Buang Sampah di Sini Dapat Uang

October 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Timbunan sampah yang terus menumpuk akan berakibat buruk bagi kesehatan lingkungan serta menimbulkan berbagai penyakit. Sampah rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar. Sementara, masih banyak pemerintah desa yang tidak menyediakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) seperti hal nya di beberapa desa yang berada di Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Sungai Cijangkelok pun menjadi TPS alternatif. Masih banyak masyarakat yang kurang pemahaman untuk bertindak arif dengan tidak membuang sampah ke sungai dengan dalih tidak tersedianya TPS. Apabila hal ini terus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan kecamatan Cibingbin akan kembali mengalami bencana banjir bandang seperti tahun lalu.

Untuk itu, di Desa Berdaya Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Rumah Zakat membina Bank Sampah Mandiri yang di Inisiasi oleh Relawan Inspirasi yang memberdayakan warga binaan di Dusun I, Kampung Sidaharja.

Bank sampah Mandiri adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi pada pasar sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah.

Sistem yang dijalankan di Bank Sampah ini yakni nabungnya sampah, ambilnya uang. Sampah layak jual dari masyarakat dibawa ke Bank Sampah untuk ditimbang, selanjutnya dicatat oleh petugas seharga sampah yang dibawa.

Sistem pengambilannya kebanyakan diambil setahun sekali yakni pada awal bulan Ramadhan atau pada saat dibutuhkan untuk kepetingan mendesak. Selain itu, bisa juga di tukarkan dengan sembako seharga sampah yang di timbang.

Mayasyaroh (30) Relawan Ispirasi menegaskan "Sistem pengambilan tabungan sampah ini, per tiga bulan  sekali, namun sebagian besar nasabah mengambilnya setahun sekali yakni pada awal bulan Ramadhan, untuk tambahan membeli kebutuhan selama Ramadhan” ungkap Mayasyaroh.

Penjualan sampah dari Bank Sampah ini setiap satu bulan sekali. Pada bulan Oktober 2017 ini hasilnya cukup besar yakni Rp.750.000.- sebagaimana dijelaskan Kurnia (47) pengelola harian Bank Sampah Mandiri.

 "Alhamdulillah, penjualan sampah bulan sekarang capai Rp.750.000 ini merupakan capaian terbesar, biasanya antara 250.000-600.000 an, bulan ini banyak member baru bank sampah. Harapan saya selaku pengelola bank sampah dan sebagai warga berharap semoga kampung Sidaharja jadi Kampung Bebas Sampah." ungkap Kurnia. (AR27/Red)

Dengar Kisah Sedekah Rasulullah,Siswa SDIT Al-Basyar ini Lari Pulang ke Rumah

October 20, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Mendengarkan cerita kisah-kisah teladan pada zaman nabi merupakan salah satu rutinitas yang dilakukan para siswa dan siswi Sekolah Dasar Islam Terpadu  (SDIT) Al-Basyar Mekarwangi pada setiap hari Jum'at.

Seperti Jum'at sebelumnya, pada Jum'at (21/10) pekan ini, Kepala Sekolah yang berkesempatan membacakan kisah teladan. Kisah yang diceritakan adalah tentang keutamaan dalam bersedekah.

Anak-anak terlihat antusias mendengarkan cerita, tak terkecuali seorang siswa kelas 1 bernama Resky Firmansyah. Anak yang biasa dipanggil Iki ini merupakan salah satu anak yang hiperaktif. Kisah yang dibacakan kepala sekolah tersebut membuat hatinya terketuk. Selesai cerita dibacakan, tanpa pikir panjang ia langsung lari meninggalkan sekolah untuk pulang ke rumah.

Untung saja rumahnya tidak terlalu jauh dari sekolah, sehingga guru pun tidak harus terlalu susah payah untuk mengejarnya walaupun memang terasa sedikit lelah. Namun lelah tersebut tiba-tiba hilang saat mendengar alasan murid tersebut pulang. Iki mengatakan bahwa alasan ia pulang karena mengambil uang Rp. 2.000 untuk nanti dimasukan kedalam koropak (Kotak Amal) mesjid. Mengingat setiap hari Jum'at anak laki-laki dibawa shalat Jum'at oleh guru ke masjid terdekat.

"Saya pikir Iki pulang karena tidak ingin ikut pelajaran, tapi setelah ditanya katanya pengen ambil uang Rp. 2.000 untuk nanti dimasukkan ke dalam koropak masjid pas shalat Jum'at", ungkap Nita, salah seorang guru di SDIT Al-Basyar Mekarwangi.

Para siswa dan siswi di SDIT Al-Basyar Mekarwangi sendiri sudah dibiasakan untuk tidak membawa uang jajan. Mereka hanya boleh membawa uang setiap hari Jum'at untuk dimasukkan ke dalam kotak amal masjid.

Selain itu, dengan tidak dibiasakan jajan anak-anak diharapkan tidak terbiasa hidup konsumtif, cinta lingkungan dengan tidak menghasilkan banyak sampah dan sudah terbiasa bersedekah sejak dini. (Nita/AR27/Red)

Tak Lagi Makan Nasi Aking, Keluarga Aswadi Kini Tinggal di Rumah Layak Huni

October 20, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kisah pilu keluarga Aswadi (84) yang mengonsumsi nasi aking dan tinggal di gubuk tak layak huni dan hampir rubuh kini sudah berubah menjadi kisah bahagia. Tak hanya mendapatkan bantuan pangan, Bupati Kuningan H. Acep Purnama beserta pemerintah desa dan masyarakat turut membantu pembangunan rumah Aswadi.

Melihat kondisi rumah yang memprihatinkan, Bupati segera memberi instruksi untuk segera merenovasi rumah Aswadi agar layak huni dan nyaman untuk ditinggali.

Kepala Desa Sukaharja yang diwakili oleh Sekertaris Desa (SekDes), Tarsim, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pembangunan rumah Aswadi.

 "Alhamdulilah atas kerjasama dan bantuan dari semua pihak yang telah menyelesaikan pembangunan rumah Aswadi," kata Tarsim kepada beritakuningan.com.

Proses pembangunan rumah menghabiskan waktu kurang lebih sekitar satu bulan. Meskipun belum terpasang kaca jendela, namun Aswadi dan keluarga sudah dapat tinggal di rumah barunya yang lebih sehat dan nyaman.

Owner Era TV, Amar Thohir yang mewakili forum komunikasi Jaring Pengaman Ummat (JPU)  menyatakan bahwa pihak JPU akan turut membantu melengkapi kekurangan yang ada.

"Alhamdulillah Pemda Kabupaten Kuningan khususnya Bupati yang memiliki kepedulian yang tinggi telah maksimal membantu keluarga Pak Aswadi. Namun masalah ini bukan hanya kewajiban pemerintah saja, kewajiban kita sesama manusia untuk saling membantu. Untuk itu JPU akan berusaha membantu melengkapi apa yang dibutuhkan keluarga Pak Aswadi," ungkap Amar.

Amar menambahkan bahwa selain kaca jendela, masih banyak yang dibutuhkan oleh keluarga Aswadi seperti kompor serta sarana air bersih.

"Selain kaca untuk jendela, JPU akan membantu mengusahakan untuk memenuhi kebutuhan lain seperti kompor dan sarana air bersih, karena menurut laporan yang saya terima dari salah satu tim JPU bahwa saat ini keluarga tersebut masih mengangkut air dari mushola terdekat untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari," lanjut Amar.

Untuk itu Amar menyatakan bahwa pihak JPU akan berkordinasi dengan pihak pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah desa untuk bersama-sama membantu keluarga Aswadi mendapatkan sarana air bersih. (JN01/Red)

Wakili Kuningan, Film "Selembar Impian" Raih Juara 1 Lomba Film Pendek Agroforce 2017

October 08, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Meskipun tak terlalu mendapat perhatian dari pemerintah setempat, sineas asal Kabupaten  Kuningan telah banyak menghasilkan film-film pendek yang menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Kuningan baik di ajang tingkat provinsi, nasional bahkan Asean, salah satunya yang terbaru adalah film pendek berjudul "Selembar Impian".

Film berdurasi sekitar 5 menit karya sineas-sineas muda yang mewakili SMAN 3 Kuningan tersebut berhasil meraih juara pertama lomba film pendek Agroforce 2017 yang diselenggarakan di Kampus UNPAD, Jatinangor, Sabtu (07/10).

Walaupun ini bukan kali pertama film garapannya meraih juara, salahsatu siswa SMAN 3 yang merupakan sutradara sekaligus penulis naskah film Selembar Impian, Zain Aura al-zahir atau yang akrab disapa Jey merasa senang film tersebut berhasil lolos sebagai pemenang.

"Rasanya ya seneng banget, apalagi di sana juga ada acara workshop sekalian bisa dapet ilmu juga" ungkap Jey.

Selain itu Jey berharap agar perfilman di kabupaten Kuningan yang banyak memiliki sineas-sineas muda berbakat tersebut dapat semakin maju dan lebih berkembang.

"Ya, harapan nya sih pengen perfilman Kuningan lebih berkembang lagi, banyak karya-karya hebat dari anak anak film Kuningan, banyak film yang bisa menginspirasi banyak orang," lanjut Jey.

Sedikit informasi, Agroforce adalah perlombaan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Higrologi) Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran (UNPAD) sebagai sarana pengenalan dan memperluas wawasan siswa/i SMA/SMK/MA sederajat terhadap dunia pertanian, khususnya mengenai program studi Agroteknologi Universitas Padjadjaran.

Berbagai lomba yang diselenggarakan diantaranya Lomba KTI, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Fotografi, Lomba Film Pendek, Lomba Desain Poster, Agroindustry dan Band.

Tak hanya film, tim SMAN 3 Kuningan yang beranggotakan Zain Aura Al-Zahir, Lutfi Ihwanudin Imani, Aldi Setiawiguna dengan guru pembingbing  Abdumutcholib tersebut juga berhasil  meraih juara 1 lomba cerdas cermat, juara 3 lomba design poster, sekaligus mendapat juara umum.(AR27/Red)

SMKN 1 Luragung Raih Juara Liga Pelajar Indonesia

October 05, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - SMK Negeri 1 Luragung yang dikenal dengan BONTI akhirnya berhasil merebut gelar juara  dalam Liga Pelajar Indonesia ( LPI ) Kabupaten Kuningan tahun 2017, setelah berhasil menaklukan SMAN Garawangi lewat adu penalti di laga final yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Airlangga Desa Cikaso, Kecamatan Kramat Mulya (5 / 10).

Pertandingan berlangsung sengit sejak menit-menit awal. Kedua tim saling jual beli serangan dan berusaha menampilkan permainan terbaiknya untuk bisa menembus pertahanan lawan. Baru pada menit ke 20, berawal dari sepak pojok yang diambil oleh Kapten Imron Gozali disundul oleh Rizal Ismail hingga menimbulkan kemelut di depan gawang SMAN Garawangi. Bola liar yang memantul ke tiang gawang sebelah kanan langsung disambar dengan diving header oleh Muslihin dan Goll..! 1 – 0 untuk SMK Negeri Luragung.

Dibabak kedua Imron Gozali dan kawan-kawan mengurung tim lawan dengan terus gencar melakukan serangan melalui kedua sayap. Namun sayang, dimenit ke 75 benteng pertahanan SMKN Luragung lengah karena terlalu keasyikan menyerang hingga terjadi gol balasan dan kedudukan berubah menjadi imbang 1 – 1 bertahan hingga peluit terakhir dibunyikan.

Pertandingan dilanjutkan dengan tendangan adu penalti yang menegangkan, hingga akhirnya SMKN 1 Luragung tampil sebagai Juara dengan skor akhir 5 – 3.

“ Tiga kali melakoni laga final, 2 kali mendapatkan kekalahan. Dan akhirnya, untuk ketiga kalinya ini, kami menang, kami Juara ! Saya bangga karena bisa membawa nama baik sekolah tercinta menjuarai LPI tahun ini. Saya pribadi juga bisa membuktikan, bahwa saya bisa berprestasi, walau bukan dibidang akademik “ Ujar sang Kapten, Imron Gozali usai menerima piala tetap dan piala bergilir LPI 2017.

Selain itu, Supporter SMK Negeri 1 Luragung yang lebih dikenal dengan BONTI MANIA juga menerima penghargaan sebagai Supporter terbaik selama LPI 2017 berlangsung.  (Raff/Red)

Rumah Baca Cerdas Ceria Gelar Kursus Komputer

October 04, 2017 Add Comment

Kuningan,  (BK) - Selain menyediakan buku-buku untuk turut meningkatkan minat baca masyarakat, Rumah Baca Cerdas Ceria kini mengembangkan sayap dengan membuka kursus komputer bagi pelajar.

Setelah opening pada pekan lalu, peminat kursus komputer di Rumah Baca Cerdas Ceria Desa Berdaya Cipondok semakin banyak. Kebanyakan dari mereka adalah usia pelajar mulai dari SMP sampai SMA. Kegiatan kursus itu biasa dilaksanakan sekitar ba'da Isya sampai pukul 20.00 WIB.

Berhubung fasilitas komputernya baru ada satu unit netbook, bagi yang ingin mengikuti kursus komputer minimal harus punya kelompok yang berjumlah lima orang agar waktu bisa lebih efektif.

Mayasyaroh selaku relawan menegaskan bahwa "Kursus Komputer ini, merupakan pendidikan khusus untuk masyarakat agar bisa mengoperasikan komputer, minimal bisa Microsoft Word dan Microsof Exel. Minimal hal tersebut bisa menjadi bekal untuk anak dan remaja untuk dunia pendidikan lanjutan (kuliah) maupun dunia usaha/kerja,"ungkapnya.

Yang menarik dari kursus komputer ini adalah peserta tidak dipungut biaya alias gratis dengan syarat sudah sholat Isya.

"Untuk kursus komputer ini, tidak ada biaya apa pun atau gratis, yang penting sebelum pergi kursus sudah selesai shalat Isya nya."lanjut Maya.

Beberapa orang tua siswa peserta kursus merasa sangat terbantu dengan adanya kursus komputer di Rumah Baca Cerdas Ceria.

 "Alhamdulillah, di Rumah Baca ada kursus komputer, anak saya jadi dekat belajar komputernya, terimakasih rumah zakat." Ungkap Wani, salah satu orang tua siswa.

Senada dengan Wani, Agus Feriansyah (14th) salah satu peserta kursus pun sangat merespon baik dengan adanya kursus komputer di desanya.

 "Saya sangat tertarik dengan komputer, saya ingin belajar komputer hingga mahir, terimakasih rumah zakat." begitulah ucapnya.

Harapan dari relawan selaku penyelenggara kursus komputer ini yakni dengan adanya kegiatan kursus komputer ini diharapkan menjadi pendukung kemajuan masyarakat Desa Berdaya Cipondok. (JN01/Red) 

MTSN 8 Gelar PPTA 2017

October 04, 2017 Add Comment


Kuningan, (BK) -  Sebagai Program rutin tahunan MTs Negeri 8 Kuningan akan mengadakan Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PPTA) yang dilaksanakan di Lapangan Bola Desa Cisaat, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan pada hari Selasa, Rabu, Kamis tanggal 3-4 Oktober 2017.

Kegiatan Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PPTA) MTs Negeri 8 Kuningan dengan Gudep 05049 - 05050 tersebut mengambil tema "Dengan perkemahan kita tingkatkan kemandirian dan kedisiplinan pramuka muda yang berkarakter, santun dan ceria berkarya" serta di ikuti oleh seluruh siswa kelas 7 dan 8, sekaligus pelantikan Dewan Penggalang (DP) yang baru.

Menurut M. Taufiqurrohman selaku pembina pramuka, serta Ketua Panitia PPTA menyebutkan bahwa kegiatan tersebut adalah agenda tahunan MTsN 8 Kuningan, dengan target untuk memupuk kedisiplinan siswa.

"Target dari kegiatan ini untuk memupuk keterampilan, kedisiplinan siswa, serta untuk mengajarkan siswa tentang bermasyarakat atau bersosialisasi sehingga kedepan anak-anak bisa terjun langsung di masyarakat," ungkap M. Taufiq.

M.Taufiq pun berharap kegiatan tersebut bisa berjalan dengan baik, dan semua peserta bisa melaksanakan kegiatan dengan baik sehingga apa yang dihasilkan nanti dari kepramukaan ini bisa diterapkan di kemudian hari." harapnya. (JN01/Red)

Bagi Hijab Gratis Sambut Hari Solidaritas Hijab Sedunia

October 02, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka menyelenggarakan Hari Solidaritas Hijab seDunia atau International Hijab Solidarity Day (ISHD), berbagai komunitas Islam di kabupaten Kuningan, Jawa Barat menyelenggarakan aksi longmarch, bagi-bagi hijab gratis, talkshow, dan tutorial hijab.

Aksi longmarch diselenggarakan di arena Car Free Day dimulai dari depan Pandapa Paramata menuju ke Masjid Syiarul Islam pada hari Minggu, 01 Oktober 2017. Acara IHSD 2017 ini diikuti sekitar kurang lebih 200 peserta akhwat.

Dalam aksi longmarch tersebut, setiap komunitas mengirimkan perwakilannya untuk orasi. Seperti perwakilan dari LDK AL-KAHFI,  dari SPJ Kuningan dan Fuji Astuti, perwakilan dari Bidang Perempuan KAMMI Kuningan Komisariat Al-Quds yang sedikit bisa dikutip dari orasi beliau “ Jika kamu adalah perempuan yang ingin dimuliakan maka janganlah buka-bukan, jika kamu adalah perempuan  yang ingin dihargai maka janganlah kalian memakai pakaian mini, mulai dari sekarang BERHIJABLAH dan ajak perempuan-perempuan disekitarmu untuk BERHIJAB. Karena mendidik 1 perempuan adalah mendidik 1 generasi, dan membina perempuan adalah membina peradaban."

Sasaran utama dalam bagi-bagi hijab gratis adalah mereka perempuan-perempuan yang belum mengenakan jilbab dan yang belum syar’i dalam berhijab.
Bagi-bagi hijab gratis ini dilakukan selama longmarch dan diberikan kepada masyarakat kabupaten Kuningan yang berada di area Car Free Day.

Talkshow dengan tema "Hijab is My Identity dan Tutorial Hijab Syar’i" dimeriahkan oleh Umi Ja'far (mantan ketua Salimah kab.Kuningan dan perias pengantin syar’i ). Penampilan nasyid dari group nasyid Muntaba dan santri Binaul Ummah menamabah kemeriahan talkshow.

Berbagai oraganisasi yang terlibat dalam acara IHSD 2017 diantaranya Solidaritas Peduli Jilbab Kuningan dan SPJ Cirebon, KAMMI Kuningan, FSLDK Wilayah 3 Cirebon, LDK AL-kahfi UNIKU, LDK AL-Ihya UNISA, LDK Gamisku STIKKU, Pusat Study Islam Intensif AKFAR Muhammadiyah, LDK Al-Ukhuwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, IMM Kuningan, GEMMA SI, ODOJ Kuningan, LPPKS BKPRMI Kab. Kuningan, Asosiasi Nasyid Nusantara Kab. Kuningan, dan lain-lain.

Dengan kerjasama yang sungguh-sungguh dari berbagai komunitas Islam di Kab. Kuningan,  alhamdulillah acara perayaan Internasional Hijab Solidarity Day (IHSD) 2017 dapat terselenggara dengan lancar. (Mahma/JN01/Red)

Full Day School, Positif atau Negatif?

October 02, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Program lima hari sekolah atau full day school kini mulai dijalankan di Indonesia, banyak sekolah yang merespon baik atas kebijakan Mentri Pendidikan tersebut, namun tidak dipungkiri masih ada sekolah yang masih tidak menerapkan kebijakan tersebut karena dianggap tidak efektif bahkan mengganggu waktu mengaji.

Seperti yang terpantau oleh beritakuningan.com di tiga SLTA di kecamatan Cibingbin pada hari Senin (02/10) yang mana ketiga sekolah tersebut ada yg sudah menjalankan kebijakan tersebut, namun masih ada yang belum menjalankan nya.

Menurut Anwar Budiman Kepala Sekolah SMAN 1 Cibingbin menuturkan bahwa sekolahnya itu menyambut baik dengan adanya Full Day School, karena menurutnya dengan Full Day School jam kerjanya berkurang dari tadinya 6 hari kini menjadi 5 hari, dan bisa lebih lama lama kumpul sama keluarganya.

"Karena rata-rata mayoritas guru disini adalah warga asli dari Cibingbin, jadi hari sabtu dan minggu bisa kumpul-kumpul bareng keluarga, serta dari ketua Osis pun sangat merespon baik Full Day malahan mereka bilang lanjutkan," tuturnya.

Sama hal nya dengan SMAN 1 Cibingbin, Kepala Sekolah MA Al-Amin yang diwakili oleh Wakasek Kesiswaan Mamat Rahmat menyebutkan dirinya pun sangat merespon baik Full Day School, namun dirinya sangat menyayangkan buat kalangan Madrasah dan Pesantren itu bisa mengganggu waktu mengaji dan bisa terbengkalai.

Namun berbeda dengan SMK Cibening yang merasa kurang efektif jika jam sekolah menggunakan Full Day School karena menurut H. Hasikin selaku Kepala Sekolah SMK Cibening memaparkan "jika anak-anak masuk sekolah jam 07.00 dan pulang jam 16.00 menurut saya terlalu monoton," paparnya.

"Hasil kesepakatan dengan yayasan, dan komite, serta dengan para guru untuk tahun ajaran baru sepakat tidak melaksanakan Full Day, karena sarana dan prasarana kami yang belum menunjang dan kebetulan sekolah kami baru berdiri 2 tahun." imbuhnya.(JN01/Red)

Peringati Hari Jadi Kuningan, PAB Gelar Lomba Pencak Silat

October 02, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka memperingati Hari jadi Kota Kuningan yang telah berlangsung pada 1 September dan menyambut hari sumpah pemuda yang akan jatuh pada tanggal 28 Oktober mendatang, Paguyuban Atlit Berprestasi (PAB) yang bekerja sama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (kemenpora) Rebublik Indonesia dan Perguruan Tumaritis mengadakan lomba seni bela diti khususnya pencak silat.

Acara lomba pencak silat yang diselenggarakan di Open Space Desa Kertawangunan, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan dan berlangsung selama 2-4 hari, yang dimulai pada hari Sabtu (30/09).

Untuk peserta lomba pencak silat tersebut berasal dari Wilayah tiga Cirebon yang meliputi Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan).

Menurut Yudi Lasmana, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilatar belakangi oleh intruksi Gubernur Jawa Barat agar terus melestarikan budaya khususnya seni pencak silat, karena pencak silat adalah aset budaya bangsa.

Sementara itu menurutnya tujuan dari acara tersebut bukan hanya semata-mata untuk melestarikan pencak silat, namun untuk persiapan pergelaran Asian Games ditahun 2018 mendatang di Jakarta dan Palembang.

"Semoga dengan adanya acara ini bisa melahirkan atlet-atlet berprestasi, untuk menyongsong Asian Games 2018 mendatang," tutur Yudi. (Gustiar/JN01/Red)

Mayat Mengapung di Perairan Waduk Darma

October 02, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Warga Dusun Sukamaju Rt.11 Rw. 03 Desa Jagara Kec. Darma dikejutkan oleh penemuan mayat laki-laki tanpa identitas mengapung di perairan Waduk Darma, Senin (02/10).

Mayat yang diperkirakan berusia sekitar 48 tahun, kulit sawo matang, dan rambut ikal tersebut ditemukan dalam kondisi membiru dan bengkak. Selain itu kulit pada sebagian anggota badan telah mengelupas.

Sore itu dua orang saksi mata yaitu Rustaman (41) dan Ikin (47) sedang mencari tutut (siput) di perairan Waduk Darma, tanpa sengaja mereka melihat mayat mengambang dan kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Darma dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan.

Kepala BPBD Kabupaten Kuningan, Agus menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 15.00 WIB.

“Kami mendapat informasi dari masyarakat ke kantor BPBD dan kami langsung mengirim tim ke sana untuk memastikan mayat yang awalnya oleh masyarakat disangka boneka,” ungkap Agus.

Setelah dilakukan proses evakuasi oleh Polsek dan BPBD yang dibantu masyarakat, mayat tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Darma untuk dilakukan identifikasi oleh tim Inafis Polres Kuningan. Tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan.

Sekitar pukul 17.45 WIB mayat langsung dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut. (AR27/Red)

Gudep 08055 dan Gudep 08056 Pangkalan SMAN 1 Garawangi Gelar PTA

October 01, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Kian Santang Gudep 08055 dan Rarasantang Gudep 08056 pangkalan SMA Negeri 1 Garawangi dilaksanakan pada tangga 28 s.d. 30 September di Bumi Perkemahan Ciniru Jalaksana dengan tema "Membangun Generasi Penegak yang Tangguh, Santun dan Religius Sebagai Wujud Pendidikan Karakter Budaya Bangsa" yang diikuti oleh 9 sangga putra dan 18 sangga putri.

Kak Mabigus SMAN 1 Garawangi, Kak Benny Gartika, S.Pd., M.M.Pd. membuka kegiatan tersebut dengan menancapkan kapak ke batang pohon di samping tunas kelapa sebagai simbol pramuka yang bermakna generasi penerus bangsa mempunyai cita-cita mengemban amanah rakyat.

Dalam amanatnya, Ka Mabigus mengingatkan untuk menjaga kondisi agar tetap sehat dalam mengikuti kegiatan dan berharap agar kegiatan ini dapat membentuk karakter sesuai tema yang diusung.

Sementara itu menurut salah satu pembina pramuka pangkalan SMA Negeri 1 Garawangi, Jajang Zaini Rois, S.T., M.Kom. terdapat 7 tujuan pelaksanaan PTA. "Pertama, meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan YME, memupuk jiwa kepemimpinan, meningkatkan wawasan kepramukaan terhadap peserta didik, melatih kemandirian, keakraban, dan kebersamaan antaranggota pramuka, sarana untuk mencapai tingkat pramuka penegak, menanamkan kedisiplinan dan mental yang lebih baik." kata Jajang.

Kegiatan PTA tersebut di isi dengan beragam kegiatan yang menarik, dengan menyelenggarakan beragam perlombaan-perlombaan yang mengasah kedisiplinan serta kekompkan dan ketangkasan para peserta PTA.

Acara PTA tersebut di tutup pada hari Sabtu (30/09) sekitar jam 08.45 WIB oleh Mabigus, Kak Benny Gartika, S.Pd.,M.M.Pd.  melalui pembina pramuka, Kak Uci Wikara, S.Pd.,M.T.

Dalam amanat Penutupan acara PTA, Ka Uci memberikan selamat kepada peserta PTA  yang telah mengikuti kegiatan selama 3 hari 2 malam di Bumi Perkemahan Ciniru Jalaksana. Beliau juga berharap agar  Tri Satya Pramuka yang diucapkan dalam adat ambalan dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. (JN01/Red)

Nobar Film G30S PKI Desa Sindangsari Berlangsung Semarak

October 01, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Ratusan warga Desa Sindangsari menyaksikan acara nobar film G30S/PKI di Gedung Olah Raga (GOR) Sabilulungan Desa Sindangsari, Jum’at (29/09).

Semua element masyarakat menyaksikan film G30S/PKI tersebut. Terlihat mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, muda, bahkan sampai ibu-ibu pun rela menggendong anaknya untuk menyaksikan acara nobar tersebut.

Acara nobar film G30S/PKI ini diprakarsai oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sindangsari dengan tujuan untuk memberikan edukasi terhadap warga di lingkungan desa sindangsari terutama bagi para remaja dan pemuda.

M. Taufik Abdullah selaku kepala Desa Sindangsari mengatakan “acara nobar film G30SPKI ini bermaksud untuk memberikan edukasi terhadap masyarakat akan sejarah Indonesia di masa lalu karena film ini sendiri sudah lama tidak ditayangkan di stasiun televisi semenjak tahun 1998 dan juga untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Iyan Pratama, Ketua Karang Taruna Sabilulungan Desa Sindangsari, “pemutaran film G30S/PKI ini patut diapresiasi karena ini merupakan sebuah inisiasi yang sangat baik karena film ini memberikan sebuah edukasi terutama untuk anak-anak dan remaja yang mungkin masih belum tau apa itu film G30S/PKI itu, alur ceritanya seperti apa dan permasalahan  nya seperti apa," ungkap Iyan.

Selain itu, Iyan juga sedikit menyayangkan pemutaran film G30S/PKI ini ditayangkan terlalu malam sehingga banyak para remaja yang tidak sampai selesai menyaksikan film G30S/PKI ini.  Harapannya, untuk tahun yang akan datang, pemutaran film G30S/PKI ini ditayangkan di siang hari agar para remaja khususnyabisa menyaksikan sampai tuntas, pungkas Iyan. (Muklis/AR27/Red)

Karang Taruna Desa Ancaran Gelar Nobar Film Pemberontakan G30S PKI

October 01, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Karang Taruna Karya Bersama dan DKM Masjid Jami Desa Ancaran, Kecamatan/Kabupaten Kuningan mengadakan pemutaran Film G30S/PKI yang tujuan untuk mengenalkan sejarah kepada anak-anak dan remaja Desa Ancaran, Sabtu (30/09).

"Tujuan dari acara ini adalah untuk menggali lagi sejarah, bahwa pemberontakan G30S/PKI itu ada di Indonesia, untuk itu jangan sampai melupakan sejarah. Disekolah pun sekarang tidak di ajarkan lagi, itu adalah sebuah ironi dan maka dari itu kami mengadakan acara ini," ungkap Fahrudin, selaku Wakil Ketua Karang Taruna Desa Ancaran.

Sementara itu menurut Oban Kaokab, selaku Ketua DKM Masjid Jami Ancaran mengatakan bahwa kegiatan pemutaran Film tersebut sangat bagus, namun dirinya menganjurkan untuk anak-anak yang ingin menonton film itu harus didampingi oleh orang tua nya.

"Bahkan kami dari DKM menganjurkan pula kepada Karang Taruna untuk mengadakan pemutaran film tentang keagamaan seperti film "Sang Kyai" dan sebagai nya, karena kita jangan sampai melupakan sejarah (Jasmerah)," anjurnya.

Kepala Desa Ancaran yang diwakili oleh Seretaris Desa (Sekdes) Ade Wahyudin pun sangat merespon baik atas kegiatan pemutaran Film G30S/PKI, karena menurutnya sekarang itu sedang ada usaha untuk melupakan sejarah.

"Kalo orang tua setidaknya pernah tau tentang film ini, karna saya dulu pernah mengalami nonton film G30S/PKI di TVRI, namun sejak pemerintahan Gusdur film itu tidak ditayangkan lagi dan saya yakin bahwa anak-anak SMP kebawah belum pernah nonton Film ini," tuturnya.(JN01/Red)

Sambut Tahun Baru Islam, DKM Masjid Jami Ancaran Gelar Acara Sholawatan dan Syukuran

October 01, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka memperkenalkan sejarah Islam dan memperingati tahun baru Islam serta perayaan 10 Muharam, DKM Masjid Jami Ancaran yang bekerja sama dengan Karang Taruna Karya bersama Desa Ancaran, Kecamatan/Kabupaten Kuningan menyelenggarakan acara sholawatan dan syukuran pembangunan Masjid Jami Ancaran, Sabtu (30/09).

Menurut Oban Kaokab, selaku Ketua DKM Masjid Jami Ancaran menyebutkan bahwa acara tersebut sebagai salah satu cara pengenalan sejarah Islam kepada masyarakat Ancaran terutama bagi generasi muda, serta untuk syukuran pembangunan Masjid Jami Ancaran.

"Kebetulan karena di Desa Ancaran suka ada acara pahingan, welasan, sholawatan jadi pada malam ini kami gabungkan acara itu menjadi satu rangkaian acara, dan kami bekerja sama dengan karang taruna juga untuk mengadakan acara pemutaran Film G30S/PKI setelah selasai acara ini dengan Visi dan Misi pengenalan sejarah Indonesia dan sejarah dunia," ungkap Oban.

Sementara itu menurut H. Ibnu Malik, selaku ketua pembangunan Masjid mengatakan bahwa acara perayaan 10 Muharam, dan acara syukuran pembangunan Masjid adalah sebagai Tawasul kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani dan Rasulullah SAW, serta memohon kepada Allah SWT agar pembangunan Masjid yang dilaksanakan satu setengah tahun diridhoi Allah SWT.

"Dengan harapan semoga semua usaha dalam pembangunan Masjid ini jadi lebih dimudahkan lagi dan semoga mendapatkan ridho dari Allah SWT," tuturnya.(JN01/Red)