Suami Yanti Tuntut Pemulihan Nama Baik Keluarga



Berita Kuningan - Masih tak terima atas perlakuan terhadap dirinya dan keluarga saat dirinya dinyatakan positif Covid-19, Yanti (45) Desa Bendungan, Kec. Lebakwangi, Kab. Kuningan masih menunggu itikad baik dari pihak terkait.

Akibat penyampaian informasi hasil pemeriksaan dirinya yang tidak sesuai prosedur, Yanti dan keluarga harus menanggung beban moril dan dikucilkan oleh tetangga, hal tersebut disampaikan oleh Karnadi, suami Yanti.


"Kami menuntut nama baik kami dipulihkan, dengan cara yang baik,tetangga sudah mengucilkan," ungkap Karnadi kepad Berita Kuningan, Ahad (9/5/2021).

Meski telah melakukan swab PCR mandiri dan istrinya dinyatakan negatif, tetapi masalah ini masih belum selesai. Padahal tak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk biaya swab PCR di salah satu rumah sakit di kota Cirebon.

Menurut Karnadi, belum ada upaya penyelesaian dari pihak terkait. pernah pihak Gugus Tugas datang beramai-ramai kerumahnya, namun menurutnya, itu justru semakin menambah masalah bagi ia dan keluarga.

"Pernah datang kesini, Tapi beramai-ramai. Kasih pengarahan diluar rumah di depan warga. Itu bikin kami tambah malu, bahkan anak sampai pingsan karena ketakutan," ungkapnya.

Karnadi berharap akan ada itikad baik dari Gugus Tugas untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara baik dan penuh kekeluargaan dengan adat ketimuran. Ia hanya menuntut agar nama baik keluarganya dipulihkan.

"Saya hanya berharap agar pihak terkait bisa datang baik-baik dan secara kekeluargaan menyelesaikan masalah ini, sehingga kami sekeluarga bisa hidup normal lagi seperti sebelumnya, saya bisa kembali cari nafkah dengan tenang" pungkasnya. 

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers