Luar Biasa! Warga Penerima PKH Bantu Dhu'afa dan Yatim


Berita Kuningan - Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) Desa Padarek Kecamatan/Kabupaten Kuningan, yang biasanya menerima bantuan, kini memberikan bantuan kepada fakir miskin, kaum dhu'afa berupa sembako dan alat tulis yang dilaksanakan di Masjid At-Taqwa, Jum'at (17/05/2019).

Ain Yunia, Pendamping PKH Desa Padarek menuturkan bahwa kegiatan ini digagas oleh ibu-ibu anggota KPM PKH Desa Padarek untuk bisa berbagi kepada sesama khususnya kepada mereka yang tidak mendapat bantuan PKH.

"PKH ini kan keluarga tidak mampu, namun disini kami berusaha agar bisa menumbuhkan jiwa sosial kepada mereka agar menyisihkan sebagian rejekinya untuk berbagi karena masih banyak masyarakat di luar sana yang hidup miskin," ungkap Ain.

Ain menambahkan bahwa anggota KPM PKH Desa Padarek yang berjumlah 109 orang tersebut telah menyisihkan rejekinya melalui sistem menabung Rp. 10 ribu perbulannya.

"Awalnya ibu-ibu ini menabung sendiri sehari seribu rupiah. Namun, setelah berjalan selama enam bulan mereka merasa keberatan karena uang yang sudah terkumpul itu terpakai. Akhirnya mereka menabung sepuluh ribu perbulan," lanjutnya.

Hasil tabungan yang telah terkumpul selama selama 10 bulan tersebut dibagi 2, 50% kembali kepada ibu-ibu, dan 50% untuk dan bakti sosial bulan Ramadhan dengan mengusung tema "Menumbuhkan Kepekaan Sosial Masyarakat" yang rencananya akan dijadikan agenda rutin tahunan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi PKH Kabupaten Kuningan H. Andi Budiman, SE. sangat mendukung dan mengapresiasi kereatifitas serta inisiatif yang dilakukan oleh ibu-ibu PKH Desa Padarek tersebut.

"Ini kegiatan sangat baik dan positif sekali. Artinya, ada nilai kekeluargaan, dan silaturahmi. Meskipun KPM ini adalah keluarga penerima PKH yang secara ekonomi mereka juga masih kekurangan. Tetapi, tumbuh rasa sosialnya dan adanya kepekaan terhadap sesama," ungkap Andi.

Andi berharap dari kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya khususnya di Kabupaten Kuningan. Yang akhirnya ada pemerataan penerima bantuan seperti zakat.

"Jadi, jangan sampai ada kecemburuan. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat akan semakin solid. Untuk berbagi itu tidak hanya mereka yang berkecukupan atau berlebihan harta. Tetapi, ibu- ibu disini sangat luar biasa. Kepercayaan diri mereka bisa tumbuh. Semoga ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya," pungkasnya. (AR27/EH16/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers