Berita Terbaru

Peringati HUT ke-81 RI, Bendera Merah Putih Legendaris Kembali Berkibar di Tebing Cisantana Kuningan


Berita Kuningan
– Semangat nasionalisme terpancar kuat di ketinggian Tebing Taman Cisantana, Cigugur, Kabupaten Kuningan. Dalam rangka memperingati Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia, Komunitas Panjat Tebing Merah Putih (KPTMP) bersama Forum Komunikasi Siswa Pecinta Alam (SISPALA) Kuningan kembali menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih pada Senin (17/8/2026).

Aksi pengibaran di tebing terjal ini menjadi momen istimewa karena merupakan kali ke-10 bendera legendaris yang sama dikibarkan. Kendati terdapat beberapa tambalan di sejumlah bagian, kain Merah Putih tersebut tetap berkibar gagah, melambangkan daya juang dan ketangguhan para pemuda pecinta alam yang tak pernah surut.

Upacara berlangsung khidmat di bawah kepemimpinan Head Coach Rock n Wall Climbing School, Melina Fitriani Ajeng Supartho Putri, yang bertindak sebagai pembina upacara. Sementara itu, posisi pemimpin upacara dipercayakan kepada Ahmad Muzakky Abdurrahman Putra, siswa SMAN 2 Kuningan.

Tugas krusial pengibaran bendera di dinding tebing sukses dijalankan oleh tim gabungan pelajar dan mahasiswa, yakni Ahmad Zayid Zidan (FHUT UNIKU), Aulia Vinda Bahri Putri (SMAN 1 Kuningan), Davied Maulana (SMK Karya Nasional), serta Muhammad Daffa Daulhaq (MAN 1 Kuningan).

Usai upacara pengibaran bendera, kemeriahan peringatan kemerdekaan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan khas Agustusan, seperti lomba makan kerupuk, estafet karet gelang, hingga outdoor cooking. Tak hanya itu, panitia juga menggelar ajang fun climbing bagi para peserta.

Dalam kompetisi memasak outdoor, Sispala GRANIT dari SMAN 1 Cibingbin berhasil keluar sebagai juara utama. Sementara penghargaan predikat Sispala Terbaik pada perhelatan tahun ini diraih oleh Sispala Eka Satria Buana dari SMAN 1 Kuningan.

Daya tarik lain dari kegiatan ini terletak pada antusiasme para pemanjat cilik lokal yang berpartisipasi dalam sesi fun climbing. Pengalaman ini menjadi tonggak sejarah bagi para pemanjat muda tersebut karena untuk pertama kalinya mereka menjajal tebing alam secara langsung, setelah sebelumnya hanya berlatih di dinding panjat buatan (wall climbing). Momen ini menjadi sarana belajar yang efektif bagi mereka untuk membangun keberanian serta menaklukkan rasa takut.( Jopray/Red )

Tidak ada komentar