Apakah Menjadi Petani Bisa Sejahtera?


Kuningan, (BK) - Indonesia, Sebuah negara terluas ke-7 di dunia dengan luas daratan sebesar 1.919.440 km² dan dihuni oleh 257,6 Juta penduduk.

Indonesia pun menjadi negara yang dilalui garis khatulistiwa sehingga membuat Indonesia beriklim tropis. Iklim ini berdampak pada tumbuh suburnya tanaman di Indonesia, dengan begitu sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Indonesia.

Namun banyaknya lahan pertanian tidak diimbangi dengan regenerasi petani yang baik. Para petani yang turun ke sawah lebih didominasi petani berusia lanjut, generasi muda lebih banyak memilih untuk merantau dan memilih karir lain yang dianggap lebih menjanjikan baik dari aspek karir maupun ekonomi, untuk itu banyak yang menganggap bertani tidak dapat mendatangkan kesejahteraan.

Baca juga: Kuningan Krisis Regenerasi Petani

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan, Triastami mengatakan bahwa sebelumnya harus ada kesepahaman mengenai definisi dari kata sejahtera. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dan tidak sedikit yang menyalahartikannya.

“Sejahtera itu bukan dengan memiliki uang dengan jumlah yang banyak, tetapi dengan dapat memenuhi kebutuhan yang utama, misalnya petani tersebut paling tidak dapat memiliki stok pangan untuk kebutuhan rumah tangga dan sisanya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan lainnya,” ungkap Triastami kepada wartawan media onlinewww.beritakuningan.com di ruang kerjanya, Selasa (25/07).

Lebih lanjut Triastami menyampaikan bahwa beberapa faktor pendukung untuk menunjang kesejahteraan bagi petani diantaranya adalah ketekunan, karena memperlakukan alam itu tidak dapat dilakukan dengan instan. Selain itu ditambah dengan memiliki keyakinan yang kuat dan mengatur pola tanam yang baik.

“Ketika stok padi di lumbung masih ada maka petani tersebut bisa menanam komoditas lain yang sekiranya bisa lebih menguntungkan,” lanjutnya.

Triastami pun menyampaikan bahwa kebanyakan dari petani itu hidupnya telah mencapai taraf sejahtera. Selain tidak kelaparan karena selalu dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi rumah tangganya juga dapat memenuhi kebutuhan lainnya.

"Sekarang siapa bilang petani tidak sejahtera, banyak petani yang mampu membiayai anaknya hingga bisa lulus pendidikan tinggi dan bisa jadi apapun," pungkasnya. (JN01/Red)

Post a Comment

0 Comments