Beredar Video Pejabat "Pesta", Kuningan Sudah Bebas Aturan PSBB?


Berita Kuningan - Beredarnya dua video yang menampilkan pejabat publik seperti sedang mengadakan "pesta" memicu reaksi masyarakat. Dalam salah satu video yang tersebar di media sosial tersebut tampak Bupati Kuningan sedang mengucapkan terimakasih dengan kejutan di hari ulang tahunnya.

Dari video tersebut terlihat orang-orang dekat Bupati menggunakan masker berkerumun lebih dari 30 orang dan sebagian tidak menjaga jarak sedang merayakan syukuran hari ulang tahun Bupati.

Baca juga : Video Pejabat Ulang Tahun dan Resepsi Beredar, Masyarakat Geram

Sementara dalam video lainnya, tampak para Camat dan Kepala Desa sedang mengadakan resepsi. Selain tampak oraang sedang berkerumun mengantri makanan dalam video-video lainnya juga terlihat mereka sedang menikmati alunan musik organ tunggal dan bergiliran bernyanyi.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum oleh wartawan Berita Kuningan dari berbagai sumber, kegiatan tersebut adalah Purna Bakti Camat Cilimus. Tamu undangan yang hadir hampir semua menggunakan seragam CV.

Melihat kedua video tersebut, banyak masyarakat mengira saat ini di Kabupaten Kuningan sudah bebas dari aturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).  Melalui komentar-komentar di media sosial Facebook banyak yang mengira sudah memasuki era New Normal dan bebas melakukan aktivitas seperti menggelar hajatan pernikahan dan lainnya.

Terlebih saat masa PSBB transisi menuju New Normal ini sudah banyak kelonggaran dibanding PSBB sebelumnya. Blokade jalan terutama di ruas jalan protokol yang biasanya dijaga ketat kini sudah dibuka sejak tanggal 29 Mei 2020 lalu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Kuningan, Letkol Czi Karter Joy Lumi menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Kuningan masih dalam masa PSBB. Meski sedikit ada kelonggaran karena masa transisi, namun aturan-aturan PSBB tetap berlaku.

Pria yang juga menjabat Komandan Kodim (Dandim) 0615/Kuningan ini tidak berkomentar terkait dugaan pelanggaran yang terdapat dalam 2 video yang tersebar luas tersebut. Hanya saja dirinya meluruskan agar masyarakat tetap disiplin mengikuti aturan yang ada demi keselamatan bersama.

"Saat ini, seperti yang disampaikan bapak Bupati, Kuningan masih dalam masa PSBB jilid tiga. Memang lebih longgar dari PSBB sebelumnya karena PSBB jilid tiga ini juga merupakan masa transisi menuju Adaptasi Kebiasaan Baru atau AKB," ujarnya kepada awak media, Kamis (4/6/2020).

Dandim menjelaskan bahwa, meski blokade jalan sudah dibuka, namun aturan-aturan lain masih tetap berlaku. Masih ada patroli dari Petugas Gabungan yang memantau dan memberikan himbauan kepada masyarakat.

"Masa transisi ini, meski ada kelonggaran tetapi kita masih tetap harus menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga kebersihan sesuai protokol kesehatan," lanjutnya.

Dirinya pun menegaskan, apabila dalam masa transisi Adaptasi Kebiasaan Baru ini kondisinya membaik, maka akan ke jenjang yang lebih tinggi yakni New Normal. Namun, apabila kondisi semakin memburuk, maka akan kembali diberlakukan PSBB.

"Kita akan melihat data dari Dinas Kesehatan, apakah kasus Covid-19 di Kabupaten Kuningan meningkat atau menurun. Kalau ternyata penyebaran, penularan dan kasus Covid meningkat bisa saja kita tutup kembali," tegasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap disiplin, menjaga kesehatan sesuai protokol kesehatan demi terputusnya mata rantai penyebaran virus Corona di Kabupaten Kuningan.

Terkait video Bupati,  Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., dibeberapa media telah menyampaikan klarifikasi soal  video perayaan Hari Ulang Tahun Bupati Kuningan, H. Acep Purnama, SH., MH., pada 2 Juni 2020, di Pendopo setempat yang ramai di Media Sosial.

Wahyu menjelaskan bahwa acara tersebut berlangsung spontan tanpa ada perencanaan. Hanya terdiri dari jajaran pejabat daerah, yakni Wabub, Sekda, Asda, dan para Kabag lainnya. Ditambah, beberapa pengurus TP PKK Kabupaten, serta ada dari Bank bjb Cabang Kuningan.

Sementara, terkait video purna bakti Camat Cilimus, Sekertariat Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan Dian Rachmat Yanuar melalui telepon menjelaskan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian tersebut dari media. Ia berencana akan mengundang ketua Forum Camat untuk klarifikasi. (AR27/EH16/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers