Jelang Pilkada, Ini Pesan Mamah Dedeh


Kuningan, (BK) - Pilkada serentak, termasuk Pilgub Jabar dan Pilbup Kuningan 2018, bakal digelar tahun depan. Saat ini pun sudah ramai diperbincangkan terkait Pilkada, termasuk dalam Tabligh Akbar Tingkat Desa Ciherang yang di selenggaran pada hari Ahad (3/12).

Baca juga: Mamah Dedeh Isi Kegiatan Maulid Nabi 1439 H Desa Ciherang

Tabligh akbar diisi oleh penceramah kondang, Ustadzah Mamah Dedeh dengan gaya dan ketawa yang khas "kheuheuheuheu", pada sesi tanya jawab ada dua orang jammaah bertanya terkait masalah Pilkada.

Penanya pertama menanyakan bahwa banyak pendapat di kalangan masyarakat yang mengatakan memilih pemimpin itu harus orang baik, namun jika dia non muslim  apakah boleh, atau apakah hanya boleh memilih yang sesama muslim?

"Dalam Al-Qur'an sudah jelas bahwa kita umat islam haram hukumnya memilih pemimpin yang tidak satu akidah," Jawab Mamah Dedeh dengan tegas dan lantang.

Sementara itu penanya kedua melontarkan pertanyaan bahwa kebiasaan sebelum Pilkada atau pun Pilpres banyak masyarakat yang suka diimingi uang, kira-kia mana yang harus di pilih? yang membagikan uang atau yang tidak?

Secara lantang Mamah Dedeh pun menjawab "Nih dengerin, duit yang dikasih ambil, sembako yang di kasih ambil, seragam yang di kasih ambil, tapi ketika akan Pilkada Sholat Istikhoroh minta yang terbaik," Jawabnya.

Mamah Dedeh pun menegaskan bahwa calon pemimpin yang membagi-bagikan uang sebelum Pilkada adalah orang yang kemasukan setan.

Mamah dedeh lebih lanjut menjelaskan bahwa yang namanya nafsu itu di bagi menjadi dua sebagaimana dijelaskan dalam surat Yusuf ayat 53.

"Sesungguhnya nafsu itu ada yang mengajak dalam keburukan yang di dorong oleh setan, dan nafsu yang mendapatkan Rahmat dari Allah SWT, dan nafsu itu pusatnya ada di pusar kita (Kata Nabi) sejengkal kebawah  nafsu birahi, sejengkal keatas nafsu dunia termasuk pangkat, jabatan, dan kekuasaan yang artinya kalo dia nyogok dia kemasukan setan," tegasnya. (JN01/Red)

Post a Comment

0 Comments