Atang : Jika Pejabat Melanggar Aturan Tak Diberi Sangsi, Jangan Salahkan Masyarakat Kalau Tidak Disiplin


Berita Kuningan
- Adanya dugaan pelanggaran aturan PSBB yang dilakukan oleh para pejabat di Kabupaten Kuningan membuat masyarakat bingung. Pasalnya, dalam dua video yang tersebar tersebut terlihat dua kegiatan yang berbeda yang seperti tidak mengindahkan aturan PSBB.

Salah satu video menampilkan Bupati Kuningan beserta jajarannya sedang merayakan syukuran ulang tahun, dan video lainnya terlihat resepsi dengan hiburan organ tunggal. Menurut informasi yang dihimpun danri berbagai sumber, itu adalah kegiatan purna bakti Camat Cilimus yang dihadiri para camat dan Kepala Desa.

Melihat kedua video tersebut, banyak masyarakat menilai pemerintah yang membuat dan menegakan aturan harusnya memberi contoh yang baik, salah satunya disampaikan oleh Atang, aktivis yang kerap menyoroti kebijakan pemerintah.

Pria yang juga merupakan mantan politisi dari partai Nasdem ini menuturkan agar Sekda sebagai pucuk pimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN) segera menindaklanjuti video tersebut, dan apabila terbukti ada pelanggaran maka harus diberikan sanksi seberat-beratnya.

"Kasus dugaan pelanggaran aturan PSBB oleh oknum pejabat seperti  yang terlihat pada video yang tersebar harus ditindaklanjuti. Kalau ada pelanggaran, beri sanksi keras. Kalau pejabat melanggar tidak diberi sanksi, jangan salahkan kalau masyarakat tidak disiplin," lanjutnya.

Pria yang juga merupakan Sekretaris Forum Peduli Kuningan (FKP) ini menuturkan, pejabat publik itu menjadi contoh bagi masyarakat. Apapun tindakan yang dilakukan pasti mendapat perhatian masyarakat.

"Pejabat Publik itu menjadi contoh bagi masyarakat. Kalau ada pelanggaran yang dilakukan harusnya sanksi yang diberikan harus seberat-beratnya," lanjutnya.

Terkait dugaan pelanggaran Bupati dan jajarannya, Atang juga meminta agar pihak berwenang menindaklanjuti. Jika terbukti ada pelanggaran, maka berikan sanksi yang jauh lebih berat.

Atang menjelaskan, klarifikasi dari pihak Bupati yang menyatakan bahwa acara tersebut spontanitas dirasa tidak masuk akal. Menurutnya, kalau memang spontan tidak akan ada tumpeng dan lainnya.

"Kalau spontan kok bisa ada tumpeng? Usut tuntas siapa yang membuat tumpeng dan merencanakan acara itu, rakyat sekarang sudah cerdas, jadi jangan bodohi kami," pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Kuningan, Dian Rachmat Yanuar saat dihubungi melalui telepon menuturkan bahwa dirinya baru mengetahui kejadian tersebut dari media. Ia akan memanggil Ketua Forum Camat untuk klarifikasi. (AR27/EH16/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers