC).

Proses produksi film yang dibintangi oleh tim Kibar-19 yang merupakan putra daerah Kabupaten Kuningan ini masih dalam proses produksi. "Saat ini masih dalam proses produksi, kalau trailernya sudah ada. Film ini mengisahkan seorang Pendekar akronim dari pendek dan kekar, yang merupakan anak kecil dengan tingkah lucu dan jenaka," ungkap Dani Eka Meilanda, Ahad (25/10/2020).

Lokasi pengambilan gambar yang dipilih kebanyakan adalah spot-spot wisata yang ada di Kabupaten Kuningan, salah satunya adalah Saung Hawu. Kata Dani, tujuannya adalah untuk memperkenalkan wisata-wisata yang ada di Kabupaten Kuningan.

 "Kita _ekspose_ tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Kuningan. Kuningan banyak memiliki lokasi yang bagus, selain cocok untuk pengambilan gambar, kita juga berusaha turut membantu mempromosikan keindahan alam Kuningan pada dunia," lanjutnya.

Kecintaan terhadap Kabupaten Kuningan, selain dengan mempromosikan wisata, tim Kibar-19 juga berupaya membangun kreatifitas putra-putri Kuningan, dengan mengembangkan minat dan bakat didunia sinematografi dan seni peran.

"Pemain didominasi oleh pelajar. Dimasa Pandemi ini mereka banyak waktu luang, melalui film ini mereka dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan positif," ujarnya.

Dani berharap, kreativitas tim Kibar-19 terus mendapat dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta, sehingga lebih maksimal dalam mengembangkan potensi-potensi yang ada.

"Untuk membangun Kuningan butuh kerjasama semua pihak. Kuningan kaya akan tempat wisata, film adalah salah satu media promosi yang bisa memberikan kontribusi besar bagi perkembangan wisata, saya berharap Pemerintah Daerah bisa membaca potensi ini," lanjutnya.

Dani mencontohkan beberapa film layar lebar yang mampu mengangkat daerah yang dijadikan sebagai lokasi shooting seperti Pantai Tanjung Tinggi di Bangka Belitung yang dijadikan lokasi shooting Film Laskar Pelangi, Gereja Ayam di Magelang yang digunakan saat produksi film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) dan lainnya. (AR27/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers