Puskesmas Kuningan Berikan Penyuluhan Pada Keluarga Penderita Gangguan Jiwa

November 30, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Jumlah penderita gangguan jiwa di Kabupaten Kuningan diperkirakan mencapai ribuan orang. Dari data Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Kuningan, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipasung tercatat sekitar 31 orang yang tersebar diberbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Kuningan.

Untuk itu, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan memberikan perhatian lebih terhadap masalah kesehatan jiwa, salah satunya dengan mengadakan penyuluhan dan pengawasan pemberian minum obat (PMO) kepada keluarga ODGJ di Aula Kantor Kepala Desa Ancaran, Rabu (29/11). Acara dihadiri 40 orang peserta yang berasal dari Desa Ancaran dan Kelurahan Cijoho.

Menurut  N. Katarina.S , Amd.Kep atau yang akrab disapa
Ewi, petugas program kesehatan jiwa Puskes Kuningan mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan tersebut bertujuan untuk memberikan pengawasan atas pemberian obat jiwa kepada ODGJ melalui keluarga. Pemberian obat sangatlah penting karena bila pasien putus obat maka besar kemungkinan akan kambuh kembali.

"Kadang-kadang kalo ngasih obat ke pasien langsung biasanya suka di buang, untuk itu keluarga harus berperan aktif untuk pemberian obat kepada pasien ODGJ karena tidak boleh putus obat," ungkap Ewi.

Ewi melanjutkan bahwa untuk menanggulangi ODGJ maka acara penyuluhan dan kunjungan rumah harus dilakukan rutin. Minimal setiap 3 bulan sekali harus dilakukan.

"Kegiatan awalnya  dengan Deteksi Dini 2 menit, pelatihan dari Bidan Desa dan dari Puskesmas, serta kunjungan baik dari petugas maupun kader Kesehatan Jiwa (KESWA) untuk memantau dan mengetahui perkembangan pasien ODGJ" lanjutnya.

Data yang terhimpun oleh Puskesmas Kuningan untuk ODGJ mencapai 97 orang dari 4 Kelurahan dan 4 Desa yang ada di Kecamatan Kuningan dengan berbagai diagnosa diantaranya skizofrenia, depresi ringan, depresi berat dan lain-lain.

Ewi menambahkan bahwa Desa Ancaran adalah termasuk Desa yang sangat memperhatikan masalah kesehatan jiwa dan sudah sangat bagus dalam menangani ODGJ.

"Desa Ancaran sudah sangat bagus, baik pemerintah Desa maupun kadernya sudah sangat aktif dalam menangani masalah kesehatan jiwa," pungkas Ewi. (JN01/Red)

Amin dan Yoyoh Sumbang Keropak Peduli Untuk Perantau Kuningan

November 28, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Ada yang unik dan menarik saat Sosialisasi Ciri Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR) Bank Indonesia kemarin Sabtu, 25/11/2017 di Aula STIE GICI Business School Cibitung Bekasi.  Dihadapan 500 pedagang dan perantau asal Kuningan se Jabodetabek, ditengah sambutan Amin Santono dan Yoyoh Rukiyah, muncul 2 buah kotak keropak ukuran kardus kecil dengan tulisan Kotak Peduli Perantau Warga Kuningan (KP2WK), lengkap dengan no rekening organisasi dan no kontak sms center serta alamat email.

Munculnya 2 kotak ini setelah komando Amin Santono dan Yoyoh Rukiyah, dengan sigap panitia menyiapkannya. Maksud adanya kotak peduli ini dipersembahkan dan diperuntukkan bagi pengurus dan anggota Perkumpulan Perantau Putra Kuningan (P3K). Amin dan Yoyoh menyumbangkan keropak peduli agar menjadi stimulus perhatian dan kepedulian para perantau asal kuningan lebih greget.

“Saya dan Bu Yoyoh, selalu keliling ke perantau yang berdagang di jabodetabek, suka menemukan kotak/keropak dari daerah lain yang berasal entah dari mana. Ditelusuri hasil dana yang terkumpul cukup lumayan. Kenapa ini tidak terpikirkan oleh kita ?? “ ungkap Amin dengan semangat.

“Kami sumbang keropak peduli ini untuk para perantau, sementara hanya stimulus  yakni jakarta, bogor, depok, tangerang dan bekasi semoga menjadi maslahat ke depannya.” Lanjut Amin. Yoyoh Rukiyah menambahkan, bahwa ide membuat keropak peduli sejak lama kami pikirkan, dan saat momentum sosialisasi ciri keaslian uang rupiah Bank Indonesia ini dapat terwujud.

Terkait ide keropak peduli, Lili Rojali SH, Sekjen Perkumpulan Perantau Putra Kuningan (P3K), menyambut baik dan mengapresiasi langkah konkret dari Pak Amin dan Bu Yoyoh.

“Kami selaku pengurus perantau, mengucapkan terima kasih atas segala perhatian dari legislator di DPR RI dan Provinsi jawa Barat  yakni Bapak Amin Santono dan Ibu Yoyoh Rukiyah, mereka berdua yang mensuport kegiatan organisasi P3K, setelah kemarin penyuluhan pengelolaan keuangan yg bijak dari OJK, sekarang edukasi wawasan uang rupiah lalu ditambah stimulus kotak keropak peduli, sangat luar biasa, tak bisa dihitung dengan kata kata..” ujar Lili Perantau asal Garajat

Acara sosialisasi ciri ciri keaslian uang rupiah ini terllihat berjalan lancar, peserta tampak antusias dengan paparan materi.

Bagi Risti, mahasiswi asal Kuningan yang ikut hadir, kegiatan ini selain dapat ilmu, juga silaturahmi antar dulur salembur yang ada di perantauan. (Rill/AR27/Red)

RSU El Syifa Dukung Acara Sunatan Masal Remaja Masjid Al Muawanah

November 28, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Sudah menjadi acara rutinan setiap tahun dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad Shalallahu 'Alayhi Wassalam, Remaja masjid Al Muawanah Desa Winduhaji menggelar acara sunatan masal. Tahun ini merupakan tahun ke 13 acara tersebut terselenggarakan.

Sebelumnya sebanyak 21 anak yang akan dikhitan diarak keliling desa menggunakan delman yang telah dihias, Ahad (26/11). Selain itu arak-arakan tersebut dimeriahkan dengan iringan musik qosidah dan drumband anak-anak untuk sekaligus menghibur peserta yang akan disunat.

RSU El Syifa turut mendukung penuh acara tersebut. Selain mengirimkan petugas medis untuk membantu, RSU El Syifa pun turut memberikan bingkisan dan amplop bagi anak-anak yang telah dikhitan.

Owner RSU El Syifa Hj. Elly Wijaya Nursyam., Sp.PD, MH.Kes, MM, FINASIM yang diwakili oleh bidang Baksos, Icih Suarsih menyampaikan bahwa tujuan dari keterlibatan RSU El Syifa dalam acara tersebut salah satunya adalah untuk realisasi misi RSU El Syifa yaitu  berperan serta dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta pembangunan daerah.

"Dengan ikut berpartisipasi, diharapkan kita bisa lebih  dekat, dengan masyarakat dan ikut berbagi kebahagiaan. Karena yang ikut sunatan masal adalah anak-anak yang kurang mampu yang perlu kita santuni," Ungkap Icih. (AR27/Red)

Amin Santono : Waspadai Uang Palsu Jelang Pilkada

November 26, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Akhir akhir ini marak bredar uang palsu (upal) yang meresahkan warga, di Kabupaten Kuningan terdeteksi hampir 4800 lembar uang palsu yang beredar. Peredaran tinggi yang rentan terjadi di wilayah pedagang baik di pasar atau di lingkungan masyarakat.

Atas kegelisahan tersebut,H. Amin Santono.S.Sos. MM Legislator Partai Demokrat di Komisi XI DPR RI menyampaikan agar mewaspadai uang palsu jelang Pilkada. Hal tersebut disampaikan ke para pedagang dan perantau asal Kuningan Dalam Sosisalisasi Ciri ciri Keaslian Uang Rupiah saat memberikan penyuluhan dan edukasi wawasan ciri ciri keaslian uang rupiah kepada para pedagang dan perantauan se Jabodetabek. Kegiatan dikemas dalam workshop Sosialisasi Bank Indonesia, diselenggarakan di Auditorium STIE GICI Business School, Cibitung Bekasi, Sabtu (25/11).

Turut hadir di Sosialisasi Bank Indonesia, Hj. Yoyoh Rukiyah. St,Tr. Keb. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V Fraksi Partai Demokrat, Ketua Rukun Wargi Kuningan (RWK) Jabodetabek H. Sanis Gazali, Ketua Perkumpulan Perantau Putra Kuningan (P3K) Jabodetabek H. Kamdan. SE. Dan sekitar 500 pedagang dan perantau yang tersebar di berbagai wilayah Jabodetabek.

Amin Santono menjelaskan dalam sambutan, bahwa kegiatan sosialisasi ini dengan para pedagang dan perantau yang terhimpun dalam wadah Perkumpulan Perantau Putra Kuningan (P3K) Jabodetabek, sebagai bentuk wujud tanggung jawab mengayomi konstituen di dapil nya.

"Semua anggota P3K adalah orang Kuningan yang akan kembali pulang membesarkan Kuningan. Terkait maraknya peredaran uang palsu agar hati hati dan waspada, perlu kejelian untuk mengantisipasi nya,"himbau Amin.

Hj. Yoyoh Rukiyah, dalam sambutan nya juga mengucapkan selamat dan sukses kepada para pengurus Perkumpulan Perantau Putra Kuningan (P3K) Jabodetabek yang sudah resmi berbadan hukum dan terbentuk kepengurusannya. Melalui organisasi, para perantau dan pedagang dapat diberdayakan, salah satunya di sosialisasi Keaslian Uang Rupiah ini. Selaku legislator di Jawa Barat, dirinya bersama Amin Santono senantiasa membantu dan menyalurkan aspirasi kepada konstituen di berbagai bidang antara lain sarana keagamaan, infrastruktur, seni budaya, pendidikan dll.  

H. Kamdan. SE. Ketua Umum Perwakilan Pengurus dan Anggota Perkumpulan Perantau Putra Kuningan (P3K) Jabodetabek mengatakan, terima kasih kepada H. Amin Santono dan Hj. Yoyoh Rukiyah atas perhatianya kepada para pedagang dan perantau di Jabodetabek.

“ Perantau puluhan tahun, kami selalu memperhatikan lemah cai, sehari hari berdagang di sini, seringkali kami dapatkan uang palsu. Bagi kami uang selembar sangat berharga, bila uang tersebut palsu, siapa yang dirugikan ??? alhamduillah, sosiaisasi yang di berikan oleh Legislator Pak Amin Santono sangat bermanfaat..” ucap mantan Dirut PDAM Kuningan.

Sementara penjelasan detail mengenai Ciri Ciri Keaslian uang Rupiah dijelaskan oleh Rahmat Hidayat, Tenaga Ahli Anggota DPR RI. Rahmat Menjelaskan bahwa berdasar UU Mata Uang No. 7 Tahun 2011 disebutkan bahwa Mata Uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Rupiah.Ciri Rupiah adalah tanda tertentu pada setiap Rupiah yang ditetapkan dengan tujuan untuk menunjukkan identitas, membedakan harga atau nilai nominal, dan mengamankan Rupiah tersebut dari upaya pemalsuan.

Kewenangan untuk menentukan keaslian Rupiah berada pada Bank Indonesia. Terdapat tiga khas ciri ciri keaslian uang rupiah yakni 3 D (Dilihat, Diraba, Diterawang).

Dilihat, Warna Uang terlihat terang dan jelas, terdapat BENANG PENGAMAN yang ditanam pada kertas uang dengan suatu garis melintang atau beranyam danberubah warna, dan pada “Sudut kanan “bawah terdapat lingkaran yang warnanya dapat berubah apabila dilihat dari sudut pandang tertentu/ optical Variable Ink (OVI)

Diraba, Pada setiap uang: terdapat angka, huruf, burung garuda dan gambar utama bila diraba akan terasa kasar (CETAK  INTAGLIO )

Diterawang, Pada setiap uang : terdapat TANDA AIR,berupa gambar Pahlawan dan terlihat jelas bila diterawangkan ke arah cahaya ( Water Mark ), terdapat huruf atau Logo B I saling mengisi yang beradu tepat di muka dan belakang (RECTOVERSO)

Dan apabila terdapat uang  yang rusak adaketentuan penetapan besar penggantian  uang rusak  antara lain : 1. FISIK Uang harus 2/3 lebih besar ukuran ASLINYA  dan dapat  dikenali keasliannya , akan diganti sesuai NOMINAL dengan persyaratan, merupakan satu kesatuan dengan  atau tanpa nomor  seri yang lengkap atau Tidak merupakan satu kesatuan namun kedua nomor seri pada uang tersebut lengkap dan sama. 2.  Penukaran Rupiah dilakukan oleh BI, bank yang beroperasi di ndonesia atau pihak lain yang ditunjuk oleh Bank Indonesia ( UU Mata Uang No 7 ps 22 ay.4). (Rilis/AR27/Red)

KPSI Kuningan Bebaskan Satu Korban Pasung untuk Dirawat

November 25, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Jani (38) warga Desa Lengkong, Kecamatan Garawangi penderita gangguan jiwa yang telah 4 tahun menderita dalam pasungan, kini telah mendapatkan perawatan yang layak disalah satu Rumah Sakit di Kabupaten Cirebon.

Baca jugaTak Mampu untuk ke Rumah Sakit, Jani Terpaksa di Rantai

Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) Simpul Kuningan dibantu tim Jaring Pengaman Umat (JPU), Puskesmas Garawangi serta Linmas dan warga melepas Jani dari pasungan untuk dirawat pada hari Jum'at (24/11) sekitar jam 10.00 WIB.

Baik saat dimandikan, dilepas rantai maupun dibawa ke Rumah Sakit untuk perawatan, Jani sangat kooperatif dan tenang. Bahkan Jani terlihat banyak tersenyum dan menampakkan wajah bahagia selama perjalanan menuju Rumah Sakit menggunakan ambulance Akademi Farmasi (AKFAR) Muhammadiyah.

Keluarga Jani pun tak kalah bahagia. Baik orang tua maupun saudaranya selama ini merasa sedih melihat kondisi Jani yang telah mengalami sakit sejak 17 tahun silam.

Sinta Yuniaseta, ketua KPSI Simpul Kuningan menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu  upaya untuk membantu  program Indonesia Bebas Pasung.

"Kegiatan melepas Jani dari pasung dan mengantar Jani untuk perawatan adalah untuk mendukung program Indonesia bebas Pasung yang sejak tahun 2010 hingga tahun 2017 ini belum berjalan maksimal " ungkap Sinta.

Untuk itu KPSI Simpul Kuningan akan terus mendorong pemerintah daerah baik Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya untuk lebih maksimal dalam mewujudkan program Indonesia Bebas Pasung.

"Kami berharap pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan-kebijakannya dimana kebijakan ini mendorong terlaksananya program Indonesia Bebas Pasung terutama koordinasi antar Instansi terkait serta dengan BPJS yang merupakan satu akses  pelayanan kesehatan bagi para penderita gangguan jiwa terutama yang dipasung," lanjut Sinta.

Penderita gangguan jiwa seperti Jani kebanyakan berasal dari kalangan ekonomi atau sosial menengah kebawah, untuk itu Sinta mengungkapkan bahwa butuhnya perhatian lebih dari pemerintah terutama Dinas Sosial. (AR27/Red)

Belajar Demokrasi, SMK Muhammadiyah 2 Selenggarakan Pemilihan Formatur IPM

November 24, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - SMK
Muhammadiyah 2 Kuningan mengajarkan siswa berdemokrasi sejak usia sekolah, salah satunya adalah dengan diselenggarakan pemilihan Formatur Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) 2017-2018, Jumat (24/11/2017).

Hal yang menarik dari pemilihan tersebut adalah cara pelaksanaannya dilakukan seperti Pemilihan Umum (Pemilu) baik pemilihan Calon Presiden, Gubernur atau Bupati. Para kandidat dipilih langsung oleh para siswa kelas X, XI dan XII yang berjumlah kurang lebih 1100 dengan cara melingkari 9 nama kandidat.

Nunu Setia Nugraha S.Pd Selaku Pembina IPM mengatakan bahwa cara pemilihan Formatur IPM ini adalah acara rutinitas setiap tahunnya sekaligus sebagai latihan berdemokrasi bagi siswa.

"Acara ini adalah sebagai ajang pelatihan untuk berdemokrasi bagi siswa SMK Muhammadiyah Kuningan yang
rangkaian acara pemilu ini diawali dengan penyampaikan Visi dan Misi jika mereka terpilih menjadi Formatur IPM, secara tidak langsung mereka bisa mengetahui cara berdemokrasi dan cara memberikan hak suara dalam Pemilu, karena semua tahapan dilaksanakan persis seperti pelaksanaan "Pemilu", ungkap Nunu.

Untuk tahun ini kandidat calon Formatur IPM ada 17 kandidat. Setelah penyampaian Visi Misi maka berlangsunglah pemilihan yang dilaksanakan dengan jujur, adil, cerdas, dan tanggung jawab oleh warga sekolah. Satu Persatu medapatkan kartu suara yang selanjutnya memasuki bilik suara dan melingkari 9  kandidat, selanjutnya memasukkan kartu suara ke kotak suara.

"Harapan kami sebagai Pembina agar siswa paham mekanisme pemilihan yang ada sesuai Ad/Art IPM dan memberikan gebrakan baru untuk IPM yang lebih Baik, IPM Smk Muhammadiyah akan terus Bergerak, melangkah dan memberikan yang terbaik untuk sekolah maupun masyrakat", Ucap Nunu. (AR27/Red)

Luar Biasa! El Arbah Berikan Pelayanan Pengobatan Gratis Bagi Fakir Miskin

November 21, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Ungkapan "Orang miskin dilarang sakit" mampu ditepis oleh kehadiran Rumah Sehat El-Arbah, karena dengan hadirnya Rumah Sehat El-Arbah, para dhuafa yang sakit dan tidak mampu untuk berobat bisa mendapatkan pelayanan secara gratis.

Selain pengobatan secara medis, ada pula pengobatan Thibbun Nabawi seperti Bekam, akupuntur, Ruqyah, dan Refleksi yang semuanya gratis 100% bagi dhuafa yang benar-benar tidak mampu.

Tak hanya pelayanan kesehatan, bahkan obat pun diberikan secara gratis dari Apotik Rumah Sehat EL-Arbah. Hebatnya lagi, apabila obat yang dibutuhkan tidak tersedia maka akan diberi uang untuk membeli obat tersebut diapotik lain.

Jajang Nurjaman adalah salah satu relawan JPU (Jaring Pengaman Ummat) yang mendampingi pasien dhuafa. Mitra JPU merasa takjub dengan adanya program pengobatan 100% gratis bagi dhuafa tersebut.

"Ini benar-benar sebuah solusi bagi masyarakat miskin yang sakit dan tidak mampu untuk berobat. Dengan adanya program kesehatan pemerintah pun masih banyak dhuafa yang sakit terlantarkan baik karena rumitnya birokrasi, tidak memiliki KIS atau BPJS serta banyaknya sebab-sebab lain yang menyebabkan mereka kesulitan untuk berobat," ungkap Jajang.

Menurut dr. Gilang Raspati yang merupakan ahli medis sekaligus  direktur Rumah Sehat menyatakan bahwa kepada dhuafa yang tidak mempunyai BPJS atau punya BPJS mandiri namun tidak mampu bayar bisa melakukan pengobatan di sana, karena menurutnya bahwa tujuan utama didirikannya Rumah Sehat El-Arbah adalah untuk membantu dhuafa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

"Tujuan awal didirikan Rumah Sehat El-Arbah adalah untuk pengobatan dhuafa, serta semua biayanya gratis dari A-Z," ungkapnya.

dr. Gilang pun menginformasikan bahwa di Rumah Sehat tersebut juga membuka pengobatan untuk umum atau masyarakat yang mampu bayar dengan maksud agar sebagian pembayarannya dibagi untuk mendanai pengobatan pasien dhuafa yang tidak mampu berobat, jadi berobat sekaligus sedekah.

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi dan ingin mendonasikan sedikit rezekinya untuk membantu mereka yang tidak mampu berobat pun bisa langsung mendonasikan nya ke Rumah Sehat El-Arbah yang beralamat di Jl. Veteran No. 21 Kuningan, atau sebelah barat Masjid Agung Syi'arul Islam. (JN01/Red)

El Arbah Berikan Layanan Pengobatan Gratis Bagi Fakir Miskin

November 21, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Ungkapan "Orang miskin dilarang sakit" mampu ditepis oleh kehadiran Rumah Sehat El-Arbah, karena dengan hadirnya Rumah Sehat El-Arbah, para dhuafa yang sakit dan tidak mampu untuk berobat bisa mendapatkan pelayanan secara gratis.

Selain pengobatan secara medis, ada pula pengobatan Thibbun Nabawi seperti Bekam, akupuntur, Ruqyah, dan Refleksi yang semuanya gratis 100% bagi dhuafa yang benar-benar tidak mampu.

Tak hanya pelayanan kesehatan, bahkan obat pun diberikan secara gratis dari Apotik Rumah Sehat EL-Arbah. Hebatnya lagi, apabila obat yang dibutuhkan tidak tersedia maka akan diberi uang untuk membeli obat tersebut diapotik lain.

Jajang Nurjaman adalah salah satu relawan JPU (Jaring Pengaman Ummat) yang mendampingi pasien dhuafa. Mitra JPU merasa takjub dengan adanya program pengobatan 100% gratis bagi dhuafa tersebut.

"Ini benar-benar sebuah solusi bagi masyarakat miskin yang sakit dan tidak mampu untuk berobat. Dengan adanya program kesehatan pemerintah pun masih banyak dhuafa yang sakit terlantarkan baik karena rumitnya birokrasi, tidak memiliki KIS atau BPJS serta banyaknya sebab-sebab lain yang menyebabkan mereka kesulitan untuk berobat," ungkap Jajang.

Menurut dr. Gilang Raspati yang merupakan ahli medis sekaligus  direktur Rumah Sehat menyatakan bahwa kepada dhuafa yang tidak mempunyai BPJS atau punya BPJS mandiri namun tidak mampu bayar bisa melakukan pengobatan di sana, karena menurutnya bahwa tujuan utama didirikannya Rumah Sehat El-Arbah adalah untuk membantu dhuafa mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal.

"Tujuan awal didirikan Rumah Sehat El-Arbah adalah untuk pengobatan dhuafa, serta semua biayanya gratis dari A-Z," ungkapnya.

dr. Gilang pun menginformasikan bahwa di Rumah Sehat tersebut juga membuka pengobatan untuk umum atau masyarakat yang mampu bayar dengan maksud agar sebagian pembayarannya dibagi untuk mendanai pengobatan pasien dhuafa yang tidak mampu berobat, jadi berobat sekaligus sedekah.

Bagi Anda yang ingin berpartisipasi dan ingin mendonasikan sedikit rezekinya untuk membantu mereka yang tidak mampu berobat pun bisa langsung mendonasikan nya ke Rumah Sehat El-Arbah yang beralamat di Jl. Veteran No. 21 Kuningan, atau sebelah barat Masjid Agung Syi'arul Islam. (JN01/Red)

Tak Mampu untuk ke Rumah Sakit, Jani Terpaksa Dirantai

November 19, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Penanganan kasus gangguan jiwa di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kuningan masih belum optimal. Kebanyakan dari para penderita skizofrenia tersebut dibiarkan berkeliaran di jalan, di lingkungan masyarakat, bahkan ada yang diikat atau pun dipasung.

Salah Satunya adalah Jani (37), anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Suhada (70) dan Tarsih (60) warga Dusun Puhun RT 05 RW 02 Desa Lengkong Kecamatan Garawangi diikat menggunakan rantai di sebuah gubung di tepi rumahnya.

Jani diduga mengidap gangguan kejiwaan sejak usianya mencapai kepala dua. Padahal semasa masih sehat dulu, Jani merupakan tulang punggung keluarganya yang mengais rejeki dengan membuka usaha warung kopi di daerah Plered, Cirebon.

Jani sudah 17 tahun mengalami Gangguan Jiwa, namun 4 tahun yang lalu mulai diikat menggunakan rantai. Alasan Utama dari pengikatan Jani adalah karena dia sering berontak, serta sering menghancurkan barang bahkan merusak rumah para tetangga juga tembok rumahnya sendiri dengan membenturkan tangan dan kepalanya.

Menurut keterangan Tarsih, ibu kandung Jani menyebutkan bahwa sebelum diikat Jani sering berontak, bahkan Tarsih pun pernah di siram air panas, dipukul pake kayu hingga 2 bulan tak dapat berjalan, serta dilempar pecahan kaca hingga harus mendapatkan jahitan dikepalanya.

Ironisnya, meskipun kondisi Jani sudah mengkhawtirkan namun hingga kini pihak keluarga belum pernah menerima bantuan resmi ataupun perhatian baik dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah. Pernah ada yang datang dari provinsi, namun hingga saat ini belum ada kelanjutan.

“Hanya dari Puskesmas saja dapat kiriman obat selama enam bulan waktu beberapa tahun lalu,” Ucap Tarsih dengan sedih.

Tarsih pun menjelaskan bahwa Jani belum pernah sekali pun dirawat ke Rumah Sakit karena tak memiliki biaya. Kondisi itu memaksa keluarganya hanya bisa pasrah dan berharap atas kesembuhan anaknya.

"Saya minta semoga putra saya bisa sembuh lagi syukur-syukur bisa seperti dulu dan saya pengennya Jani bisa dibawa ke rumah sakit, tapi urusan biaya, saya tidak punya uang," harapnya.

Jika sudah sampai pada kondisi tersebut memang menjadi beban karena berbagai upaya yang akan dilakukan pun harus berbenturan dengan ekonomi. Maka sangat diharapkan adanya bantuan, terutama dari pemerintah selaku pihak yang memiliki kewajiban mengurus warganya.

Sampai sekarang pun pihak keluarga masih tetap peduli dan hanya mampu memperhatikan Jani dengan rutin memberi makan dan minum dua kali sehari sambil berdo'a untuk kesembuhannya. (AR27/Red)

Masjid Abdullah Bin Ali Al Furaih di Resmikan

November 19, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Bertepatan dengan Milad Muhammadiyah yang ke 105, dilaksanakan pula Peresmian Masjid Adullah Bin Ali Al Furaih di Akademisi Farmasi Muhammadiyah Kuningan, Sabtu (18/11).

Peresmian Masjid Adullah Bin Ali Al Furaih Akademisi Farmasi Muhammadiyah Kuningan ini langsung dilakukan oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama.

Ketua panitia peresmian Drs. Rosyid Ismail, M.Pd.I menyampaikan bahwa terkait pembangunan masjid berikut asrama dan rumah imam tersebut menghabiskan dana sekitar total 2,2 milyar.

"Berdirinya masjid ini diharapkan manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh Akademi Farmasi Muhammadiyah saja, akan tetapi harus dirasakan oleh seluruh masyarakat terutama yang berada di sekitar. Selanjutnya akan dibentuk pengelola masjid atau DKM beserta kegiatan-kegiatan dalam rangka memakmurkan masjid," ucap Drs. Rosyid.

Direktur Akademi Farmasi Muhammadiyah Wawang Anwarudin, M.Sc., Apt menyampaikan ucapan terima kasih kepada Donatur Utama, Yayasan Bina Muwahiddin Surabaya. Selain donatur utama, ada juga dari donatur-donatur tidak tetap lainnya sehingga masjid tersebut dapat dibangun.

Dalam sambutannya, Direktur Akademi Farmasi Wawang Anwarudin, M.Sc., Apt pun menyampaikan bahwa pembangunan masjid tersebut merupakan salah satu bukti kecintaan kepada Allah SWT.

"Dengan kecintaan dan keterkaitan hati kita yang tak terpisahkan dengan masjid itu, kelak kita akan mendapatkan fasilitas dan perlindungan dari Allah pada hari tiada perlindungan selain dari Allah SWT, dan dibangunkan buat kita istana yang megah di surga Allah yang sangat kita idam-idamkan," pungkas Wawang. (JN01/Red)

Hebat! Mobil Dinas Pejabat Kuningan Digunakan untuk Kepentingan Warga Miskin

November 18, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Pada dasarnya secara etis fasiltas pemerintah bisa digunakan membantu masyarakat yang membutuhkan karena substansinya adalah sebagai abdi masyarakat, untuk itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Kuningan, Dr. Ukas Suharfaputra menggunakan mobil dinasnya untuk antar-jemput dua pasien dhuafa mitra JPU (Jaring Pengaman Ummat) penderita stroke untuk melakukan terapi gratis rutinan di Rumah Sehat El-Arbah.

Sempat menjadi perbincangan di media sosial dengan berbagai respon positif dari masyarakat pada status yang diunggah akun facebook resmi JPU.

Berbagai komentar dilontarkan oleh para netizen yang merasa bangga dan senang dengan masih adanya pejabat yang peduli dan memikirkan nasib rakyat miskin.

Akun Facebook Lili Sunarli berkomentar: "Saya bangga kepada Apa Ukas, mobil dinasnya sengaja dipakai untuk menolong orang yang membutuhkan, semoga menjadi amal diyaumil akhir," tulisnya dalam kolom komentar.

Sementara itu, akun Lukman Mulyadi menanggapi bahwa mobil dinas itu milik negara yang dibeli dari uang rakyat, untuk itu maka memang seharusnya mobil tersebut digunakan untuk keperluan rakyat.

"Setuju, mobil rakyat dibiayaan ku rakyat, hatur nuhun Apa Ukas contoh keur pejabat sejen," ungkap Lukman dalam komentar menggunakan bahasa sunda yang artinya mobil rakyat dibiayai oleh rakyat dan memberi contoh untuk pejabat lain.

Jajang Nurjaman, salah satu relawan JPU mengungkapkan dirinya dan teman-teman JPU lainnya sempat merasa kesulitan mendapatkan kendaraan untuk mengantar jemput para pasien dhuafa yang harus melakukan terapi rutin.

"Karena belum adanya kendaraan oprasional khusus milik JPU jadi setiap mau antar-jemput pasien kami harus mencari pinjaman mobil milik para anggota JPU, karena waktu itu mobil yang standbay milik Pak Kadis DKPP (Dr. Ukas Suharfaputra) maka kami menggunakan mobil itu" ungkap Jajang.

Jajang pun memaparkan bahwa memang selama ini DKPP yang tergabung dalam JPU tidak hanya membantu dalam hal pangan saja sesuai bidangnya, namun banyak bantuan-bantuan lain yang diberikan DKPP kepada mitra JPU yang sangat membutuhkan dan salah satunya adalah memberikan pinjaman mobil untuk kepentingan transportasi para dhuafa.

Basar (54) yang merupakan salah satu pasien dhuafa yang sebagian tubuhnya mengalami kelumpuhan dan harus melakukan terapi tusuk jarum (akupuntur) sebanyak dua kali dalam seminggu ini merasa senang dan nyaman.

"Mobilnya enak, empuk dan dingin soalnya ada AC nya jadi ga kepanasan,"ungkap Basar.

Hidup ini adalah untuk berbagi, untuk saling menolong, dan memberi manfaat bagi orang lain terutama bagi yang membutuhkan seperti kaum dhuafa zona merah. (AR27/Red)