Koprasi Syari'ah 212 Bakal Hadir di Kuningan

September 30, 2017 Add Comment


Kuningan, (BK) - Dalam rangka pemberdayaan ekonomi ummat, pengurus Koperasi Syariah 212 Cirebon Raya melakukan sosialisasi koperasi syariah di Gedung LPAI, Komplek Pondok Pesantren Mursyidul Falah,Tanjungsari, Purwawinangun, Kuningan pada hari Jum’at (29/09).

Acara yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh pengurus Koperasi Syariah 212 Cirebon Raya yang berjumlah 5 orang dan sekitar 25 orang peserta lain.

Dalam pemaparannya, Herdi Wibowo, Ketua Koperasi Syariah 212 Cirebon Raya menjelaskan bahwa “Koperasi syariah ini dibentuk dalam rangka pemberdayaan ekonomi ummat. Karena selama ini perlu disatukan dalam bentuk koperasi dan di dalam nya akan ada suatu unit usaha, dan meraka seluruh ummat ini nanti akan berkarya dan memiliki usaha itu, jadi berkarya sekaligus memiliki usaha,”ungkapnya.

Koperasi Syariah 212 sudah terbentuk di Wilayah III Cirebon yaitu di Cirebon dan Indramayu. Untuk Majalengka sedang dibuat, dan menyusul Kuningan sebagai ekspansi dari Koperasi Syariah 212.

Diakhir keterangannya, disebutkan juga bahwa Koperasi Syariah 212 yang juga sudah ada diseluruh Indonesia terutama di kota-kota besar seperti Sukabumi, Ciamis dan lain-lain diharapkan dapat menjadi sarana pemersatu ummat muslim.

“Kita ini sesama ummat muslim hendak nya kita selalu bersatu, kita bentuk suatu ekonomi keummatan sesuai dengan motto dan cita-cita Koperasi Syariah 212 yaitu Berjamaah, Amanah dan Izzah jadi akhirnya mendapat kebahagiaan secara keseluruhan ummat muslim.” pungkasnya. (Muklis/AR27/Red)

Sambut HUT TNI Ke 72, Kodim 0615/Kuningan Laksanakan Kegiatan Karya Bakti

September 30, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka menyambut peringatan HUT TNI ke 72 tahun yang jatuh pada tanggal 05 Oktober 2017, pada hari Jum'at (29/09) kemarin Kodim 0615/Kuningan mengadakan kegiatan Karya Bakti Pembersihan di taman Makam Pahlawan Haurduni yang berlangsung pukul 07.30 sampai dengan 10.00 WIB.

Kegiatan Karya Bakti itu dipimpin langsung oleh Kasdim 0615/Kuningan Mayor Inf Reza Taufik Hasan Sip.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu 1 Kompi Kodim 0615/Kuningan, 1 Pleton FKPPI Kabupaten Kuningan dan 1 Pleton PPM ( Pemuda Panca Marga).

Bukan hanya jajaran TNI, namun dalam acara tersebut hadir pula para mahasiswa dan para pelajar yang terdiri dari Regu Resimen Mahasiswa ( Menwa), 1 Pleton Pelajar Pramuka SMAN 3 Kuningan, 15 orang pelajar pramuka SMA Yamsik, serta 1 regu pelajar pramuka SMKN 2 Kuningan.

Kegiatan Karya Bakti Pembersihan di taman Makam Pahlawan Haurduni Kuningan kemarin berjalan aman dan tertib.(JN01/Red)

Relawan Acep Purnama Gelar Pengobatan Gratis dan Donor Darah

September 30, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, Relawan Pendukung Acep yang diberi nama Pendukung Acep Sajati (PAS) mengadakan Bakti Sosial (Baksos) dengan menyelenggarakan pengobatan  gratis dan donor darah di Desa Singkup, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, Sabtu (30/09).

Acara Baksos Relawan Pendukung Acep  tersebut terselenggara atas dasar kepedulian PAS terhadap masyarakat Desa Singkup yang di dukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan dan Apotek 24 dengan mengambil tema "Kesehatan untuk menyehatkan, bukan untuk memberatkan."

"Kami disini ingin menyentuh masyarakat terutama di bidang kesehatannya, karena dengan acara  baksos ini masyarakat jadi lebih tersentuh." ungkap Agit Wiranata Kusuma, salah satu relawan PAS.

Rencana kedepannya kegiatan baksos tersebut akan di selenggarakan secara berkelanjutan dan untuk waktu serta acaranya akan berlangsung secara kondisional.

Sementara itu Pelaksana kegiatan baksos, sekaligus perwakilan masyarakat Singkup Toto Taufik merasa sangat bangga dengan adanya acara baksos tersebut.
"apalagi acara ini ada pengobatan gratisnya, semoga kegiatan ini bisa terus berjalan bukan hanya sampai disini"

Kepala Desa Singkup yang diwakili Sekretaris Desa (Sekdes) Rusmana pun sangat merespon baik kegiatan baksos tersebut, dirinya pun berharap tahun depan bisa ada acara baksos lagi di Desa nya.

"Karena kegiatan itu sangat membantu sekali buat masyarakat khususnya di bidang kesehatan, dan semoga kegiatan baksos ini bisa diselenggarakan lagi tahun depan di Desa kami," tuturnya. (JN01/Red)

Salip 2 Mobil, Avanza Tabrak Sepeda Motor

September 29, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Sebuah kecelakaan lalulintas terjadi di ruas jalan Cirebon-Kuningan tepatnya di Desa Sampora, Kecamatan/Kabupaten Kuningan pada pukul 21.30 WIB, Jum'at (29/09).

Tabrakan yang melibatkan mobil Avanza dengan nopol B 1030 BYO yang dikendarai Alfan warga Kabupaten Purwakarta dan sepeda motor Yamaha Jupiter dengan nopol E 2453 HZ yang dikendarai Dodi warga Sindang Kasih menyebabkan satu korban luka.

Menurut keterangan Ozi (32) warga Desa Sampora yang berada dilokasi kejadian, menyapaikan menurut informasi yang dia dapat bahwa mobil Avanza melaju dari arah Cirebon menuju Kuningan hendak menyalip kendaraan didepannya.

"Mobil Avanza melaju kencang mau nyalip 2 mobil, dari arah berlawanan ada sepeda motor  sehingga tabrakan pun tak dapat dihindarkan," ungkap Ozi.

Dodi mengalami luka parah dibagian kaki dan segera dilarikan ke RSUD Linggajati untuk mendapatkan pertolongan.

Petugas polisi dari Polsek Cilimus segera ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.(Zio/AR27/Red)

Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak Rumah Warga di Desa Citenjo

September 29, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Hujan deras disertai angin kencang merusak 4 rumah dan beberapa bangunan lainnya di Dusun IV, Desa Citenjo, Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan sekitar pukul 14.00 WIB, Jum’at (29/09).  

Menurut keterangan Asep Hardianto, anggota BPD dusun IV Desa Citenjo mengatakan bahwa angin kencang tersebut tidak hanya merusak rumah, namun juga bangunan lainnya.  

“Angin itu seperti puting beliung. Saung-saung di sawah banyak yang pada terbang asbes dan gentengnya, terus ada pabrik bata juga atapnya terbang,” ungkap Asep kepada wartawan portal online Berita Kuningan.  

Kerusakan terparah dialami rumah milik Kusnendar yang terletak di Rt. 32 Rw. 07 Dusun IV Desa Citenjo. Hampir sebagian rumahnya roboh akibat angin kencang tersebut.  

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kusnendar sedang berada di Jakarta untuk mengais rejeki sedangkan di rumah hanya ada istri Kusnendar, Karti (50) dan dua orang anak serta seorang cucunya yang langsung lari ketika tahu rumahnya akan roboh.

“Saya sedang menggendong cucu, saya langsung lari ke depan rumah tetangga sambil hujan-hujanan. Posisi saya ketika kejadian sedang di dalam rumah. Saya melihat ketika tembok bergoyang-goyang mau roboh, lalu saya langsung lari ke rumah tetangga sambil menggendong cucu,” ungkap Karti menceritakan kronologi.

Hingga saat ini belum diketahui berapa kerugian yang diderita akibat kejadian tersebut. Untuk sementara Karti beserta keluarga mengungsi di rumah tetangga dan telah mendapat bantuan darurat dari pemerintah Desa Citenjo.(Rania/AR27/Red)

Sumbang 5 Medali Emas, Dua Atlet Kuningan Turut Hantar Indonesia Raih Juara Umum Para Games ASEAN 2017

September 26, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kontingen Indonesia di ajang ASEAN Para Games 2017 pulang dengan menyandang predikat juara umum, Senin (25/09).

Rombongan mendarat di bandara Adi Soemarmo, Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (24/9/2017) sore WIB. Mereka disambut oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Indonesia menutup ASEAN Para Games dengan 126 medali emas, 75 perak dan 50 perunggu. Malaysia, yang berada di peringkat kedua "hanya" mendulang 90 emas, walaupun memiliki perak (85) dan perunggu (83) lebih banyak.

Dari 126 medali emas yang didulang Indonesia, 5 diantaranya disumbangkan oleh 2 atlet asal Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

3 medali emas sekaligus diperoleh Tati Karhati (25), Atlet asal desa Sukarapih, Kecamatan Cibereum.Tati memenangkan cabang catur tunanetra kelas 11 -13 nomor standar perorangan, standar Beregu dan cepat beregu.

Sementara 2 medali emas lainya  diraih oleh Insan Nurhaida (30) Atlet asal Cijoho, Kelurahan Kuningan ini menjuarai cabang atletik nomor 100 dan 200 meter kelas T 36.

Baca juga: Atlet Disabilitas Asal Kuningan Sumbang Medali Emas di Ajang Para Games ASEAN 2017

Setelah tahun 2013, ini adalah kali kedua Indonesia merajai dunia olah raga kaum disabilitas di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, dua tahun lalu di Singapura, putra-putri ibu pertiwi  menduduki posisi runner-up di bawah Thailand.

Tak hanya gelar juara umum, tahun ini atlet-atlet para games Indonesia juga menorehkan total 36 rekor, 28 di cabang renang, 4 atletik, dan 4 angkat berat.(AR27/Red)

RQ Al-Khoeriyah Selenggarakan Ruqyah Masal di Cibingbin

September 24, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Rumah Qur'an Al-Khoeriyah, rumah tahfidz untuk para penghafal Al-Qur'an bekerjasama dengan Rumah Qur'an (RQ) Kuningan mengadakan Ruqyah Syari'iyyah Massal dalam rangka penyambutan Tahun Baru  Islam yang bertempat di Rumah Qur'an Al-Khoeriyah komplek Lapang Bola Rangga Jaya, Blok Kliwon Rt. 14/01, Desa Cibingbin

Acara Ruqyah Masal dibuka untuk masyarakat umum, bertujuannya untuk mengenal Ruqyah Syar'i yang sesuai dengan syariat agama Islam dan ajaran Rasullulah. Peruqyah adalah Ust. Imam Syahrobani, S.Pd.I yang merupakan Direktur Rumah Qur'an Kuningan.

"Rumah Qur'an baru sekarang mengadakan Ruqyah masal, acara ruqyah ini pertama kali diadakan mudah-mudahan kedepannya bisa diadakan kembali kita lihat respon masyarakat terhadap acara ini," ungkap Ustadz Ammar Syahrial (30) selaku Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan.

Tujuan inti dari acara ini lanjutnya adalah memperkenalkan apa itu ruqyah, mengenalkan seperti apa terapi ruqyah dan yang terakhir tentu kita ingin membantu orang-orang yang mengalami gangguan jin dan gangguan syihir.

"Bahwa memang dari zaman Nabi gangguan jin seperti ini sudah ada cara menghilangkan atau menyembuhkannya adalah dengan diRuqyah" lanjut Ustadz Ammar.

Ustadz Ammar berharap dengan diadakannya acara ini masyarakat semakin mengenal apa itu Ruqyah, tahu tata cara Ruqyah, serta masyarakat pun bisa lebih mendekatkan lagi dengan Allah SWT. (Rania/AR27/Red)

Kolom agama E-KTP Jemaat Ahmadiyah di Isi Islam, Ratusan Umat Muslim Protes

September 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dewan Tanfidzi DPW FPI Kabupaten Kuningan bersama berbagai Komponen Pergerakan Muslim Kuningan, ormas islam, ormas kepemudaan, ponpes, majelis ta'lim, mahasiswa dan lain-lain telah mengadakan Aksi Peduli Muslim Rohingya dan Aksi Bela Islam tentang penolakan dicantumnya "Islam" dalam kolam agama pada KTP jemaat Ahmadiyah, yang dilaksanakan pada Jum'at (22/09).

Ratusan peserta aksi berkumpul di depan Masjid Syi'arul Islam dan beberapa perwakilan melakukan orasi terkait masalah rohingya. Setelah semua berkumpul, aksi dilanjutkan dengan longmarch menuju depan Gedung Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Kuningan dan melakukan orasi.

Dalam orasinya, Ketua DPW FPI Kabupaten Kuningan, Kyai Endin Kholidin menyampaikan kekecewaan dengan dicetaknya E-KTP Ahmadiyah yang dikolom agamanya dicantumkan agama "Islam". 

Endin menyampaikan bahwa sebagaimana diketahui bersama bahwa Ahmadiyah bukanlah Islam. Fatwa Majlis Ulama Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa Ahmadiyah sesat dan bukan Islam. Untuk itu dirinya meminta kepada Pemda Kabupaten Kuningan untuk mencabut sekitar 1000 E-KTP yang telah dicetak untuk jemaat Ahmadiyah.

"Ahmadiyah itu bukan Islam. Bahkan telah menistakan Islam. Nabinya adalah Mirzan Ghulam Ahmad, kitabnya pun bukan Al Qur'an melainkan kitab Tadzkiroh, bahkan mereka berani mengatakan bahwa nama Mirzan Ghulam Ahmad sudah sempurna sedangkan nama Allah belum sempurna," tegas Endin dengan emosi.

Selain itu dirinya meminta agar baiknya Ahmadiyah segera dibubarkan demi menjaga keamanan dan kondusifitas di Kabupaten Kuningan. Ahmadiyah sudah banyak melanggar aturan baik peraturan Gubernur maupun SK tiga Mentri dan telah melukai hati umat muslim sehingga tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan bentrokan fisik dengan umat Islam seperti beberapa tahun silam.

Menjelang sore, 10 orang perwakilan peserta aksi melakukan audiensi dengan bupati dan jajarannya di ruang kerja bupati. Hingga diputuskan kesepakatan untuk menyelesaikan masalah E-KTP jemaat Ahmadiyah peserta aksi pun membubarkan diri dengan tertib. (AR27/Red)

Dua Tersangka Pengedar 2000 Pil yang Diduga Tramadol di Tangkap

September 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Unit Satres Narkoba Polres Kuningan meringkus dua pria yang diduga merupakan pengedar obat penenang yang seharusnya tidak dijual bebas di pasaran. Polisi menyita barang bukti berupa dua ribu butir obat penenang yang diduga sejenis tramadol, Kamis (21/09).

Dua tersangka yakni RH (20) dan ARD (22) tertangkap di depan salah satu agen layanan ekspedisi tepatnya di Jl. Siliwangi, Kelurahan Purwawinangun Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan saat membawa barang bukti 2 bungkus obat yang masing-masing berisi seribu butir.

Sekitar pukul  17.00 WIB, tersangka RH yang berasal dari desa Cipari, Kecamatan Cigugur dan ARD yang berasal dari Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur tersebut langsung diamankan dan dibawa ke kantor Satuan Resrse Narkoba Polres Kuningan untuk penyidikan lebih lanjut.

Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap saksi dan tersangka serta pengembangan barang bukti dan jaringannya.

Jika terbukti bersalah, kedua tersangka dapat dijerat Pasal 196 jo 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan yang ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara. (Rizki/AR27/Red)

Lahan Gunung Ciremai Kebakaran, TNI Segera Bantu Padamkan

September 21, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kebakaran Lahan Gunung Ciremai kembali terjadi. Menurut informasi yang didapat www.beritakuningan.com bahwa sekitar pukul 07:00 WIB api mulai merambat memasuki wilayah Dusun Bina Karya, Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, setelah itu api semakin membesar tepat di atas objek wisata talaga remis, Kamis (21/09).

Koramil 1514/Mandirancan, Mahasiswa Pecinta Alam (MPA), dan anggota Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) bahu membahu memadamkan kebakaran dilahan Gunung Ciremai  tepatnya di Blok Batu Saeng, Dusun Bina Karya, Desa Kaduela, Kec. Pasawahan, Kabupaten Kuningan seluas 40 Hektar (Ha).

Adapun personil yang terlibat dalam pemadaman adalah Koramil 1514/Mandirancan sebanyak 6 orang, dari TNGC sebanyak 10 orang, 30 orang dari MPA, dan masyarakat sekitar sebanyak 40 orang.

Danramil 1514/Mandirancan, Kapten Inf Fajar Dwiyanto beserta yang lainnya mengambil langkah pemadaman dengan cara berkoordinasi dengan pemerinta Desa Kaduela dan Desa Padabenghar untuk bersama - sama memadamkan api, serta melaksanakan siaga antisipasi agar api tidak memasuki pemukiman warga.

Namun sampai dengan saat ini api belum bisa dipadamkan dan sudah memasuki Blok Cirendang, Dusun Margamukti, Desa Padabeunghar. Api sudah  masuk membakar lahan pertanian milik warga dan api semakin membesar.

Sementara itu kerugian materi pun  sampai dengan saat Ini belum bisa di ketahui,  masih di perhitungkan oleh pihak TNGC. (JN01/Red)

4 Sepeda Motor di Curi Dalam Satu Malam di Tiga Tempat Berbeda

September 21, 2017 Add Comment
Salah satu lokasi pencurian sepeda motor

Kuningan, (BK) - Warga Kecamatan Cibingbin mulai diresahkan setelah adanya aksi Pencurian  Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang menghilangkan 4 unit sepeda motor sekaligus dalam satu malam di tiga lokasi berbeda. Pencurian yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB sama-sama berada di Rt. 03/09, Dusun Pahing, Desa Cibingbin Kecamatan Cibingbin, Kamis  (21/09).

4 kendaraan roda 2 tersebut milik tiga korban yang berbeda. Memo Wasma (49) kehilangan 2 unit sepeda motor, yakni Yamaha Vixion dengan nopol E 6985 ZM dan Yamaha Bison dengan nopol E 6938 ZW, sedangkan Jaenudin (43) kehilangan 1 unit sepeda motor merk Honda Vario Texno berwarna merah dengan nopol E 2099 YA, dan terakhir 1 unit sepeda motor merk Honda Beat warna hijau dengan nopol E 2146 ZL milik Kusnadi (40). Kerugian diperkirakan mencapai total Rp 50 Juta.


Menurut keterangan salah satu korban, Memo Wasma menjelaskan kejadian pencurian motor di garasi rumahnya seperti sudah di rencanakan matang-matang oleh sang pelaku.

"Saking pintarnya sang pelaku sampe-sampe pintu rumah saya diiket pake tali supaya orang dalem rumah susah keluar, dan dia mengambil motor Vixion dan Bison yang ada di garasi," ungkap Memo.

Memo pun menjelaskan bahwa di dalam garasi rumahnya terdapat 4 unit sepeda motor, namun yang dicuri hanya 2 unit saja.

"Yang saya bingung kan di rumah saya ada motor Honda Beat, Yamaha X Ride juga, tapi yang di ambil hanya motor Vixion dan Bison, motor Beat yang mau diambil tidak bisa jalan, jadinya pelaku pencurian itu hanya mengambil motor Bison dan Vixion," lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui siapa pelakunya. Kasus pencurian motor tersebut masih dalam proses penyelidikan  pihak kepolisian. (JN01/Red)

Bunuh Diri Makin Marak di Kuningan, Ini Tanggapan Sekertaris Komisi Fatwa MUI

September 20, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) -  Pada tahun 2017, hingga bulan September tercatat 8 kasus bunuh diri yang terjadi di Kabupaten Kuningan. Kasus terakhir terjadi menimpa seorang ibu rumah tangga yang berasal dari  Dusun Puhun, Desa Keramatmulya, Kecamatan Keramatmulya. Korban melakukan aksi bunuh diri menggunakan kain yang diikatkan ke plafon dapur.

Baca Juga: Insiden Gantung Diri Terjadi Lagi di Kuningan

Menanggapi hal tersebut, KH. Fitriadi Siraj selaku Sekretaris Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan menyesalkan adanya kasus-kasus bunuh diri yang menimpa warga masyarakat Kuningan.

"Karena bunuh diri dari kacamata agama itu jelas-jelas merupakan dosa besar, sesuatu yang haram yang tidak boleh dilakukan," ungkap KH. Fitriadi.

Beliau menambahkan bahwa Allah telah menitipkan badan kepada manusia yaitu untuk di jaga, jangan disakiti apalagi dibunuh.

"dalam Al Qur'an Allah berfirman janganlah kamu mencemplungkan dirimu pada kerusakan," tambah KH. Fitriadi.

Orang yang bunuh diri mungkin menganggap dengan bunuh diri mereka dapat menyelesaikan semua permasalahan, namun justru menambah masalah baru yakni menerima siksa yang pedih selamanya di Alam Kubur dan di Akhirat.

"Ketika dia stres punya masalah kemudian menurutnya cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan bunuh diri, padahal bunuh diri itu tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru dia akan menghadapi masalah yang lebih besar dalam kuburnya, dia akan mendapatkan siksa kubur yang sangat sangat berat itu ketika seseorang itu bunuh diri," jelasnya.

Sementara itu menurut KH. Fitriadi, seseorang yang kurang imanny memang cenderung berani berbuat hal-hal yang kurang terpuji atau kurang baik. Hal tersebut dikarenakan mereka lebih mudah tergoda oleh rayuan setan yang mampu menjerumuskannya kedalam kesesatan.

"Udahlah akhiri semua kesusahanmu, akhiri saja semua penderitaanmu dengan cara bunuh diri, jika kau sudah bunuh diri semuanya beres, semuanya selesai, kamu tidak akan merasakan sakit, tidak akan merasakan susah lagi, tidak akan merasakan sedih lagi. Itu adalah bisikan setan yang menggoda, yang mengganggu manusia agar terjerumus ke dalam neraka supaya manusia itu kelak akan menjadi temannya di dalam neraka. Makanya hati-hati didalam menghadapi masalah, jangan sampai kita tergoda, terganggu oleh iblis yang nantinya jelas-jelas akan mengajak kedalam kesesatan," imbuhnya.

Selain itu, KH. Fitriadi berpesan apapun yang terjadi atau seberat apapun masalah solusinya kembalilah kepada Allah, selalu berdzikir dan selalu menyebut dan mengingat nama Allah, InsyaAllah semua kesusahan itu akan hilang.

"Karena banyak solusi di Al Qur'an, pun sudah disebutkan bahwasanya dengan mengingat Allah, berdzikir kepadanya hati akan menjadi tenang," pesannya. (JN01/Red)

Rutilahu Tak Tepat Sasaran, TNI Dilibatkan

September 20, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Sejak tahun 2016, pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodam III/Siliwangi melalui Kodim, Koramil dan Babinsa untuk terlibat aktif sebagai pengawas dalam program bantuan pemerintah untuk Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). TNI mulai berperan semenjak adanya laporan berkenaan program Rutilahu yang tidak tepat sasaran.

Keterlibatan tersebut dimaksudkan agar penerima Rutilahu benar-benar masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, dengan keterlibatan TNI diharapkan hasil dari program Rutilahu mengalami peningkatan.

Untuk wilayah Kabupaten Kuningan, langkah awal yang diupayakan demi keberhasilan program Rutilahu tahun 2017 adalah dengan dilaksanakannya sosialisasi Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) Provinsi Jawa Barat di wilayah Kodim 0615/Kuningan yang diikuti sekitar 270 orang. Kegiatan tersebut diselenggarakan di aula Mashud Wisnusaputra Kodim 0615/Kuningan, Rabu (20/09) mulai Jam 09.30 WIB - 11.00 WIB.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Dandim 0615/Kuningan Letkol Inf Arief Hidayat SIP, Kabid Perkim Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan Ono Darsono, Danramil, Penerima Rutilahu, Saksi, Ketua LPM, Kades, Danramil dan Babinsa.

Sebanyak 120 rumah di 6 desa dari 3 kecamatan mendapatkan bantuan program Rutilahu yang terdiri dari Desa Mekarjaya Kecamatan Ciawigebang, Desa Sakerta Barat dan Sakerta Timur Kecamatan Darma, Desa Citundun, Citikur dan Linggajaya Kecamatan Ciwaru.

Dandim 0615/Kuningan, Letkol Inf Arief  Hidayat SIP menyampaikan bahwa perlu adanya partisipasi dari pemilik rumah karena dana anggaran yang dialokasikan  hanya sekitar Rp 13 juta per rumah.

"Dalam hal ini pemilik rumah harus ikut membantu agar dengan dana tersebut  hasil yang dicapai maksimal," ungkap Arief

Arief menyampaikan bahwa ada beberapa hal yang perlu diwaspadai, diantaranya adalah ketersediaan waktu yang terbatas, pertanggungjawaban keuangan yang harus sesuai dan tidak boleh adanya keterlibatan kepentingan politik baik untuk Pilkada maupun legislatif.

Selain itu, Kabid Perkim Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Kuningan, Ono Darsono pun menyampaikan bahwa program Rutilahu untuk tahun 2017 yang diusulkan adalah dengan pertimbangan fisik bangunan dan pemilik termasuk kategori keluarga miskin.

Ono menerangkan bahwa dana program Rutilahu akan dicairkan melalui Bank BJB, sehingga warga yang mendapatkan bantuan akan dibuatkan rekening tabungan BJB. (AR27/Red)

Sejarah Pemberontakan PKI di Hilangkan, Panglima : Bukankah Itu Ada Upaya Penyesatan Sejarah?

September 20, 2017 Add Comment
Photo: tniad.mil.id


Kuningan, (BK) - Dalam acara diskusi Indonesia Lawyer Club (ILC) TV One, saat Karni Ilyas memberi pertanyaan tentang alasan Panglima TNI Gatot Nurmayanto memberikan perintah menonton film G30 S PKI kepada jajaran TNI, Gatot menjawab bahwa perintah menonton itu adalah urusannya. Walaupun banyak pihak yang keberatan film tersebut diputar ulang.

“Yang pertama, saya perintahkan prajurit saya untuk menonton itu urusan saya, gak ada yang bisa ikut-ikutin urusan saya, posisi saya dan kewenangan saya,” ungkap Gatot.

Kemudian Gatot menyampaikan bahwa ada pertanyaan besar bagi dirinya mengapa sejak tahun 2008 sampai dengan saat ini pelajaran sejarah tentang pemberontakan PKI di Indonesia tidak diajarkan lagi di sekolah-sekolah.

“Bukankah itu ada upaya-upaya penyesatan, penghapusan, pembodohan tentang sejarah. Padahal sejarah sangat berguna dalam kehidupan manusia,” tegas Gatot

Gatot menjelaskan bahwa presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah mengatakan bahwa dengan belajar sejarah itu bisa menemukan hukum-hukum kehidupan manusia. Berdasarkan alasan itu tujuan menonton film adalah upaya untuk memahami sejarah bangsa dan mengambil pelajaran dari sejarah tersebut agar peristiwa yang sangat memilukan dan sangat keji tersebut tidak terulang lagi.

Selain itu, tujuan menonton film tersebut adalah untuk mengajak segenap bangsa terutama generasi muda agar dengan pemikiran jernih dapat memahami masa lalu dan sejarah bangsanya. (AR27/Red)

Atlet Disabilitas Asal Kuningan Sumbang Medali Emas Untuk Indonesia di Ajang ASEAN Para Games 2017

September 19, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Keterbatasan bukan menjadi alasan untuk tidak dapat meraih prestasi, hal ini dibuktikan oleh Insan Nurhaida (30), seorang atlet disabilitas perempuan asal Kelurahan Cijoho, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan. Insan menyumbang medali emas untuk Indonesia dalam ajang ASEAN Para Games ke-9 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia mulai tanggal 17-23  September 2017.

Anak dari Agus Nurdin tersebut mengikuti cabang atletik lari 100 M dan 200 M dengan kedisabilitasan Cebral Plasi T36. Dengan keterbatasan yang ada, ia berhasil meraih medali emas untuk Indonesia pada cabang atletik women 100 M, Senin (18/09).

Sedikit penjelasan untuk kategori T36, T adalah untuk kode trak atau lintasan untuk nomor track and jump (nomor lari dan lompat) dan 36 adalah klasifikasi tingkat kedisabilitasan kategori khusus para atlet yang menderita kelumpuhan otak atau gangguan lain yang mengganggu fungsi kordinasi dan kontrol otot (Cebral Plasi).

Ini bukanlah prestasi pertama yang diraih oleh perempuan kelahiran 24 Desember 1987 tersebut. Sejak berlatih di National Paralympic Committee (NPC) Kuningan pada tahun 2009, sudah banyak prestasi yang diraih oleh Insan baik tingkat daerah, nasional maupun ASEAN.

Berbagai prestasi yang telah diraih diantaranya, meraih medali emas di Paperda  Bandung 2010 dan 2014, 2 medali emas di Papernas Riau 2016, medali emas di ASEAN Paragym Indonesia 2011 dan Myanmar 2013 serta Singapore 2015 dan lain-lain.(AR27/Red)

BNN Kuningan Tangkap Pengedar Sabu di Desa Kalimanggis

September 19, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Tim Berantas Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali meringkus pengedar sekaligus pemakai narkotika jenis sabu. Warga desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis berinisial NN alias Beunceuy (27) ditangkap di depan rental Play Station di sekitaran desa Kalimanggis.

Eddi Heryadi, kepala BNN Kabupaten Kuningan menerangkan bahwa penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa ada warganya yang membawa, menguasai, memiliki dan menyalahgunakan Narkotika jenis Sabu.

Setelah mendapat laporan, Tim Berantas BNN Kabupaten Kuningan langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka NN dengan barang bukti berupa sabu seberat 0,83 gram didalam saku celana jeans sebelah kanan.

Dari penangkapan tersebut diamankan barang bukti berupa sabu, handphone dan celana jeans milik tersangka.

NN mengaku bahwa barang haram tersebut didapat dari pengedar berinisial E (35) yang kini masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO). E adalah seorang ibu rumah tangga yang juga warga desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis.

"Memang kami belum dapat menangkap pengedar barang haram tersebut, tetapi kita telah masuk ke DPO. Tersangka pemilik sabu berinisial E (35) diharapakan segera tertangkap dengan adanya informasi yang didapat dari masyarakat dan juga usaha dari teman-teman yang bertugas. Karena jika tidak segera diungkap bisa terus meracuni masyarakat Kuningan." ungkap Eddi.

Eddi menjelaskan bahwa tersangka NN dapat dijerat Undang-Undang Narkotika sesuai Pasal 114 No. 35 dengan hukuman minimal 5 tahun penjara. (Yoga/AR27/Red)

Persib Legend Bertanding di Lapangan Mashud Wisnusaputra kuningan

September 18, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Warga Kuningan disuguhkan dengan hiburan gratis berupa pertandingan sepak bola antara BNI Persib Legend dan Bumdes Kuningan. Pertandingan ini di gelar di Stadion Mashud Wisnu Saputra Kuningan, Sabtu (16/09)

Persib Legend menurunkan mantan pemain Persib legenda seperti Ajat Sudrajat, Yuyun Sutomo, Jajang Nurjaman dan kawan-kawan. Pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan BNI Persib legend.

Mereka sangat semangat dan penuh antusias dalam memainkan bola biarpun usia para pemain legenda ini sudah tidak muda lagi.

Acara tersebut diselenggarakan oleh BNI dan Dinas DPMD Kabupaten Kuningan dalam rangka penutupan  sosialisasi bank sampah. Acara sosialisasi dan pelatihan yang mendatangkan endorse sebagai pelatih ini berlangsung dari tanggal 11-15 September 2017.

 "Harapan untuk Bumdes di Kabupaten Kuningan itu memiliki bisnis terutama dalam pengelolahan sampah. Selain itu dengan adanya program ini, sampah yang menjadi masalah bersama diharapkan bisa bermanfaat baik organik maupun non organik untuk di kelola dan didaur ulang sehingga menghasilkan uang,"ungkap Didit selaku panitia.

BNI dan Dinas DPMD Kabupaten Kuningan mengadakan kerjasama sosialisasi pengelolahan bank sampah, sedangkan BNI memploting untuk pengelolahan bank sampah yang terintegrasi dengan sistem BNI terutama BNI agen 46.

"Bumdes mengelola di Kabupaten Kuningan tentu dengan dorongan dari BNI karena sistem BNI sudah mendukung, BNI juga mempunyai program GO GREEN unuk melestarikan lingkungan jadi BNI mendorong ikut serta dalam melestarikan lingkungan,"pungkas Didit (Gustiar/AR27/Red)

Karang Taruna Kecamatan Cibingbin Gelar Acara Napak Jagat Pasundan

September 17, 2017 Add Comment


Kuningan, (BK) - Sebuah konser musik yang mengangkat tema "Napak Jagat Pasundan" (NJP) digelar di lapangan sepak bola Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan malam ini, Sabtu (16/09).

Pentas hiburan tersebut bertujuan untuk melestarikan dan mengangkat kembali budaya-budaya Sunda yang ada di tatar Pasundan lewat hiburan rakyat yang menarik dan sekaligus menghibur.

Acara NJP tersebut diisi dengan lomba pagelaran budaya dan pentas seni sudaya dengan menampilkan Ega Etnhic Percussion, Pojok si Cepot, Nuki Darso, Bungsu Bandung dan masih banyak pihak yang ikut terlibat.

Saat ditemui di lokasi, Ketua Penyelenggara Agus Galing mengatakan, bahwa acara Napak Jagat Pasundan (NJP) yang diadakan di Desa Sukaharja adalah hasil kerja sama antara Djarum Coklat dengan Karang Taruna Kecamatan Cibingbin.

"Napak Jagat Pasundan (NJP) sendiri adalah acara untuk menghidupkan adat Sunda yang sudah terkikis habis oleh perkembangan zaman, sehingga kita membuat acara ini untuk mendongkrak lagi kebudayaan Sunda," tuturnya.


Dalam kesempatan itu Agus Galing mengharapkan bahwa untuk generasi muda agar lebih berkarakter dan lebih mencintai adat Sunda.

"Saya berharap dengan adanya acara ini semoga generasi muda bisa menciptakan atau berkreasi dengan ciri khas Sundanya bukan dengan gaya kebarat-baratan," harapnya. (JN01/Red)

Awas! Flakka dan PCC Mengancam Kuningan

September 15, 2017 Add Comment


Kuningan, (BK) - Narkotika jenis Flakka sudah masuk ke Indonesia. Semua pihak harus waspada termasuk masyarakat di Kabupaten Kuningan. Hal tersebut berkenan dengan efek samping Flakka yang membuat penggunanya berperilaku seperti "zombie", bahkan pemakaian dalam jangka panjang dapat menyebabkan kematian.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan, Eddi Haryadi menerangkan bahwa zat berbahaya yang terkandung dalam Flakka langsung merusak susunan syaraf pusat otak sehingga lebih parah dari jenis narkotika yang lain.

"Kalo di Kabupaten kuningan belum ditemukan, tapi informasi dari kepala BNN RI, Budi Wasesa bahwa Flakka sudah masuk ke negara kita cuman mungkin di Kuningan belum kami temukan,"ujar Eddi.

Selain Flakka, PCC yang termasuk kategori obat-obatan terlarang pun tidak kalah mengancam. Obat dengan komposisi parasetamol, cafein dan carisoprodol ini dapat menyebabkan penggunanya menderita gangguan jiwa.

"Zat-zat berbahaya yang terkandung dalam PCC dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan jiwa, sehingga akhirnya banyak orang masuk ke rumah sakit jiwa. Contohnya saat ini banyak pasien di Rumah Sakit Jiwa Bandung yang datang kesana itu banyak yang akibat PCC,"ungkap Eddi.

Untuk itu Edi menghimbau masyarakat terutama warga Kuningan agar mewaspadai bahaya narkotika jenis Flakka dan PCC yang sedang mengancam generasi muda bangsa termasuk di Kabupaten Kuningan. Pihaknya akan berusaha keras untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba termasuk Flakka dan PCC.

"Kita juga mau membuat suatu kerjasama dengan BNN pusat dan pihak lain, karena penanganan untuk PCC tidak hanya BNN tapi BPOM pun terlibat karna itu adalah obat. Obat itu sudah dilarang peredaran mulai tahun 2013. Sekarang muncul dan disatukan dengan obat tadi malah ada yang dicampur minuman keras itu bahayanya. Di Kendari terjadi kejadian luar biasa sampai menelan korban 42 orang menderita gangguan jiwa dan yang 1 meninggal," pungkas Eddi. (Gilang/AR27/Red)

SDN Kadatuan Gelar KACA

September 15, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan, SDN Kadatuan menggelar Kadatuan Membaca (Kaca) di halaman sekolah, Kamis (14/9). Sedikitnya 170 siswa mengikuti acara kaca tersebut.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan diawali membaca buku bersama selama 15 menit, dilanjutkan dengan sharing motivasi dari Duta Gemari Baca Ammar Chania yang merupakan alumni SDN Kadatuan tahun 2009.

Dalam sharing motivasi Ammar menyampaikan rasa bangga kepada almamaternya yang telah menyelenggarakan acara kaca tersebut, Ammar juga mengatakan bahwa jarang sekali orang yang mengetahui Hari Kunjungan Perpustakaan tersebut.

Tidak lupa Ammar juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademi yang telah mempercayainya untuk mengisi acara tersebut. Ammar berbagi cerita tentang pengalamannya, dan menceritakan begitu banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan membaca.

Di penghujung acara Ammar berpesan kepada seluruh siswa untuk selalu belajar, mencintai buku, dan selalu menyempatkan waktu untuk membaca.

Kepala SDN Kadatuan,  Suhapi, S.Pdi mengungkapkan bahwa acara tersebut di gelar karena keprihatinannya melihat anak-anak yang hanya bermain. Setelah melakukan obrolan ringan dengan Ammar pada minggu lalu, akhirnya memutuskan untuk menggelar acara Kadatuan Membaca.

"Alhamdulillah, tahun ini sekolah kami bisa memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan, seminggu sebelumnya kami pihak sekolah menghubungi Ammar untuk membicarakan acara ini, akhirnya Ammar mengusulkan acara Kadatuan Membaca, guru-guru yang lain pun sangat setuju dengan acara ini," Ungkap Suhapi.

Lebih lanjut, Suhapi mengaku terasa terbantu dengan adanya perpustakaan milik Ammar, sehingga siswa-siswi SDN Kadatuan semakin gemar membaca. Ia juga mengatakan akan mengadakan acara Kaca secara rutin.

"Kami merasa terbantu dengan adanya perpustakaan milik Ammar, siswa kami jadi rajin berkunjung ke Perpustakaan baik di sekolah maupun Perpustakaan milik Ammar untuk sekedar membaca atau meminjam buku. Memang Ammar dari dulu siswa yang paling beda, Ammar sangat berbeda dengan teman-teman yang lainnya. InsyaAllah acara seperti ini akan kami laksanakan secara rutin," Pungkasnya.SDN Kadatuan Gelar Kaca


Dalam rangka memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan, SDN Kadatuan menggelar Kadatuan Membaca (Kaca) di halaman sekolah, Kamis (14/9). Sedikitnya 170 siswa mengikuti acara kaca tersebut.

Acara dimulai pukul 07.00 WIB dengan diawali membaca buku bersama selama 15 menit, dilanjutkan dengan sharing motivasi dari Duta Gemari Baca Ammar Chania yang merupakan alumni SDN Kadatuan tahun 2009.

Dalam sharing motivasi Ammar menyampaikan rasa bangga kepada almamaternya yang telah menyelenggarakan acara kaca tersebut, Ammar juga mengatakan bahwa jarang sekali orang yang mengetahui Hari Kunjungan Perpustakaan tersebut.

Tidak lupa Ammar juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademi yang telah mempercayainya untuk mengisi acara tersebut. Ammar berbagi cerita tentang pengalamannya, dan menceritakan begitu banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan membaca.

Di penghujung acara Ammar berpesan kepada seluruh siswa untuk selalu belajar, mencintai buku, dan selalu menyempatkan waktu untuk membaca.

Kepala SDN Kadatuan,  Suhapi, S.Pdi mengungkapkan bahwa acara tersebut di gelar karena keprihatinannya melihat anak-anak yang hanya bermain. Setelah melakukan obrolan ringan dengan Ammar pada minggu lalu, akhirnya memutuskan untuk menggelar acara Kadatuan Membaca.

"Alhamdulillah, tahun ini sekolah kami bisa memperingati Hari Kunjungan Perpustakaan, seminggu sebelumnya kami pihak sekolah menghubungi Ammar untuk membicarakan acara ini, akhirnya Ammar mengusulkan acara Kadatuan Membaca, guru-guru yang lain pun sangat setuju dengan acara ini," Ungkap Suhapi.

Lebih lanjut, Suhapi mengaku terasa terbantu dengan adanya perpustakaan milik Ammar, sehingga siswa-siswi SDN Kadatuan semakin gemar membaca. Ia juga mengatakan akan mengadakan acara Kaca secara rutin.

"Kami merasa terbantu dengan adanya perpustakaan milik Ammar, siswa kami jadi rajin berkunjung ke Perpustakaan baik di sekolah maupun Perpustakaan milik Ammar untuk sekedar membaca atau meminjam buku. Memang Ammar dari dulu siswa yang paling beda, Ammar sangat berbeda dengan teman-teman yang lainnya. InsyaAllah acara seperti ini akan kami laksanakan secara rutin," Pungkasnya. (AR/Red) 

Sesosok Mayat di Temukan Tersungkur di Area Pesawahan Desa Ragawacana

September 15, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan terkapar di sebuah lahan pertanian milik warga desa dusun Pakuwon, Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya sekitar pukul 11:00 WIB siang tadi, Jumat (15/9)

Mikra (70) seorang saksi mata yang mengetahui kejadian tersebut memberi keterangan bahwa
sekira pukul 11.00 WIB dirinya pulang dari sawah dan melewati saluran air dusun  Pakuwon. Tanpa sengaja ia melihat sesosok tubuh berjenis kelamin laki-laki tertelungkup disaluran air. Karena tidak berani memegangnya, Mikra langsung teriak minta tolong. Warga yang sedang berada di area pertanian desa Ragawacana langsung berdatangan menghampiri. Warga segera mengangkat mayat tersebut ke tepi area pertanian.

Setelah diangkat, akhirnya diketahui korban yang berjenis kelamin pria tersebut bernama Supardi Pringadi Koseri, salah seorang warga Dusun Manis Rt. 002/Rw. 001, Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan.

Menurut keterangan orang tua korban bahwa anaknya sudah lama mengidap penyakit ayan.

Para warga berinisiatif memanggil dokter Puskesmas Kramatmulya dan pihak kepolisian untuk memeriksa korban. Setelah diperiksa tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuh korban.

Tidak lama berselang petugas dari Polsek Kramatmulya beserta tim identifikasi Polres Kuningan mengamankan TKP serta melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap korban dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi. (AR27/Red)

Insiden Gantung Diri Terjadi Lagi di Kuningan

September 14, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Insiden bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Kali ini masyarakat Dusun Puhun RT. 13, Desa Kramatmulya, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan dihebohkan dengan penemuan mayat seorang perempuan berinisial SS (35). Ia diitemukan dalam keadaan gantung diri dapur rumahnya. Ibu muda tersebut ditemukan tergantung diseutas kain berwarna merah, Jum'at (15/09) sekitar pukul 05.30 WIB.

SS meninggalkan suami dan kedua anaknya yang masih kecil. Suami SS yang juga ketua RT. 13 tampak sangat terpukul dengan kejadian yang dialami istrinya tersebut.

Menurut keterangan suaminya, korban setiap hari rajin bangun pagi untuk membersihkan rumah dan melakukan aktifitas rumah tangga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada yang mengetahui motif korban melakukan gantung diri. Menurut keterangan suaminya bahwa sebelum kejadian gantung diri tersebut ia tidak mendengar keluhan apapun dari istrinya.

"Tidak pernah mengeluh ada masalah dan tidak ada riwayat penyakit apapun," ungkap suami korban.

Tim Inafis dari Polres Kuningan telah melakukan olah TKP sekitar pukul 08.00 WIB dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. (Yoga/AR27/Red)

1304 E-KTP Jemaat Ahmadiyah Kuningan di Cetak

September 14, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Sekitar 1.304 jemaat Ahmadiyah Kabupaten Kuningan dari total 2.220 jemaah yang wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) telah mendapatkan E-KTP yang dicetak oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kuningan.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Kuningan, Drs. H. KMS Zulkifli, M.Si mengatakan bahwa pencetakan e-KTP untuk jemaat Ahmadiyah ini atas dasar pertimbangan bahwa setiap warga negara Indonesia wajib memiliki dokumen kependudukan.

Zulkifli menerangkan bahwa landasan hukumnya adalah UUD No.24 tahun 2013 atas perubahan UU No. 23 tahun 2006 yang menyatakan bahwa setiap warga negara harus memiliki dokumen kependudukan. Oleh karena itu, jemaat Ahmadiyah juga merupakan warga negara Indonesia yang wajib memiliki dokumen kependudukan.

Disdukcapil Kabupaten Kuningan melakukan pangkajian ini kurang lebih selama 3 tahun dan melakukan pendekatan dengan para jemaah Ahmadiyah dan melalui musyawarah dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) maupun tokoh-tokoh ulama Kabupaten Kuningan serta Kementrian Dalam Negri.

"Atas perkembangan lobi kami dengan MUI Kabupaten Kuningan dan dengan jemaat Ahmadiyah, akhirnya KTP Ahmadiyah bisa kami cetak,"ungkap Zulkifli.

Sebelumnya, telah diadakan musyawarah di Jakarta yang diprakarsai oleh Dirjen kependudukan dan catatan sipil, Zudan Arif Fakrulloh dengan menghadirkan Disdukcapil, Bupati dan MUI Kabupaten Kuningan. Kemudian musyawarah tersebut dilanjutkan hingga beberapa kali pertemuan. Pertemuan tersebut diselenggarakan dibeberapa tempat berbeda, yaitu di kantor Polisi Kuningan, Masjid Agung Syiarul Islam dan terakhir di kantor Disdukcapil pada tanggal 4 Juli 2017. Hasil akhir musyawarah tersebut adalah bahwa KTP jemaat Ahmadiyah harus dicetak.

"Nah, di situ di simpulkan bahwa KTP Ahmadiyah itu ada 2 alternatif, pertama kolom agamanya di kosongkan apabila mereka tidak membuat surat pernyataan mengucapkan dua kalimat syahadat dan kalau mereka membuat surat pernyataan dan mengucapkan dua kalimat syahadat dalam kolom agamanya diisi agama Islam." ujar Zulkifli. (Yoga/AR27/Red)

Karnaval Meriah, Masjid Dijadikan Tempat Sampah

September 11, 2017 Add Comment

Kuningan, ( BK) - Kabupaten Kuningan memasuki usia ke-519. Berbagai acara digelar guna menyemarakan hari jadi yang jatuh pada tanggal 1 september tersebut. Salah satu yang mampu menyedot animo masyarakat adalah karnaval budaya yang diselenggarakan di sepanjang Jl.Siliwangi, Ahad (10/09).

BacaKarnaval Budaya Semarakan Hari Jadi Kuningan ke 519

Tak hanya kesan menarik, Karnaval yang diikuti satuan kerja perangkat daerah dari 32 kecamatan, organisasi kepemudaan, puluhan sekolah, komunitas dan lainnya tersebut menyisakan banyak sampah yang berserakan.

Selain di jalan raya yang menjadi tempat terselenggaranya karnaval, Masjid Agung Syi’arul Islam yang tepat berada di sebrang jalan panggung utama pun menjadi tempat sampah dadakan.

Asep Kamaludin, salah satu pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Syi’arul Islam merasa prihatin atas kurangnya kesadaran warga yang menonton karnaval dalam menjaga kebersihan.

“Padahal kami sudah menghimbau berkali-kali untuk membawa kresek sebagai tempat sampah dan kemudian membuang sampah tersebut ke tong sampah yang telah disediakan,”ungkap Asep.

Akibatnya petugas kebersihan harus mengeluarkan waktu dan tenaga ekstra untuk membersihkan area Masjid yang menjadi tempat beristirahat dan berteduh dari teriknya panas warga yang menonton karnaval.

“Kami membersihkan area tersebut sejak sore sampai menjelang Isya, bahkan tadi pagi pun kami masih membersihkan sisa-sisanya,” lanjut Asep.

Untuk itu Asep berharap agar warga Kuningan sadar akan pentingnya kebersihan dan kedepannya agar pada acara tahunan tersebut disediakan tong sampah tambahan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan pembawa acara selalu mengingatkan penonton untuk tidak membuang sampah sembarangan apalagi di Masjid yang merupakan tempat ibadah yang harus dijaga kesuciannya. (AR27/Red)

Karnaval Budaya Semarakan Hari Jadi Kuningan ke 519

September 11, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Ribuan warga Kuningan berdesakan di sepanjang Jl.Siliwangi sampai Taman Kota untuk menyaksikan peserta karnaval budaya dan pembangunan dalam rangka hari jadi Kuningan ke-519, Ahad (10/9) pukul 09:00 - 16:00 WIB.

Meski panas terik menyengat, warga antusias menyaksikan Karnaval yang diikuti satuan kerja perangkat daerah 32 kecamatan, organisasi kepemudaan, puluhan sekolah, komunitas, usaha kecil-menengah, objek wisata, grup seni budaya, perbankan, dan lainnya.

"Biarpun panas tapi tidak masalah karena moment seperti ini adanya cuma setahun sekali," ungkap Rama, salah satu warga yang menyaksikan karnaval.

Nuansa kedaerahan sangat kental terasa dengan banyaknya wanita yang mengenakan kebaya dan peserta pria memakai baju komprang hitam (pangsi) dengan ikat kepala khas Sunda, ditambah penari, grup calung, reog Sunda, kohkol (kentongan) Sunda, kecapi, suling, terompet, dan pencak silat silih berganti mewarnai suasana kemeriahan hari jadi Kuningan tersebut.

Puluhan mobil hias dari berbagai SKPD, kecamatan, perbankan, pasukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Viking Kuningan pendukung Persib, dan beberapa komunitas sepeda motor ikut memeriahkan acara ini yang menjadi daya tarik tersendiri.

Setiap peserta diberi kesempatan untuk melakukan atraksi tepat didepan panggung utama yang disaksikan langsung oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama SH MH beserta istri, Dandim 0615/Kuningan Letkol Inf Arif Hidayat SIP beserta istri, Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman beserta istri dan lainnya. (Gilang/AR27/Red)

Ikatan Mahasiswa Kuningan Gelar Musyawarah Anggota ke XX

September 10, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) Wilayah Cirebon, Sabtu (9/9) menggelar Musyawarah Anggota (Musang) XX di Gedung GOW (Gabungan Organisasi Wanita) Jl. Re Martadinata, Kuningan yang merupakan program terakhir dari kepengurusan 2016-2017.

Musang merupakan hajat terbesar dan juga agenda tahunan periodisasi kepengurusan IMK Wilayah 3 Cirebon selama satu tahun kepengurusan.

Tujuan utama dari diselenggarakannya acara ini adalah untuk pergantian kepengurusan dan juga pemilihan kepemimpinan IMK baru untuk masa jabatan 2017-2018.

"Harapan saya selaku ketua panitia, semoga berjalan dengan sukses dari awal sampai akhir, harapan ini merupakan suatu regenarasi IMK 2016-2017 semoga generasi selanjutnya bisa lebih baik."ungkap Suhada, Ketua Pelaksana Musang. (Yoga/AR27/Red)

FPI Kuningan Galang Dana untuk Rohingya Target Rp 100 Juta

September 09, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Anggota Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Kuningan Jawa Barat melakukan aksi galang dana untuk membantu etnis Rohingya yang saat ini sedang mengalami persekusi di Myanmar oleh umat Budha.

Dengan membawa kardus ditengah terik panas matahari yang sangat menyengat, para relawan FPI mengumpulkan dana dari masyarakat di Bunderan Cijoho dan sekitarnya untuk kali kedua, sabtu (9/9).

Penggalangan dana ini sudah dilaksanakan sejak satu hari kebelakang tepatnya hari Jum'at (08/09) yang dilaksanakan di sekitar Kecamatan Ciawi Kabupaten Kuningan.

"Kami dari FPI Kuningan menggalang dana untuk membantu saudara-saudara muslim kita di Rohingya yang sedang  dibantai dan disiksa dengan sangat kejam oleh pemerintah dan oleh Budhis yang ada di Myanmar. Oleh karena itu kita sebagai Mawil FPI Kabupaten Kuningan menggalang dana untuk membantu saudara-saudaa kita karena mereka membutuhkan bantuan dana dari kita." ujar Muhammad Hasan Amirudin, selaku Mawil FPI Kuningan.

Amirudin berharap dengan terkumpulnya donasi dari umat muslim Kuningan yang memiliki kepedulian tinggi tersebut dapat sedikit membantu meringankan beban saudara-saudara muslim yang ada di Rohingya.

"Harapannya ialah ketika dana kita sudah terkumpul nanti saudara-saudara muslim di sana bisa terbantu untuk sedikit mengurangi beban derita yang mereka sedang alami, karena beban mereka adalah beban kita, derita mereka adalah derita kita, tangisan mereka juga tangisan kita, itulah tujuan kita agar mereka tersenyum kembali, sampai InsyaAllah beberapa hari kedepan kita laksanakan penggalangan dana ini." tambahnya.

Total penggalangan dana yang telah masuk sekitar Rp 3 juta lebih dan rencananya FPI Kuningan akan terus menggalang dana dengan target hingga terkumpul Rp 100 juta.

"Nanti cara penyaluran berupa uang,  kita salurkan dari Mawil FPI ke DPD jabar, lalu ke pusat, dari pusat ada berbentuk uang, bahkan dari FPI sendiri rencananya akan ada bantuan berupa rumah sakit, seperti yang dilaksanakan dulu di Palestina, itu tujuan atau harapan terbesar kita." pungkasnya. (Yoga/AR27/Red)

Bayi Terbungkus Kantong Plastik Ditemukan Depan Pagar Rumah Warga

September 09, 2017 Add Comment
Lokasi ditemukan bayi yang terbungkus kantong plastik.

Kuningan, (BK) - Didepan pintu gerbang pagar rumah Juju Jumiati (36) warga Dusun Kliwon RT. 004 RW. 005 Desa Babakanreuma Kecamatan Sindangagung Kabupaten Kuningan, ditemukan bayi dengan jenis kelamin laki-laki dengan berat badan 1,5 kilo gram dan panjang 30 centi meter, Sabtu (09/09) sekitar pukul 05.45 WIB.

Juju menerangkan bahwa ketika akan menyapu halaman rumah, dirinya menemukan kantong plstik berwarna putih. Juju melihat kantong plastik tersebut bergerak-gerak, karena merasa curiga dirinya langsung membuka kantong plastik tersebut yang ternyata berisi bayi yang diperkirakan baru terlahir sekitar 1-2 jam.

Juju langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Sekertaris Desa (Sekdes) Babakanreuma, Rohidin Bin Rohadi (48) dan Bidan Desa babakan Reuma Meli Verniana Siska yang kemudian membawa bayi tersebut ke RS Wijaya Kusuma Kuningan untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan.

Menurut Meli, bayi tersebut dilahirkan dalam keadaan prematur. Diperkirakan lahir saat kandungan berusia 7 bulan. Meli menambahkan bahwa bayi tersebut dalam keadaan sehat dan telah melaporkan pada pihak polisi.

Setelah mendapat laporan, Sat Reskrim Polres Kuningan yang telah berkordinasi dengan polsek Garawangi langsung melaksanakan pengecekan TKP untuk mencari petunjuk di sekitar lokasi dan mengungkap siapa yang melakukan pembuangan bayi tersebut.

“Setelah kordinasi dengan polsek Garawangi, dari tim inafis langsung meluncur ke TKP untuk laksanakan pengecekan dan mencari petunjuk di sana,” ujar Iptu Ayi Sujana SE, PJS Kasat Reskrim Polres Kuningan. (AR27/Red)

Jaring Pengaman Umat Segera Luncurkan Website dan Call Centre

September 08, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam era teknologi dan informasi modern seperti saat ini dibutuhkan sistem informasi yang mendukung dalam berbagai bidang. Untuk itu Jaring Pengaman Umat (JPU) dalam waktu dekat akan segera meluncurkan website dan call centre untuk lebih mempermudah dalam langkah-langkah dalam membantu menangani masalah ummat.

Website dengan alamat www.jpukuningan.com, memiliki fungsi sebagai sumber informasi tentang JPU, data base warga miskin, dan jembatan untuk mempertemukan dermawan dengan masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan.

"Dalam website tersebut terdapat data masyarakat miskin yang terbagi dalam 3 zona. Zona merah untuk masyarakat yang benar-benar miskin dan tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, Zona Orange untuk masyarakat miskin yang mampu berusaha memenuhi kebutuhan hidup namun terbatas karena faktor usia atau kesehatan, yang ke 3 zona kuning yaitu masyarakat miskin yang mampu berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya namun belum memiliki kesempatan," ungkap Amar Thohir, owner Era TV yang juga salah satu anggota forum komunikasi JPU.

Selain itu Amar menjelaskan bahwa data terbagi dalam beberapa kategori sesuai kebutuhan masing-masing, seperti kategori dhu'afa yang membutuhkan bantuan pangan, papan, kesehatan hingga pekerjaan.

"Melalui website JPU, mereka yang ingin membantu sesuai kapasitasnya dapat langsung memilah data sesuai kategori, misalkan ingin membantu pada bidang pangan, makan akan muncul kategori khusus data mereka yang membutuhkan bantuan pangan," ungkap Amar.

Selain itu JPU pun akan menyediakan call centre untuk menerima laporan warga miskin yang segera membutuhkan bantuan.

"Setelah call centre JPU aktif, setiap ada laporan masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan dengan segera baik untuk darurat pangan, kesehatan atau hal lainnya InsyaAllah dapat segera terbantu," lanjut Amar.

Diharapkan dengan diluncurkannya website dan call center JPU dapat lebih efektif dan mempermudah langka-langkah dalam membantu menanggulangi masalah-masalah ummat demi kemaslahatan bersama dan membantu mewujudkan Kabupaten Kuningan yang Mandiri Agamis dan Sejahtera (MAS). (AR27/Red)

Jawa Barat Siap Tampung Pengungsi Rohingya

September 08, 2017 Add Comment
Photo: Dok. Pemprov Jabar

Berita Kuningan - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat siap menampung pengungsi umat muslim Rohingya dari Myanmar jika mendapatkan instruksi langsung dari pemerintah pusat.

Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan hal itu usai mengikuti aksi solidaritas bagi umat muslim Rohingya dengan melakukan long march dari Pusdai Jabar menuju Gedung Sate Bandung, Jumat (8/9/2017).

Aher menerangkan bahwa soal pengungsi Rohingya merupakan kewenangan pemerintah pusat, tapi jika wilayah Jawa Barat mendapatkan perintah untuk dijadikan lokasi pengungsian maka pihaknya akan siap melaksanakannya.

"Tentu kita menunggu perintah dari pemerintah pusat jika harus ditampung di Jawa Barat kita siap menerima. Urusan pengungsi tentu saja kewenangan pemerintah pusat ya tapi ketika diperintahkan untuk menampung, kita harus siap," tegasnya.

Indonesia memiliki pengalaman dalam penampungan bagi pengungsi dari negara lain. Indonesia sempat menampung pengungsi asal Vietnam selama beberapa tahun di Pulau Galang. Setelah negaranya aman maka mereka kembali ke negeri asalnya sebagai warga negara Vietnam.

Aher menambahkan, peristiwa tersebut tidak menutup kemungkinan akan dialami pengungsi Rohingya dari Myanmar ke Indonesia termasuk wilayah Jawa Barat.

"Nah, kita punya pengalaman seperti itu, boleh jadi hal ini terjadi pada pengungsi Rohingya," pungkasnya. (MAT/Red) 

Sumber: Pemprov Jabar

38 Kasus Kebakaran di Kabupaten Kuningan Akibatkan Kerugian Total 4,5 Milyar

September 07, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Musim kemarau merupakan salah satu musim yang rawan musibah kebakaran, UPT Pemadam Kebakaran  (Damkar) Kabupaten Kuningan mencatat pada tahun 2017 kasus kebakaran mencapai 38 kali bahkan beberapa minggu kebelakang tercatat 7 kasus kebakaran.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan yang diwakili Kepala Sub Bagian Tata Usaha Mh. Khadafi Mufti, S.Pd., M.Si., menyebutkan bahwa kerugian akibat kebakaran pada tahun 2017 mencapai 4,5 milyar rupiah.

"Kurun waktu 2017 ini luar biasa sekali hampir 38 kali kasus kebakran, data di kami perbulan Agustus saja sudah 3 milyar 858 juta 800 ribu, belum digabung dengan yang kemarin 7 kejadian, hampir 4,5 miliar kerugian yang dialami masyarakat," ungkap Khadafi.

Menurut  Khadafi bahwa penyebab kebakaran yang terjadi di Kabupaten Kuningan adalah akibat kelalaian ataupun kekhilafan masyarakat  berupa korsleting listrik, serta lupa mematikan sumber api setelah melakukan aktivitas memasak.

Untuk itu  Khadafi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyediakan alat pemadam kebakaran (APAR) di rumah atau pun di tempat usaha.

"Berdasarkan peraturan daerah No.8 Tahun 2010 diwajibkan untuk menyediakan tabung pemadam kebakaran  kepada seluruh masyarakat dengan maksud sebagai upaya pencegahan diri ketika terjadi kebakaran," himbaunya.

Sementara itu Khadafi memberikan tips penanggulangan kebakaran dengan cara menjauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari sumber api, menyediakan tabung pemadam, menyediakan air ditempat-tempat tertentu, menyiapkan karung goni, pasir, kain basah, serta pada saat terjadi kebakaran lakukan pemadaman secara dini dari pihak internal yang dibantu masyarakat dan setelah dirasa memang tidak bisa ditangani baru menghubungi pihak damkar." pungkasnya. (Yoga/JN01/Red)

Kodim 0615/Kuningan Gelar Acara Penutupan BSMMS 2017

September 05, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK)- Kodim 0615/Kuningan melaksanakan acara penutupan Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) Kodim 0615/Kuningan tahun 2017 bertempat di Dusun Ciseureuh Desa Ciwaru Kecamatan Ciwaru Kabupaten Kuningan, Selasa (05/09) mulai pukul 11.00 WIB s/d pukul 11.30 WIB.

Acara tersebut dihadiri oleh Dandim 0615/Kuningan Letkol Inf Arief Hidayat S Ip, Kasdim 0615/Kuningan Mayor Inf Rezza Taufik Hasan S Ip, Pasi Ter Korem 063/Sunan Gunung Jati Kapten Arm KA Sugiyono, Kabid DPMD Kabupaten Kuningan Deden SE, . Camat Ciwaru Drs Pepen Supendi, Para Perwira, Bintara, dan Tamtama Anggota Kodim 0615/Kuningan.

Dalam sambutannya, Dandim 0615/Kuningan Letkol Inf Arief Hidayat S Ip mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pihak-pihak yang terkait serta masyarakat setempat yang dengan semangat gotong-royong yang tinggi dan kerjasama serta saling pengertian sehingga pelaksanaan BSMSS tersebut dapat diselesaikan dengan hasil yang optimal dan berhasil dengan pencapaian sasaran sesuai target yang telah diprogramkan.

Selain itu Arif menambahkan bahwa nilai utama yang hendak ditumbuh kembangkan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan tersebut  adalah terwujudnya ikatan kemanunggalan antara TNI dengan segenap jajaran pemerintah daerah disemua tingkatan serta semua lapisan masyarakat.

“Pembangunan fisik material maupun mental sepiritual yang akan bermuara kepada terciptanya stabilitas keamanan daerah yang mantap sebagai pondasi dalam mewujudkan sistim pertahanan semesta,”ungkap Arif.

Arif berharap dengan berakhirnya pelaksanaan program tersebut bukan berarti pekerjaan telah selesai, namun harus terus terus dilanjutkan oleh masyarakat.

“Setelah berakhinya program ini, harus terus ditindak lanjuti dengan kegiatan peningkatan, pemeliharaan dan pengembangan secara berkelanjutan yang pada akhirnya masyarakat mampu membangun wilayahnya secara mandiri dengan lebih meningkatkan swadaya desanya masing-masing,” pungkas Arif. (AR27/Red)

Artis Ibukota Turut Meriahkan Hut Kuningan Ke-519

September 04, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Berbagai kegiatan budaya serta berbagai kegiatan yang sifatnya melibatkan banyak warga digelar dalam menyambut Hari jadi Kuningan ke-519 yang sekaligus mendatangkan wisatawan baik lokal maupun dari luar daerah, salah satunya adalah Mandala, artis kenamaan.

Artis yang sering tampil di televisi baik sebagai pembawa acara maupun artis sinetron tersebut menuturkan bahwa kedatangannya ke Kuningan dalam rangka mengemban amanah dari kementrian IDT dan Transmigrasi mengangkat Kuningan baik pariwisata maupun sarana dan prasarana yang ada di Kuningan.

Menurut Mandala, Kuningan sebenarnya banyak sekali potensi wisata yang bagus untuk dikembangkan dan sebagai salah satu kota tujuan wisata yang ada di Jawa Barat.

"Banyak sekali  obyek wisata di sini, selain itu Kuningan juga memiliki banyak potensi yang patut  dipromosikan, seperti kuliner, seni budaya," ujarnya, Senin (4/9) saat ditemui di salah satu ruang di gedung DPRD Kabupaten Kuningan.

Mandala menambahkan bahwa merupakan tujuan kementrian desa untuk mengangkat pembangunan dari berbagai sektor untuk membantu menjadi Kabupaten yang maju, baik dari segi ekonomi maupun sektor lainya. (JN01/Red)

Hari Jadi Kuningan Ke519, DISPORAPAR Gelar Tradisi Saptonan

September 04, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Salah satu tradisi yang selalu dilestarikan oleh warga Kuningan adalah Saptonan. Dalam peringatan Hari jadi Kuningan ke- 519, tradisi Saptonan berlangsung meriah di Lapang Desa Kertawangunan Kuningan, Senin (4/9).

Sekedar informasi pergelaran saptonan hampir mirip dengan pacuan kuda tradisional, hanya saja saptonan bukan lomba memacu kuda melainkan uji ketangkasan menunggangi kuda sambil melempar tombak ke arah ember berisi air yang digantung di tiang atau gawang sapton, sedangkan panahan tradisional adalah salah satu warisan luluhur Kerajaan Kuningan yang ditularkan kepada rakyatnya agar mampu menggunakan gondewa (busur dan panah).

Meskipun cuaca panas tak membuat warga surut menyaksikan pergelaran Saptonan dan Panahan Tradisional yang diadakan pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Pemuda Dan Olah Raga (Disporapar) Kabupaten Kuningan.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disporapar)  Kabupaten Kuningan mengatakan saptonan merupakan suatu kebudayaan bernilai jual tinggi yang dikemas dalam suatu acara menarik dan telah dipromosikan ke tingkat nasional maupun internasional, sehingga setiap tahunnya banyak diminati oleh wisatawan.

“Selain bisa menjadi ciri khas Kabupaten Kuningan, saptonan merupakan tradisi yang sangat unik dan sudah menjadi tradisi yang patut dilestarikan karena selain menjadi budaya warisan sekaligus juga menjadi salah satu alat untuk menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kuningan,” ungkap Jaka Chaerul, Kadis Porapar.

Sementara itu menurut Bupati Kuningan H. Acep Purnama yang turut hadir dalam acara saptonan yang mengenakan pakaian adat sunda datang  dengan kendaraan tradisional sebuah bendi kraton dalam sambutanya  mengungkapkan, selain sebagai upaya pelestarian adat tradisi, saptonan juga dapat mendatangkan nilai ekonomis bagi masyarakat Kuningan.

“Saptonan adalah salah satu dari ratusan pesta budaya yang ada di Kuningan, keberadaanya akan terus kami lestarikan dan dikembangkan demi kemajuan dunia kepariwisataan, dan sejauh ini Alhamdulilah banyak  warga yang berpartisispasi dalam acara ini terlihat sangat antusias," ujarnya. (JN01/Red)