1 Tahun Berkiprah, JPU Akan Terus Berjuang Bantu Masyarakat Miskin

April 17, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam memperingati tasyakuran usia satu tahun yang jatuh pada hari ini, Selasa (17/04), anggota Forum Komunikasi dan aksi Jaring Pengaman Umat (JPU) Kabupaten Kuningan berkomitmen akan berupaya lebih dalam memberi manfaat untuk masyarakat khususnya masyarakat miskin yang ada di Kabupaten Kuningan.

Langkah kedepan, JPU akan memperbaiki komunikasi dengan pihak-pihak yang sudah terlibat dan akan membangun komunikasi yang lebih luas mulai tingkat kecamatan hingga desa, baik pihak pemerintah, komunitas maupun perorangan sehingga dapat menjangkau lebih luas. Salah satunya dengan mensosialisasikan JPU di desa-desa.

Secara bertahap JPU akan menjalin komunikasi baik dengan aparat pemerintahan desa, karangtaruna maupun perorangan sehingga dengan lebih banyaknya pihak yang terlibat akan semakin banyak masyarakat yang terbantu, sebagaimana disampaikan oleh kordinator JPU, dr. Hj. Elly Wijaya Nursyam.

"Sejak awal sistem kerja JPU adalah memberi dan mendorong. Memberi sesuai kemampuan dan mendorong pihak-pihak terkait untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat sesuai bidang dan kemampuan masing-masing," ungkapnya.

JPU akan membantu semampunya dan  mendorong salah satunya adalah pihak pemerintahan desa karena aparat desa adalah yang terdekat dengan masyarakat sehingga lebih mengetahui situasi dan kondisi masyarakat sehingga lebih mudah untuk membantu memberikan solusi setiap masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

Dr.Elly mengungkapkan bahwa selama ini program-program pemerintah yang ada mulai dari program pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga pemerintah desa sudah cukup baik. Kemudian, apabila program-program tersebut bisa berjalan dengan maksimal maka setiap masalah yang ada dimasyarakat dapat teratasi. Hanya saja mungkin ada beberapa kendala yang menjadi penghambat dan salah satunya adalah masalah komunikasi.

Diharapkan dengan dijadikannya JPU sebagai wadah komunikasi antara masyarakat yang membutuhkan bantuan dengan pihak-pihak pemberi bantuan dapat menjadi solusi untuk lebih memaksimalkan kinerja dalam membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Elly pun memberikan semangat dan motivasi pada anggota yang hadir dan menyampaikan pesan bahwa yang terpenting adalah terus menjaga kelurusan niat para anggota dan semua unsur yang terlibat agar jangan sampai melenceng dari tujuan awal JPU.

"Kita luruskan niat, berbuat baik bukan untuk riya', bukan untuk dipuji, tetapi tulus ikhlas membantu sesama dengan niat ikhlas karena Alla Ta'ala," lanjutnya.

Selain itu dirinya pun berharap agar setiap yang terlibat dapat lebih solid, tidak saling menjatuhkan apalagi berebut pujian. "Yang menggaji kita adalah Allah Yang Maha Kaya, dan nilai utama yang harus kita miliki untuk mendapatkan itu adalah keikhlasan," pungkasnya. (AR27/Red)

Nasi Cikur Kedai Hilwah, Kuliner Nikmat yang Memikat

April 16, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Selain tempat wisata, di Kabupaten Kuningan tersedia berbagai macam kuliner nikmat menggugah selera, salah satunya adalah Nasi Cikur khas Kedai Hilwah. Nasi dengan bumbu dasar cikur atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan kencur ini merupakan salah satu menu favorit Kedai Hilwah yang layak untuk dicoba.

Selain cikur, daun kemangi yang dicampur dengan bumbu lain semakin menggugah selera makan. Meskipun sudah menggunakan bumbu pedas yang tercampur dalam nasi, menu ini semakin lengkap dengan kombinasi sambal terasi, ayam goreng atau telur dadar, mendoan dan lalab.

Menurut Nadiroh, salah satu owner Kedai Hilwah memaparkan bahwa Nasi Cikur adalah menu kreasi yang hanya tersedia di Kedai Hilwah. "Nasi Cikur adalah menu kreasi kami untuk menambah variasi menu yang ada di Kedai Hilwah," ungkap Nadiroh pada wartawan media online Berita Kuningan.

Dipilihnya cikur sebagai bahan dasar karena beberapa menu khas masakan sunda seperti karedok menggunakan bumbu dasar cikur dan banyak diminati  masyarakat Kabupaten Kuningan. Dan ternyata Nasi Cikur ini pun diminati cukup banyak pencinta kuliner di Kabupaten Kuningan.

Dengan hanya merogoh kocek Rp. 17.000,- anda bisa langsung menikmati kelezatan Nasi Cikur khas Kedai Hilwah. Bagi yang penasaran bisa langsung mencoba di Kedai Hilwah yang berlokasi di Jl. Dewi Sartika (Depan Toko Oleh-oleh Jelita). (AR27/Red)

Murni Kegiatan Sosial, JPU Tak Ada Unsur Politik

April 16, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Forum Komunikasi dan Aksi Jaring Pengaman Umat (JPU) Kabupaten Kuningan pada tanggal 17 April 2018 menginjak usia satu tahun. Dalam usia tersebut masih terus membantu para dhuafa, salah satunya adalah pemberian bantuan rutin kepada Tety, salah satu mitra JPU yang berasal dari Desa Ciporang, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Ahad (15/04/2018)

Tety merupakan mitra JPU yang mendapat bantuan rutin untuk keperluan sehari-hari seperti pampers, sembako dan lain-lain. Tety menderita lumpuh sejak 8 tahun lalu. Setelah orang tuanya meninggal, Tety tinggal seorang diri di rumah warisan peninggalan orang tuanya dan diurus oleh kakak ipar yang tinggal dirumah sebelahnya.

Kondisi kakak Teti yang mengurus pun terbilang kurang mampu sehingga Tety mendapatkan bantuan JPU secara rutin untuk kebutuhan sehari-hari sebagaimana diungkapkan kordinator JPU, dr Elly Wijaya Nursyam SpPD, MH. Kes, MM, Finasim yang diwakili oleh Sulastri selaku Penanggung Jawab Divisi Sosial JPU.

"Tety merupakan salah satu dari lima puluh orang dhu'afa zona merah yang rutin mendapat bantuan pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan melalui program JPU dan kebutuhan lainnya dari JPU setiap bulannya," ungkap Sulastri.

Sulastri menambahkan bahwa JPU akan terus berjuang membantu masyarakat miskin. Tidak ada kaitannya dengan Pilkada serentak yang sedang berjalan. JPU sudah berjalan sebelum Pilkada dan InsyaAllah akan terus berjalan setelah Pilkada.

"Tahun ini adalah tahun politik jadi ada saja yang curiga bahwa kegiatan JPU ada sangkut pautnya dengan Pilkada. Untuk itu kami tegaskan sekali lagi bahwa JPU murni sosial dan tidak ada kaitan dengan politik," tegas Sulastri.

JPU adalah forum komunikasi dan aksi yang independen, bukan program pemerintah dan tidak dibawahi oleh dinas apapun. Keterlibatan pemerintah daerah dalam JPU hanyalah sebagai anggota yang memang bersama-sama pihak lain baik swasta, komunitas maupun perorangan untuk bersinergi melalui komunikasi yang dibangun dengan baik sehingga mampu membantu masalah-masalah yang ada di masyarakat.

"Masalah yang ada di masyarakat merupakan tanggung jawab kita bersama, untuk itu komunikasi antara pemerintah, swasta, komunitas dan perorangan harus dibangun dengan baik, salah satunya melalui JPU yang merupakan wadah komunikasi dan aksi," lanjut Sulastri.

Selain itu sulastri pun kembali menegaskan bahwa JPU tidak ada kaitan dengan pasangan calon bupati atau partai manapun. JPU tidak melarang anggotanya untuk terlibat politik secara pribadi namun dilarang mengaitkan JPU secara keorganisasian  untuk menjaga netralitas JPU yang hanya fokus membantu dengan niat Lillahita'ala.

"JPU secara keorganisasian tidak mendukung salah satu calon bupati. Siapapun nanti yang terpilih sebagai bupati InsyaAllah akan kami dukung dan akan bersinergi untuk bersama-sama mewujudkan Kuningan sejahtera," pungkasnya. (AR27/Red)

Kebakaran Rumah di Desa Cipetir, Kerugian Capai Rp 90 Juta

April 11, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Akibat konsleting listrik, sebuah rumah pribadi milik Armin (44) warga Desa Cipetir, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, RT 04/RW 01 hangus terbakar, Rabu (11/04).

Api awalnya terlihat dari ruang tengah. Diduga bersumber dari konsleting arus listrik pada stop kontak  pada saat kipas angin dan TV sedang dinyalakan. Hal tersebut menyebabkan kebakaran sekitar pukul 16.25 WIB.

Berdasarkan laporan warga setempat, 1 unit mobil pemadam kebakaran dengan 7 orang personil diluncurkan ke lokasi kejadian sehingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.05 WIB.

Kerugian materi yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai total Rp. 90.800.000,-. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, Armin beserta dua orang anak kandung kini mengungsi di tempat Sahud yang merupakan kakak kandung Armin.

Sementara itu, Kasubag TU UPT Damkar Satpol PP Kab. Kuningan, MH. Khadafi Mufti, S.Pd, M.Si menghimbau kepada warga untuk lebih berhati-hati agar tidak mengalami kejadian yang sama.

"Warga harus tetap waspada dalam kondisi apapun, dan senantiasa memeriksa kabel-kabel dan aliran listrik terutama saat akan meninggalkan rumah," ungkap Khadafi. (AR27/Red)

Tukang Ojeg Divonis 3 Tahun Penjara Gara-gara 4 Amplop Isi Rp 25 Ribu

April 10, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Pengadilan Negri (PN) Kabupaten Kuningan menjatuhkan vonis tiga tahun penjara, denda Rp.200 juta, serta subsider satu bulan kurungan penjara kepada tukang ojeg berinisial MB (56) warga Desa/Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan atas dugaan kasus politik uang dalam kampanye Pilbup Kuningan 2018, Selas (10/04).

Menanggapi putusan tersebut, MB melalui tim kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cirebon langsung mengajukan banding. "Kami sepakat akan mengajukan banding, Yang Mulia," ungkap Diding Rahmat, SH. MH salah satu Kuasa Hukum Terdakwa.

Sementara tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU)  menyatakan pikir-pikir dan untuk sementara ini terpidana MB yang merupaka Sekertaris PAC PAN Kec. Darma tersebut tidak dijebloskan ke penjara karena pengajuan banding sehingga putusan belum inkrah dan masih menunggu putusan banding Pengadilan Tinggi.

MB terbukti telah membagikan empat amplop berisi uang sebesar Rp. 25.000 kepada empat warga Desa Karanganyar, Kecamatan Darma pada tanggal 5 Maret 2018 sebagaimana yang disampaikan majlis hakim yang diketuak Dicky Ramdhan didampingi dua hakim anggota Prasetya Pratama dan Bayu Ruhun Azam saat pembacaan berkas putusan.

MB memang sempat mengakui dirinya mendapatkan uang untuk penyelenggaraan acara kampanye tatap muka paslon nomor urut 2 sebesar Rp. 250 ribu. Akan tetapi MB menyatakan bahwa uang sebesar Rp. 150 ribu diberikan kepada pemilik rumah untuk pembelian makanan ringan dan  air minum, sisanya dibagikan di dalam amplop kepada empat orang untuk biaya menyapu atau membersihkan  tempat tersebut seusai acara.

Namun, majlis hakim menilai dan menyimpulkan pembagian amplop berisi uang berkaitan acara tersebut merupakan bentuk politik uang, hingga menjatuhkan vonis. Pengajuan hingga keputusan banding pengadilan tinggi dalam perkara pidana Pemiliu tersebut harus tuntas sejak tanggal putusan sidang Pengadilan Negri.

Sementara itu, empat warga penerima amplop dari tangan MB tidak turut terjerat hukum dalam perkara tersebut. Keempat penerima amplop tersebut menyatakan bahwa sama sekali tidak mengetahui itu sebagai bentuk politik uang. Ketika mengetahui pembagian uang tersebut dilaporkan kepada Panitia Pengawas Pemilu, uang tersebut diberikan kepada pihak pelapor dugaan kasus tersebut. (AR27/Red)

Siswa SMAN 1 Garawangi Gelar Demo

April 05, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Turnamen futsal antarSMP/MTs se-Kabupaten Kuningan yang diselenggarakan OSIS SMAN 1 Garawangi mulai tanggal 2-4 April 2018 dimeriahkan dengan beberapa demo ekstra kulikuler (Eskul) di hari pertama dan hari ketiga.

Baca juga: Junjung Sportivitas Gapai Prestasi Tanpa Batas

Hari pertama turnamen dibuka dengan demo eskul hadroh oleh Ikatan Remaja Masjid (IRM) Nurussalam dan pagelaran teater oleh Teater Istunink yang menampilkan lakon Torojol, sebuah naskah karya Ade Rismawan, S.Pd dan sutradara Jujun Tajudin kelas XI IPs 2.

Hari ketiga turnamen dimeriahkan dengan demo ekskul Pramuka dan Pencinta Alam (PA). Pramuka Kiansantang -  Rarasantang menampilkan PBB dan pionering. PA Sandhikala memeragakan prusiking dan repling.

Berdasarkan pengamatan panitia, semua penampilan ekskul mendapat apresiasi yang tinggi dari peserta lomba dan pendukungnya. Menurut Raihan, salah satu pendukung dari SMPN 1 Maleber  mengatakan bahwa turnamen futsal ini sangat meriah dan menarik.

"Selain menikmati dan memberikan dukungan pada tim sekolah, kami juga jadi tahu kegiatan ekskul yang ada di SMAN 1 Garawangi," ujar Raihan. (Yuniawati/AR27/Red)

Junjung Sportivitas Gapai Prestasi Tanpa Batas

April 05, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Turnamen futsal antar SMP/MTs se-Kabupaten Kuningan yang diselenggarakan OSIS SMAN 1 Garawangi yang disenggarakan pada tanggal 2 - 4 April mengusung tema tema "Junjung  Sportivitas Gapai Prestasi Tanpa Batas" tersebut mendapat apresiasi dari peserta lomba dan civitas akademika SMAN 1 Garawangi.

Menurut ketua OSIS, Dina Aulia Sabila melalui koordinator sekbid 4, Rika  Painatur Rohmah mengatakan ada 5 tujuan dari kegiatan tersebut. Pertama, mempromosikan sekolah. Kedua, mempererat tali silaturahim antar pelajar. Ketiga, mengembangkan bakat pelajar  di bidang olahraga. Keempat, menyalurkan bakat siswa. Terakhir menjunjung tinggi kebersamaan dan sportivitas.

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, kepala sekolah SMAN 1 Garawangi Drs. H. Rukadi, M.Pd memberikan pesan kepada panitia kegiatan dan peserta. Dirinya menyampaikan agar panitia kegiatan harus memberikan pelayan prima dan wasit yang jujur.

"Jangan nodai pertandingan ini dengan ketidakjujuran. Jiwa atlet yang tertanam dalam diri harus tetap terjaga", ujarnya.

Tak lupa Rukadi pun memberi pesan pada peserta agar menjungjung sportivitas dalam bertanding dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada peserta peserta dan pembina yang datang.

"Kalah dan menang adalah hal biasa, bagi peserta yang kalah jadikan sebagai pembelajaran dan bagi peserta yang menang merupakan penghargaan. Namun bagi kami yang datang adalah pemenangnya," lanjutnya.

Lebih lanjut Kepsek mengatakan manfaat untuk peserta adalah mengetahui lokasi dan keberadaan SMAN 1 Garawangi dan menjalin silaturahim. (Yuniawati/AR27/Red)

Cegah Bencana Banjir, Babinsa Bersama Warga Buat Saluran Air

April 05, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Antisipasi timbulnya bencana banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi belakangan ini, Babinsa Koramil 1503/Ciniru Kodim 0615/Kuningan bersama masyarakat melaksanakan gotong-royong membuat saluran air di Dusun Wage, Desa Mungkaldatar, Kecamatan Ciniru, Kamis (05/04).

Babinsa Koramil 1503/Ciniru, Serda Ahmad Haefi bersama warga melaksanakan Karya Bakhti pembuatan saluran air (parit) dan membersihkan material longsor dari jalan untuk menghindari tersumbatnya saluran air dan menyediakan saluran air yang memadai.

Kehadiran Babinsa pada Karya Bakhti tersebut sekaligus untuk memberikan semangat kepada masyarakat untuk peduli pada lingkungan dan agar tetap menjaga kerukunan dan kerjasama secara bergotong-royong.

Selain untuk mengantisipasi datangnya banjir, pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus untuk menjalin silaturahmi antara Babinsa dengan masyarakat di desa binaan.

"TNI selalu bersatu dengan masyarakat dan siap membantu bagi yang membutuhkan. Dengan kegiatan gotong-royong ini merupakan salah satu sarana komunikasi sosial secara langsung dan lebih efektif antara TNI dengan rakyat," ungkap Ahmad. (AR27/Red)

Singgung Cadar dan Adzan, Sukmawati Resmi Dipolisikan

April 03, 2018 Add Comment

Berita Kuningan - Diduga melakukan penistaan agama terkait puisinya yang berjudul "Ibu Indonesia" di acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018, Sukmawati Soekarno Putri dilaporkan seorang pengacara bernama Denny Andrian Kusdayat atas nama pribadi dan mewakili umat Islam ke Polda Metro Jaya, Selasa (03/04).

Menurut Deni, puisi tersebut sangat menyinggung umat Islam dimana terdapat  beberapa kalimat yang mengandung unsur SARA yang dianggap sama seperti pelecehan yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok) saat di Kepulauan Seribu.

Untuk itu Deni berharap laporan bernomor LP/1782/IV/2018/PMJ/.Dit.Reskimum atas dugaan Penistaan Agama Islam sebagaimana diatur dalam Pasal 156 A KUHP  dan Pasal 16 UU nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

"Harus segera ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian hingga putusan pengadilan. Siapapun terlapornya semua sama di mata hukum," ungkap Deni pada wartawan media online Berita Kuningan melalui pesan singkat.

Deni menambahkan bahwa pihak kepolisian harus responsif dan segera panggil terlapor sebelum adanya aksi massa turun ke jalan seperti kasus sebelumnya. (AR27/Red)

Sanggar ASIC Kuningan Rilis Lagu Pop Sunda

April 03, 2018 Add Comment
Proses shooting pembuatan videoklip pop sunda oleh Sanggar ASIC.

Kuningan, (BK) - Sanggar ASIC ternyata tak hanya mempelajari bidang akting dan film, mereka pun mencoba karya lain di dunia tarik suara. Pada momen hari jadi Kuningan ke-519 mereka membuat sebuah lagu yang berjudul 'Kuningan Kenangan'. Sekarang ini mereka kembali membuat lagu bergenre Pop Sunda.

Diki Damamudin, Ketua sanggar ASIC mengaku tertarik untuk mengeksplorasi bakat seni yang dimiliki kawan-kawannya.

"Kita sering ngumpul dan kadang-kadang pada saat ngumpul tersebut ada saja teman yang asik dengan gadgetnya dan berkaraoke melalui aplikasi di smartphone, hal itulah yang membuat kita mencoba untuk membuat lagu sendiri," ujar Diki ketika ditemui di lokasi syuting video clip Janji Iyasa, di area persawahan Desa Ciwiru Kecamatan Pasawahan, Minggu (1/4/2018).

Komunitas Film yang telah memproduksi 7 film itu mengaku sebenarnya tidak begitu faham cara membuat lagu, namun karena keinginan yang kuat untuk berkarya akhirnya ada jalan.

"Saya ada Group WA yang di dalamnya beranggotakan para seniman Sunda, salah satunya Kang Endang Oghut (Pencipta Lagu-Lagu Sunda). Dari situ saya mulai mencoba menulis lirik lagu Sunda, saya konsultasikan ke para senior di group WA dan mereka pun mendukung. Akhirnya saya memberanikan diri untuk merealisasikan niat membuat lagu pop Sunda yang diberi judulJanji Iyasa," lanjutnya menjelaskan.

Sementara itu, Indra alias Ucup yang merupakan vokalis lagu Janji Iyasa menambahkan bahwasanya ASIC merupakan kepanjangan dari Anak Seni Ciwiru, sehingga aktivitas seni di dalamnya tidak melulu soal akting. dia pun hobinya berkaraoke sehingga bakatnya bisa tersalurkan oleh Sanggar ASIC.

"Ya senang rasanya bisa nyanyi dan bikin video clip, serasa jadi artis beneran," canda Ucup.

Sedangkan untuk vokalis perempuan dibawakan oleh Sinta. Beda halnya dengan Ucup, Diki menuturkan bahwa dirinya sering mendengar Sinta bernyanyi ketika bersantai sore hari di depan rumah. Kemudian, ia mengajak Sinta dan Ucup untuk rekaman di salah satu studio rekaman di Cirebon. Sedangkan untuk video clip mereka memilih untuk menggarap sendiri.

Terkait dengan cerita yang ada di dalam lagu Janji Iyasa, Diki menjelaskan bahwa dalam lagu itu menceritakan kisah
tentang Mojang-Jajaka yang tak bisa bersatu karena tidak adanya keseriusan dari salah satu pihak. Pasangan muda mudi yang gagal merajut kisah asmara tersebut akhirnya bertemu kembali di masa si mojang sudah bersuami dan memiliki anak, disanalah akhirnya kenangan mereka terbuka kembali.

Video clip Janji Iyasa Rencananya akan dirilis pada Selasa 3 April 2018 via media-media sosial. Mereka sangat mengharapkan dukungan dari netizen khusunya warga Kuningan untuk membantu menyebarkan karya mereka. Dengan dukungan tersebut akan menjadi semangat bagi kami untuk tetap eksis.

"Sebagai sebuah Komunitas Seni Kontemporer nirlaba yang masih banyak belajar, ASIC harus selalu melahirkan karya dalam kondisi apapun, tidak ada yang boleh menghalangi kita untuk berkarya, jangan dulu berbicara finansial, kita ini masih berada di wilayah kegiatan kreatif, belum saatnya masuk ke wilayah ekonomi kreatif," paparnya.

Sebagaimana diketahui khalayak, bahwa pada bulan April 2017 ASIC mulai menggarap sebuah film ET Pasawahan yang dibintangi Ega Noviantika. Namun sampai saat ini film tersebut belum tuntas dieksekusi. Ketika ditanya mengenai ihwal penyebab film tersebut belum jadi, Diki dengan santai menjelaskan bahwa tanggung jawab terbesar film tersebut ada di tangan Produser.

"Ya kalau hal itu kita berbaik sangka sajalah, mungkin beliau-beliau (produser.red) punya kebijakan tersendiri tentang Film ET Pasawahan, kita nggak bisa berbuat banyak dan kita nggak mau larut disitu, kita akan terus maju, We Are Unstoppable," pungkasnya. (AR27/Red)

Tewas Gantung Diri, Warga Desa Sukamaju Diduga Alami Depresi Berat

April 02, 2018 Add Comment
Photo: Polsek Cibingbin

Kuningan, (BK) - NS (30), seorang ibu rumah tangga ditemukan tak bernyawa dalam kondisi gantung diri di dalam dapur rumahnya di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Senin (02/04).

Korban pertama kali ditemukan oleh anak kadung korban, Seli Maida (12) pada pukul 12.30 WIB dalam kondisi tergantung diseutas kain batik berwarna kuning sepanjang 2,5 M yang diikatkan pada kayu kuda atas ruang dapur dengan simpul tali hidup.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Seli yang baru pulang sekolah segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat yang langsung melaporkan ke Polsek Cibingbin.

Pihak kepolisian menduga kuat korban mengalami depresi karena sering melamun. Hal tersebut diamnini oleh Ressa (35), tetangga korban yang menerangkan bahwa korban mengalami gangguan kejiwaan sejak satu tahun silam.

"Selama setahun ini sakit jiwa, sudah berobat kemana-mana tapi gak ada hasil. Ketika sadar memang sering bilang ada bisikan ghaib gitu," ungkap Ressa pada wartawan media online Berita Kuningan.

Pihak keluarga telah menyatakan menerima dengan ikhlas kematian korban dan menyatakan menolak untuk diotopsi. (Maysaroh/AR27/Red)

Tingkatkan Kompetensi, BKPRMI Selenggarakan Pelatihan Guru TPA

April 02, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Lembaga Pembinaan Dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (LPPTKA) DPD Badan Kordinasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kab. Kuningan menyelenggarakan “Pendidikan Pelatihan Kompetensi Guru TPA (P2KG) untuk guru-guru Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TPA)”, Ahad (01/04).

Pelatihan yang berlokasi di lantai 1 Masjid Agung Syi’arul Islam Kuningan tersebut diikuti oleh 210 peserta mulai pukul 08.30 s.d. 17.00 WIB dan dihadiri pula oleh Kabag Kesra Kab. Kuningan Toni Kusmanto, AP, M.Si.

Ketua pelaksana Andi Rusandi, S.E.Sy, Dirda LPPTKA memaparkan bahwa pelatihan ini diisi dengan berbagai materi mengenai pendidikan TPA guna meningkatkan kompetensi para guru.

“Pelatihan ini bertujuan memberikan wawasan teoritis kepada guru-guru TPA agar dapat meningkatkan kompetensinya dalam mengelola TPA. Diharapkan juga bisa memberikan wawasan praktis guru-guru TPA agar dapat mengelola secara lebih baik, ” terangnya.

Dalam pelatihan  tersebut diisi pula dengan dialog interaktif antara pemateri dengan peserta mengenai pengelolaan TPA.

Ustadz Wandi, salah satu pengajar dari TPA Al-Ashri yang berlokasi di Desa Kasturi menuturkan bahwa acara tersebut sangat menarik. Walaupun banyak ilmu yang didapat namun dikemas dengan sangat baik sehingga membuat peserta semangat menyerap materi hingga akhir acara.

“Sangat menarik. Pemateri juga sangat piawai dalam menyampaikan materinya dan ice breaking. Sehingga pada setiap sesi yang banyak membahas mengenai teori, tidak menyebabkan peserta mudah jenuh dan ngantuk,” ungkapnya.

Nulyaman, M.Pd.I. (Ketua Umum DPD BKPRMI) dalam sambutannya memaparkan isi dari Mars BKPRMI yang dijadikan salah satu pedoman dalam pergerakan BKPRMI : jadilah muwahid pemersatu ummat, jadilah mujahid pembela kebenaran, musyaddid muaddib, pelurus dan pendidik dan sebagai mujaddid pemelihara iman dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Dasar hukum dari pelatihan tersebut adalah : UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional" ungkap Insan.

Insan menuturkan bahwa BKPRMI memiliki peran dan tanggungjawab yang besar dalam peningkatan kualitas guru khususnya guru TPA, dengan melalui pendidikan dan latihan peningkatan kompetensi yang mengarah semakin meningkatkannya pengetahuan, keahlian/profesi dan kemampuannya. (AR27/Red)

DOS Q 28 Raih 5 Piala Sekaligus

April 01, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Perjuangan siswa SMK Muhammadiyah 2 Kuningan atau yang dikenal dengan DOS Q 28 membuahkan hasil yang membawa nama baik sekolah di bidang olahraga futsal. Hal itu terbukti usai menaklukkan tim futsal dari SMAN 3 Kuningan dalam turnamen SMA dan SMK Se-Wilayah III Cirebon di Gedung Olahraga Ewangga Kuningan Jawa Barat, Sabtu (31/03).

Pada turnamen futsal yang diselenggarakan Pendidikan Ekonomi
 Universitas Kuningan yang diikuti SMA Dan SMK dari wilayah III Cirebon tersebut DOS Q 28 berhasil meraih 5 piala.

Piala juara I, piala bergilir,
piala top skor diraih oleh Kiki yang mencetak 11 gol, piala best players yang diraih oleh Muhammad Mubarok, dan terakhir meraih piala best suporter hingga total keseluruhan meraih 5 piala.

Hasil tersebut diraih berkat perjuangan dan kekompakan tim dari babak penyisihan hingga babak final sebagaimana diungkapkan pelatih futsal SMK Muhammadiyah 2, Heri Panji Saputra.

“Kami sangat bangga dengan prestasi olahraga ini dan diharapkan kedepan bisa memotivasi kami untuk terus mengembangkan bakat dan skill tim futsal untuk mengukir prestasi ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan tingkat nasional,” ungkap Panji

Sementara, Khaerul Anwar M.Pd.I selaku Kepala Sekolah mengungkapkan, raihan prestasi ini tentunya berkat perjuangan keras dari rekan-rekan pelatih dan tentunya para siswa yang bemain luar biasa dan sponsor kita yaitu ULTRAS 28 dalam menampilkan performance terbaiknya. Bahkan hingga babak final tim futsal SMK Muhammadiyah 2 Kuningan berhasil menaklukkan tim futsal dari sekolah lainnya.

“Setiap latihan tim futsal DOS Q 28 terus menggenjot konsentrasi para pemain saat bertanding, strategi hingga kekompakan tim dan pada akhirnya semangat tersebut memperoleh keberhasilan yang sangat membanggakan, meskipun harus menguras tenaga dan otak hingga mengukir prestasi bidang olahraga,” ujar Khaerul.

Khaerul menjelaskan, keberhasilan meraih prestasi ini tentunya bisa memacu semangat tim futsal DOS Q 28 untuk tetap berlatih lebih secara rutin dan disiplin. Hal ini untuk meningkatkan daya serang dan sistem pertahanan tim futsal DOS Q 28, sehingga kedepannya lebih siap mengukir prestasi di turnemen atau kejuaraan futsal tingkat provinsi bahkan nasional.

“Turnamen futsal tingkat provinsi dan nasional merupakan sebuah kompetisi dengan persaingan cukup ketat, karena pastinya ada sejumlah tim futsal yang sangat terlatih, tapi Insya Allah kita bisa. Kita juga punya slogan "DOS Q KAHIJI" dengan harapan semoga terus lebih memacu prestasi," ujar Khaerul. (Nunu/AR27/Red)