Ucapkan Jangan Sampai Husnul Hanya Membawa Limbah, APIK Tuntut Klarifikasi Nuzul Rachdy




Berita Kuningan - Adanya pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Kuningan terkait kasus Covid-19 di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Husnul Khatimah, dalam video yang tersebar di media, mengundang reaksi banyak pihak, salahsatunya dari Aliansi Persaudaraan Islam Kuningan (APIK).

Dalam video tersebut, Nuzul Rachdy  meminta agar Ponpes Husnul Khatimah segera ditutup dan mengungkapkan bahwa, jangan sampai Husnul hanya membawa limbah, limbah wabah dan limbah segalanya.

Koordinator APIK, H Andi Budiman, mewakili APIK merasa sangat kecewa dan sangat tersinggung dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, sangat tidak pantas kata-kata seperti itu keluar dari mulut seorang pejabat publik.

"Tidak pantas saudara Nuzul menyampaikan pernyataan seperti itu, karena asumsi limbah itu kan kotoran, sementara pondok pesantren adalah  tempat mendidik umat, mengajarkan kebaikan," ujarnya kepada BERITA KUNINGAN, Sabtu (3/10/2020).

Dirinya menghimbau sebaiknya Nuzul lebih menjaga lisannya, seraya mengutip sebuah Hadits Rasulullah yang berbunyi : 'Keselamatan Manusia Tergantung Lisannya'.

Andi juga menuntut agar ketua dewan dari partai PDIP tersebut segera mengklarifikasi pernyataannya untuk menghindari kegaduhan ditengah masyarakat.

"Umat muslim ibarat satu tubuh, yang satu sakit maka yang lain akan merasakan sakit, maka jangan sampai ucapan saudara Nuzul menimbulkan kegaduhan di Kabupaten Kuningan, jadi sekali lagi kami minta segera untuk melakukan klarifikasi," lanjutnya.

Andi menambahkan, pernyataan tersebut dapat membuat asumsi bahwa pondok pesantren adalah sumber wabah. Padahal menurutnya, jauh-jauh hari sebelumnya, dampak wabah korona ini sudah menyebar dimana-mana.

Selain itu, menurut Andi, Ponpes Husnul Khatimah sudah berbuat banyak bukan hanya untuk Kabupaten Kuningan, tapi juga untuk negera Indonesia, menurut keterangannya, berbagai prestasi mulai dari tingkat lokal, nasional bahkan internasional sering diraih.

Lebih dari 5000 alumni yang tersebar di 33 negara itu banyak yang menjadi doktor dan pejabat publik. Ratusan hafidz/ hafidzhoh dihasilkan setiap tahun.

Tak hanya itu, menurutnya, dengan keberadaan Ponpes Husnul Khatimah, ekonomi masyarakat sekitar sangat terbantu, dengan perputaran uang lebih dari 100 milyar per tahun mulai Loundry, Kantin, Pegawai semua menikmati keberadaan Husnul Khotimah selama lebih dari 26 tahun. (AR27/Red)

Posting Komentar

2 Komentar

  1. Dukung 100% APIK...

    Nuzul bicara bukan memberi maslahat tetapi menambah kerisauan...

    Lain kali kita harus hati2 memilih anggota dewan... Biar bijak saat menyikapi masalah.

    Di daerah lain beberapa pesantren yg terkena covid dibantu pemda ... bukun Nyuruh untuk memulangkan santri... 😔

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemimpin yang tdak bertanggung jawab. Harusnya memberi solusi sebagai wujud empati kepada masyarakat

      Hapus

0 Viewers