Berita Terbaru

Hari Jadi Ke-528 Kuningan: Usung Tema "Ngakar Kuat Purwadaksi", LPE Tembus 7,01 Persen


Berita Kuningan
– Peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen daerah dalam menghadapi tantangan masa depan.

​Mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan pentingnya bergerak cepat mengikuti arus modernisasi tanpa mencabut akar tradisi dan kearifan lokal.

​"Pembangunan Kuningan harus mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri, sejarah, kearifan lokal, nilai-nilai agama, serta tradisi Sunda-Kuningan," ujar Dian Rachmat Yanuar, Senin (31/8/2026).

​Menurut Dian, filosofi “Melesat Ngudag Jaman” merefleksikan dorongan bagi daerah untuk adaptif terhadap teknologi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sementara “Ngakar Kuat Purwadaksi” merupakan fondasi agar setiap kemajuan tetap berpijak pada identitas kebudayaan Kuningan.

​Sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, Pemerintah Kabupaten Kuningan di bawah kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani mencatatkan sejumlah indikator positif melalui implementasi 10 program unggulan dan visi Kuningan Melesat (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh).

​Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Kuningan melonjak hingga 6,98% pada 2025, meningkat tajam dibandingkan tahun 2021 yang berada di angka 3,56% dan tahun 2024 sebesar 5,61%. Tren positif ini berlanjut hingga Triwulan I 2026 yang menyentuh angka 7,01%. Sejalan dengan itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita masyarakat terangkat ke angka Rp 33,94 juta.

​Di sektor infrastruktur, tingkat kemantapan jalan daerah mencapai 78,23% pada 2025. Lewat program Jawara Tani, pemkab merawat dan membangun 235 unit irigasi serta menyalurkan 30.000 ton pupuk bersubsidi guna menjaga ketahanan pangan daerah.

​Sektor pendidikan juga mendapat pembenahan masif melalui pembangunan 18 ruang kelas baru, rehabilitasi 307 ruang kelas, serta penyediaan puluhan fasilitas perpustakaan, laboratorium, dan sanitasi sekolah. Di bidang kesehatan, prevalensi stunting terus ditekan hingga di bawah target 10%.

​Melalui program Gema Sadulur, Pemkab Kuningan membuka 13.358 lowongan kerja yang berhasil menyerap 3.280 tenaga kerja, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2025 turun menjadi 7,59%. Sebanyak 1.388 unit rumah tidak layak huni (rutilahu) turut direhabilitasi, disamping pembangunan 2.444 unit rumah bersubsidi dalam mendukung Program 3 Juta Rumah.

​Di bidang tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kuningan kembali memboyong predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, Indeks Reformasi Hukum 88,4 (Kategori A), serta predikat "Kualitas Tinggi" dari Ombudsman RI dengan skor 78,38. Atas keterbukaan informasinya, Pemkab Kuningan dinobatkan sebagai Kabupaten Informatif oleh KI Jawa Barat.

​Kuningan juga mencatat pengakuan di bidang kebudayaan setelah Kesenian Dogig dan Upacara Adat Pesta Dadung resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Provinsi Jawa Barat.

​"Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari seberapa dalam rasa keadilan, ketenteraman, dan keberkahan terasa di rumah-rumah warga kita," pungkas Dian.( Pray/Red )

Tidak ada komentar