Dua Rumah Kebakaran di Cidahu, Satu Warga Tertimpa Reruntuhan




Berita Kuningan -
Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Kali ini, sekaligus dua rumah yang berada di Dusun Wage Rt02 Rw 04 Kampung Karanganyar Desa Legok Kecamatan Cidahu Kabupaten Kuningan, habis dilalap si jago merah, pada Selasa, (23/9/2020), pukul 12.30 WIB.

Kebakaran menimpa rumah pasutri Edi Suhedi (57) dan  Rasminah (52) yang bekerja sebagai Buruh harian lepas, serta rumah Tioh (55).

Berdasarkan keterangan saksi, Sapin (70) melihat api kibaran api yang sangat besar tengah melahap rumah milik Edi pada pukul 12.05 WIB. 

"Kemudian saya keluar rumah ternyata api yang lebih besar berasal dari atap rumah Pak  Edi dan Ibu rasminah. Akhirnya saya beritahu  ke warga sekitar ada kebakaran," papar Sapin.

Sapin langsung  memberitahu kepada warga sekitar yang kemudian menyampaikan kepada para penghuni kedua rumah yang terbakar. Dengan menggunakan peralatan seadanya warga pun berusaha memadamkan api. 

Baru setelah 25 menit  kemudian, warga setempat, Eka (39) melaporkan kejadian kebakaran tersebut ke kantor UPT Damkar Satpol Kuningan.

Tim petugas Damkar pun meluncurkan 1 unit Kendaraan Dinas dan 5 anggotanya untuk berangkat menuju lokasi kebakaran, dan tiba di TKP pada pukul 13.15 WiB (25 menit).

Dengan dibantu warga setempat , Aparat Kepolisian Sektor Cidahu, Anggota Koramil Cidahu, Aparat Pemerintahan Desa, Anggota Satpol PP Kec Cidahu, PLN cabang Ciawigebang, si Jago merah  baru bisa dipadamkan pada pukul 14.15 wib. 

Kepala UPT Damkar Satpol PP M Khadafi Mufti mengungkapkan saat  proses pemadaman ada warga Pendi (52), yang tertimpa reruntuhan bangunan saat membantu proses pemadaman.

"Alhamdulillah korban sudah mendapatkan perawatan dokter." ujar Khadafi.

Ada banyak kendala saat proses pemadaman berlangsung, seperti lokasi TKP kebakaran dari jalan raya masuk ke pemukiman penduduk dengan jalan yang sangat sempit.

"Jauhnya Lokasi Kantor UPT Pemadam Kebakaran Dengan TKP kebakaran sangat Jauh," terang Khadafi.

Hingga saat ini, Kantor  UPT Pemadam Kebakaran di Kabupaten Kuningan hanya ada satu yaitu berada di Jalan Jendral Sudirman, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai lokasi kebakaran.

"Kendala yang lainnya adalah sangat minim sumber air, sehingga menyulitkan proses pemadaman," jelas Khadafi.

Meski begitu fire engine tak pantang menyerah hingga api berhasil ditaklukan. Saat api telah padam, Khadafi menghimbau kepada warga agar menyediakan sistem proteksi kebakaran aktif untuk lingkungan tempat tinggal/pemukiman. 

"Yaitu Dengan cara menyediakan Alat Pemdam Api ringan (Apar), hydran, tandon air dll. Yang ditempatkan dimasing-masing RT/RW/Dusun. Sebagai Pencegahan awal penanganan kebakaran,"jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa namun total kerugian sementara untuk peristiwa kebakaran yang menghanguskan dua rumah sekaligus mencapai Rp. 195 Juta.

Berdasarkan data yang ada kebakaran rumah dari bulan Januari hingga Sep 2020 mencapai 84 unit rumah dengan total kerugian hampir 7,5 M.

"Sedangkan kebakaran lahan dan hutan yg ditangani oleh UPT Damkar satpol pp kab.kuningan jumlahnya mencapai 182 kejadian dengan estimasi kerugian sekitar Rp.12,5 M,"lanjut Khadafi.

Jadi, tambah Khadafi jumlah kebakaran di tahun ini, meningkat dibandingkan tahun 2019. (SK12/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers