Tak Punya Kamar Mandi, Jodi Mandi di Sekolah


Berita Kuningan - Meski tinggal di Kabupaten yang telah berhasil memperoleh penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Pratama empat kali berturut-turut, namun Jodi harus menjalani hidupnya dengan tidak layak. Anak berusia 6 tahun dari pasangan Tia dan Sobarudin (Alm.) ini tinggal bersama Kakek dan Neneknya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Jodi tinggal di lingkungan yang belum termasuk kategori layak anak karena belum adanya hak kesehatan dasar dan kesejahteraan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus baginya. Selain itu, Jodi belum memiliki akta kelahiran dan tinggal di rumah yang tidak layak huni.

Beberapa tahun lalu sempat mendapat bantuan swadaya masyarakat yang difasilitasi Pemerintah Desa, namun kondisi rumah milik Kakek dan Nenek Jodi yang berlokasi di Dusun Pahing, RT/RW 01/01, Desa  Marga Bakti, Kecamatan Kadugede ini, kini sudah tidak layak huni. Selain lantainya yang masih beralaskan tanah, kondisinyapun kotor dan terlihat tidak terawat.

Selain kondisi atap berlubang, rumah yang berada di atas bukit dan jauh dari pemukiman warga inipun tidak memiliki kamar mandi. Penghuni rumah harus menuruni bukit menuju tempat penampungan air saat ingin ke kamar mandi termasuk Jodi, akibatnya Jodi jarang mandi.

Setelah masuk sekolah di SDN Margabakti sejak seminggu lalu, Jodi mandi di Sekolah. para guru memutuskan untuk membantu mengurus Jodi setelah mengetahui kondisi di rumahnya.  Setiap hari Jodi dimandikan di Sekolah, sebagaimana diungkapkan Idi Suwardi, salah seorang guru SDN Margabakti.

"Setiap pagi Jodi dimandikan di sekolah oleh Ibu Atun. Pakaian seragam juga disimpan di sekolah, jadi setelah dimandikan, ganti seragamnya di sekolah," ungkap Idi kepada beritakuningan.com.

Idi menuturkan, para guru memutuskan untuk menyimpan pakaian seragam Jodi di Sekolah karena khawatir kotor. Menurut informasi yang didapat dari para tetangga, keluarga Jodi kurang perhatian dalam hal menjaga kebersihan, selain tidak adanya kamar mandi, hal itu pula yang menjadi salah satu sebab Jodi dimandikan oleh guru di sekolah.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Desa yang diwakili Kepala Dusun Pahing, Elis Lisiani menyampaikan bahwa pihak Pemerintah Desa sudah berupaya maksimal dalam membantu Jodi dan keluarga.

"Setiap ada penyaluran bantuan seperti PKH dan lainnya, keluarga Jodi selalu diperioritaskan. Setiap bulan mendapat bantuan beras dan uang. Untuk masalah rumah itu  sudah pernah dibantu dari swadaya. Untuk tahun ini sudah direncanakan akan mendapatkan bantuan Rutilahu," pungkas Elis. (AR27/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers