Full Day School, Positif atau Negatif?


Kuningan, (BK) - Program lima hari sekolah atau full day school kini mulai dijalankan di Indonesia, banyak sekolah yang merespon baik atas kebijakan Mentri Pendidikan tersebut, namun tidak dipungkiri masih ada sekolah yang masih tidak menerapkan kebijakan tersebut karena dianggap tidak efektif bahkan mengganggu waktu mengaji.

Seperti yang terpantau oleh beritakuningan.com di tiga SLTA di kecamatan Cibingbin pada hari Senin (02/10) yang mana ketiga sekolah tersebut ada yg sudah menjalankan kebijakan tersebut, namun masih ada yang belum menjalankan nya.

Menurut Anwar Budiman Kepala Sekolah SMAN 1 Cibingbin menuturkan bahwa sekolahnya itu menyambut baik dengan adanya Full Day School, karena menurutnya dengan Full Day School jam kerjanya berkurang dari tadinya 6 hari kini menjadi 5 hari, dan bisa lebih lama lama kumpul sama keluarganya.

"Karena rata-rata mayoritas guru disini adalah warga asli dari Cibingbin, jadi hari sabtu dan minggu bisa kumpul-kumpul bareng keluarga, serta dari ketua Osis pun sangat merespon baik Full Day malahan mereka bilang lanjutkan," tuturnya.

Sama hal nya dengan SMAN 1 Cibingbin, Kepala Sekolah MA Al-Amin yang diwakili oleh Wakasek Kesiswaan Mamat Rahmat menyebutkan dirinya pun sangat merespon baik Full Day School, namun dirinya sangat menyayangkan buat kalangan Madrasah dan Pesantren itu bisa mengganggu waktu mengaji dan bisa terbengkalai.

Namun berbeda dengan SMK Cibening yang merasa kurang efektif jika jam sekolah menggunakan Full Day School karena menurut H. Hasikin selaku Kepala Sekolah SMK Cibening memaparkan "jika anak-anak masuk sekolah jam 07.00 dan pulang jam 16.00 menurut saya terlalu monoton," paparnya.

"Hasil kesepakatan dengan yayasan, dan komite, serta dengan para guru untuk tahun ajaran baru sepakat tidak melaksanakan Full Day, karena sarana dan prasarana kami yang belum menunjang dan kebetulan sekolah kami baru berdiri 2 tahun." imbuhnya.(JN01/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers