Harga Cabai di Kuningan Berangsur Stabil


Kuningan, (BK) - Seperti sudah menjadi tradisi, setiap menghadapi momen Ramadhan dan lebaran harga berbagai bahan pokok mengalami kenaikan termasuk cabai, tapi ada yang sedikit berbeda pada tahun ini.

Setelah lebaran usai, kemarin (02/07) menurut pantauan tim beritakuningan.com melaporkan langsung bahwa di Pasar Induk Sayur Kuningan pergerakan harga cabai rawit dan cabai merah keriting berangsur turun dan stabil.

Harga rata-rata cabai rawit berada dikisaran Rp. 35.000,-  s.d. Rp. 40.000,-/kilogram. Sementara untuk harga cabai merah keriting berkisar antara Rp. 22.000,- s.d. Rp. 25.000,-/kilogram.

Salah satu pedagang pasar, Ayun (54) menuturkan bahwa tidak terjadi pergolakan harga cabai pada tahun ini. Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan tahun lalu.

“Tahun lalu harga cabai sangat tinggi, yaitu mencapai Rp. 100.000,-/kilogramnya. Sekarang meski menghadapi hari raya lebaran, kisaran harga relatif stabil. Awal bulan Ramadhan harga cabai naik, kemudian pertengahan bulan Ramadhan turun sedikit, menjelang hari raya naik, dan sekarang setelah lebaran stabil kembali," katanya.

Yana (39) pedagang sayuran lainnya menjelaskan bahwa menjelang lebaran tahun ini pengawasan dari petugas lebih ketat, ditambah banyak operasi pasar murah yang dilakukan Perum Bulog ataupun para pejabat daerah, sampai para calon bupati pun banyak yang menggelar acara pasar murah di berbagai desa, hingga pembeli yang datang ke pasar berkurang.

Padahal menurutnya, sebenarnya pasokan cabai yang didapatnya dari petani Desa Sagarahiang dan petani Desa Mulya Asih deket Desa Puncak adalah cabai yang dihasilkan para petani desa tersebut sebenarnya kualitasnya terbaik, dibanding cabai yang dijual pada operasi pasar murah yang entah cabai dari mana asalnya.

Tetapi Yana tetap bersyukur harga cabai di Kuningan bisa murah. Sekarang banyak petani yang sudah mempunyai kendaraan pick up sendiri, hingga mereka bisa langsung ke pasar yang biasanya pada waktu tengah malam untuk menjualnya kepada pedagang di pasar sehingga bisa mendapat harga lebih murah dengan membeli langsung kepada petani dibanding dengan membeli kepada pemasok atau pengepul.

"Semoga semua petani di Kuningan tidak mengalami kegagalan panen, khususnya panen cabai. Dan bisa membeli kendaraan angkutan, agar berani membawa hasil panen langsung dijual ke pasar tanpa ada lagi memakai jasa pengepul atau tengkulak, agar harga cabai tetap stabil." pungkas Yana. (T.A.S/Red)

Posting Komentar

0 Komentar

0 Viewers