Unggah Simbol Komunis, Pria Asal Kuningan di Tangkap

July 18, 2017

Kuningan, (BK) - Kuningan terkenal sebagai kabupaten agamis dan sangat anti komunis, Namun bukan berarti bebas dari paham terlarang tersebut. Seorang pemuda bernama Burhandi alias Andi warga Desa Citenjo Kecamatan Cibingbin Kabupaten kuningan mengunggah foto dirinya beserta rekannya yang dengan bangga memegang pigura dengan gambar palu arit di akun facebooknya. Banyak netizen asal Kuningan yang merasa geram dengan beredarnya simbol terlarang tersebut. Bahkan ada beberapa netizen yang mengajak untuk menangkapnya. Beruntung ada warga yang melaporkan ke Polsek Cibingbin sehingga aparat dapat bertindak cepat dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Menerima laporan warga, Polsek Cibingbin bekerjasama dengan pihak Koramil 1506/Cibingbin diantar aparat dan masyarakat Desa Citenjo mendatangi rumah Andi dan kemudian menggelandang Andi ke Polsek Cibingbin pada hari Senin (17/07) sekitar pukul 14.00 WIB untuk dimintai keterangan. Dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti berupa pigura dengan gambar palu arit serta sebuah handphone yang diduga sebagai alat untuk mengambil gambar dan mengunggah foto tersebut. Namun saat diamankan ternyata pada gambar latar handphone tersebut pun terdapat logo palu arit. Menurut keterangan pihak kepolisian, anak ke-4 dari 5 bersaudara itu meng bahwa bahwa dirinya adalah kuli bangunan yang sering memegang palu dan kadang menjadi petani yang sering memegang arit sehingga senang dengan logo palu arit tersebut. "Kaum buruh sareng kitani, kaum mines, kaum miskin" adalah kata-kata yang terdapat pada status Facebook dengan nama akun Andi Bajang yang di upload pada hari Jum’at (15/07). Sebelum dihapus, ada yang sempat menangkap gambar layar (screen shoot) postingan tersebut sehingga tersebar di dunia maya dan membuat aparat segera menindak lanjuti. Menurut Keterangan yang didapat dari Kepala Desa Citenjo, Edi Rohadiat Bahwa dirinya pun tidak terlalu mengenal dekat sosok Burhandi. “Saya juga kaget, kenapa anak itu berbuat seperti itu,” ungkap Edi, saat diwawancara wartawan beritakuningan.com dikediamannya. Burhandi diserahkan ke Polres Kuningan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Disusul dengan kakaknya, Purnandi untuk ikut diperiksa. (JN01/AR27/Red)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »