Masuki Pilkada, Kuningan Penuh Sampah Visual


Kuningan, (BK) - Bulan Juli 2018, masyarakat Kabupaten Kuningan akan menentukan pemimpin baru melalui Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak. Memasuki masa kampanye berbagai upaya dilakukan untuk sosialisasi guna meningkatkan elektabilitas para calon, salah satunya adalah dengan memasang spanduk dan baliho.

Menanggapi hal tersebut, Asep Dheni yang merupakan salah satu seniman seni rupa asal Kabupaten Kuningan ini mengungkapkan bahwa metode promosi menggunakan spanduk dan baliho selain kurang efisiensi juga sangat mengganggu pandangan mata.

"Menjelang Pilkada itu banyak sekali sampah-sampah visual yang cukup mengganggu mata kita. Selain itu juga sangat merusak keindahan tata Kota dan jalan," ungkap ayah dua anak ini pada wartawan portal online Berita Kuningan.

Seniman yang selalu tampil dengan rambut gondrongnya ini lebih lanjut mengungkapkan bahwa pemasangan spanduk dan baliho yang tidak tertata dan tidak beraturan itu terasa seperti teror mata. Selain penempatannya yang tidak tertata, banyak baliho atau spanduk yang tidak terkontrol, seperti yang rusak dan sobek tetapi tetap dibiarkan sehingga terasa lebih mengganggu.

Deni pun lebih menyayangkan lagi terkait banyaknya spanduk atau baliho yang dipasang dipohon. "Kita lihat banyak photo-photo calon yang dipasang di pohon-pohon, padahal katanya kan Kuningan itu Kabupaten Konservasi, tapi masih banyak saya lihat baliho-baliho calon masih di tempel di pohon-pohon," ungkap Deni.

Pria asal Desa Manis Kidul ini pun berharap agar para calon terutama Tim Sukses bisa lebih kreatif. Tidak hanya asal terlihat tetapi juga memperhatikan keindahan dan sisi artistik sehingga indah dipandang mata dan bisa membuat masyarakat lebih tertarik dan bersimpatik. Terlebih di era modern ini banyak sekali berbagai alternatif untuk media berkampanye.

"Sebetulnya banyak media untuk promosi, tidak harus memasang dipohon. Apalagi diera digital seperti sekarang ini maka semakin banyak lagi media-media untuk berkampanye, tinggal Tim Sukses dituntut lebih kreatif lagi," pungkas Deni. (AR27/Red)

Post a Comment

0 Comments