Warga Desa Sukaharja Serbu Jangkelok


Kuningan, (BK) - Kemarau panjang identik dengan kekeringan. Akibatnya berdampak pada sulitnya mendapatkan air, baik untuk mengairi pesawahan maupun air bersih untuk konsumsi warga dipemukiman.

Seperti yang terjadi di Desa Sukaharja yang tiap tahunnya langganan mengalami kekeringan dan kesulitan air disetiap musim kemarau.

Menanggapi hal itu, Pemerintah Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan seluruh warga mengambil sejumlah langkah untuk menanggulangi kekeringan tersebut. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sukaharja, Sunandi kepada wartawanberitakuningan.com pada Sabtu (15/7).

"Alhamdulillah, kami telah melaksanakan rapat musyawarah besar-besaran yang di hadiri BPD, LPM, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk membuat DAM atau bendungan, yang ada di sebelah selatan sungai Cijangkelok yang bertujuan untuk membendung air ke pemukiman warga," ungkap Sunandi.

Warga sekitar pun sangat antusias dalam rencana pembuatan DAM tersebut dan mereka dengan sukarela menyerbu Jangkelok membantu pembuatan DAM dengan alat dan bahan seadanya. Diantaranya menggunakan pasir, batu, dan karung beras yang ditumpuk menjadi pondasi DAM.

"Warga di sini sangat antusias dalam gerakan atau kerja bakti untuk membangun DAM sementara, agar air dari sini bisa dialirkan ke sawah-sawah dan pemukiman warga, juga agar bisa jadi rembesan ke sumur warga," ungkap H. Tajudin, selaku tokoh masyarakat saat ditemui di Cijangkelok.

Untuk kedepannya, pemerintah desa akan menganggarkan dana untuk pembuatan bendungan permanen dan siap memberikan dana sebesar 185 juta dari APBDES. (JN01)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers