Berita Terbaru

UMKM Kuningan Perkuat Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan Melalui Program Kolaborator Hub

BERITA KUNINGAN – Aktivasi kelas Collaborator Hub dan Workshop Pengelolaan Limbah Produksi serta Ketahanan Pangan Keluarga bagi UMKM resmi digelar. Kegiatan yang yang diinisiasi INOTEK (Inovasi Teknologi Indonesia) Foundation dilaksanakan oleh Forum Edukasi dan Diskusi Kampus UMKM Kuningan  ini sekaligus menjadi momentum peresmian Koloni Hijau, sebuah gerakan strategis dari Kampus UMKM Kuningan untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan ketahanan pangan rumah tangga di Agrowisata J&J, Kecamatan Cilimus, Ahad (8/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak siang hari ini memberikan pembekalan komprehensif, mulai dari pemahaman circular market, teknik pembuatan eco-enzyme, hingga praktik pengolahan limbah plastik minyak goreng. Tak hanya teori, para peserta juga dibekali materi pembuatan eco-enzyme dan metode tanam mandiri sebagai solusi efisiensi operasional usaha sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.

Amaar Thohir, selaku perwakilan Kolaborator Hub sekaligus Ketua Kampus UMKM Kuningan, menjelaskan bahwa program Collaborator Hub ini merupakan bagian dari jejaring pembinaan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah payung Sampoerna untuk Indonesia. Menurutnya, jejaring ini berperan strategis sebagai local enabler untuk mengaktifkan ekosistem pemberdayaan di berbagai daerah.

"Collaborator Hub berperan memperkuat kapabilitas SDM agar pelaku usaha mampu naik kelas dan berdaya saing. Melalui pendampingan berbasis praktik, jejaring kolaborasi, dan akses pasar, program ini mendorong UMKM tumbuh berkelanjutan sekaligus menciptakan peluang kerja baru di tingkat lokal," ujar Amaar Thohir di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa dampak dari kolaborasi ini diharapkan dapat terlihat secara nyata di lapangan. "Dampaknya nyata, mulai dari peningkatan kompetensi, adopsi digital, hingga pertumbuhan omzet, sebagai kontribusi konkret dalam memperkuat fondasi ekonomi dan tenaga kerja Indonesia," tegasnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kuningan. Kepala Bidang UMKM Perindustrian pada Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Alvin Fitranda, ST, M.Si, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang memadukan aspek profitabilitas dengan tanggung jawab lingkungan ini.

"Kami menekankan bahwa kemajuan UMKM tidak hanya diukur dari omzet semata, tetapi juga dari kepedulian terhadap ekosistem lokal. Kami sangat mendukung inisiatif ini. Bagi kami di Pemerintah Daerah, UMKM adalah tulang punggung ekonomi, namun keberlangsungan usaha tersebut harus berjalan selaras dengan kelestarian alam Kuningan," ungkap Alvin Fitranda.

Lebih lanjut, Alvin menekankan bahwa pengelolaan limbah produksi yang tepat sebenarnya adalah bentuk investasi jangka panjang bagi para pelaku usaha. Ia menilai integrasi antara manajemen limbah dan ketahanan pangan keluarga merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur ekonomi rumah tangga.

"Kami mengajak seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Kuningan untuk menjadikan momentum workshop ini sebagai titik balik transformasi usaha yang lebih hijau, etis, dan berkelanjutan. Mari kita buktikan bahwa UMKM Kuningan mampu naik kelas, bukan hanya secara digital dan finansial, tapi juga kelas dalam tanggung jawab lingkungan menuju Kabupaten Kuningan yang Melesat," tambah Alvin.

Khusus untuk penyelenggaraan workshop dan program Kolaborator Hub ini, kegiatan terselenggara atas kerja sama solid antara Diskopdagperin Kuningan, Kampus UMKM Kuningan, Indotech, Sampoerna untuk Indonesia, Kolaborator Hub, PT Imah Teuweul Indonesia, Agrowisata J&J, serta AlamQu.

Sebagai bentuk dukungan konkret, setiap peserta menerima paket mandiri ketahanan pangan secara gratis yang terdiri dari pupuk kompos, sekam bakar, tanah mix, botol POC, bakteri EM4, molase, galon wadah tanam, tray semai, serta bibit sayuran lengkap.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang hangat, diisi dengan sesi diskusi sehat antar pelaku UMKM. Sesi ini juga dihadiri oleh Penasehat Kampus UMKM, Ustadz Sony Irawan, yang memberikan sambutan motivasi, diikuti arahan dari pihak Dinas terkait. Suasana religius semakin kental dengan penyampaian kultum oleh Ustadz Abdul Hamid, pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hadid, sebelum program dilanjutkan ke tahap monitoring berkala. (AR27/Red) 

Tidak ada komentar