Dr. Gamal Albinsaid: Socialpreneur menjadi Solusi Mengatasi Masalah Sosial dan Lingkungan


Berita Kuningan - Social entrepreneur telah menjadi kekuatan besar untuk memberikan beberapa solusi terkait masalah sosial, yaitu menerapkan pendekatan kewirausahaan dan kekuatan inovasi sosial untuk menghadapi tantangan sosial yang ada. Hal ini disampaikan oleh Dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed, dalam Seminar Bagaimana Menjadi Seorang Socialpreneur yang diadakan Ahad, (13/10/2019), di Student Centre Iman Hidayat, Universitas Kuningan.

Seminar yang digagas oleh #GerakanKITA bekerjasama dengan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan dan Asosiasi Pendamping PKH Kabupaten Kuningan, sekaligus membuka paradigma mahasiswa dan kaum millenial Kuningan untuk melihat masalah sosial yang ada di lingkungan sebagai peluang untuk menumbuhkan inovasi penanganan sosial, sehingga berdampak signifikan bagi masyarakat.

"Tujuan dari Social Entrepreuneur bukan mencari keuntungan baik material atau kepuasan pelanggan, tetapi berinovasi melalui ide inovatif yang dapat memberikan keuntungan signifikan pada masyarakat," jelas Dr. Gamal.

Peraih penghargaan "HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur Prize 2014" dari Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles ini menambahkan, melalui socio enterpreneurship dapat menciptakan lapangan kerja, menciptakan inovasi dan layanan yang baik bagi masyarakat, meningkatkan kesetaraan di masyarakat, dan pengentasan kemiskinan.

Dalam seminar itu Dr. Gamal juga memperkenalkan inovasi yang dirintisnya yaitu Klinik Asuransi Sampah yang merupakan bisnis sosial dimana masyarakat kurang mampu dapat memperoleh layanan kesehatan dengan cara menukarkan sampah.

Menurut dokter keturunan Arab yang masuk dalam daftar "50 Most Impactful Social Innovator in the World" versi Global Listing ini, upaya yang dilakukannya itu tak lepas dari dua masalah lingkungan sekitar, yaitu sampah dan kesehatan masyarakat

"Jujurlah pada diri sendiri, ikuti passionmu bantu orang yang ada di sekelilingmu, dan pasti orang di sekelilingmu akan mengetahui dan menyukai keberadaanmu. Sosial entrepreneurship dapat membuat keharmonisan yang nantinya berkembang dengan menciptakan motivasi sosial," jelasnya.

Selain itu, Gamal juga membagikan kisahnya mendirikan bisnis start-up tentang pelayanan kesehatan, yaitu Indonesia Medika dan Homedika. Ia mengaku kedua bisnis tersebut juga lahir dari empatinya ketika melihat permasalahan kesehatan di Indonesia.

Inisiator #GerakanKITA Drs. H. Ikhsan Marzuki, MM berharap teman-teman aktivis sosial bisa bersama-sama mulai menghadirkan kolaborasi program yang memiliki impact sosial yang besar, sekaligus mampu menghasilkan nilai ekonomis yang akan menjamin kontinuitas program itu sendiri.

"Dengan bergerak bersama melalui kolaborasi program, nilai dan dampak dari program akan jauh lebih besar. Kolaborasi program dengan sendirinya akan mendorong semua pihak terlibat, turun tangan bersama, semua terlibat urun peran, tidak hanya urun angan," jelas Ikhsan. (AR27/EH16/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers