Bayi Usia 7 Bulan yang Terpaksa Minum Teh Manis Dibantu Rantang Peduli



Berita Kuningan - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Ciomas melaksanakan agenda rutin, gerakan sosial 'Rantang Peduli'. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di bulan Ramadhan menyediakan makanan untuk beberapa keluarga, namun ada yang berbeda pada tahun ini.

Jika biasanya hanya untuk sanak saudara dan beberapa tetangga yang biasanya mendapat kiriman untuk berbuka puasa, di tengah wabah virus Corona, tahun ini daftar calon penerima lebih banyak, berdasarkan cerita-cerita masalah yang kompleks yang mengiris hati.

"Pada hari ke 10 Ramadhan, ada cerita tentang seorang ibu yang terpaksa harus memberi teh manis pada anaknya yang berumur 7 bulan selama beberapa hari, alhasil pencernaan bayi terganggu dan terus menangis," ungkap Aan Hasanah, S.Pd, ketua TP PKK Desa Ciomas.

Menurut Aan yang juga merupakan inisiator gerakan Rantang Peduli ini juga menuturkan bahwa hal yang dilakukan oleh ibu tersebut bukan tanpa alasan. Sang ayah yang biasanya menjadi penopang ekonomi keluarga kini terjebak di Ibu Kota, tidak bekerja, tidak bisa pulang.

Berawal dari cerita itu, Aan menjadikan gerakan Berbagi Rantang tahun ini juga sekaligus menjadi salah satu upaya mencegah masyarakat Desa Ciomas dari krisis pangan yang ditimbulkan akibat dari adanya wabah Covid-19.

Setelah rapat dengan kader PKK dan perwakilan aparat pemerintahan desa Ciomas, segera dilakukan pemetaan penerima bantuan yang diproyeksikan untuk mereka yang terdampak Covid-19 namun tidak tersentuh bantuan pemerintah.

Tercatat 300 orang calon penerima bantuan, mencakup lansia dan balita. Pada giat kali ini, juga disediakan bantuan berbentuk susu formula untuk balita, agar kasus di atas tidak terulang lagi di Desa Ciomas.

Dana diperoleh dari donasi para petani, anggota PKK, serta perangkat desa Ciomas. Trend positif ini kemudian direspon masyarakat lainnya. Terkumpul sekitar 1,78 kwintal beras. Para pengusaha yang berdomisili di Desa Ciomas tak mau ketinggalan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

Setidaknya tiga perusahaan turut terlibat yakni PT. Utama Korindah, Ryan Jaya Farm, Serta Alido Farm dengan total donasi Rp. 3 juta berikut 10 dus mie instan dan 20 kg telur.

Sementara itu Pejuang Event Cirebon berdonasi sebesar Rp. 4 juta rupiah yang dikhususkan untuk membeli susu formula bagi balita.

"Saya baru bisa mengawali, yang terpenting adalah Rantang Peduli sebagai giat sosial untuk saling membantu masyarakat bisa terus-menerus, ada dan terjaga, semakin kuat dan menguatkan, terlebih gerakan ini bisa menginspirasi yang lain," ungkap Aan.

Sementara itu, Adi Fatah, Kepala Desa Ciomas sangat mengapresiasi dan berterimakasih dengan adanya gerakan tersebut. Selain bermanfaat juga sangat membantu pemerintah desa terutama masyarakat.

"Saya selaku Kepala Desa berharap semoga gerakan semacam ini terus meluas di desa-desa lain. Agar kita bisa melihat kebahagiaan selalu tersirat dari warga desa, aamiin," ujar Adi.

Tak hanya Kepala Desa, warga masyarakat penerima manfaat jauh lebih bahagia. Bantuan yang diterima benar-benar sangat dirasakan manfaatnya dalam kondisi sangat membutuhkan.

"Haturnuhun Bu Aan kangge bantosanna, abdi ngaraos kabantos. Mugi-mugi bantosan ieu teras aya kangge nu ngabutuhkeun, sakali deui haturnuhun katampi," ungkap Jasinah (67), warga penerima manfaat Rantang Peduli dalam bahasa Sunda. (AR27/EH16/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers