Kenaikan BBM, Salah Satu Sorotan Dalam Refleksi Milad 20 Tahun KAMMI


Kuningan, (BK) - Mahasiswa adalah agen perubahan dengan kemurnian perjuangan, salah satunya adalah sebagaimana yang diperlihatkan oleh kesatuan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

KAMMI lahir sebagai gerakan mahasiswa 98. Tepatnya pada tanggal 29 Maret 1998, bertepatan dengan momen dan segala keberhasilannya meruntuhkan kekuasaan rezim orde baru yang merupakan akibat dari akumulasi ketidak puasan dan kekecewaan politik yang telah bergejolak selama puluhan tahun dan akhirnya “meledak’'. 

Secara obyektif situasi pada saat itu sangat kondusif bagi gerakan mahasiswa yang berperan sebagai agen perubahan. Krisis legitimasi politik yang sudah diambang batas justru terjadi bersamaan dengan datangnya badai krisis moneter di berbagai sektor.

Di sisi lain secara subyektif, gerakan mahasiswa 1998 telah belajar banyak dari gerakan 1966 yang mengubah pola gerakan dari kekuatan ekslusif ke inklusif dan menjadi bagian dari kekuatan rakyat. 

KAMMI sebagai salah satu pergerakan mahasiswa 98 melalui perjuangannya telah memberikan sesuatu yang monumental bagi bangsa Indonesia untuk menciptakan tatanan kenegaraan yang lebih baik di masa depan.

20 tahun kelahiran KAMMI yang sama artinya dengan 20 tahun reformasi, ada satu hal yang harus diingat, reformasi total merupakan sebuah proses yang tidak sekali jadi, tetapi membutuhkan waktu dan political will yang sungguh-sungguh dari pemegang kekuasaan.

Karena itu, kontrol kritis dan tekanan politik dari mahasiswa harus tetap ada di masa sekarang dan akan datang sebagaimana diungkapkan Putri Nur Casanah, Ketua bidang perempuan PD KAMMI Kuningan.

"Saya sebagai kader KAMMI, berharap teman-teman mahasiswa dari berbagai OKP dan pergerakan khususnya pada teman-teman KAMMI, mari bersama-sama kita tetap kontrol pemerintah sesuai koridor yang ada," tegas Putri.

Dirinya berharap agar mahasiswa dapat mengawal harga BBM yang beberapa hari lalu kembali naik, kritisi melemahnya kinerja KPK, dan memberikan aspirasi pada kegaduhan politik yang ada, dan tetap kawal pula keberpihakan pemerintah pada kapitalis asing,  serta menyampaikan argumen konkrit sebagai solusi atas semakin terpuruknya ekonomi negara.

"Perlu diingatkan kembali, mari kita kontrol pemerintahan ini dengan tuntutan yang bisa diterima logika, bisa di nalar dan menghasilkan solusi konkrit. Saya yakin teman-teman aktivis kampus, memiliki kecakapan dan kafaah ilmu yang mumpuni sesuai dengan program studi yang sedang dipelajari. Kita tingkatkan kapasitas diri, dan mari menjadi pemuda yang siap menggantikan kursi-kursi parlemen di masa mendatang," lanjut Putri.

Putri menekankan bahwa Indonesia butuh pemuda yang mencintai dan tetap menjaga kemerdekaan negaranya. Maka 20 tahun KAMMI, sepenuhnya adalah Indonesia.  (Putri/AR27/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers