Diterjang Bencana, Kabupaten Kuningan Butuh Sentra Informasi Penerimaan dan Penyaluran Bantuan

February 26, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Akhir-akhir ini berbagai bencana menimpa Kabupaten Kuningan baik di wilayah Kuningan Timur maupun Kuningan Barat. Banyak pihak-pihak yang hatinya tergerak untuk menyalurkan bantuan bagi para korban bencana, sebagaimana yang disampaikan Ir. H. Dodi Nurochmatuddin, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Dengan ujian seperti sekarang ini merupakan ujian yang sangat berat sekali bagi masyarakat Kabupaten Kuningan, bagi pemerintah dan semua masyarakat. Tetapi kalau saya melihat respon dari masyarakat, komunitas, tetangga daerah dan lain sebagainya banyak yang merespon positif terhadap kondisi sekarang ini," ungkap Dodi.

Sementara ini terlihat belum ada sentra informasi yang fokus untuk menangani penyaluran bantuan sehingga masih banyak pihak yang masih merasa kebingungan mencari informasi kemana dan kepada siapa harus menyampaikan bantuan. Banyak pihak yang merasa khawatir terjadinya penumpukan bantuan di salah satu titik yang terdampak bencana, sementara di tempat lainnya sangat membutuhkan bantuan namun belum tersentuh.

Dodi menuturkan bahwa dalam rapat koordinasi yang akan dilaksanakan pada hari Senin (26/02), dirinya akan menyampaikan saran untuk membuat Sentra Informasi Penanganan Bencana, Penerimaan dan Penyaluran Bantuan Kabupaten Kuningan di lokasi yang strategis sehingga para pihak peduli dapat dengan mudah mengalokasikan bantuan dengan tepat sasaran dan tepat guna.

"Diharapkan dengan adanya pusat informasi penyaluran bantuan pihak-pihak yang akan menyalurkan bantuan dapat tepat sasaran dan tepat guna," lanjutnya.

Untuk pemilihan lokasi sendiri diharapkan tempat yang strategis dengan sistem informasi dapat diakses secara online untuk mempermudah mendapatkan informasi penyaluran bantuan.

Untuk saat ini, terkait informasi tetang bencana bisa didapat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), namun untuk informasi penyaluran bantuan secara khusus dirinya menduga belum ada yang fokus secara khusus mendata bantuan yang tersalurkan untuk tingkat kabupaten.

"Kalau untuk info penyaluran bantuan yang straregis, tepat sasaran dan tepat guna sepertinya di BPBD belum ada, kalau pun ada berarti harus ada sosialisasi agar masyarakat dapat mengetahui," pungkasnya. (AR27/Red)

IKASMA "79" Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Desa Bunder

February 25, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kabupaten Kuningan saat ini tengah berduka. Hal tersebut dikarenakan berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan terlanda bencana mulai dari tanah longsor, banjir hingga pergerakan tanah. Banyak pihak yang berempati dan peduli salah satunya adalah IKASMA "79" (Ikatan Alumni SMA Kuningan) angkatan tahun 1979 (Saat ini SMAN 1- Red).

Ikatan Alumni yang diketuai oleh Herdy Pratesya tersebut berinisiatif untuk menyalurkan bantuan bagi warga Desa Bunder, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Ahad (25/02).

Desa Bunder mengalami musibah banjir akibat meluapnya sungai Cisanggarung dan menyebabkan terendamnya 60 rumah warga, sarana ibadah, 10 hektar lahan pertanian, kerusakan kandang ternak bahkan banyak warga yang kehilangan ternak. Kondisi tersebut tentu sangat mebutuhkan bantuan karena belum banyak mendapat perhatian, hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua IKASMA,
 Ir.H.Dodi Nurochmatuddin, MP.

"Saat ini kita akan mendistribusikan bantuan ke Desa Bunder karena masih kurang mendapat perhatian pada korban luapan air dari Sungai Cisanggarung," ungkap Dodi pada wartawan portal online Berita Kuningan.

Dodi menuturkan bahwa bantuan ditampung dari para alumni baik yang ada di Kabupaten Kuningan maupun yang sedang berada di Jakarta, Bandung dan kota-kota lain sebagai wujud kepedulian terhadap daerahnya. Adapun bantuan yang diberikan berupa 60 buah kasur, 60 helai selimut dan 5 dus pakaian layak pakai.

Tidak hanya saat ini, IKASMA "79" akan terus menggalang bantuan dari para alumni karena saat ini banyak wilayah di Kabupaten Kuningan yang terkena bencana sehingga masih terus membutuhkan bantuan.

"Kedepannya InsyaAllah sudah kita persiapkan lagi untuk tahap kedua. Kemungkinan seminggu kedepan. Saat ini kita masih mengumpulkan dana yang nanti akan dibelikan barang sesuai yang dibutuhkan," pungkasnya. (AR27/Red)

Dandim 0615/Kuningan Kerahkan Pasukan untuk Bantu Warga Korban Bencana

February 24, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dandim 0615/Kuningan, Letkol Inf Daru Cahyadi Soeprapto, S.sos,.MM mengerahkan anggotanya untuk membantu warga Desa Citenjo dan Kawungsari membersihkan lumpur dan sampah yang masuk ke pemukiman warga selain itu untuk membantu evakuasi warga yang terkena dampak banjir, Jum'at (23/02).

"Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) Kodim 0615/Kuningan sudah bekerja keras dalam Penanggulangan Bencana ini, saya pun memerintahkan seluruh jajaran Kodim 0615/Kuningan untuk terus bersiaga dan terus upayakan untuk berkoordisansi dengan pihak terkait diantaranya Polri , BPBD dan lainnya," ungkap Daru.

Hal tersebut disampaikan saat dirinya bersama PLT Bupati Kuningan Dede Sembada, Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman, S.E,.MSi dan Waka Polres Kuningan Kompol Nanang Suhendar, S.H meninjau lokasi bencana banjir Desa Citenjo Kecamatan Cibingbin dan Desa Kawungsari Kecamatan Cibeureum.

Selanjutnya Daru menuturkan bahwa TNI merupakan kekuatan inti atau kekuatan utama dalam membangun dan mengembangkan sistem pertahanan nasional untuk mewujudkan stabilitas nasional. 

"Dihadapkan dengan perannya TNI juga bertugas untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi di daerah sebagaimana yang diatur dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 24 tahun 2007 tanggal 26 April 2007," tegasnya disela kegiatan. (AR27/Red)

Info Waspada Waduk Darma Jebol Ternyata Cuma Hoax

February 23, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Belakangan ini beredar rekaman audio melalui Media Sosial (Medsos) tentang bendungan Waduk Darma yang akan jebol. Dalam rekaman yang belum diketahui sumbernya tersebut mengungkapkan bahwa beberapa kecamatan di Kabupaten Kuningan akan menerima dampak dari jebolnya bendungan Waduk Darma.

Dalam rekaman berdurasi 48 detik tersebut disebutkan beberapa kecamatan yang akan merasakan akibat dari jebolnya bendungan Waduk Darma diantaranya adalah Kecamatan Nusaherang, Kecamatan Kadugede, Kecamatan Garawangi, Kecamatan Maleber dan Kecamatan Luragung bagian selatan yang dilewati aliran sungai Cisanggarung.

Akibat beredarnya rekaman tersebut tentu membuat masyarakat Kuningan menjadi resah. Tak hanya warga yang berada di Kabupaten Kuningan, para perantau yang sedang mengadu nasib di Jakarta dan kota-kota besar lainnya pun turut menjadi resah.

Ketua Karangtaruna Desa Darma, Andi Rahmat, S.Pd menuturkan bahwa berita yang beredar melalui rekaman audio tersebut tidaklah benar atau hoax.

"Kondisi Waduk Darma sampai detik ini debit airnya dalam keadaan normal dan kondisi aman-aman saja," ungkap Andi pada wartawan portal online Berita Kuningan, Sabtu (24/02).

Andi menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyerap informasi. Dengan banyak beredarnya berita hoax yang menyesatkan dapat menimbulkan keresahan ditengah masyarakat Kabupaten Kuningan yang sedang banyak dilanda bencana diberbagai wilayah. (AR27/Red)

27 Rumah di Desa Gunungmanik Terancam Longsor, Seluruh Penghuni Dievakuasi

February 23, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Setelah diterjang hujan selama tiga hari berturut-turut, beberapa titik di Desa Gunungmanik, Kecamatan Ciniru, Kabupaten Kuningan mengalami bencana longsor. Akibat kejadian tersebut akses jalan terputus dan 27 rumah terancam longsor sehingga penghuni dievakuasi karena dikhawatirkan akan terkena dampak longsor, Kamis malam (22/02).

Sekitar 10 titik akses jalan terdampak longsor, yang terparah adalah jalan desa yang menghubungkan Desa Gunungmanik dengan Desa Cijemit putus total sehingga tidak dapat dilalui. Para siswa yang sekolahnya melalui jalur tersebut terpaksa harus diliburkan. Selain itu, akibat robohnya beberapa tiang listrik menyebabkan pemadaman listrik.

Untuk pemukiman, dari 27 rumah yang terancam longsor mengalami keretakan hingga panjang sekitar 30 cm, untuk itu pemerintah Desa mengevakuasi para penghuni rumah tersebut ke tempat saudara mereka agar lebih aman. 27 rumah tersebut terdiri dari  4 blok yaitu, blok Cimahi 17 rumah, blok Jatirasa 4 rumah, blok Desa 1 rumah dan blok Ciraharja 5 rumah.

Kepala Desa Gunungmanik, Nuryadin, M.Pd menuturkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. "Alhamdulillah semua selamat,  hanya kerugian materi diantaranya sawah dengan padi yang sudah menguning tertimbun longsor dengan total luas sekitar 4 hektar," ungkapnya.

Untuk membuka akses jalan desa yang terputus, pemerintah desa dan masyarakat dibantu pihak-pihak terkait bergotongroyong membuka akses jalan  agar segera dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.

"Karena anak sekolah harus berangkat sekolah dan juga keperluan lainnya maka jalan yang terkena longsor segera ditangani, roda dua sudah bisa lewat tapi belum bisa dilewati roda empat," pungkasnya. (Opik/AR27/Red)

Menakjubkan! Inilah Lukisan -lukisan Hasil Karya Obar

February 22, 2018 Add Comment

  1. Meski lahir dengan segala keterbatasan, Obar tetap memiliki semangat hidup dan menyalurkan kelebihan yang Allah berikan berupa bakat melukis. Obar tekun untuk berlatih melukis secara otodidak namun bisa menghasilkan gambar yang menakjubkan.



Inilah goresan-goresan pinsil dan crayon hasil karya Obar:

1. Pemandangan Pantai Malam


Lukisan suasana malam ditepi pantai ini merupakan lukisan favorit Obar.


Banjir Melanda Kecamatan Cibingbin, Puluhan Kambing Hilang Terseret Arus

February 20, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Hujan deras menerjang wilayah kecamatan Cibingbin membuat sungai Cijangkelok kembali meluap. Tanggul Penahan Tebing (TPT) Desa Sukaharja tak mampu menahan derasnya air sungai sehingga jebol menyebabkan Beberapa desa terendam banjir setinggi 1 meter. Desa yang terendam banjir diantaranya adalah Desa Cibingbin dan Desa Sukaharja dan Desa Citenjo.

Menurut keterangan Aris Boby (32), salah satu warga Desa Sukaharja mengutarakan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu dirinya bersama beberapa pemuda memukul kentongan sebagai peringatan kepada warga akan datangnya banjir dan agar warga segera mengungsi ke tempat yang aman.

"Warga Dusun 1 RT/RW 01/01 kami beri peringatan karena bannjir datang, untuk itu mereka segera mengungsi ke pemukiman penduduk di sebelah timur karena posisi lebih tinggi," ungkap Aris kepada Wartawan Berita Kuningan.

Walau tidak separah banjir tahun lalu, Aris mengungkapkan bahwa banyak rumah terendam dan banyak ternak yang hilang terbawa arus banjir. Puluhan ekor kambing milik warga hilang terbawa arus beserta kandangnya, diantaranya milim Sekertaris Desa bernama Tarsim.

Sekitar pukul 18.00 WIB air mulai surut. Warga yang tidak terkena banjir pun bergotong royong membantu membersihkan rumah warga yamg terkena banjir. Meski air mulai surut namun warga tetap bersiaga untuk mengantisipasi datangnya banjir susulan. (AR27/Red)

Luar Biasa! Kepala Dusun Gendong Warga Disabilitas untuk Perekaman e-KTP

February 19, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Pemerintah Desa Babakan Reuma terus menggalakan kegiatan pembuatan e-KTP bagi warga penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di desa tersebut. Salah satunya adalah  Arif (32), pemuda asal Dusun Pahing Rt.04, Rw.03, Desa Babakan Reuma diantar untuk melakukan perekaman di Kantor Kecamatan Sindang Agung, Senin (19/02).

Didampingi oleh Tim Jaring Pengaman Umat (JPU), Arif diantar oleh Muhamad Sutisna (25),  Kepala Dusun Wage. Salah satu kejadian yang luar biasa adalah Muhammad Sutisna menggendong Arif mulai dari rumahnya menuju kendaraan hingga pulang setelah perekaman di Kantor Kecamatan.

Awalnya Arif merasa segan untuk digendong karena takut merepotkan. Meskipun memiliki keterbatasan sejak kecil, Arif sudah terbiasa mandiri dan tidak ingin merepotkan orang lain, namun kepala dusun tersebut tetap menggendong Arif karena sangat sulut bagi Arif untuk menuju lokasi mengingat kondisi Arif yang tidak mampu berjalan.

Arif yang sudah lama mengharapkan untuk dapat membuat KTP pun merasa sangat bahagia, "Sejak awal harus punya KTP saya sangat ingin membuat KTP tapi tidak bisa. Alhamdulillah sekarang akhirnya saya bisa membuat KTP," ungkap Arip dengan bahagia kepada wartawan Berita Kuningan.

Tugas mulia yang dilakukan oleh Muhammad Sutisna tidak lepas dari peran kepala desa yang menginginkan setiap warganya memiliki kartu identitas dan data kependudukan yang kedepannya dapat digunakan guna melengkapi persyaratan administrasi untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baik para penyandang disabilitas maupun ODGJ adalah warga masyarakat yang berhak mendapatkan kesejahteraan baik Pangan, papan dan kesehatan sebagaimana yang diungkapkan Salim, Kepala Desa Babakan Reuma.

"Sudah menjadi program desa setiap tahun untuk memfasilitasi masyarakan yang memang memerlukan bantuan terutama mereka yang kesulitan untuk melakukan perekaman seperti warga penyandang disabilitas dan saat ini kita juga akan memfasilitasi untuk membantu ODGJ melakukan perekaman e-KTP," ungkap Salim.

Salim mengungkapkan bahwa tujuan utama dari program tersebut adalah untuk kelengkapan administrasi agar mereka dapat jaminan kesehatan sehingga kedepannya bisa mendapatkan perawatan atau pelayanan kesehatan dengan layak. (AR27/Red)

Masuki Pilkada, Kuningan Penuh Sampah Visual

February 15, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Bulan Juli 2018, masyarakat Kabupaten Kuningan akan menentukan pemimpin baru melalui Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) serentak. Memasuki masa kampanye berbagai upaya dilakukan untuk sosialisasi guna meningkatkan elektabilitas para calon, salah satunya adalah dengan memasang spanduk dan baliho.

Menanggapi hal tersebut, Asep Dheni yang merupakan salah satu seniman seni rupa asal Kabupaten Kuningan ini mengungkapkan bahwa metode promosi menggunakan spanduk dan baliho selain kurang efisiensi juga sangat mengganggu pandangan mata.

"Menjelang Pilkada itu banyak sekali sampah-sampah visual yang cukup mengganggu mata kita. Selain itu juga sangat merusak keindahan tata Kota dan jalan," ungkap ayah dua anak ini pada wartawan portal online Berita Kuningan.

Seniman yang selalu tampil dengan rambut gondrongnya ini lebih lanjut mengungkapkan bahwa pemasangan spanduk dan baliho yang tidak tertata dan tidak beraturan itu terasa seperti teror mata. Selain penempatannya yang tidak tertata, banyak baliho atau spanduk yang tidak terkontrol, seperti yang rusak dan sobek tetapi tetap dibiarkan sehingga terasa lebih mengganggu.

Deni pun lebih menyayangkan lagi terkait banyaknya spanduk atau baliho yang dipasang dipohon. "Kita lihat banyak photo-photo calon yang dipasang di pohon-pohon, padahal katanya kan Kuningan itu Kabupaten Konservasi, tapi masih banyak saya lihat baliho-baliho calon masih di tempel di pohon-pohon," ungkap Deni.

Pria asal Desa Manis Kidul ini pun berharap agar para calon terutama Tim Sukses bisa lebih kreatif. Tidak hanya asal terlihat tetapi juga memperhatikan keindahan dan sisi artistik sehingga indah dipandang mata dan bisa membuat masyarakat lebih tertarik dan bersimpatik. Terlebih di era modern ini banyak sekali berbagai alternatif untuk media berkampanye.

"Sebetulnya banyak media untuk promosi, tidak harus memasang dipohon. Apalagi diera digital seperti sekarang ini maka semakin banyak lagi media-media untuk berkampanye, tinggal Tim Sukses dituntut lebih kreatif lagi," pungkas Deni. (AR27/Red)

Bangun Ukhuwah, Ormas GARDAH Gelar Baksos dan Tabligh Akbar

February 15, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Gerakan Pagar Aqidah (GARDAH) merupakan salah satu Ormas yang peduli kesejahteraan masyarakat, salah satunya diwujudkan dengan acara bakti sosial yang diselenggarakan di Desa Cikupa, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Ahad (11/02).

Acara yang diisi dengan santunan anak yatim sebanyak 130 orang, pengobatan gratis sebanyak 130 orang, pengobatan gratis sebanyak 210 orang, sunatan masal sebanyak 7 orang dan donor darah sebanyak 8 orang ini berjalan dengan tertib dan aman.

Dadan Somantri SH, ketua Gardah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan sebagai syi'ar Islam dan mewujudkan kepedulian terhadap sesama umat muslim.

"Kita sebagai makhluk sosial sudah seharusnya saling tolong menolong dan berbagi rasa dengan saudara-saudara kita sesama umat muslim sehingga ukhuwah islamiyah bisa terjalin dan terbangun demi utuhnya persatuan dan kesatuan umat islam," ungkap Dadan.

Dadan pun mengungkapkan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan GARDAH. Kedepan pihaknya akan menyiapkan lebih maksimal yang tidak hanya sekup kecamatan bahkan mungkin bisa skup Kabupaten Kuningan untuk mengadakan bakti sosial dan akan mendatangkan ustadz-ustadz yang sedang digemari ummat.

Selain bakti sosial pada pagi hari, malam harinya kegiatan tersebut diisi dengan acara Tablig Akhbar dengan menghadirkan ustadz kondang, Evi Effendie yang sedang digandrungi masyarakat. Diadakannya acara tausiyah yang dibawakan oleh ustadz asal Bandung tersebut merupakan wujud syi'ar Islam.

Dadan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi seperti RSU El Syifa khususnya dr. Elly, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Palang Merah Indonesia (PMI), Puskesmas Darma dan Pemerintah Desa setempat. (AR27/Red)

dr. Elly : JPU Bukan LSM atau Ormas

February 14, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Jaring Pengaman Umat (JPU) merupakan forum komunikasi dan aksi yang bergerak pada jalur sosial. Forum yang terbentuk sejak April 2017 tersebut menjadi wadah komunikasi bagi pihak-pihak yang peduli pada masalah yang ada di masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi.

Forum Komunikasi yang memiliki sekertariat di Jalan Moch. Toha No.42, Desa Kedungarum, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan ini bukanlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), JPU hanyalah forum komunikasi sebagaimana disampaikan oleh Kordinator JPU, dr. Hj. Elly Wijaya Nursyam SpPD, MH.Kes, MM, FINASIM.

"JPU bukanlah Ormas atau LSM. Disini hanyalah tempat untuk saling memberi dan mendorong. Memberi sesuai kemampuan dan bidang masing-masing juga berkordinasinasi serta mendorong pihak-pihak terkait untuk membantu," ungkapnya.

Meskipun sudah berjalan sejak bulan April 2017 dan melakukan sosialisasi, namun di lapangan masih banyak pihak-pihak terkait termasuk dinas-dinas di pemerintahan daerah yang belum banyak mengetahui tentang JPU, sehingga terkadang menjadi kendala saat tim bertugas di lapangan.

Berbagai sosialisasi dilakukan termasuk melayangkan surat kepada 6 Dinas yaitu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk berkordinasi memohon agar tiap-tiap Kepala Dinas mensosialisasikan JPU di Dinasnya masing-masing terutama unsur yang terlibat di lapangan.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi tersebut dapat mewujudkan kerjasama yang baik dengan niat dan cara yang baik, serta menghindari salah paham sehingga menjadi hambatan bagi tim yang bekerja di lapangan.

"JPU terbentuk untuk menjadi media komunikasi antar pihak sehingga bisa bersama-sama mencari solusi. Bukan untuk menjatuhkan atau mencari kesalahan pihak manapun," lanjut Owner RSU El Syifa tersebut.

Forum komunikasi yang telah menyatukan sekitar 30 pihak baik dari pemerintahan, swasta dan komunitas ini akan terus bersinergi dengan berbagai pihak baik dengan yang berada di luar maupun yang tergabung di dalam JPU untuk bersama membantu masalah-masalah yang ada di masyarakat sesuai kemampuan.

Selain itu, forum komunikasi dan aksi JPU pun telah dilibatkan menjadi salah satu dari 9 tim dalam Tim Pengumpulan Data dan Penglolaan Bantuan Bagi Masyarakat Dhuafa dan Rawan Pangan Kabupaten Kuningan yang telah disahkan oleh Surat Keputusan (SK) Bupati Kuningan No: 520 / KPTS. 578 - DKPP / 2017 pada tanggal 30 September 2017.

Diharapkan dengan adanya komunikasi yang baik antar lintas sektor dapat mewujudkan sinergritas yang baik untuk membantu masyarakat miskin baik yang mengalami rawan pangan, masalah pelayanan kesehatan dan lain sebagainya sehingga dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Kuningan yang Mandiri Agamis dan Sejahtera (MAS).

Dalam keterangan lebih lanjut, dokter yang memilih profesi sebagai spesialis penyakit dalam tersebut menyampaikan bahwa JPU tidak ada kepentingan politik dan tidak ada kaitannya dengan partai politik manapun.

"Dalam forum JPU semua yang terlibat telah menyatakan dengan tegas bahwa JPU tidak terlibat politik praktis sedikit pun. Murni hanya untuk bekerja sosial dan tidak mendukung calon siapapun baik dalam Pilkada, Pileg maupun Pilpres," pungkasnya. (AR27/Red)

Tim Sergap Mabesad TNI Tinjau Bulog Bandorasa

February 13, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Inf. Daru Cahyadi Soeprapto S.sos MM mendampingi Tim Serap Gabah Petani (Sergap) Mabesad dalam rangka peninjauan dan pengcekan Serapan Gabah di wilayah Kodim 0615/Kuningan, Selasa (13/2).

Kegiatan yang bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi Subdrive yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan ini bertujuan untuk meninjau stok beras yang ada di gudang Bandorasa Wetan. Dari hasil yang didapat, jumlah stok yang dimiliki sekitar 2500 ton yang kebanyakan dihasilkan oleh petani asal Kecamatan Ciawigebang.

Kegiatan peninjauan dan pengecekan oleh tim Sergab Mabesad dengan rombongan terdiri dari Kolonel Inf. Edi Siahaan sebagai Kepala Tim, Kolonel Kav Hilman Hadi dan Kolonel Arh Dodo Irmanto, serta dihadiri Kasdim 0615/Kuningan Mayor inf Riza Toufiq Hasan SIP., Pasiter Kodim 0615/Kuningan Kapten Czi Yusup, Danramil 1510/ Cilimus Kapten Arh Maryanto, kepala seksi pengadaan subdrive Bulog Cirebon Bapak Dadang, Perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan Bapak Pendi dan Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Kuningan Bapak Yudi Rudianto.

Kolonel Inf Edi Siahaan menyampaikan bahwa bulog harus dapat berinovasi untuk meningkatkan kualitas beras agar dapat bersaing dengan pengusaha luar. Diharapkan pula terdapat prasarana penunjang yang mumpuni mengingat pembagian Rastra dari Menteri Sosial tidak hanya mengambil beras dari Bulog tapi juga diperbolehkan dari luar Bulog, oleh karena itu Bulog harus dapat bersaing dengan pengusaha beras diluar Bulog.

"Maksimalkan panen padi agar dapat terserap oleh Bulog sehingga keberhasilan dapat tercapai. Jalin Komunikasi dan Koordinasi terus yang baik antara Kodim dengan Bulog," ungkap Kolonel Inf Edi Siahaan di sela kegiatan.

Pada kesempatan yang sama Komandan Kodim 0615/Kuningan Letkol Inf. Daru Cahyadi Soeprapto S.sos MM menyampaikan bahwa dirinya telah memerintahkan pada seluruh jajaran untuk terus melaksanakan pendampingan pada petani.

"Saya Perintah seluruh jajaran Kodim 0615/Kuningan untuk melaksanakan pendampingan pertanian dari mulai garap sawah sampai ke Pasca Panen yaitu Penyerapan Gabah dan akan menghimbau terus para petani untuk menjual hasil panennya ke Bulog. Selain itu, dengan pihak Bulog pun kami akan terus bekoordinasi untuk menciptakan Inovasi-inovasi sesuai arahan tim Sergap," ungkapnya. (AR27/Red)

Artis Film "Ketika Cinta Bertasbih" Berikan Motivasi Berhijab Bagi Remaja Muslimah Kuningan

February 12, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kajian Muslimah Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) 2018 merupakan acara puncak dari serangkaian Acara GEMAR. Acara yang diisi dengan lomba foto Hijrah Hijab Syar'i dan Kajian Muslimah ini dihadiri oleh artis nasional pemeran Husna dalam film "Ketika Cinta Bertasbih", Meyda Sefira, ST. Ahad (11/02).

Artis Film yang juga Duta Lingkungan PRISMA (Perkumpulan Remaja Islam Masjid) At Tin, Brand Ambassador Aksi Cepat Tanggap, Duta Earth Hour Bandung 2014, Founder Hujan Safir Community, menyampaikan materi tentang "Muslimah Syar'i". Para peserta yang kebanyakan adalah mereka yang telah memutuskan untuk berhijrah tersebut sangat antusias menyimak materi yang disampaikan oleh Meyda.

Panitia acara yang mengusung tema "Ku Tunggu Syar'imu" ini sengaja mengundang Meyda sebagai narasumber agar menjadi inspirasi bagi para peserta yang kebanyakan remaja ini. Meskipun dalam dunia keartisannya, Meyda tetap bertahan menutup aurat.

"Tetap percaya diri dengan penampilan kita yang syar'i, senantiasa berdo'a kepada Allah agar dijaga hidayahnya, berkumpul dengan orang sholeh. Jangan jadikan pekerjaan kita, kesibukan kita sebagai penghalang kita untuk berhijab syar'i," ungkap Meyda saat memberikan materi pada peserta di Masjid Agung Syiarul Islam.

GEMAR merupakan kegiatan yang dilandasi atas aktifitas dari berbagai Komunitas atau Organisasi muslimah yang ada di Kota Kuningan seperti Peduli Jilbab, ODOJ, BKPRMI, Akfar Muhammadiyah, IMM, LDK Al-Ihya, Cakep, KAMMI, dan ANN Kuningan untuk meminimalisir maraknya kegiatan hari valentine yang tidak ada dalam ajaran agama Islam.

Pada peserta Muslimah yang hadir baik dari Wilayah Kuningan, dari Kota Cirebon dan Kota-Kota lainnya, Meyda pun tak lupa menyampaika  pesan agar mereka tak bosan untuk menuntut ilmu terutama ilmu agama agar bisa lebih istiqomah.

"Jangan bosan menuntut ilmu karena bayangkan jika kita beriman tanpa berilmu, akan ada orang yang bilang fanatik, munafik. Maka iman, ilmu amal senantiasa terintegritas sehingga kita bisa menjadi musli. Yang sesungguhnya dan mudah-mudahan bisa mengaplikasikan islam secara kaffah," lanjutnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diisi oleh Maryam Qonita, S.Psi dari Founder Open Access Indonesia, Member Open Access Asia, Member Open Conference International, Vice President EdConex (Education & Connect), Sekretaris LSM Satu Hati, dan pernah menjadi Nominator 120 under 40 Pemimpin Dunia oleh Bill & Melinda Gates Foundation dan Johns Hopkins Bloomberg School yang menyampaikan seminar dengan tema "Muslimah Produktif". 

"Temukan potensi diri, dan jadikan passion kita bisa bermanfaat untuk orang lain. Ayo jadi muslimah produktif" ujar Mariyam.

Pada awal dan akhir sesi dilakukan pembagian doorprize dan pengumuman pemenang lomba foto terbaik dengan beberapa juara dan kategori yakni pemenang lomba foto Hijrah Hijab Syar'i berdasarkan kualitas dan isi foto bernuansa hijrah terbaik, like terbanyak dan caption hijrah yang menyentuh. (AR27/Red)

Peduli Masyarakat Miskin, RSU El Syifa Gelar Pengobatan Gratis

February 11, 2018 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka membantu mewujudkan Kuningan Sehat, RSU El Syifa terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu di Desa Cikupa, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Ahad (11/02).

Acara Bakti Sosial (Baksos) yang dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB tersebut merupakan salah satu rangkaian acara yang diadakan oleh Ormas Pagar Aqidah (Gardah). Sekitar 216 orang warga kurang mampu mendapat pelayanan pengobatan dan obat gratis dari RSU El Syifa yang bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Darma.

Menurut Icih Suarsih, Kordinator Divisi Sosial RSU El Syifa menyampaikan bahwa mengadakan program pengobatan gratis bagi masyarakat miskin bukanlah kali pertama yang dilakukan oleh RSU El Syifa.

"Acara pengobatan gratis saat ini merupakan yang kesekian kali. Insya Allah pada bulan Maret kami pun akan mengadakan pengobatan gratis bagi warga kurang mampu yang bekerjasama dengan AS Putra," ungkap Icih.

Banyak masyarakat merasa terbantu dengan adanya acara pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh RSU El Syifa, sebagaimana diungkapkan oleh Hasan yang merupakan salah satu pasien peserta pengobatan gratis.

"Alhamdulillah dengan diadakannya acara seperti ini banyak masyarakat merasa terbantu. Saya ucapkan terima kasih untuk RSU El Syifa yang telah banyak membantu warga kurang mampu melalui program pengobatan gratis ini," ungkap Hasan. (AR27/Red)