Mandikan Kerbau Bule, Bupati Mengaku Khilaf dan Minta Maaf


Berita Kuningan - Keikutsertaan Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH. MH., dalam ritual memandikan kerbau bule dan tersebarnya kabar akan adanya acara arak-arakan kerbau (Kebo Mulih Pakandangan) memancing reaksi umat muslim di Kabupaten Kuningan.

Baca Juga : Bupati Kuningan Mandikan Kerbau

Berbagai elemen umat muslim di Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan (APIK) melayangkan surat pernyataan sikap kepada Bupati-Wakil Bupati Kuningan, Kamis (22/8/2019).

Dalam surat tersebut, umat Islam dari berbagai elemen yang ada di Kabupaten Kuningan menolak secara tegas terkait adanya rencana penyelenggaraan acara arak-arakan kebo bule keliling jalan-jalan utama di Kabupaten Kuningan yang akan dilaksanakan pada hari ini.

Menurut salah satu Dewan Penasehat Apik, H. Ikhsan Marzuki, salah satu alasan utamanya adalah, dengan adanya  acara arak-arakan kerbau bule (Kebo Mulih Pakandangan) diduga kuat adanya upaya menghidupkan (mensyiarkan) bentuk mitos sakralisasi dan kultus terhadap sosok atau perlambang kerbau bule.

"Kami umat Islam khawatir karena acara ngarak kerbau bule rawan sebagai syi'ar yang mengarah takhayul dan syirik akbar. Suatu hal yang tidak relevan dan mengancam kebersihan aqidah tauhidullah bagi masyarakat muslim, baik sebagai panitia, peserta maupun penonton," ungkap Ikhsan.

Selain itu, kata Ikhsan,  alasan dari penolakan tersebut adalah, "ritual" yang dilaksanakan tidak sesuai dengan norma adat istiadat, budaya dan nilai religius masyarakat Kuningan yang myoritas muslim yang harus menjauhi hal-hal yang bersifat pemborosan (tabdzir) dan hal yang kurang bermanfaat (lahwun).

Sementara itu, menurut kordinator APIK, H. Andi Budiman SE.,
Bupati telah melakukan klarifikasi melalui saluran telepon. Acep menuturkan bahwa pada dasarnya Pemda sudah memanggil Panitia Serem Tahun untuk tidak melakukan arak-arakan kerbau bule.

"Jadi surat pernyataan sikap yang kita sampaikan sekaligus menjadi support buat Pemda sendiri untuk melakukan tindakan pencegahan dari hal-hal menyimpang," ungkap Andi.

Adapun kain dengan tindakan Bupati memandikan kerbau bule, Andi menyampaikan bahwa menurut pengakuan Acep bahwa saat itu posisinya sebagai Kepala Daerah yang diundang secara spontan diminta untuk turut memandikan kerbau bule tersebut.

"Saat Bupati telepon, beliau mengaku khilaf dan meminta maaf kepada teman-teman di Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan," pungkas Andi. (AR27/EH16/Red)

Posting Komentar

1 Komentar

0 Viewers