Anggaran Miliaran, Keakuratan Data dan Kinerja Crisis Center Kuningan Dipertanyakan


Photo : Atang Saat Berkunjung ke Crisis Center Kabupaten Kuningan


Berita Kuningan -  Dana puluhan miliar digelontorkan untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Kuningan hasil _refocusing_ tahun 2020, bahkan pada tahun 2021, anggaran yang disiapkan mencapai ratusan miliar rupiah, namun, banyak masyarakat yang mempertanyakan hasilnya, salah satunya adalah Atang, pemerhati kebijakan pemerintah.

Selain angka positif yang lebih sering merangkak naik, Atang juga menyorot beberapa hal yang diduga merupakan kegagalan Pemda dengan anggaran puluhan hingga ratusan miliar dalam penangan Covid-19 di Kabupaten Kuningan melalui Crisis Center, di antaranya adalah terkait masalah keakuratan data, penyampaian informasi dan edukasi.

"Beberapa kasus kesalahan data hasil pemeriksaan, juga dalam penyebaran informasi hasil pemeriksaan dan edukasi terkait Covid 19 yang dilakukan Pemda melalui Gugus Tugas di Kabupaten banyak yang dirasa sangat merugikan masyarakat, ini harusnya ada pertanggung-jawaban, tak cukup hanya minta maaf," ungkap Atang, Jum'at (30/4/2021).

Menurut Atang, beberapa kasus yang terjadi beberapa waktu lalu yang sempat ramai diperbincangkan seperti di Kelurahan Cipari dan yang terbaru di Desa Bendungan, Kecamatan Lebakwangi, menambah deretan indikator yang memperkuat dugaan kegagalan Pemda Kuningan dalam penanganan Covid-19. Itu menyebabkan kerugian moril dan materil yang tidak sedikit.

"Selain harus diisolasi mandiri sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mencari nafkah, ditambah beban moril yang harus ditanggung oleh yang bersangkutan dan keluarga yang dijauhi bahkan dikucilkan masyarakat, padahal negatif, harusnya ada pertanggung jawaban dari pemerintah, tidak hanya sekedar minta maaf gitu aja," ketusnya.

Dari beberapa kasus tersebut, Atang mempertanyakan keakuratan data yang diperoleh Crisis Center Kabupaten Kuningan. Dirinya khawatir banyak kasus serupa seperti dua kasus diatas namun tidak terungkap.

Selain keakuratan data, Atang juga mempertanyakan kinerja Gugus Tugas Covid-19 dalam penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat. Kasus yang terjadi di Desa Bendungan menurutnya sangat konyol. Informasi hasil pemeriksaan sudah tersebar di masyarakat, sementara yang bersangkutan justru belum menerima surat keterangannya.

Selain itu, Tim Crisis Center atau Gugus Tugas Covid-19 Kuningan sepertinya juga telah gagal memberikan edukasi kepada masyarakat. Saat ini, kata Atang, Stigma masyarakat masih sangat buruk terhadap pasien postif covid-19.

"Masih buruknya stigma masyarakat terhadap pasien Covid-19 sehingga menjauhi bahkan mengucilkan, menandakan kegagalan Pemda melalui Gugus Tugas Covid-19 dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, padahal anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit," ujar Atang.

Atang menyatakan bahwa dirinya bersama rekan-rekan akan memperjuangkan masyarakat yang dirugikan. Dirinya akan menindaklanjuti kasus-kasus tersebut hingga tuntas, termasuk mempertanyakan rincian penggunaan anggaran.

"Kami menerima setiap  aduan dari masyarakat dan akan menindaklanjuti hingga tuntas. Harus ada pertanggung jawaban yang jelas, tidak cukup hanya minta maaf, kita akan terus kawal" pungkas Atang ((AR27/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers