Ahmad Syaikhu Ajak Anak-anak Pengungsi Desa Pinara untuk Muroja'ah

March 31, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Ahmad Syaikhu dalam kampanyenya di Kuningan mengunjungi para pengungsi korban bencana pergeseran tanah Desa Pinara, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan, Sabtu (31/03).

Syaikhu menyapa dan berdialog dengan para pengungsi yang berada di posko Kecamatan Ciniru, Aula PGRI dan Balai Desa Cijemit. Para pengungsi menyampaikan keinginan mereka untuk segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Dalam kesempatan tersebut, diluar dari rangkaian kampanye, ayah enam anak itu juga mengajak anak-anak pengungsi yang berada di posko Balai Desa Cijemit untuk mengulang hafalan Al Qur'an (Muroja'ah).

"Program spiritual dalam kondisi-kondisi seperti ini sebetulnya sangat perlu karena bukan hanya pada kondisi fisik mereka, semangat spiritual pun harus terjaga," ungkap Syaikhu kepada wartawan.

Untuk itu, Ustadz yang tahfidz Qur'an tersebut sengaja melakukan kegiatan muroja'ah bagi anak-anak korban bencana Desa Pinara sebagai motivasi untuk mereka agar terus selalu membaca Al-Qur'an.

"Anak-anak harus diedukasi untuk terus membaca Al-Qur'an dimanapun dan dalam kondisi apapun," ujar Putra dari pasangan K.H Ma’soem bin Aboelkhair dan Nafi’ah binti Thohir tersebut.

Selain memotivasi untuk terus membaca Al-Qur'an, kegiatan muroja'ah bersama tersebut sekaligus untuk memberi semangat baru agar mereka tidak merasa sendiri dalam menghadapi musibah.

"Dengan kebersamaan seperti ini mereka akan merasa ada orang lain yang siap memberikan bantuan, memberikan support dan do'a agar masalah mereka ini segera mendapatkan solusinya," pungkasnya. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Mentri Kesehatan: Cacing Itu Isinya Protein

March 30, 2018 Add Comment

Berita Kuningan - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis temuan 27 merk ikan makarel kaleng yang mengandung parasit cacing. 16 diantaranya adalah produk impor dan 11 lainnya adalah produk lokal.

Sementara itu, Mentri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Farid Moeloek sebagaimana dilansir Republika online mengatakan bahwa menurutnya ikan makarel dalam kemasan kaleng tidak dimakan secara mentah. Nila menambahkan bahwa cacing di dalam ikan makarel akan mati jika makarel dimasak terlebih dahulu.

"Cacing itu sebenarnya isinya protein, tapi saya kira kalau sudah dimasak kan  juga steril InsyaAllah," ujarnya.

Nila yang ditemui sesaaat sebelum memulai rapat dengan Komisi IX DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (29/03) tersebut mengungkapkan bahwa dirinya menyerahkan sepenuhnya pengawasan produk ikan makarel yang mengandung cacing ke BPOM.

Nila mengaku belum mendapat laporan dari masyarakat terkait dampak dari adanya parasit cacing dalam ikan makarel kemasan kaleng. (AR27/Red)

Kenaikan BBM, Salah Satu Sorotan Dalam Refleksi Milad 20 Tahun KAMMI

March 29, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Mahasiswa adalah agen perubahan dengan kemurnian perjuangan, salah satunya adalah sebagaimana yang diperlihatkan oleh kesatuan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

KAMMI lahir sebagai gerakan mahasiswa 98. Tepatnya pada tanggal 29 Maret 1998, bertepatan dengan momen dan segala keberhasilannya meruntuhkan kekuasaan rezim orde baru yang merupakan akibat dari akumulasi ketidak puasan dan kekecewaan politik yang telah bergejolak selama puluhan tahun dan akhirnya “meledak’'. 

Secara obyektif situasi pada saat itu sangat kondusif bagi gerakan mahasiswa yang berperan sebagai agen perubahan. Krisis legitimasi politik yang sudah diambang batas justru terjadi bersamaan dengan datangnya badai krisis moneter di berbagai sektor.

Di sisi lain secara subyektif, gerakan mahasiswa 1998 telah belajar banyak dari gerakan 1966 yang mengubah pola gerakan dari kekuatan ekslusif ke inklusif dan menjadi bagian dari kekuatan rakyat. 

KAMMI sebagai salah satu pergerakan mahasiswa 98 melalui perjuangannya telah memberikan sesuatu yang monumental bagi bangsa Indonesia untuk menciptakan tatanan kenegaraan yang lebih baik di masa depan.

20 tahun kelahiran KAMMI yang sama artinya dengan 20 tahun reformasi, ada satu hal yang harus diingat, reformasi total merupakan sebuah proses yang tidak sekali jadi, tetapi membutuhkan waktu dan political will yang sungguh-sungguh dari pemegang kekuasaan.

Karena itu, kontrol kritis dan tekanan politik dari mahasiswa harus tetap ada di masa sekarang dan akan datang sebagaimana diungkapkan Putri Nur Casanah, Ketua bidang perempuan PD KAMMI Kuningan.

"Saya sebagai kader KAMMI, berharap teman-teman mahasiswa dari berbagai OKP dan pergerakan khususnya pada teman-teman KAMMI, mari bersama-sama kita tetap kontrol pemerintah sesuai koridor yang ada," tegas Putri.

Dirinya berharap agar mahasiswa dapat mengawal harga BBM yang beberapa hari lalu kembali naik, kritisi melemahnya kinerja KPK, dan memberikan aspirasi pada kegaduhan politik yang ada, dan tetap kawal pula keberpihakan pemerintah pada kapitalis asing,  serta menyampaikan argumen konkrit sebagai solusi atas semakin terpuruknya ekonomi negara.

"Perlu diingatkan kembali, mari kita kontrol pemerintahan ini dengan tuntutan yang bisa diterima logika, bisa di nalar dan menghasilkan solusi konkrit. Saya yakin teman-teman aktivis kampus, memiliki kecakapan dan kafaah ilmu yang mumpuni sesuai dengan program studi yang sedang dipelajari. Kita tingkatkan kapasitas diri, dan mari menjadi pemuda yang siap menggantikan kursi-kursi parlemen di masa mendatang," lanjut Putri.

Putri menekankan bahwa Indonesia butuh pemuda yang mencintai dan tetap menjaga kemerdekaan negaranya. Maka 20 tahun KAMMI, sepenuhnya adalah Indonesia.  (Putri/AR27/Red)

Ulang Taun Anjeun

March 28, 2018 Add Comment


Ku D. Ipung Kusmawi
 
Geus dipapantes ti beurang mula. Dibungkus ku kertas kado meunang menta ti alo. Teu poho puisi Sapardi Djoko Damono “Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana” diguratkeun dina kertas surat warna pink. Geus kabayang manehna bakal ngangse kertas surat nu samemehna diparupusan minyak Marlboro nu geus dijiad ku Bah Aminta. Geus kabayang manehna bakal midangdam salilana. Dibaturan ku ki sobat kuring laju ka imahna. Motor ojeg sewaan geus dieusi bengsin nepi ka pulteng, taya kamelang mogok di jalan. Angin peuting, Bulan sapasi, jeung baranangna bentang maturan sapanjang jalan. Reg motor eureun teu jauh ti imahna. Tina pageur imahna katembong aya karamean di jerona. Kuring ngarenghap sakedapan. Suku ditenjragkeun tilu kali. Ngan teu kaburu jung. Pager imahna muka. Mobil sedan ngaguluyur ngaliwat. Katembong manehna jeung calon salakina.

Disdukcapil Kuningan Cetak e-KTP Warga Penderita Gangguan Jiwa

March 28, 2018 Add Comment


Kuningan, (BK) - Seluruh warga negara Indonesia berhak mendapatkan kartu identitas kependudukan, baik itu yang dalam keadaan sehat maupun yang mengalami gangguan kejiwaan. Untuk itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan melakukan perekaman pada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang yang terdaftar sebagai penduduk di Kabupaten Kuningan.

Asep Saepurohman (35 th), warga Desa Ancaran yang telah melakukan perekaman sebelumnya, kini telah menerima e-KTP berikut souvenir berupa mug yang diserahkan secara langsung oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Kuningan, Drs. Zulkifli, M.Si Rabu (28/03).

Dalam acara serah terima tersebut, Zulkifli menerangkan bahwa salah satu tujuan dibuatkannya e-KTP bagi para penderita gangguan jiwa adalah agar para ODGJ tersebut mendapatkan bantuan Jaminan Kesehatan dari pemerintah.

"Pada mereka yang termarjinalkan ini kita berikan kepedulian agar yang bersangkutan bisa didaftarkan menjadi anggota BPJS yang insyaallah dengan itu dapat melakukan pengobatan agar sembuh," ungkap Zulkifli.

Zulkifli menerangkan bahwa dokumen kependudukan tersebut  merupakan sarana untuk langkah selanjutnya agar mereka dapat bersosialisasi di masyarakat dan hidup mandiri kedepannya.

"Walaupun bagaimana mereka tetap seorang manusia, warga negara yang jangan sampai termarjinalkan, hidup sendiri yang membuat semakin sulit untuk sembuh. Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang harus berhubungan satu dengan yang lainnya," lanjut Zulkifli.

Pihaknya akan terus terjun ke lapangan bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Jaring Pengaman Ummat (JPU) untuk melakukan perekaman bagi para penderita gagguan jiwa di Kabupaten Kuningan yang belum mendapatkan dokumen kependudukan.

"Dimanapun diwilayah Kabupaten Kuningan akan kita kunjungi untuk melakukan proses perekaman dan segera mendapatkan dokumen kependudukan secara cuma-cuma," ujarnya.

Sementara itu Mamah (42), Kader Kesehatan Jiwa (Keswa) Desa Ancaran merasa sangat bersyukur dengan adanya program tersebut. Dengan adanya e-KTP bagi pasien dampingannya sehingga dapat mempermudah proses pengobatan.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Disdukcapil yang telah bersedia melakukan perekaman dan JPU yang telah memperhatikan dan membantu mengurus e-KTP untuk ODGJ di Desa Ancaran ke Disdukcapil. Semoga akan terus berkelanjutan untuk warga ODGJ yang belum melakukan perekaman," ungkap Mamah. (AR27/Red)


Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Dandim: Narkoba dan Krisis Moral Ancam Generasi Muda Bangsa

March 26, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kodim 0615/Kuningan melaksanakan giat upacara penutupan Lomba Ketangkasan tingkat SLTA dan SLTP dalam Rangka menyambut HUT Kodam III/SLW se-Wilayah III Cirebon yang bertempat di Makodim Makodim 0615/Kuningan, Ahad (25/03) pukul 16.00 s/d 16.30 WIB.

Baca juga: Kodim 0615/Kuningan Lestarikan Permainan Tradisional

Kegiatan tersebut dihadiri Para Perwira Staf dan Danramil jajaran Kodim 0615/Kuningan, para pembina dari sekolah masing-masing, serta para peserta lomba.

Pada penutupan tersebut, diselenggarakan lomba baris berbaris tingkat SLTP dengan peserta 11 tim dan SLTA 10 tim, Lomba Pionering tingkat SLTP 10 tim dan SLTA 15 tim, Lomba Navrat tingkat SLTP 9 tim dan SLTA 15 tim, Lomba Sandi Morse dan Simapore tingkat SLTP 10 tim dan SLTA 17 tim.

Dandim 0615/Kuningan, Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto S.Sos MM, memberikan hadiah berupa piala dan uang pembinaanaan kepada para juara.

Adapun Juara Umum Ketangkasan Komponen SLTP diraih oleh SMPN 14 Cirebon dan Juara Umum Ketangkasan Komponen SLTA diraih oleh SMKN 2 Kuningan.

Dalam sambutannya, Dandim menerangkan bahwa saat ini merupakan era yang penuh dengan ancaman dan gangguan pada bangsa dan negara, yang terbesar dan memiliki eksalasi penting adalah ancaman pada generasi muda.

"Pada dasarnya, kelak generasi muda lah yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, jika generasi muda sudah terkena ancaman maka bisa dipastikan untuk mengawali bangsa ini akan mengalami  gangguan dan hambatan," ungkap Daru.

Ancaman yang mengarah pada generasi muda salah satunya adalah Narkoba. Daru menegaskan bahwa apabila Narkoba ada dalam tubuh seseorang, jangankan memimpin orang lain memimpin diri sendiri pun tidak akan mampu.

Daru melanjutkan bahwa ancaman berikutnya yang tidak kalah berbahaya adalah krisis moral dan budi pekerti anak-anak bangsa.

"Apabila sudah masuk penyakit itu maka akan ada ditempat kita jiwa-jiwa individual, hedonisme, jiwa-jiwa yang tidak mengutamakan kepentingan umum, itu cikal bakal yang akan menghancurkan generasi selanjutnya," ujar Daru. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

BBM Pertalite Naik, Premium Semakin Langka

March 25, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Harga bahan bakar non subsidi jenis RON 90 Pertamina atau yang lebih dikenal dengan Pertalite naik Rp 200/liter mulai 24 Maret 2018. Harga Pertalite di Kabupaten Kuningan yang termasuk Wilayah Jawa Barat menjadi Rp 7.800/liter dari sebelumnya Rp 7.600/liter.

Sebelumnya, pada 19 Januari 2018 lalu harga BBM beroktan 90 tersebut naik Rp 100/liter dari Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.600/liter di Wilayah Jawa Barat. Mengutip dari situs resmi Pertamina berarti sejak awal tahun telah terjadi kenaikan mencapai Rp. 300/liter.

Sementara harga Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite belum mengalami perubahan setelah naik pada 24 Februari 2018 lalu. Di Wilayah  Jawa Barat, Pertamax tetap Rp 8.900/liter, Pertamina Dex Rp 10.000/liter, dan Dexlite Rp 8.100/liter.

Penentuan harga BBM telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014 Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Pertalite, Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex termasuk jenis BBM umum sehingga harganya ditentukan oleh Badan Usaha.

Yang diatur pemerintah hanya Jenis BBM Tertentu (Solar) dan BBM Khusus Penugasan (Premium). Harga Premium dan Solar tak berubah karena pemerintah sudah menetapkan tak ada kenaikan sampai 2019 sebagaimana diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014.

Sementara itu, hasil pantauan Berita Kuningan saat ini Premium sudah mulai langka di Kabupaten Kuningan. Ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang memang tidak menyediakan Premium, ada pula yang tadinya tersedia namun kini sudah tidak lagi menjual.

SPBU Rest Area Cirendang dan Oleced tidak menjual premium sejak lama. SPBU Cirendang dan SPBU Bandorasa yang awalnya menyediakan Premium kini sudah tidak ada lagi. Bahkan di beberapa SPBU di Kabupaten Kuningan tampak mesin pompa Premium yang sudah disegel dan tidak difungsikan. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Luar Biasa! Sayur Organik Bebas Pestisida dari Halaman Rumah

March 24, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Berkebun merupakan aktifitas positif yang melatih kesabaran, ketelitian dan juga menuntut kemauan untuk menjadikannya sebagai hobi yang bisa menghasilkan rupiah.

Tidak perlu lahan yang luas, halaman rumah pun bisa dijadikan media untuk berkebun. Salah satunya seperti Kebun Gizi Srikandi milik Tarsih (32) yang merupakan binaan Desa Berdaya Rumah Zakat Desa Cipondok, Kec. Cibingbin.

Kini, Tarsih sudah mulai mendapatkan hasil jerih payahnya selama ini. Tarsih tampak bahagia saat memanen berbagai sayuran yang tampak segar di Kebun Gizi Srikandi miliknya, Jum'at (23/03).

"Waktu baru tanam lagi itu, memang terasa lama sampe jadi begini, satu bulan lebih lah dari tanam, tapi setelah mulai panen disitu asyiknya, saya bisa sajikan menu sayuran yang fresh bagi keluarga" ungkap Tarsih.

Di kebun gizi yang dikelola Tarsih ini banyak berbagai aneka sayuran yang dapat disajikan untuk keluarganya.

"Yang saya tanam tuh, bayam, kangkung, sesin, lobak, singkong untuk dipetik daunnya, kelor, terong, cabai, tomat dan leunca, jadi bisa hemat anggaran dapur," tuturnya.

Memanfaatkan pekarangan rumah untuk menjadi kebun gizi merupakan sikap yang bijaksana. Selain untuk menghemat juga memberikan sayuran organik yang bebas pestisida sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.

"Saat ini kita kesulitan untuk mendapatkan sayuran organik, kalaupun ada harganya lumayan mahal. Untuk itulah kami dari Rumah Zakat membuat program Kebun Gizi Srikandi agar masyatakat dapat mengkonsumsi sayuran yang aman dan sehat," ungkap Maysaroh, pembina Desa Berdaya Rumah Zakat Desa Cipindok.

Diharapkan kedepannya semakin banyak warga Desa Cipindok yang menjadi binaan Desa Berdaya Rumah Zakat ikut membuat Kebun gizi Srikandi sehingga setiap keluarga bisa dapat memenuhi kebutuhan sayuran yang aman dan sehat. (AR27/Red)

Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Danramil 1503/Garawangi Himbau untuk Waspadai Penyebaran Berita Hoax Jelang Pilkada

March 24, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka persiapan Pilkada Serentak Tahun 2018, Muspika Sindangagung yang terdiri dari Unsur Koramil 1503/Garawangi, Polsek Garawangi dan Kecamatan Sindangagung menggelar Patroli bersama dengan titik kumpul Halaman Kantor Kec. Sindangagung Kab. Kuningan, Jumat (23/03)

Kegiatan Patroli diawali apel yang dipimpin oleh Danramil 1513/Garawangi Kapten Arm Sunarwi tersebut dihadiri Camat Sindangagung R. Imam Reapdiantoro, S.Sos., M.Si, Kapolsek Garawangi AKP Sunaryo, Kasi Trantib Kec. Sindangagung Imat Ruhimat, S.AP., M.Pd, Gabungan anggota Koramil 1513/Grw, Polsek Garawangi dan Anggota Pol PP Kec. Sindangagung.

Disampaikan Kapten Arm Sunarwi saat mengambil apel Kegiatan bahwa Patroli gabungan Muspika Kec. Sindangagung ini memiliki sasaran ke Desa-Desa guna mengontrol langsung masyarakat di wilayah tersebut.

"Tujuannya untuk menghimbau agar masyarakat tidak menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian dan isu sara terutama sekarang dalam tahap kampanye Pilkada serentak tahun 2018 supaya menjaga kamtibmas di wilayah Kec. Sindangagung," ungkapnya.

Ditambahkan Danramil, Dengan Apel Gabungan ini diharapkan selalu menjaga kekompakan dalam menjelang pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018, Pileg 2019 dan Pemilu 2019 sehingga dijadikan percontohan oleh Muspika Kecamatan lain di wilayah Kab. Kuningan.

"Antsipasi, pencegahan dini dan tukar informasi serta selalu berkoordinasi 3 pilar antara pihak Kecamatan Sindangagung, Koramil dan Polsek dalam bentuk menjaga kamtibmas terutama menjelang Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2018," lanjutnya

Patroli Gabungan akan dilaksanakan di wilayah Kec. Sindangagung meliputi Desa Kertawangunan, Babakanreuma, Dukuhlor, Taraju, Tirtawangunan, Kertayasa, Sindangagung, Kertaungaran, Kaduagung dan Kantor Panwaslu Kecamatan Sindangagung.

Kegiatan Patroli Gabungan singgah ke tiap kantor kepala desa dan Muspika mengingatkan agar balai desa dijaga atau dipiketkan dan himbauan kamtibmas terutama menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2018.

"Kepada Kepala Desa, perangkat desa dan masyarakat yang melaksanakan piket malam di balai desa agar selalu berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Polsek dan Koramil apabila menemukan orang yang mencurigai atau pelaku tindak pidana agar jangan sampai terjadi main hakim sendiri," tambahnya.

Dirinya pun mengajak  kepada masyarakatnya jangan sampai percaya adanya berita hoax/isu, isu sara dan ujaran kebencian yang berasal dari medsos terutama facebook dan WA tanyakan terlebih dahulu berita tersebut tentang kebenarannya ke pihak kepolisian atau koramil. (AR27/Red)


Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Merusak dan Membawa Senjata Tajam, ODGJ Diamankan Oleh Aparat Desa Babakanreuma

March 24, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Ikhsan (18) warga Desa Babakanreuma, Dusun Kliwon, RT. 04/RW.05 yang merupakan penderita gangguan jiwa atau biasa disebut Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), beberapa hari terakhir menunjuk perilaku yang meresahkan masyarakat.

Beberapa perbuatan yang meresahkan tersebut diantaranya merokok, BAB dan kencing sembarangan di dalam masjid desa, merusak pintu kaca masjid, meminjam sepeda tetangga tanpa pamit, hingga terakhir, Jumat (23/03) siang kemarin sempat membawa Senjata Tajam (Sajam) berupa kapak.

Beruntung kejadian tersebut segera diketahui Tohana (58), orang tua pasien. Pihak pemerintah desa yang memonitor perkembanga Ikhsan segera mengambil tindakan untuk mengamankan Ikhsan guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.

Pihak desa segera berkoordinasi dengan pihak keluarga dan Forum Jaring Pengaman Umat  (JPU) yang kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan untuk segera diambil tindakan.

Dipimpin Salim, Kepala Desa Babakanreuma, Uja Sujana, selaku KASIPEM/Kasatgas Linmas mengamankan Ikhsan dibantu Linmas/aparat dan warga setempat membantu petugas Puskesmas Sindangagung untuk membawa Iksan ke Puskesmas Sindangagung guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Puskesmas, H.Tauhid dibantu Meli Verniana Siska yang merupakan bidan Desa Babakanreuma dengan sigap melakukan penanganan dengan memberikan suntikan penenang. Pasien kemudian segera dibawa ke RS. Mitra Plumbon, Kab. Cirebon untuk mendapat rehab medis diantar menggunakan kendaraan oprasional  Puskesmas .

Kepala Desa Babakanreuma, Salim yang diwakili oleh Kasipem, Uja Sujana menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan  kerjasama dengan JPU yang berkordinasi dengan Dinkes Kabupaten Kuningan untuk mengurus ODGJ di desanya termasuk yang memiliki prilaku kekerasan seperti Iksan.

"Bagaimanapun juga mereka (Para ODGJ - Red), adalah manusia yang layak diperlakukan secara manusiawi. Untuk itu kami pihak desa sangat memperhatikan mereka karena memang membutuhkan perhatian lebih," ungkap Uja.

Untuk itulah pihaknya berusaha keras menghindari pasung karena bagaimanapun juga alasannya, melakukan pemasungan terhadap ODGJ merupakan tindakan yang melanggar Hak Azasi Manusia (HAM). (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Jawab Tantangan Dunia Industri Modern, SMKN 1 Luragung Selenggarakan Kelas Khusus

March 23, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dunia otomotif semakin berkembang pesat. Tekhnologi moderen menuntut Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten. Untuk menjawab tantangan tersebut, SMKN 1 Luragung mempersiapkan para siswa-siswi untuk menghadapi dunia industri dimasa yang akan datang, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan kelas khusus.

Khusus pada kompetensi keahlian Tekhnik Kendaraan Ringan (TKR) atau Otomotif, SMKN 1 Luragung telah melaksanakan penandatanganan kerjasama antara SMKN 1 Luragung dengan pihak Toyota Astra untuk menyelenggarakan kelas khusus Yayasan Toyota & Astra (YTA).

Pihak YTA yang diwakili oleh Mintarjo selaku ketua YTA dan Pihak SMKN 1 Luragung yang diwakili oleh Drs. Hedi Syahbudin Yamin. M.Si selaku kepala sekolah SMKN 1 Luragung melakukan penandatanganan kerjasama tersebut pada tanggal 02 Februari 2018.

Kelanjutan dari penandatanganan kerjasama tersebut, dilakukan penyusunan kurikulum industri yang menggabungkan antara kurikulum nasional dengan kurikulum industri pada tanggal 09-10 Maret 2018.

Kepala Sekolah SMKN 1 Luragung, Drs. Hedi Syahbudin Yamin. M. Si yang diwakili oleh Kepala Program TKR, Lili Herliana ST menyampaikan bahwa kelas khusus tersebut merupakan salah satu dari banyaknya inovasi yang telah dan akan dilakukan oleh SMKN 1 Luragung.

"Kompetensi Tekhnik Kendaraan Ringan (TKR) SMKN 1 Luragung akan selalu berinovasi untuk mengikuti kemajuan teknologi khususnya pada bidang otomotif," ungkap Lili pada wartawan portal online Berita Kuningan.

Selain itu, Lili pun memaparkan bahwa SMKN 1 Luragung pun telah resmi menjadi lembaga sertifikasi pihak pertama (LSP P1) dibawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sehingga dapat mensertifikasi para siswa dalam kompetensi yang dicapai.

Diharapkan dengan berbagai program yang dilaksanakan dapat mempersiapkan peserta didik untuk siap menghadapi dunia usaha dan mampu berwirausaha dengan tetap mengedepankan mental dan pribadi yang baik. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Saluran Air Mampet, Babinsa Segera Turun Tangan

March 23, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kegiatan Karya Bhakti merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan Kodim 0615/Kuningan untuk mensinergikan semua Komponen masyarakat, TNI dan Polri dalam rangka pencapaian Tugas Pokok TNI AD Khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan Pemerintah Daerah.

Untuk itu, Babinsa yang merupakan ujung tombak TNI yang harus berada ditengah-tengah masyarkat serta harus mampu berbaur dengan masyarkat Desa binaannya sehingga diharapkan dapat memecahkah permasalahan masyarakat yang sedang dihadapi, Selain itu Babinsa merupakan Garda terdepan Satuan Kewilayahan yang langsung berhubungan dengan masyarakat.

Seperti yang dilakukan Babinsa Desa Mandalajaya dari Koramil 1512/Lebakwangi Kodim 0615/Kuningan, Serda Suroso melaksanakan Karya Bhakti dengan melaksanakan perbaikan saluran air yang mampet  Desa Mandalajaya Kec. Lebakwangi  Kab. Kuningan, Jumat (23/3).

"Tujuan di dilakukannya Karya Bhakti ini, adalah untuk mewujudkan kondisi lingkungan yang Hijau, Bersih dan Sehat serta menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam berbangsa dan bernegara serta terwujudnya kemanunggalan TNI-rakyat," ungkap Sertu Suroso disela kegiatan.

Selain itu terselenggaranya kegiatan Karya Bakti pun bertujuan sebagai upaya satuan dalam meningkatkan soliditas dan solidaritas Satuan Jajaran Kodim 0615/Kuningan serta membangun budaya gotong royong ditengah masyarakat.

"Kegiatan ini tidak saja mampu menjadi wahana menumbuhkan kepedulian dan mempererat tali silaturrahmi di antara kita, tetapi juga perwujudan adanya kebersamaan, persatuan dan kesatuan di antara kita serta merupakan budaya bangsa Indonesia yaitu bergotong-royong dengan warga dalam rangka memelihara kebersihan lingkungan sekitar," pungkasnya. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Hanya Seribu Rupiah Bisa Membantu Sesama

March 23, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Membantu sesama tidak harus dalam jumlah besar. Hanya dengan seribu rupiah dapat membantu mereka yang membutuhkan, salah satunya melalui program Serbu Saktim.

Serbu Saktim merupakan kependekan dari Sedekah Sehari Seribu untuk Sakerta Timur. Serbu Saktim merupakan organisasi sedekah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan khususnya di Desa Sakerta Timur.

Serbu Saktim dibentuk dengan tujuan lebih memupuk lagi rasa kegotong royongan, kebersamaan dan saling berbagi empati di masyarakat Sakerta Timur sehingga diharapkan dengan adanya wadah sedekah ini masyarakat akan lebih tergugah dan termotivasi untuk saling berbagi dan peduli sesama di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Walaupun dengan nominal yang bisa dibilang recehan, namun jika dilakukan secara berjamaah  akan menghasilkan nominal yang besar sehingga kegunaaan dan manfaatnya dapat lebih besar, namun masyarakat tidak merasa terbebani melakukan sedekahnya.

Serbu Saktim di bentuk di Desa Sakerta Timur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan pada tanggal 17 Januari 2017 oleh Didi Setiadi sebagai pendiri. Meski terbilang baru, namun manfaatnya sudah mulai dirasakan oleh warga sekitar.

Pengurus dan Struktur Organisasi yang masih dalam pembenahan ini melibatkan Aparat Desa, Karang Taruna dan Remaja Mesjid Sakerta Timur.

"Kegiatan yang telah dan sedang dilakukan adalah sosialisasi dan edukasi masyarakat untuk lebih gemar saling bantu antar sesama yang salah satunya bisa dilakukan dengan sedekah sehari seribu rupiah," ungkap Didi.

Untuk menunjang dan melegalkan organisasi ini, Didi mengajukan pada pemerintah Desa Sakerta Timur untuk mendirikan Organisasi Serbu Saktim secara resmi agar mendapat kepercayaan.

"Alhamdulillah sudah dibuat SK oleh Kepala Desa dan kami sudah membuka rekening di BRI untuk pengumpulan dana sedekah tersebut pada tanggal 7 Maret 2017," lanjut Didi

Dana sedekah dari Serbu Saktim ini diperuntukan membantu proses medis warga dhuafa sakit, menyantuni anak yatim dan jompo, membayar tagihan listrik mushola serta dua madrasah diniah yang berada di Sakerta Timur, termasuk membantu memfasilitasi proses belajar mengajarnya. Membantu proses pembangunan tempat ibadah dan sarana kepentingan masyarakat.

"Namun, karena kami baru berdiri dan baru bergerak serta masih dalam proses pembenahan, belum banyak yang bisa dilakukan. Akan tetapi Alhamdulillah untuk kegiatan sosial perdana, kami telah membantu proses khitan yatim piatu, Pandi di RT. 13 RW. 02 Desa Sakerta Timur dengan besar santuan Rp. 500.000,-," ujar Didi.

Diharapan kedepannya Serbu Saktim bisa terus bergerak dengan amanah dan menjadi syiar sedekah serta pengetuk hati masyarakat untuk lebih peduli terhadap sesamanya. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Akibat Gesekan dengan Angkutan Online, Angkot Kuningan Mogok Masal

March 22, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Sekitar 100 unit Angkutan Kota (Angkot) di Kabupaten Kuningan melakukan aksi mogok masal di depan Pendopo Kuningan, Kamis (22/03). Hal tersebut merupakan akibat adanya gesekan antara supir angkot dengan angkutan online GRAB di Taman Kota Kuningan, Rabu (21/03) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sekitar pukul 10.15 WIB, supir angkutan umum melakukan audiensi dengan pihak terkait di Aula Eks Dispenda Kuningan. Dalam kegiatan audiensi tersebut hadir Kadis Perhubungan Kabupaten Kuningan Deni Hamdani, Kasat Intelkam Polres Kuningan AKP Iwan Rasiwan SH MH, Kapolsek Kuningan Kompol Kasiyana, KBO Sat Lantas yang diwakili Iptu Sutaria, wakil ketua ORGANDA Toto Krismardianto serta 20 orang perwakilan supir.

Para supir mengeluhkan sepinya penumpang sejak sebelum munculnya GRAB. Terlebih setelah adanya GRAB membuat mereka semakin lesu karena semakin mengurangi penghasilan, sebagaimana diungkapkan Oong, supir salah satu angkot di Kuningan.

"Keberadaan angkutan online mengurangi penghasilan kami, anak sekolah saja sudah naik GRAB padahal biasanya menjadi penumpang kami," ungkap Oong, mewakili supir lainnya.

Toto Krismadianto, Ketua Organda Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa pihaknya sejak awal menolak adanya rencana beroprasinya angkutan online di Kabupaten Kuningan karena Kabupaten Kuningan bukan kota besar yang membutuhkan angkutan online.

"Sejak adanya wacana akan adanya angkutan online di Kabupaten Kuningan, pihak Organda siap menolak. Tapi apa daya kami, kami bukan pemegang kebijakan. Hemat kami sebaiknya tidak usah ada angkutan online karena Kuningan kota kecil," ungkap Toto.

Deni Hamdani selaku kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuningan menyampaikan agar masalah tersebut dapat diselesaikan dengan kepala dingin sehingga bisa mendapatkan solusi untuk kebaikan bersama.

Deni memaparkan bahwa dalam Peraturan Mentri No. 08 Tahun 2017 yang mengatur tentang angkutan online, ada beberapa hal yang persyaratannya harus dipenuhi seperti kewajiban menggunakan plat nomor yang dikeluarkan Provinsi Jawa Barat, menggunakan stiker dan wajib mematuhi zona yang ditentukan saat mangkal.

"Kami dari Pemda harus melaksanakan peraturan yang ditetapkan Mentri Perhubungan. Kami pun harus menjaga keseimbangan antara angkutan online dengan angkutan umum sehingga tidak terjadi gesekan di lapangan," ungkap Deni.

Deni berjanji pihaknya akan membentuk Tim Gabungan dari unsur Dishub, Kepolisian dan TNI yang akan bertugas untuk mengawasi dan menertibkan angkutan online sehingga menghidari gesekan dengan angkutan umum. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Penampakan Kuntilanak di Kecamatan Maleber Jadi Tontonan Warga

March 21, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Warga Dusun Parakan Girang, Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan berbondong-bondong menyaksikan penampakan kuntilanak. Makhluk menyeramkan dengan daster putih yang berlumur darah dengan rambut terurai dan wajah pucat serta mata melotot itu menjadi tontonan warga.

Kejadian ini berlangsung saat proses pengambilan gambar film "Pamali" yang sedang digarap oleh siswa-siswi kelas X jurusan Multimedia SMK Auto Matsuda. Kuntilanak yang merupakan salah satu karakter dalam film yang bergenere horor tersebut adalah hasil make up karakter karya tim penata rias.

Jajat Sudrajat, Kepala Jurusan Paket Keahlian Multimedia SMK Auto Matsuda menerangkan bahwa film yang digarap pada pertengahan bulan Januari tersebut merupakan ide dan keinginan dari para siswa untuk berkarya. Dirinya mengakui bahwa anak didiknya sangat aktif dan inovatif dalam berkarya sehingga mendapat respon positif dari masyarakat.

"Banyak sekali hasil karya dari siswa-siswi Multimedia yang sudah di ekspos di media sosial dan mendapat respon yang cukup baik di masyarakat, salah satunya adalah film Pamali ini," ungkap Jajat pada wartawan portal online Berita Kuningan.

Respon yang sangat baik salah satunya dapat dilihat dari jumlah penonton di YouTube. Dalam waktu 3 hari diunggah langsung ditonton oleh ribuan penikmat YouTube. Namun, Jajat selalu mengingatkan pada anak didiknya untuk jangan mudah puas dan terus berusaha untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

"Berkarya, berkarya dan terus berkarya merupakan semboyan dari jurusan Multimedia SMK Auto Matsuda. Saya selalu menekankan pada para murid agar tidak puas dengan karya yang sudah ada, terus gali bakat dan potensi yang dimiliki," lanjut Jajat.

Siswa-siswi Multimedia SMK Auto Matsuda memang dipersiapkan untuk bersaing di dunia luar. Untuk tahun ajaran 2017/2018, siswa kelas X sudah langsung diperkenalkan dengan dunia videografi dan fotografi.

"Target kedepan setiap anak kelas X jurusan Multimedia sudah mengenal dan paham tekhnik videografi dan fotografi dengan tujuan agar ketika siswa sudah duduk dikelas XII sudah mahir dalam berkarya tanpa harus didampingi pembimbing," pungkas Jajat. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Sholat Subuh dan Dialog Subuh Berjammaah, Salah Satu Program Dudi-Udin Wujudkan Kuningan JUARA

March 20, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam acara Dialog Interaktif Visi dan Misi Keagamaan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kuningan Periode 2018-2023, yang diselenggarakan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, Pasangan calon nomor urut 2 memaparkan pencanangan program "Sholat Subuh dan Dialog Subuh Berjammaah, Kamis (15/03).

Dengan slogan Kuningan JUARA (Maju Agamis Sejahtera), pasangan H. Dudi Pamuji dan Udin Kusnaedi kedepannya akan mewujudkan Kabupaten Kuningan menjadi Kabupaten yang Maju, Agamis dan Sejahtera, salah satunya melalui sholat subuh dan dialog subuh berjammaah.

Dalam acara yang diselenggarakan di Gefung KNPI tersebut, H. Dudi Pamuji memaparkan bahwa apabila dirinya terpilih menjadi Bupati maka dengan adanya program sholat subuh dan dialog subuh berjammaah tersebut akan dapat menjadi sarana untuk berkomunikasi dengan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Kuningan JUARA.

"Kita akan langsung turun ke desa, akan langsung bertemu dengan masyarakat, mereka menyampaikan masalahnya agar kita mengetahui apa permasalahan di desa tersebut, jika dapat diselesaikan hari itu makan kita akan segera selesaikan hari itu juga lewat dialog subuh berjammaah," ungkap Dudi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Selain untuk mendapat nilai ibadah, program yang akan dilaksanakan setiap hari Jum'at tersebut juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara Bupati dan masyarakat.

"Dengan jadwal Bupati yang padat, akan sedikit sulit untuk bertemu dengan masyarakat, maka salah satu solusinya adalah dengan sholat shubuh dan dialog subuh berjammaah," ujar Dudi. (AR27/Red)

Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Kodim 0615/Kuningan Lestarikan Permainan Tradisional

March 19, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka melestarikan permainan tradisional, Kodim 0615/Kuningan mewajibkan peserta lomba lintas alam mengikuti lomba bakiak, engrang dan nyuhun dingkul saat singgah di Pos 4 yang bertempat di halaman Kantor Kepala Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Ahad (18/03)

Dengan diadakan permainan tradisional dalam kegiatan Lomba Lintas Alam yang dilepas langsung oleh Dandim 0615/Kuningan, Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto ini diharapkan dapat turut menumbuhkan kepedulian dan kecintaan terhadap permainan tradisional.

Dalam kegiatan tersebut tampak Hadir Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman SE MSi, Kasdim 0615/Kuningan Mayor Inf Riza Taufiq Hasan, para Pasi Jajaran Kodim 0615/Kuningan, para Danramil jajaran Kodim 0615 /Kuningan, serta para pendamping peserta Lomba Lintas Alam, dari masing-masing sekolahnya.

Dandim 0615/Kuningan menyampaikan, Kegiatan ini digelar sebagai bagian kegiatan komsos kreatif Kodim 0615/Kuningan dalam rangka pengkaderan generasi muda pecinta alam yang disiapkan untuk program kegiatan lanjutan dalam penjagaan ekosistem alam juga sekaligus menyambut HUT Kodam III/Slw.

Kegiatan diikuti peserta 76 Tim yang terdiri dari 52 tim tingkat SMA, dan 24 tim tingkat SMP, dan masing-masing tim 5 orang  dengan route dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Haurduni, jalan Veteran – Kuningan dan finish di TMP Samudera atau di objek wisata Balong Dalem Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana.

Selain permainan tradisional yang harus dikuasai, peserta juga harus bisa melaksanakan kegiatan out bond seperti lempar pisau, lempar kampak, titian satu tali, titian dua tali, jaring pendarat, lintas basah dan refling. (AR27/Red)


Ikuti Polling Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan periode 2018-2023 terfavorit. Geser kebawah dan pilih dikolom Polling.

Tersambar Petir, Petani Asal Desa Sindang Jawa Tewas

March 14, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Seorang petani di Desa Sindang Jawa tewas tersambar petir saat perjalanan pulang setelah beraktifitas di sawah, Rabu (14/03) sekitar pukul 16.00 WIB.

Wasnan (53) warga Dusun Dusun Dua RT. 06/04, Desa Sindang Jawa, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan sebelumnya sedang  menanam benih padi bersama istri dan seorang anaknya.

Menurut saksi Kasno (61), saat itu  setelah adzan Ashar hujan deras turun disertai petir yang cukup besar. Setelah sholat Ashar Kasno mendengar teriakan minta tolong. Setelah dihampiri ternyata teriakan tersebut berasal dari Cicih, istri korban yang sedang histeris disamping korban yang terbujur lemas dengan tangan terkulai.

Kasno langsung membawa korban menuju saung sawah, setelah itu muncul Wastam, warga Desa Ciangir yang segera membantu menggotong korban untuk dibawa ke tempat kediaman korban.

Korban dinyatakan tewas setelah diperiksa oleh bidan desa. Kasno menduga bahwa korban tewas akibat tersambar petir disekitar dada. "Sepertinya petir menyambar ke arah dada karena kaosnya robek disekitar dada," ungkap Kasno.

Korban yang meninggalkan seorang istri dan dua orang anak ini langsung diurus untuk pemakaman oleh aparat desa dibantu warga dan dimakamkan di TPU Desa Sindang Jawa pukul 18.30 WIB. (AB05/AR27/Red)

Ikuti polling Calon Bupati & Wakil Bupati terfaforit. Geser kebawah trus pilih Calon Bupati dan Wakil Bupati favotitmu.

Tak Hanya Membaca, di Kampung Literasi Anak-anak Dibekali Pelatihan Seni Budaya

March 11, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Selain membaca, di Kampung Literasi anak-anak diberi pelatihan seni dan budaya, salah satunya melalui program sarasehan seni budaya. Kegiatan sarasehan yang difokuskan pada pelatihan seni tari dan gamelan sunda tersebut merupakan rangkaian program Kampung Literasi Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh TBM Hipapelnis.

Acara yang di ikuti 50 peserta dari taman baca baik anak-anak maupun remaja tersebut menghadirkan Dini Sukmawati, pelatih seni tari Kuningan. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di saung Bale Pangwalung, Dusun Manis, Desa Kalimanggis Kulon, Ahad (11/03).

Sarasehan seni budaya ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan generasi muda untuk mencintai seni budaya Indonesia sebagaimana di ungkapakan H. Jaenal Mutakin S.Pd, yang merupakan Pendiri TBM Hipapelnis kepada wartawan portal online Berita Kuningan.

"Tujuan dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda untuk melestarikan seni budaya leluhur bangsa kita, salah satunya dengan melestarikan dasar seni tari dan belajar gamelan sunda," ungkap pria yang akrab disapa Kang Zeze ini.

Sedikit informasi, Kampung Literasi adalah kampung dimana warga dan masyarakatnya sangat antusias untuk terus belajar dengan 6 literasi dasar yang sangat dibutuhkan dalam hidup. Tidak hanya gemar membaca, masyarakat pun melakukan pembelajaran sepanjang hayat dalam berbagai bidang.

"Dengan adanya kampung literasi di TBM Hipapelnis Kuningan diharapkan bisa menjadi alternatif lain wisata edukasi bagi masyarakat dan menanamkan pendidikan karakter kepada generasi muda untuk memelihara seni dan budaya warisan leluhur," ujar Zeze. (AR27/Red)

Komunitas Lancer DanGan Indonesia Peduli Korban Bencana

March 10, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Lancer DanGan Indonesia (LDGI) merupakan sebuah komunitas pemilik dan pencinta Mitsubishi khususnya DanGan. Komunitas yang dibentuk untuk mempererat silaturahmi ini pun tak hanya menjalin solidaritas sesama anggota tetapi juga diluar komunitas, salah satunya dengan pemberian bantuan terhadap korban bencana yang terjadi di berbagai daerah akhir-akhir ini termasuk di Kabupaten Kuningan.

LDGI chapter Kuningan yang diwakili oleh Nana Juana dan Ricky Budianto memberikan bantuan kepada saudara-saudara yang tertimpa musibah akibat bencana alam di Kabupaten Kuningan melalui Jaring Pengaman Umat (JPU) berupa pakaian layak pakai dan uang tunai untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, Sabtu (10/03).

Bantuan yang diserahkan pada Sekertaris JPU, Amar Thohir di Kantor Sekertariat JPU yang beralamat di Jalan Moch. Toha, Desa Kedungarum, Kec/Kab. Kuningan tersebut merupakan wujud solidaritas LDGI terhadap saudara-saudara yang menjadi korban bencana sebagaimana disampaikan Nana.

"Pemberian bantuan merupakan wujud solidaritas dan kepedulian LDGI terhadap mereka yang menjadi korban bencana," ungkap Nana pada wartawan portal online Berita Kuningan.

Tak hanya di Kabupaten Kuningan, LDGI yang tersebar di seluruh Indonesia dan terbagi kedalam chapter-chapter tiap wilayah pun memberikan bantuan untuk daerah lain yang mengalami musibah bencana alam.

"Kita bagi-bagi bantuan bencana untuk wilayah Jawa Tengah, Cirebon dan lain-lain yang dikoordinir oleh masing-masing chapter sesuai wilayahnya," lanjut Nana.

Untuk pendistribusian melalui JPU, Nana menerangkan bahwa para donatur telah sepakat karena kesibukan para anggota serta medan yang sulit dan agar pendistribusian bantuan merata dan tidak menumpuk disatu titik.

"Kami sepakat menitipkan bantuan pada JPU karena saya sudah sering mendengar dan melihat kinerja JPU. Selain itu, rata-rata lokasi bencana memiliki medan yang terjal dan berbatu sehingga sulit dijangkau oleh mobil kita, apalagi yang sudah dimodifikasi ceper," pungkas Nana. (AR27/Red)

Guna Berikan Rasa Aman Pada Ulama, Danramil 1515/Cigugur Jalin Silaturahmi

March 09, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Banyaknya kasus penyerangan dan penganiayaan ulama serta tokoh agama di berbagai daerah membuat masyarakat resah termasuk di Kabupaten Kuningan. Oleh karena itu, untuk memberikan rasa aman kepada para ulama dan tokoh agama, Komandan Koramil 1515/Cigugur Kodim 0615/Kuningan Kapten Arh Dulkadir, SH MH MSc melaksanakan silaturahmi dengan para tokoh agama dan masyarakat Desa Cisantana, Jum'at (9/3).

Kegiatan silaturahmi di Masjid "Nurul Hidayah" Blok Palutungan Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan tersebut dilaksanakan setelah sholat Jum’at dan dihadiri oleh tokoh agama dan ulama serta masyarakat yang berjumlah sekitar 50 orang. Selain itu hadir pula Babinsa Desa Cisantana, Serka Sumirat dan Babinkamtibmas Polsek Cigugur.

Kapten Arh Dulkadir, SH MH MSc merasa sangat bersyukur karena sampai saat ini di Kabupaten Kuningan khususnya di Desa Cisantana dan Kecamatan Cigugur tidak terjadi penganiayaan atau teror terhadap para ulama.  Kondisi wilayah dalam keadaan kondusif sehingga masyarakat terutama ulama dan tokoh masyarakat diharapkan agar tidak resah.

Selain mempererat jalinan silaturahmi dan memberi rasa aman, kegiatan ini pun bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan membangun komunikasi antara Prajurit TNI yang bertugas agar   terbangun kebersamaan, saling membantu dan saling mengisi. Sehingga akan memperkokoh persatuan dan kesatuan diantara anak bangsa.

"Dengan pertemuan ini, diharapkan silahturahmi terus terjalin lebih baik.Tidak sekedar mengenal satu dengan yang lainnya,  tetapi juga untuk saling tukar informasi, menyamakan Visi dan presepsi tentang berbagai persoalan yang dihadapi, baik dalam konteks kehidupan kebangsaan maupun masalah pembinaan kewilayahan yang menjadi tugas pokok Korem 063/SGJ," ungkap Komandan Koramil 1515/Cigugur dalam sambutannya. (AR27/Red)

Harumkan Kabupaten Kuningan, Ammar Chania Raih Juara 1 Lomba Cerita Inspiratif Tingkat Nasional

March 09, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Ammar Chania merupakan mahasiswa semester enam (6) dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Ekonomi (PE) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) berhasil meraih prestasi juara pertama untuk kategori lomba cerita inspiratif dalam ajang “Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara 2018”.

Ammar dinobatkan menjadi juara pertama untuk kategori lomba cerita inspiratif dalam ajang Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara 2018 tersebut, berlangsung di Universitas Bangka Belitung Pangkal Pinang Babel, Jum’at (09/03).

Dalam kategori ini, Ammar dengan judul “Jangan Tangguhkan Mimpiku” itu, berhasil menyisihkan peserta lainnya yang berasal dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Ammar di posisi pertama, kedua diraih oleh Dinni Ramayani dari Universitas Negeri Padang, posisi ketiga diraih Riko Hermanto dari Universitas Negeri Semarang dan di posisi keempat diraih oleh Nadia Nur Rahmadani dari IPB.

Kemenangan ini, melengkapi catatan prestasi yang pernah diraih sebelumnya oleh Ammar Chania. Sebelumnya, Ammar pernah dinobatkan sebagai “Duta Gemari Baca” dan Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Bidikmisi Jawa Barat dan Banten tahun 2016.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh civitas akademika Uniku, teman-teman, sahabat, keluarga terutama orang tua Ammar dan pak guru atas doa, bimbingan dan dukungannya. Alhamdulillah, Ammar walaupun berasal dari kampung dan berkuliah di kota kecil bukan kota besar, tetapi Ammar bisa membuktikannya dengan menunjukan sebuah prestasi yang sangat membanggakan,” kata Ammar Chania yang merupakan alumni dari SMAN 1 Ciniru saat dimintai keterangannya via telepon.

Ammar yang menceritakan perjalanan hidupnya yang memiliki cita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi walaupun keadaan ekonominya tidak mencukupi atau kurang, tetapi berkat keinginan, tekad yang kuat, usaha dan doa keinginan itu bisa terwujud dan terlaksana berkat beasiswa bidikmisi.

“Semoga bisa memberikan inspirasi bagi masyarakat khususnya adik-adik yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Selama ada tekad, keinginan, usaha dan doa, Insya Allah akan ada jalan terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Kuningan (Uniku) Dr. Dikdik Harjadi, SE., M.Si., mengungkapkan, dirinya mengapresiasi dan bangga atas raihan prestasi yang diraih oleh salah satu mahasiswa Uniku yang bernama Ammar Chania, berhasil meraih juara pertama lomba cerita inspiratif pada ajang “Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara 2018” yang bertempat di Universitas Bangka Belitung Pangkal Pinang Babel.

“Alhamdulillah, kembali mahasiswa kita berhasil mengharumkan nama Uniku di level nasional. Ini pencapaian yang sangat luar biasa sekali, patut kita syukuri bersama. Walaupun kita ada di daerah, tetapi memiliki kualitas yang hampir sama dengan mahasiswa yang kuliah di kota-kota besar,” ujarnya.

Dikdik berharap, dengan diraihnya prestasi oleh saudara Ammar ini, diharapkan dapat memberikan suntikan atau dorongan mahasiswa dan mahasiswi Uniku lainnya untuk kembali berprestasi, baik itu di bidang akademik maupun non akademik.

“Semoga, kedepannya akan terus lahir bibit Ammar-Ammar lainnya dari Uniku yang kembali mengharumkan nama baik mahasiswanya itu sendiri, keluarganya, lembaganya, bangsa dan Negaranya. Mohon doa restunya juga dari masyarakat Kabupaten Kuningan, Uniku yang akan menghadapi akreditasi institusi pada bulan ini, mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan harapan kita bersama. Amien Ya Rabb,” harapnya. (Asep/AR27/Red)

Cegah Penularan Hepatitis B pada Anggota dan Keluarga, Kodim 0615/Kuningan Lakukan Vaksinasi

March 09, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kondisi kesahatan sangat perlu apalagi kesehatan seorang Prajurit dan PNS dengan tuntutan tugas yang sangat padat. Hal tersebut membuat seorang Prajurit dan PNS harus sehat dan kuat. Selain dengan adanya penyuluhan kesehatan bagi mereka, harus dilaksanakan juga pemberian Vaksinasi Hepatitis B, seperti yang dilaksanakan oleh Kodim 0615/Kuningan yang bekerjasama dengan Denkesyah 03.04.03 Cirebon.

Pelaksanaan pemberian vaksinasi hepatitis B bagi anggota Kodim 0615/Kuningan diikuti 67 orang yang dilaksanakan di Gedung Mashud Wisnu Saputra Kodim 0615/Kuningan Jl. RE Martadinata No.97, Ciporang, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan, Kamis (8/3).

Kegiatan Vaksinasi Hepatitis B dilaksanakan dengan 3 tahap, tahap pertama bulan Maret, tahap 2 bulan April dan tahap ke 3 bulan Juni 2018.

"Kodim berkerjasama dengan Denkesyah 03.04.03 Cirebon untuk melaksanakan Vaksinasi Hepatitis B dengan tiga tahap, tahap pertama sekarang dikuti 67 orang dan tahap kedua dilaksanakan pada bulan April serta tahap ke tiga pada bulan Juni," ungkap Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Inf Letkol Daru Cahyadi Soeprapto S.Sos MM melalui Perwira Seksi personel Kodim 0615/Kuningan Kapten Inf Nandang Hendarsyah

Hepatitis B adalah infeksi serius pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B bisa menyebabkan kondisi akut dan kronis pada pasien. Jika sudah memasuki level kronis, penyakit ini bisa membahayakan nyawa penderitanya.

Hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Penularan hepatitis B dapat melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain penderita.

Faktor geografis juga memiliki peran yang cukup penting dalam penularan hepatitis B.  Wilayah dengan jumlah kasus hepatitis B tertinggi di antaranya adalah Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Tengah, Afrika sub-Sahara, Eropa Timur, dan Eropa Selatan.

Dengan pertimbangan tersebut maka kegiatan ini dilaksanakan guna mengantisipasi atau mencegah terjadinya penularan penyakit Hepatitis B di lingkungan anggota Kodim 0615/Kuningan dan keluarga. (Cartas/AR27/Red)

Sulitnya Medan Menuju Desa Situ Gede Tak Menghalangi Tim RSU El Syifa Bantu Pengungsi

March 05, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Bencana tanah longsor dan pergeseran tanah menimpa Desa Situ Gede, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan yang menyebabkan warga di 2 dusun yakni Dusun Hujungan dan Dusun Gawangsa mengungsi. Kejadian berlangsung dua kali yakni pada hari Ahad (03/03) sekitar pukul 18.30 WIB dan Senin (04/04) sekitar Pukul 04.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut menyebabkan banyak rumah mengalami retak sehingga warga yang berjumlah 83 Kepala keluarga (KK) dari kedua dusun tersebut harus diungsikan. 53 KK ditampung di Balai Desa Situ Gede dan 30 KK ditampung disebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Dusun Gawangsa.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, namun banyak warga pengungsi mengalami masalah kesehatan. Akses jalan yang sulit membuat para petugas medis kesulitan untuk menjangkau daerah tersebut.

Namun, jalan yang terjal dan berbatu tidak menjadi halangan untuk tim Bakti Sosial (Baksos) Rumah Sakit Umum (RSU) El Syifa untuk membantu memberikan bantuan pengobatan gratis kepada warga yang sangat membutuhkan, Senin (04/03).

Tim Baksos yang dipimpin langsung oleh Owner RSU El Syifa, dr. Hj. Elly Wijaya Nursyam SpPD, MH.Kes, MM, FINASIM tersebut dibantu menggunakan kendaraan oprasional Polsek Subang untuk menuju lokasi karena sulit dijangkau oleh mobil minibus dan pengemudi yang belum terbiasa dengan medan tersebut.

"Awalnya kita ada dua pilihan antara Desa Cimara (Kec. Cibingbin -Red) dengan Desa Situ Gede. Dua-duanya memiliki medan yang cukup sulit, karena kita sudah pernah ke wilayah timur yaitu Cibingbin, kita memutuskan untuk ke Situ Gede karena menurut informasi kekurangan mendapat bantuan medis," ungkap dr. Elly.

Meski perjalanan cukup menegangkan, namun dirinya beserta tim merasa puas. Selain dapat membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sekaligus dapat menikmati kindahan alam sekaligus keseruan selama perjalanan menuju lokasi.

"Perjalanan menegangkan, tapi pasrah saja berharap semoga tidak terjadi apa-apa. Alhamdulillah seru juga, terutama menurut mereka yang duduk diatas beras dibelakang mobil bak pengangkut logistik," lanjutnya.

Kegiatan pengobatan gratis tersebut dirasa sangat membantu dan bermanfaat bagi warga pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan sebagaimana disampaikan oleh Ahmari, Kepala Desa Situ Gede.

"Alhamdulillah saya merasa bangga dan berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu termasuk dari Rumah Sakit El syifa, kami sangat merasa terbantu," ungkap Ahmari.

Kegiatan pengobatan gratis sudah sering dilakukan RSU El Syifa sebelumnya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Tim Baksos RSU El Syifa kedepannya akan terus membantu masyarakat yang membutuhkan dengan kegiatan Baksos diwaktu-waktu tertentu, tidak hanya saat terjadi bencana. (AR27/Red)