Bahaya Narkoba Masuk Garis Merah, LSM Satu Hati Gelar Seminar Bahaya Narkoba


Kuningan, (BK) - Kabupaten Kuningan sudah memasuki garis merah atau sudah sangat darurat terkait bahaya penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba). Rata-rata korban adalah usia pelajar, bahkan ada korban yang usianya sekitar 14 tahun atau usia dibawah umur sebagaimana disampaikan Ketua LSM Satu Hati, Nenen Mulyani, A.Md.

"Kuningan digaris merah. saya melihat dengan mata kepala sendiri, tapi karena kode etik saya tidak dapat menyebutkan nama korban dan dimana tinggalnya tetapi saya melihat suatu kejadian yang sangat memprihatinkan, anak usia 14 tahun itu sudah kecanduan sangat parah" ungkap Nenen.

Merasa miris dan prihatin dengan kondisi tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Satu Hati merasa perlu adanya tindakan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba. Salah satunya adalah dengan mengadakan Seminar anti Narkoba yang diselenggarakan atas kerjasama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Provinsi Jawa Barat dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan di Hotel Grage Sangkan, Senin (11/12).

Kegiatan Seminar yang mengusung tema "Narkoba Membunuh Anak Negeri, Memusnahkan Generasi Bangsa" tersebut di hadiri oleh 300 peserta yang terdiri dari para pelajar tingkat SLTA se-Kabupaten Kuningan.

Dipilihnya peserta tingkat usia SLTA karena selain kebanyakan para korban adalah pada usia tersebut, diharapkan kedepannya dapat menurunkan ilmu yang didapat dari seminar tersebut kepada adik-adiknya.

"Dipilihnya anak SMA ini karena mereka bisa menjadi contoh kebawah dan bekal keatas. Saat mereka lulus sekolah itu mereka harus kost pisah dari orang tua, disitulah kita ingin mereka punya bekal dari sekarang untuk menjaga diri dari bahaya Narkoba" ungkapnya.

Nenen Pun berharap dengan adanya acara seminar tersebut semua peserta bisa menjadi pelopor perubahan kebaikan untuk pribadi mereka, Bangsa, dan Masyarakat dalam upaya mencegah dan menanggulangi bahaya penyalahgunaan Narkoba.

Dihadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya untuk memberikan materi pada peserta diantaranya adalah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan Edi Heryadi, S.Pd., M.SI, Kepala Kesbagpol Provinsi Jawabarat H. Ruddy Gandakusumah, SH. MH, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kuningan dr. Asep Hermana, Sp.B, dan Vice President of Edconex Delegasi World Merit PBB 2016 Maryam Qonita.

Proses upaya untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya penyalahgunaan Narkoba tidak bisa instan. Untuk seminar tersebut telah direncanakan sejak tahun lalu. Bahkan LSM Satu Hati sudah melakukan berbagai upaya sejak tahun 2010. Kedepannya LSM Satu Hati akan terus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan berbagai upaya demi mencapai hasil yang maksimal.

"Kedepannya LSM Satu Hati pun akan bekerja sama dengan BNN Kabupaten Kuningan akan memilih duta-duta anti narkoba dari sekolah, untuk menjadikan Kuningan menjadi duta anti narkoba yang akan diseleksi oleh LSM Satu Hati," pungkasnya. (JN01/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers