Oknum Guru Agama Diduga Tampar Siswa

tampar-kartun

Berita Kuningan – Seorang guru agama di SDN 4 Bojong Kecamatan Cilimus berinisial AS diduga telah menampar seorang siswa kelas 6 bernama Muhammad Bayifullah alias Ubay. Peristiwa yang diketahui terjadi saat latihan pramuka tesebut membuat sang orang tua korban tak terima dan langsung membawa anaknya ke RSIA Linggarjati untuk di visum, Jumat (30/8/2013) lalu.
Sang orang tua korban, Muhammad Yusuf (57), yang beralamat di Desa Bojong
Kecamatan Cilimus kepada wartawan menceritakan kronologis yang menimpa anak keempatnya itu. Sembari memperlihatkan wajah anaknya yang memar akibat ditampar dua kali oleh sang oknum guru agama, Yusuf menceritakan jika anaknya telah diperlakukan hal yang sama sebanyak dua kali, hanya saja peristiwa yang pertama tidak diketahuinya.
“Waktu itu saya habis sholat, tiba-tiba anak saya datang dengan mukanya merah. Pas ditanya, dia mengaku habis ditampar guru agamanya karena anak saya sedikit bercanda dengan temannya dengan mengatakan kalimat kasar,” ujar Yusuf kepada sejumlah wartawan.
Atas kejadian tersebut, Yusuf pun langsung berang dan mendatangi pihak sekolah untuk mempertanyakan pengakuan anaknya. Ia pun langsung membawa anaknya ke RSIA bersama pihak sekolah serta sang oknum guru agama yang memukul anaknya untuk divisum.
“Kejadian ini sudah dua kali, hanya yang pertama diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dilaporkan ke polisi. Kalau yang sekarang, tadi saya sudah laporkan ke polisi,” kata Yusuf.
Sementara itu, salah seorang guru SDN 4 Bojong yang ikut membawa korban ke RSIA, Een, menjelaskan jika kejadian pemukulan itu akan diselesaikan secara kekeluargaan. “Sudah tidak apa-apa kok, ini juga akan diselesaikan secara kekeluargaan,” terang Een kepada wartawan seraya mengharapkan agar kasus yang menimpa sekolahnya itu tidak diberitakan.
Terpisah, sang korban, Ubay mengaku ditampar 2 kali bolak balik oleh AS karena mengucapkan satu kata kotor (kotoran, red) saat bercanda dengan teman-temannya dalam latihan pramuka.
“Saya ditampar dua kali Pa, itu karena saya bilang (kotoran, red) waktu bercanda dengan teman. Sakit Pa muka saya,” ungkap Ubay sambil meringis kesakitan. (muh/bk)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan