Perkuat Daya Saing di ASEAN, Universitas Kuningan Utus Delegasi Mahasiswa ke Universiti Utara Malaysia
Berita Kuningan – Akselerasi internasionalisasi perguruan tinggi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Terbaru, Universitas Kuningan (Uniku) resmi melepas delegasi mahasiswa untuk mengikuti Mobility Program ke salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Malaysia, Universiti Utara Malaysia (UUM).
Langkah strategis ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama lintas negara di Asia Tenggara guna meningkatkan standar kompetensi mahasiswa Indonesia di kancah internasional. Rektor Uniku, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyatakan bahwa program pertukaran ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan investasi sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan global.
"Kehadiran mahasiswa kami di UUM, yang merupakan salah satu universitas elit di Asia Tenggara, diharapkan mampu membuka cakrawala berpikir baru. Kami ingin mereka membawa pulang jejaring profesional dan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi setelah masa studi berakhir," ujar Dr. Anna saat melepas delegasi di Ruang Rapat Rektorat, Kamis (12/03/2026).
Dalam laporan resminya, Wakil Rektor III Uniku, Prof. Dr. Agus Yadi Ismail, M.Si., merinci bahwa para mahasiswa yang terpilih berasal dari program studi strategis, yakni Manajemen, Akuntansi, dan Sistem Informasi. Mereka akan menjalani studi intensif selama empat bulan, mulai 29 Maret hingga 30 Juli 2026.
"Program ini dirancang untuk mengasah kemampuan adaptasi mahasiswa di lingkungan global. Di era industri saat ini, pengalaman internasional menjadi nilai tambah yang sangat signifikan bagi pengembangan karier lulusan perguruan tinggi Indonesia," tambah Prof. Agus.
Penempatan mahasiswa di universitas berstatus negeri di Malaysia ini sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi daerah di Indonesia untuk terus bersaing dan berkontribusi dalam mencetak generasi emas yang memiliki wawasan lintas budaya.
Pihak universitas juga menekankan pentingnya diplomasi budaya dan penjagaan nama baik bangsa selama para mahasiswa menempuh pendidikan di negeri jiran tersebut.( Jopray/Red )



Tidak ada komentar