Rumah Roboh Tidak Layak Huni, Saidah Masih Menunggu Bantuan


Berita Kuningan - Saidah (75) warga Dusun Pasir Ipis RT 01 RW 04 Desa Silebu, Kecamatan Pancalang menambah daftar kemiskinan di Kabupaten Kuningan. Ia harus menahan kesedihannya karena sebagian rumah yang ditempatinya selama ini roboh akibat hujan deras dan angin kencang beberapa waktu yang lalu.

Saidah yang mempunyai 2 anak, tinggal bersama anak keduanya, Muhammad Taufik (53) dan tujuh cucunya dalam kondisi rumah yang tidak layak huni. Jangankan untuk memperbaiki kondisi rumahnya yang sudah 2 kali roboh, untuk makan sehari-hari saja mereka masih kekurangan.

Ironisnya, kondisi rumah janda jompo ini sudah lama tidak mendapat perhatian dari pemerintah desa setempat, Padahal kondisi rumahnya sangat memprihatinkan.

"Rumah saya ini sudah 2 kali roboh dibagian belakangnya. Namun, alhamdulillah dari aparat desa setempat tidak ada perhatiannya. Jangankan untuk  memberi sumbangan, nanya beja oge heunteu," ungkap Saidah, Sabtu (1/2/2020).

Saidah mengaku, selama dibawah kepemimpinan desa yang dulu dirinya belum pernah mendapatkan bantuan baik itu berupa sembako ataupun bantuan lainnya dari pihak pemerintah. Padahal dirinya sangat membutuhkan dan mengharapkan.

Muhammad Taufik (53) yang merupakan anak kedua Saidah membenarkan pernyataan ibunya. Jika selama ini tak ada sedikitpun bantuan yang diterima oleh keluarganya dari pemerintah.

"Alhamdulillah, dengan Pak Kuwu yang baru ini kondisi kehidupan kami di perhatikan. Saya sangat berterima kasih sekali kepada Pak Kuwu Asep dan jajaranya yang sudah membantu kondisi keluarga kami," ujar M. Taufik yang merupakan buruh harian lepas.

Sementara itu, Kepala Desa Silebu, Kecamatan Pancalang Asep Yusuf Hamdani (49) menjelaskan kronologis rumah Ibu Saidah yang sempat roboh 2 kali.

"Waktu itu, saya di telepon warga bahwa telah terjadi musibah yang diakibatkan oleh hujan deras dan angin kencang. Sehingga rumah Ibu Saidah dibagian belakangnya roboh. Adapun memang sebelumnya juga sudah terjadi roboh namun waktu itu belum ada tindak lanjut dari pihak pemerintahan dan warga setempat," jelas Asep yang baru menjabat Kepala Desa.

Dengan adanya laporan dari warga tersebut, Asep mengambil inisiatif untuk melakukan penanganan-penanganan diantaranya koordinasi dengan pihak kecamatan dan kabupaten untuk melakukan pengajuan bantuan.

"Salah satunya ke BPBD Kabupaten, PUPR, Dinas Sosial, dan Setda Kabupaten Kuningan. Dan, alhamdulilah kemarin sudah mendapat bantuan berupa sembako dari BPBD Kabupaten Kuningan. Sedangkan dari intansi lain, kami masih menunggu kabar," imbuhnya.

Sedangkan dari warga setempat, Asep mengatkan sudah melakukan upaya-upaya atau rembugan. Ada yang sudah menyumbang semen yang sudah terkumpul di masyarakat, bambu dan bata.

"Ada swadaya dari masyarakat setempat, namun masih jauh dari harapan untuk mencukupi. Tapi, hanya bisa membangun alakadarnya saja. Jadi, dari swadaya masyarakat yang sudah ada belum bisa mencukupi untuk membangun sampai keatas," kata Asep.

Menurutnya, perkiraan anggaran yang dibutuhkan sekitar 40 juta untuk bisa membangun sampai ke atas.

"Saya juga sudah masukan rumah Ibu Saidah ini ke program rutilahu tahun 2020. Karena memang ini sudah menjadi program saya untuk rutilahu khususnya di Desa Silebu. Kami pun sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk mengambil langkah yang pertama adalah tanggap bencana untuk segera dicairkan guna membantu rumah Ibu Saidah," tuturnya.

Asep berharap adanya partisipasi dari warga masyarakat sekitar dan juga bantuan pemerintah. Dalam hal ini, baik dari sisi administrasi untuk pengajuan rutilahunya maupun pelaksanaan kedepannya.

"Harapan saya 6 tahun kemudian rumah di  Desa Silebu sudah tidak adalagi yang minta bantuan untuk rutilahu," lanjut Asep.

Perlu diketahui, di Desa Silebu sendiri setelah di ferivikasi melalui kadus-kadus terdapat 30 rumah yang perlu harus di perbaiki. Walaupun secara prioritas rumah Ibu Saidah ini yang paling utama. Karena, dari skala prioritas itu ada 5-10 rumah yang dianggarkan oleh pihak desa di tahun berikutnya. (Ril/Red)

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Terimakasih telah memberikan berita up to date mengenai kuningan....

    BalasHapus

0 Viewers