Garam Mulai Langka di Pasar Baru Kuningan


Kuningan, (BK) - Kelangkaan garam dirasakan di sejumlah daerah di Indonesia. Pantauan www.beritakuningan.com di Pasar Baru Kabupaten Kuningan pada hari Jum'at (28/07), para pedagang mengeluhkan kenaikan harga garam dan ketiadaan stok, terutama garam halus atau garam dapur.
Menurut informasi yang didapat dari beberapa pedagang di Pasar Baru bahwa kelangkaan garam terjadi akibat terhambatnya pasokan garam dari distributor yang biasa mengirim garam. Salah satu pedagang di Pasar Baru, Sri (40) mengatakan kenaikan harga garam sudah dirasakan sejak usai lebaran lalu. Padahal menurutnya saat ini memasuki musim kemarau dimana garam seharusnya melimpah, namun kenyataannya justru kesulitan mendapat garam terutama garam halus yang biasa didatangkan dari Cirebon. "Dari semenjak lebaran garam di sini (Pasar Baru) sudah kosong terutama garam halus produk 555 susah didapat, garam bata sudah 3 bulan susah, dan yang kasar sudah 2 bulan susah didapat," ungkap Sri, pedagang yang berasal dari Awirarangan. Kelangkaan itu berdampak pada harga garam yang kian melonjak tinggi, mengalami tiga kali kenaikan dalam beberapa bulan kebelakang. "Garam halus produk 555 yang awalnya Rp. 30.000 menjadi Rp. 34.000, sedangkan garam merah harga awalnya Rp. 19.000 menjadi Rp. 20.000, dan untuk garam kasar mengalami tiga kali kenaikan dari mulai Rp. 2.000, Rp. 3.500, dan menjadi Rp. 5.000," lanjut Sri. Sementara itu menurut Jejen bahwa kelangkaan dan kenaikan garam baru dia rasakan sekarang selama dia 20 tahun berdagang di Pasar. "Garam itu sekarang susah didapat, biasanya seminggu atau dua minggu sekali langsung dikirim, tapi untuk sekarang bener-bener susah. Saya udah telepon salesnya, katanya di Cirebon juga lagi susah karena semua garam dibeli oleh pedagang dari luar Cirebon dengan harga tinggi yang normal nya Rp. 34.000, menjadi Rp. 50.000," ungkap Jejen saat di wawancarai wartawan beritakuningan.com. (JN01)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers