Kodim 0615/Kuningan Gelar Acara Donor Darah

August 31, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam Rangka HUT - 72 TNI Tahun 2017,  Kodim 0615/Kuningan mengadakan kegiatan donor darah yang bertempat di Gedung Serba Guna Mashud Wisnusaputra Kodim 0615/Kuningan pada hari Rabu (30/8).

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00-10.30 WIB tersebut mengambil tema "Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Propesional, Siap Mewujudkan Indonesia Yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian."

Kegiatan Donor Darah yang dilaksanakan di Wilayah Kodim 0615/Kuningan tersebut diikuti 82 pendonor dari anggota Kodim dan Persatuan istri tentara (Persit).

Dalam acara donor darah tersebut hadir Dandim 0615/Kuningan Letkol inf Arif Hidayat Sip, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXVI Kodim 0615/Kuningan Nindia Arif Hidayat, Kasdim 0615/Kuningan Mayor inf Riza Taufiq Hasan Sip, Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXVI Kodim 0615/Kuningan Nindia Arif Hidayat.

Tampak hadir pula  Para Perwira Staf Kodim 0615/Kuningan, Para Danramil Jajaran Kodim 0615/Kuningan, Para Bintara dan Tamtama Kodim 0615/Kuningan, Para PNS jajaran Kodim 0615/Kuningan, serta ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana Cabang XXVI Kodim 0615/Kuningan. (JN01/Red) 

DKPP Luncurkan JPP Tahap III Jelang Iedul Adha

August 31, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Jelang hari raya Iedul Adha pemberian bantuan Jaring Pengaman Pangan (JPP) yang merupakan salah satu program Jaring Pengaman Umat (JPU) tahap III diluncurkan, bertempat di halaman Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Kuningan, pada hari Rabu (30/8).

Peluncuran  tahap III menjelang hari raya ini menyalurkan bantuan untuk 58 dhu'afa yang berada di Zona Merah atau Zona Rawan Pangan yang berada di beberapa Kecamatan di Kuningan yang disalurkan langsung oleh Kabid Distribusi Pangan DKPP,  H. Maryoto dibantu oleh tim Era TV.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Kuningan, Dr. Ukas Suharfaputra menjelaskan bahwa pemberian bantuan tersebut akan dilaksanakan secara rutin diberikan agar mitra JPU yang berada di Zona Merah tersebut bisa terpenuhi hak-haknya.

"Semoga ditahap berikutnya jumlah bantuan dan keluarga yang dibantu sama kita semakin bertambah, serta dari Tim JPU masih terus melakukan pengumpulan dan pemilahan data keluarga yang wajib dibantu," ungkap Dr. Ukas.

Dalam peluncuran tersebut dihadiri pula oleh Ir. H. Dodi Nurochmatuddin, selaku staf ahli bupati bagian Kemasyarakatan dan SDM.

Dalam kesempatan tersebut Ir. H. Dodi Nurochmatuddin menjelaskan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Kuningan khususnya bupati sangat mendukung sekali gerak amal JPP-JPU tersebut, serta dalam waktu dekat akan dikeluarkan Peraturan Bupati (PerBup) terkait dengan masalah rawan pangan.

"Alhamdulillah bupati sangat mendukung langkah teman-teman yang tergabung dalam JPU, dalam waktu dekat akan dikeluarkan Peraturan Bupati yang mengatur masalah ini," katanya.

Lebih lanjut Ir. H. Dodi memaparkan bawah untuk kedepannya Tim JPU tidak hanya serta merta membantu dibidang pangan, melainkan dibidang lainnya pula.

"Di tahap-tahap selanjutnya tidak hanya DKPP yang terlibat, nanti dari Dinas-Dinas yang lain seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan yang lainnya akan ikut serta mendukung JPU sehingga bantuan yang diberikan tidak hanya pangan, tapi kesehatan, pendidikan, tempat tinggal layak, dan lainnya," lanjutnya.

Sedikit memperkenalkan bahwa Jaring Pengaman Umat adalah sebuah Forum Komunikasi yang terdiri dari unsur pemerintahan, swasta, perorangan, media, dan komunitas yang terbentuk atas keinginan luhur untuk membantu sesama sesuai kemampuan dan bidangnya.

Semua yamg terlibat berharap semoga semakin banyak yang bergabung dengan JPU, sehingga jumlah bantuan dan yang dibantu semakin bertambah dan bisa mengurangi angka-angka kemiskinan yang ada di Kabupaten Kuningan. (JN01/Red)

NPC Menggelar Seleksi Atlet Distabilitas Untuk Menghadapi Peparda 2018

August 30, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Kuningan menggelar seleksi atlet disabilitas untuk menghadapi Pekan Paralympic Daerah (Peparda) Oktober 2018 mendatang, agar bisa memberikan penampilan maksimal pada ajang Peparda yang diselenggarakan 4 tahun sekali.

Acara seleksi atlel difabel tersebut diselenggarakan oleh NPC di Stadion Mashud Wisnusaputra yang diikuti 93 orang peserta dari tiap-tiap perwakilan Sekolah Luar Biasa (LSB) se-Kabupaten Kuningan pada hari Rabu (30/8).

Menurut Johan (31) selaku koordinator pelaksana teknis menyebutkan bahwa tujuan dari acara tersebut untuk mencari bibit atlet-atlet NPC Kabupaten Kuningan yang berkompeten.

"Tujuannya adalah untuk mencari bibit atlet NPC Kabupaten Kuningan, untuk jenjang yang lebih lama atau jenjang profesional dan untuk pesertanya dari SLB se-Kabupaten Kuningan." ungkap Johan.

Lebih lanjut Johan memaparkan bahwa seleksi tersebut masih langkah awal penyeleksian NPC dalam mencari bibit-bibit atlet.

"Untuk ini kan sebenarnya masih seleksi umum, belum menuju ke cabang olahraga pilihan, jadi calon atlet di sini diseleksi secara umum dari mulai daya tahan, kelincahan, dan kekuatan," lanjutnya.

Acara penyeleksian atlet NPC tersebut berjalan dengan lancar dan untuk semua peserta di sana diperlakukan sama rata tidak ada yang diperlakukan khusus. (Yoga/Rizki/Red)

OSIS SMAN 1 Garawangi Serah Terima Jabatan

August 30, 2017 Add Comment


Kuningan, (BK) - Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS merupakan satu-satunya wadah kegiatan para siswa di sekolah untuk mendukung tercapainya kegiatan pembinaan kesiswaan.

Pada Senin (28/8) bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera, telah dilaksanakan serah terima jabatan pengurus OSIS demisioner ke pengurus OSIS SMA Negeri 1 Garawangi periode 2017-2018.

Ke-33 pengurus OSIS baru mengucap ulang janji pengurus OSIS dan MPK yang dibacakan oleh pembina upacara, Benny Gartika, S.Pd., M. M. Pd selaku Kepala Sekolah. 

Dalam amanatnya pembina upacara memberikan selamat kepada pengurus OSIS baru yang telah mengikuti rangkaian proses pembelajaran demokrasi di sekolah, serta beliau mengharapkan agar program-program yang dibuat harus lebih baik dari program sebelumnya. 

Hal ini Senada dengan harapan ketua OSIS, Ari Fajar Maulana dalam sambutan ketua OSIS demisioner yang menyampaikan terima kasih kepada semua siswa yang telah mendukung program-program OSIS dan pengurus OSIS yang selama 1 tahun ini bekerja keras untuk merealisasikan program.

Selain itu Ari menyampaikan permohonan maafnya kepada warga sekolah. "Maaf jika dalam 1 tahun kebelakang kami banyak melakukan kesalahan." ujarnya.

Sementara itu ketua OSIS baru Dina Aulia Sabila dalam sambutannya mengatakan rasa terima kasihnya kepada siswa yang sudah memberikan kepercayaan kepadanya. 

"Insya Allah saya dan pengurus OSIS lainnya akan mengemban Amanah ini dengan membuat program yang lebih baik dan tentu saja dengan bimbingan kakak dan guru-guru kami", ujarnya.

Sebagai penutup semua dewan guru memberikan selamat kepada seluruh pengurus OSIS periode 2017-2018 yang baru. (JN01).

Permainan Tradisional Kekunoan di Garap Kekinian

August 30, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Nostalgia ragam permainan tradisional anak-anak khas Sunda dimainkan dalam kegiatan Festival Alimpaido 2017 di Desa Maniskidul, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Acara yang digagas Karangtaruna Maniskidul untuk memeriahkan milangkala desa Maniskidul yang diisi dengan perlombaan, workshop, dan pementasan "Kompilasi Kaulinan Barudak" yang dimainkan anak-anak  SD dan MI Maniskidul mampu menghipnotis para pengunjung yang bernostalgia dengan permainan semasa kecil.

Menurut Asep Dheny selaku ketua Panitia Penyelenggara merasa terharu dan bangga bahwasanya permainan tradisional masih tetap di hati tidak kalah dengan gadgets..

"Kalau permainan sih banyak, cuma waktunya nggak kejejar jadi yang dilombakan cuma gogolodogan, egrang, dan bakiak," ungkap Asep Dheny.

Lebih lanjut Asep Dheny menyebutkan bahwa setelah melaksanakan acara permainan tempo dulu dilanjutkan dengan acara Workshop.

"Setelah selesai permainan dilanjutkan workshop kaulinan barudak dengan membuat wayang dari batang daun singkong dan kuda-kudaan dari pelepah pisang," lanjutnya.

Kemudian hasil dari workshop tersebut dipentaskan untuk properti kompilasi kaulinan barudak Maniskidul. (JN01).

Dandim 0615/Kuningan Berikan Amanat pada 572 Anggota Pramuka

August 27, 2017 Add Comment
Kuningan, (BK) - 572 anggota pramuka dari 32 pangkalan Gugus Depan (Gudep) Saka Wira Kartika se Kabupaten Kuningan mendapatkan amanat dari Dandim 0615/kuningan untuk menjadi generasi yang tangguh, bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara sesuai dengan Dasadarma pada acara penutupan Perkemahan Bakti Saka Wiraa Kartika tahun 2017 pada hari Ahad (27/8).

Dalam acara penutupan Kemah Bakti Saka Wira Kartika yang bertempat di Buper Ipukan Desa Cisantana Kecamatan Cigugur berjalan dengan keadaan aman dan tertib, serta ditandai dengan pembagian hadiah atau piala kepada Para Pangkalan  Gudep yang memenangkan perlombaan-perlombaan Kepramukaan.

Dandim 0615/Kuningan Letkol Arief Hidayat SIP, dalam sambutannya mengharapkan agar para anggota Saka Wira Kartika bisa menjadi generasi penerus yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

"Allah SWT telah menciptakan alam dan seisinya, maka sebagai manusia yang bertaqwa kita wajib menjaga dan melestarikannya," Dandim 0615/Kuningan.

Dalam acara tersebut Dandim Letkol Arief menekankan bahwa  generasi yang sekarang harus menghargai para pahlawan karena hasil pembangunan saat ini tidak terlepas dari kerja keras para pahlawan.

"Untuk para peserta Perkemahan Saka Wira Kartika menjadi generasi yg tangguh, bisa bermanfaat untuk diri sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara sesuai dengan Dasadarma," tandasnya.

Dalam hal ini menurut Letkol Arief TNI-AD akan terus ikut serta membina dan membentuk generasi muda bangsa yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mempererat ke-bhinekaan tunggal ika-an guna menjaga keutuhan NKRI sebagai salah satunya upaya dalam pembinaan kepramukaan Saka Wira Kartika Kodim 0615/kuningan. (Rania/JN01/Red)

Pojok Baca Hadir di CFD Kuningan

August 27, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka mensukseskan Gerakan Indonesia Membaca, Rumah Baca Cerdas Ceria binaan Rumah Zakat Desa Berdaya Cipondok Kecamatan Cibingbin Kabupaten  Kuningan, akhir pekan ini menggelar Pojok Baca di Car Free Day Kuningan, yang berlokasi di Jl. Siliwangi tepatnya di depan Sanggariang Kuningan, Ahad (27/8).

Menurut Mayasyaroh selaku fasilitator Rumah Baca Cerdas Ceria menyebutkan bahwa kegiatan tersebut adalah yang perdana diselenggarakan di Car Free Day Kuningan.

"Pojok Baca di Car Free Day ini bertujuan untuk mensukseskan   Gerakan Indonesia Membaca, serta untuk memperkenalkan Rumah Baca Cerdas Ceria ke masyarakat Kuningan," ungkap Mayasyaroh.

Sementara itu menurut salah satu pembaca yang berasal dari Ancaran Lenny (38) sangat merespon baik adanya pojok baca tersebut.

"Saya seneng sekali ada Pojok Baca Rumah Baca Cerdas Ceria di Car Free Day, generasi muda harus dibiasakan untuk gemar membaca dan mencintai buku sejak dini." kata dia.

Kegiatan Pojok baca tersebut menjadi salah satu sarana menebar virus baca untuk masyarakat Kuningan terutama para generasi muda. (JN01)

Perpani Kuningan Gelar Open Archery Tournament

August 27, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 dan menyambut ulang tahun Kuningan yang ke-519, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) kabupaten Kuningan menyelenggarakan Open Archery Tournament yang diselenggarakan di open space Kertawangunan pada hari Sabtu-Ahad tanggal 26-27 Agustus 2017.

Kegiatan Open Archery Tournament tersebut dibuka oleh Bupati Kuningan H. Acep Purnama, S.H., M.H, dan dihadiri pula oleh Sekretaris deputi kementrian pemuda dan olahraga, serta diawali dengan eksibisi memanah bagi para anggota forum koordinasi pimpinan daerah sebanyak tujuh orang dengan tiga kali sesi memanah.

Menurut Ketua Panitia yang diwakili oleh seksi acara,Deni menyebut bahwa acara tersebut adalah agenda pertama yang di gagas oleh Perpani.

"Sebelumnya pada tanggal 6 agustus telah dilaksanakan coaching klinik yang menghadirkan para pelatih nasional yang diikuti oleh para pelatih, anggota club, pelajar, dan mahasiswa yang ditindak lanjuti dengan kegiatan sekarang Kuningan Open Archery 2017 yang diikuti oleh 125 orang atlet," ungkap Deni.

Lebih lanjut Deni memaparkan bahwa kegiatan tersebut ditunjukan untuk memperkuat komitmen Perpani dalam melaksanakan pembinaan terhadap club dan para atlet supaya menjadi agenda rutin tahunan.

"Sebagai langkah persiapan pencarian bibit-bibit atlet yang berperstasi dibidang panahan yang ada di Kabupaten Kuningan, serta sebagai pra persiapan Porda dan Pon Jawabarat," pungkasnya.

Dari acara tersebut Deni mengharapkan meningkatnya mental bertanding para atlet skan dapat memasyarakatkan olahraga panahan di Kabupaten Kuningan. (JN01)                       

Kepala Desa Sukaharja Bantah Ada Warganya Makan Nasi Aking

August 24, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kejadian yang menghebohkan tentang Aswadi (75) warga Dusun 3 RT/RW 01/03 Desa Sukaharja Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan yang mengaku memakan nasi aking selama 5 tahun dan tidak pernah mendapat bantuan baik dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah mendapat bantahan keras dari Sunandi, Kepala Desa Sukaharja.

Sunandi mengungkapkan bahwa dirinya dan pihak pemerintah desa mengetahui tentang kondisi Sunandi yang termasuk keluarga miskin dan pemerintah desa selalu berupaya untuk memberikan bantuan kepada Aswadi.

"Berita tentang Bapak Aswadi itu tidak benar, kita telah memberikan bantuan tempat tinggal di tanah milik desa," ungkap Sunandi.

Pada tahun 2000 saat Aswadi masih tinggal di RT/RW 03/01 dusun 1 Desa Sukaharja, pemerintah desa pernah memberikan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah yang berdiri diatas tanah hak milik pribadi aswadi yang kemudian dijual oleh Aswadi dan membeli tanah yang lebih murah di RT/RW 02/01 Dusun 1 Desa Sukaharja. Kemudian pada tahun 2010, pemerintah desa pun memberikan bantuan stimulan untuk rumah baru Aswadi.

Pada tahun 2012, Aswadi kembali menjual rumahnya dan mengontrak sawah di tempat pembuatan batu bata.

Selain itu, Sunandi menambahkan bahwa selain memberikan bantuan untuk tempat tinggal, pihak pemerintah desa pun memberikan selalu berupaya memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi Aswadi dan Keluarga.

"Setiap bulannya itu mendapatkan jatah raskin/rastra jadi tidak benar bahwa Aswadi makan nasi aking selama 5 tahun itu tidak benar, saya membantah keras," lanjut Aswadi. (JN01/Red)

Satu Keluarga Makan Nasi Aking, JPU Salurkan Bantuan Rutin

August 24, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Belum genap satu bulan Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan yang ke-72, namun masih banyak rakyat yang belum merdeka dari kemiskinan, seperti kakek Aswadi warga Dusun 3 Rt/Rw 01/03 Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin tersebut yang mengaku mengkonsumsi nasi basi yang dikeringkan atau nasi aking.

Kakek Aswadi (75) yang sehari-hari kerja sebagai pemecah batu dan pengangkut air yang berasal dari Desa Sukaharja, hanya mampu memberikan nasi aking untuk mengisi perut keluarganya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam Jaring Pengaman Umat (JPU) memberikan bantuan sembako pada keluarga Aswadi, Rabu (22/08).

Tidak hanya kali ini, pada bulan Mei 2017 DKPP melalui JPU telah memberikan santunan kepada Aswadi secara rutin karena telah menjadi salah satu Klien dari JPU.

"Aswadi ini sebetulnya sudah jadi klien kita sejak dari bulan Mei, bahkan sekarang sudah diberi bantuan dua tahap. Tahap satu kita serahkan bulan Mei, untuk tahap kedua baru sekarang, dan tahap ketiga akan kita rancang bulan-bulan depan paling lambat dan paling cepat akhir bulan ini," ungkap Kadis DKPP Dr Ukas Suharfaputra.

Lebih lanjut Ukas menyampaikan bahwa untuk meningkatkan cadangan pangan untuk orang-orang yang tidak mampu, DKPP akan menyiapkan tambahan stok pangan.

"Tahun ini diakhir bulan Februari saya sudah menyodorkan tambahan cadangan pangan untuk membantu orang-orang seperti ini dan mudah-mudahan  bisa dibantu agar perputarannya bisa lebih cepat tidak harus nunggu dua bulan, kalau bisa dua minggu sekali karena kondisi mereka SOS dan tidak ada cara lain kecuali disantuni pemerintah," lanjutnya.

Lebih jelas Ukas memaparkan bahwa masih adanya keterbatasan  membuat pendistribusian terlambat.

"Tapi yang jadi catatan bahwa karena keterbatasan sumber daya kita, dalam hal ini cadangan pangan kita di DKPP perputaran bantuannya gak bisa sering, idealnya orang seperti itu klasifikasinya memang termasuk harus disantuni secara rutin, tapi karena stok kita terbatas hanya bisa mendistribusi dua bulan sekali dan sebetulnya kita juga posisinya belum bisa turun bantuan secepat yang di inginkan dengan ideal," jelasnya. 

Untuk kedepannya pihak DKPP mewakili pemerintah daerah beserta JPU akan terus mencari solusi untuk menanggulangi masalah rawan pangan di Kabupaten Kuningan. Dirinya pun berharap agar semakin banyak yang terlibat dari berbagai pihak karena ini merupakan masalah bersama bukan hanya pemerintah.(JN01/Red)

Inilah Cara Memilih Pemimpin Menurut Ajaran Islam

August 23, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Tahun 2018, Indonesia akan merayakan kembali pesta demokrasi di berbagai daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Kuningan Jawa Barat yang akan mengadakan pemilihan bupati.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, KH Fitriadi Siraj memaparkan kriteria pemimpin ideal dalam perspektif Islam.

"Pemimpin yang ideal dalam Islam yang pertama harus seorang muslim, orang yang merdeka bukan hamba sahaya, berakal, laki-laki, berkompeten, dan mampu mengemban amanah serta lebih menempatkan maslahat dan menolak madorot untuk rakyat," ungkap KH Fitriadi.

Lebih lanjut KH. Fitriadi memaparkan bawha memilih pemimpin atau mendukung calon pemimpin non muslim itu hukumnya haram.

"Berdasarkan QS Al-Maidah ayat 51 (Hai orang-orang beriman, janganlah kau jadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin bagi kalian, mereka menjadi pemimpin untuk mereka sendiri)," lanjutnya.

Sementara itu KH. Fitriadi mengatakan bahwa seorang figur pemimpin itu harus betul-betul yang takut terhadap Allah SWT dan meyakini bahwasanya seorang pemimpin itu akan diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya.

"Dalam hadist disebutkan kullukum ro'in wakullukum masulun'an ro'iyyatihi (setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya," tutur KH. Fitriadi.

Lebih jelas KH. Fitriadi memaparkan bahwa seorang pemimpin harus betul-betul peduli terhadap rakyatnya didalam semua aspek baik pendidikan, ekonomi, sosial, dan keagamaan.

"Makanya dalam masalah kepemimpinan ini saya menyarankan bahwasanya kepada masyarakat kita harus jeli, harus berhati-hati. Karena ketika kita mencoblos, memilih pemimpin itu coblosan kita itu akan ditanya dan akan diminta pertanggung jawaban nanti di akhirat," pungkas KH Fitriadi.  (JN01/Red)                      

Sukseskan Gerakan Indonesia membaca, Rumah Baca Cerdas Ceria Gelar Baca Gratis di Pelataran Masjid

August 23, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka turut mensukseskan Gerakan Indonesia Membaca, Rumah Baca Cerdas Ceria binaan Rumah Zakat gelar Baca Gratis di pelataran Masjid Noer Soengeb, dengan target masyarakat Desa Cipondok semua usia. "Tujuan utama kegiatan ini adalah membudayakan membaca bagi masyarakat, dengan membaca RBCC turut serta mencerdaskan masyarakat." Tutur Mayasyaroh relawan inspirasi dari Rumah Zakat, selaku pegiat Rumah Baca Cerdas Ceria (RBCC). Baca Gratis tersebut tidak hanya diminati anak-anak dan para remaja, orang tua pun ada yang ikut gabung. Sementara itu menurut Suryanti (35) salah satu pengunjung tempat baca gratis, merespon baik adanya rumah baca tersebut. "Dari tadi saya lihat anak-anak pada baca, dikira hanya bacaan anak-anak, ada juga untuk ibu-ibu, terimakasih Rumah Zakat." ungkap Suryanti. Berbeda lagi dengan Sri Mutmainah (13) salah seorang pelajar kelas 8 SMPN 2 Cibingbin mengatakan bahwa dengan adanya rumah baca bisa membantu dirinya dalam mengerjakan tugas sekolah. "Saya biasa berkunjung ke Rumah Baca Cerdas Ceria, saya pribadi sangat terbantu setelah ada rumah baca tidak kesulitan lagi mencari buku atau novel untuk tugas sekolah." kata Sri. Lain Halnya dengan Abdul Khoerum Naim (12) yang hanya mencari buku-buku serial kartun atau komik. "Saya suka komik, isinya bagus, saya suka baca bareng teman-teman." Jelasnya. Kegiatan Baca Gratis ini akan terus digelar oleh Rumah Baca Ceria minimal sepekan sekali di lingkungan Desa Cipondok, serta yang ingin meminjam buku atau berkunjung ke Rumah Baca Ceria bisa langsung datang ke rumah baca yang beralamat di Dusun I, RT 02 RW 01 Desa Cipondok, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan. (JN01/Red)

Tinggalkan Tungku Api Saat Masak Air, Sebuah Rumah Terbakar

August 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Si jago merah menghanguskan sebuah rumah di Dusun Pahing RT. 016/004 Desa Ciloa Kecamatan Keramatmulya, Kabupaten Kuningan.

Kejadiannya bermula pada saat pemilik rumah yang lupa mematikan tungku api yang sedang dipakai masak air di dapurnya.

"Awalnya ini dari dapur, saya lagi masak air buat ngisi ke galon namun saya tinggalin karena di depan ada tamu, saya temui tamu itu dan berbincang lama dengan tamu itu."ungkapnya.

Setelah mengobrol cukup lama, tamu pamit pulang lalu dirinya mengatar ke depan rumah. Namun saat masuk rumah, Sajud berbincang dengan istrinya hingga terdengar suara yang mengejutkan.

"Ada suara  dag deg dog dan pas saya lihat ke atas ternyata ada api yang terus membesar," ungkap Sajud.

Lebih lanjut Sajud menyampaikan bahwa pada saat kebakaran tersebut beliau sangat kebingungan, karena istrinya terus-terusan menjerit, mencari pertolongan.

"Saya bingung harus bagaimana dan barang yang mana dulu yang harus diambil, namun pada saat yang tepat pihak polisi dan warga silih bergantian berdatangan untuk membantu menyelamatakan barang dan berkas-berkas yang masih bisa diambil," lanjutnya.

Menurut Sajud kebakaran tersebut bukan hanya kali ini terjadi, ini merupakan kali kedua  dengan sebab yang sama.

"Pada pertengahan Desember sekitar tanggal 15 Tahun 2014 juga sama terjadi kebakaran dan  sama-sama dari dapur juga, tapi kalo kebakaran yang dulu itu kejadian nya tengah malam sekitar jam 12 seperempat dan untuk yang sekarang terjadi siang hari sekitar jam 09.30 waktu sekitar," tuturnya. (Aldi/Yoga/Red)

Cegah Penularan TB, Comunity TB & HIV Care Aisiyah dan Dinas Kesehatan Kuningan Adakan Pelatihan

August 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Penyakit Tubercolosis (TB) Paru merupakan salah satu penyakit berbahaya dan menular. Untuk   mencegah penyebaran penyakit menular tersebut, Comunity TB & HIV Care Aisyah Kabupaten Kuningan menyelanggarakan pelatihan kepada para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di tujuh kecamatan di Kabupaten Kuningan.

Acara tersebut berlangsung dua hari pelaksanaan yakni pada hari Senin dan Selasa 21-22 Agustus 2017,  yang bertempat di Purnama Mulia Hotel Cigugur, Kabupaten Kuningan.

"Untuk pesertanya sendiri dari tujuh kecamatan. Diantaranya Kecamatan Kuningan, Jalaksana, Maleber, Kadugede, Cigugur, Nusaherang, dan Darma. Mereka ada dari penyuluh agama, ada dari Desa melalui Kesra, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan ada juga dari pelajar," ungkap Ridwan Ira Irawan, selaku pelaksana TB Care Aisyah Kabupaten Kuningan.

Sementara itu Ridwan menargetkan untuk para tokoh agama yang dilatih di sana bisa menjadi pencerah bagi masyarakat yang terkena TB di daerahnya masing-masing.

"Menjaga kesehatan itu sebagian dari iman, sebagian dari perintah agama. Saya kira tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat yang kami bina ini bisa memberi pencerahan tentang kesehatan terutama TB dalam ceramahnya atau dalam acara pengajian," lanjutnya.

Acara yang diisi oleh relawan TB Care Aisyah Jawabarat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif.

"Kita berharap untuk penanggulangan TB ini bisa berjalan dengan baik, semua bisa berperan dengan tupoksinya masing-masing dan kita berharap Kuningan bebas TB," pungkas Ridwan. (JN01/Red)

Makodim 0615/Kuningan Gelar Acara 1717 Untuk Indonesia Lebih Kasih Sayang

August 18, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Tentara Nasional Indonesia  (TNI) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berdoa bersama pada tanggal 17 Agustus 2017 untuk Indonesia yang lebih kasih sayang.

Acara yang digagas oleh Panglima TNI, Gatot Nurmantyo tersebut diselenggarakan serentak di setiap Makodim, termasuk di Makodim 0615/Kuningan dengan menyelanggarakan Do'a bersama di area Makodim dan dihadiri pula oleh 2.000 orang.

Dalam acara tersebut turut hadir Dandim Kuningan Inf Letkol Inf Arief Hidayat, juga hadir Bupati Kuningan H Acep Purnama, Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman, Ketua MUI Abdlu Aziz Ambar Nawawi, Ketua PCNU Kuningan KH Aman Aminudin dan Ketua DPD Muhamdiyah Kuningan Drs. Wachid, serta Habib Quraisy Baharun (Pendiri Pondok Pesantren As Shidqu Cirebon), dan para jemaah Majelis Rasulullah Kabupaten Kuningan.

Dalam sambutan kegiatan tersebut Dandim 0615/Kunngan, Inf Letkol Arif mengatakan bahwa untuk mengisi kemerdekaan itu harus dengan hal-hal yang positif.

"Mengobarkan energi  semangat, merdeka atau mati. Kita di sini sebagai generasi penerus penikmat kemerdekaan, saya mengajak marilah kita sama-sama memohon kepada Allah SWT agar menerangi kita dengan cahaya ilmu dan kearifan agar kita pandai merawat kemerdekaan," tandasnya.

Sementara itu, menurut Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyebutkan bahwa acara tersebut adalah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dianugrahkan Allah SWT. kepada bangsa Indonesia.

"Kita berkumpul di sini adalah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat kemerdekaan dan oleh karena itu sebagai wujud rasa syukur kita semua berdoa agar kita semua tetap menjalin dan menjaga persatuan dan kesatuan untuk bangsa Indonesia yang berkeadilan dan makmur," ungkapnya.

Habib Qurasy Al Baharun pun ikut menambahkan, peran ulama sangatlah penting dalam usaha kemerdekaan RI, karena waktu itu belum ada TNI dan Polri.

Kegiatan dilanjutkan murojaah dan do'a bersama dipimpin oleh Habib Qurasy Al Baharun dan diakhiri dengan kegiatan Shalat Maghrib bersama yang dipimpin oleh  KH. Aman Aminudin. (JN01/Red)

Kwaran Pramuka Kecamatan Cibingbin Gelar Lomba Gerak Jalan

August 15, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka memperingati hari Kemerdekaan RI ke-72 serta hari jadi Pramuka yang ke-56, Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka Kecamatan Cibingbin Kabupaten Kuningan mengadakan lomba gerak jalan Pramuka tingkat pelajar sekecamatan Cibingbin.

Ketua Kwaran Kecamatan Cibingbin, Sugiono memaparkan bahwa jumlah peserta lomba gerak jalan pramuka ini diikuti oleh 5600 anggota pramuka. Dengan rincian Tingkat SD/MI 55 regu dan SMP 60 regu.

Lomba yang diselenggarakan guna memperingati Hari Pramuka dan HUT Kemerdekaan RI ke-72 tersebut diikuti berbagai elemen  terutama Pramuka tingkat SD, SMP, dan SMA. Kegiatan ini dimulai dari tanggal 13-15 Agustus dan Insya Allah akan disambung sampai tanggal 17 Agustus.

Start lomba dimulai dari Kantor Kecamatan Cibingbin menuju ke alun-alun Cibingbin. Lanjut ke Dukuh Awi Sukamaju dan kembali lagi menuju ke Kantor Kecamatan Cibingbin setelah melalui 8 posko penilaian.

Lebih Lanjut Sugiono memaparkan bahwa bertepatan dengan momen peringatan hari kemerdekaan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah para pelajar untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme dan menghargai perjuangan para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini.

"Harapan saya dari kegiatan ini untuk menumbuhkan jiwa patriotisme kepada anak-anak dan juga untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI," pungkas nya. (JN01/Red)

Tekan Angka Pengangguran, AFC Selenggarakan Pelatihan Kewirausahaan

August 15, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Berangkat dari keprihatinan dengan angka pengangguran di Kuningan yang semakin tinggi, Amin Family Center (AFC) bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) memberikan pelatihan kewirausahaan sablon & desain grafis kepada masyarakat Kuningan yang diselenggarakan di Sangkan Park Aqua Cilimus pada tanggal 14-15 agustus 2017.

Program tersebut dihadiri oleh 100 peserta pelatihan dari berbagai elemen masyarakat yang dibimbing langsung oleh para instruktur-instrukur profesional dibidang sablon dan desain grafis.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula anggota DPR-RI komisi XI Fraksi Demokrat, H. Amin Santono dan Ketua Amin Family Center (AFC), Yosa Octora Santono yang sekaligus bendahara HIPMI Jawabarat dan bakal Calon Bupati Kuningan 2018-2023 yang merupakan penggagas program tersebut.

"Di sini peserta dibekali teori dan praktik, dengan membagi kelompok agar tidak berhenti sampai di sini tapi terus berkesinambungan. Kelompok-kelompok ini akan terus kami latih hingga menjadi mahir," ungkap Amin Santono, anggota Komisi XI DPR RI.

Amin menambahkan bahwa acara tersebut sangat bagus dan berguna bagi masyarakat Kuningan terutama yang menjadi peserta pelatihan untuk kedepannya dapat berwirausaha dibidang percetakan dan desain grafis sehingga mampu menekan angka pengangguran di Kabupaten Kuningan.

"Kedepanya Kuningan menjadi daerah pengrajin sablon yang bisa menyaingi pengrajin sablon kabupaten atau kota lain," pungkasnya. (JN01/Red)

Dandim 0615/Kuningan Laksanakan Jam Komandan

August 15, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Komandan Kodim 0615 Kuningan, Letkol Inf Arif Hidayat SIP memberikan pengarahan kepada seluruh Personil Kodim sekitar 250 orang Militer dan PNS Kodim 0615, bertempat di Gedung Mas'ud Kodim 0615 Kuningan Jl.RE Martadinata Kuningan pada pada saat pelaksanaan jam komandan, Senin (14/8).

Dalam kesempatan tersebut tampak hadir pula Para perwira Staf dan Danramil Jajaran Kodim 0615 Kuningan, serta Para prajurit Perwira, Bintara, Tamtama, dan PNS Makodim 0615 Kuningan.

Dandim 0615 Kuningan menyampaikan bahwa Kodim sudah berupaya dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat seperti melaksanakan program-program dari satuan atas baik yang terprogram maupun tidak terprogram untuk masyarakat, namun dirinya masih merasa prihatin dengan adanya prajurit yang mencoreng nama baik satuan.

Untuk itu Arif menekankan kepada anggota Kodim 0615 Kuningan untuk menjaga nama baik satuan.

"Jaga nama baik satuan dengan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran," tegas Arif

Lebih lanjut Arif memberikan arahan terkait masalah untuk menjaga rumah tangga prajurit, pemeliharaan kendaraan bermotor dinas, program rutilahu, dan babinsa di desa-desa, Luas Tambah Tanam (LTT), dan penyelenggaraan HUT RI ke 72.

Terkait peringatan HUT RI ke 72, Kodim 0615 Kuningan maupun Koramil akan menyelenggarakan doa bersama tiap-tiap satuan dari mulai tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan.

"Do'a bersama tingkat kabupaten akan diselenggarakan di Makodim 0615/Kuningan, adapun tingkat kecamatan diselenggarakan di Makoramil masing-masing," pungkasnya. (JN01/Red)

BKPRMI Kuningan Bina Guru TPA dari 337 Lembaga

August 14, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Untuk meningkatkan kualitas para guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), pengurus Daerah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indoensia (DPD-BKPRMI) mengadakan pembinaan guru TPA, Ahad (13/8)
bertempat di Masjid Syi'arul Islam Kuningan, Jawa Barat.

"Kegiatan ini program dari BKPRMI untuk pembinaan guru TPA yang dibawah koordinasi BKPRMI berjumlah 337 lembaga," ungkap Insan Nuluaman, ketua BKPRMI Kuningan.

Lebih lanjut Insan memaparkan bahwa diharapkan kegiatan tersebut bukan hanya sebagai seremonial semata, melainkan sebagai tempat berkumpul untuk berkoordinasi antara guru TPA dengan BKPRMI sehingga mampu mencetak generasi Qur'ani.

"Kita mau guru-guru TPAnya dibina, diarahkan, komunikasi, koordinasi, dan kalau ada masalah di lapangan komunikasikan di sini walaupun hanya sebulan sekali kumpulnya," lanjut Insan.

Selain itu Insan berharap agar para guru tetap istiqomah dalam menjalankan tugasnya.

"Semoga ustadz/ustadzahnya istiqomah, tetap datang walaupun selalu bergiliran dan ada perubahan jadwal. Saya juga ingin ustadz/ustadzahnya lebih profesional lagi," ujar nya.

Dalam kesempatan itu pula, BKPRMI menganugrahkan penghargaan kepada Bupati yang diterima oleh Tony Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kabupaten Kuningan, yang mewakili bupati karena bupati tidak sempat hadir. (Lani/Ilham/JN01)

AMSA Kuningan Gelar Aksi Selamatkan Al-Aqsha

August 14, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Penutupan Masjid Al-Aqsa di Palestina mendapat kecaman dari berbagai pihak termasuk masyarakat muslim di Kabupaten Kuningan Jawa Barat.

Berbagai elemen yang tergabung dalam Aliansi Masyatakat Selamatkan Al-Aqsha (AMSA) Melakukan aksi menentang penutupan Masjid Al-Aqsa, Ahad (13/08).

Aliansi yang terdiri dari SALIMAH Kuningan, AVI Kuningan, KAMMI Kuningan, FPI Kuningan, Internasional Al-Aqsa institute, Alumni 212, Asosiasi Rohis Kuningan, Forum Rohis Kuningan, Pejuang Shubuh Kuningan, One Day One Juz (ODOJ), dan Kasih Palestina tersebut melakukan long march dari Pandapa Paramarta menuju Masjid Syi'arul Islam (SI).

Setelah Massa memenuhi area jalan sebelah selatan Masjid SI, sambil membawa bendera dan syal bermotif bendera Palestina, silih berganti berorasi dengan penuh semangat.

"Inilah aksi kita untuk menunjukan umat Islam protes keras atas penjajah yang dilakukan Zionis Israel di Masjid Al-Aqsa," ungkap Ade Kurniawan, Ketua AMSA Kuningan.

Lebih Lanjut Ade Memaparkan Bahwa tidak hanya saat ini, AMSA akan terus menyuarakan suara untuk kebebasan Al-Aqsa.

"Semua elemen yang tergabung dalam AMSA akan terus menyuarakan bukan hanya dengan orasi namun juga dengan mencari donasi, berdo'a serta memberikan edukasi pada masyarakat tentang kondisi Al-Aqsa saat ini yang masih terjajah," lanjutnya.

Sementara itu Ade menambahkan bahwa kedepannya AMSA akan mengadakan aksi selamatkan Al-Aqsa dengan membuat Konser kemanusiaan.

"Insya Allah di Kuningan akhir tahun ini akan mengadakan konser kemanusiaan dengan mengundang talent-talent kemanusiaan seperti Opick, Shoutul Harokah, Meli Guslow, dan akan mengambil Tema Al-Aqsa milik kita semuanya," pungkas Ade. (JN01/Red)

Forum Pasien Hemodialisa, Berkumpul Menjadi Satu Keluarga

August 14, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Pasien Hemodialisa (HD) atau cuci darah akibat menderita gagal ginjal membutuhkan penanganan khusus mulai dari mengatur kebutuhan cairan, cara olah raga, traveling hingga asupan nutrisi harus diatur sesuai takaran.

Untuk itu, RSU El-Syifa bekerjasama dengan Fresenius Medical Care memberikan program edukasi kepada pasien hemodialisa dan keluarga melalui acara Forum Pasien Hemodialisa yang diselenggarakan di Raja Sea Food, Ahad (13/08).

General Manager Dialysis Sercives & Medical Affairs PT. Fresenius Medical Care, dr. Enny menerangkan bahwa acara tersebut merupakan edukasi yang diberikan sebagai salah satu bentuk pelayanan bagi pasien HD.

Selain pelayanan yang utama yaitu memberikan pelayanan dengan mesin berkualitas tinggi serta berteknologi Jerman yang modern dan mutakhir menggunakan water treatment berstandar internasional bersertifikasi AAMI, dokter dan perawat yang bersertifikasi , juga akan terus memberikan program edukasi secara rutin kepada pasien dan keluarga.

“Untuk program seperti ini, Rumah Sakit El-Syifa InsyaAllah akan diadakan rutin jadi sudah ada schedulenya masing-masing. Untuk bulan Agustus sampai Desember ini akan fokus memberikan edukasi pemberian nutrisi kepada pasien HD,” Ungkap dr. Enny.

Owner RSU El-Syifa, dr. Elly Wijaya Nursyam menambahkan bahwa pertemuan tersebut sekaligus sebagai acara silaturahmi antar sesama pasien HD agar dapat saling memberikan motivasi dan saling bercerita sekaligus bersilaturahmi dengan dokter dan perawat yang biasa mendampingi.

“Penanganan pasien HD berbeda dengan pasien lain. Yang dibutuhkan oleh pasien HD itu kekeluargaan dan motivasi dari orang yang paling dekat yaitu keluarga dan kita pun sudah seperti keluarga karena setiap seminggu dua kali kita bertemu selama lima jam,” ungkap dr. Elly

Hal senada diungkapkan Whyudin, Pasien RSU El-Syifa yang telah menjalanin proses cuci darah selama dua tahun.

“Rumah saya di Cilimus, sebetulnya saya melewati dua rumah sakit untuk sampai ke El-Syifa, tapi di El-Syifa saya sudah menemukan kenyamanan karena suasana kekeluargaannya. Bahkan dokter ahli hemodialisa pun dengan kami seperti keluarga, tidak tampil seperti dokter,” ungkap Wahyudin.

Wahyudin pun menambahkan bahwa selain kenyamanan yang membuat dirinya betah, dengan suasana kekeluargaan yang ada di RSU El-Syifa, juga membuat dirinya semakin yakin akan segera sembuh.

Karena pentingnya rasa kekeluargaan tersebut bagi pasien hemodialisa, tidak hanya pasien RSU El-Syifa, forum tersebut mencakup seluruh pasien hemodialisa yang ada di Kabupaten kuningan seperti pasien dari RSUD 45, RSUD Linggar Jati, RSU Juanda, dan lain-lain untuk berkumpul menjadi satu keluarga.(JN01/Red)

226 PNS Dimutasi Jelang Pilkada

August 12, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dimasa kepemimpinannya sebelum cuti untuk mengikuti pilkada, Bupati Kuningan H. Acep Purnama melantik 226 orang pejabat struktural eselon III dan eselon IV di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan yang telah resmi dimutasi, Kamis (19/8).

Dalam acara tersebut tampak hadir, Sekda Yosep Setiawan, Asda 2 Drs Nana Sugiana, Kamil Ganda Permadi, dan beberapa pejabat eselon 2 yang hadir.

Acep mengatakan bahwa rotasi dan mutasi pegawai tersebut dilakukan karena merujuk pada aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tertuang dalam pasal 89 PKPU No 3 tahun 2017, bahwa untuk bakal calon petahana dilarang melakukan pergantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan.

Menurut Acep, alasan mutasi ini yang paling mendasar adalah untuk mengisi jabatan-jabatan yang kosong, baik disebabkan karena meninggal dunia, pensiun ataupun atas permintaan sendiri.

“Ada yang sebentar lagi habis masa jabatan, karena dia itu sangat mencintai dan seorang negarawan yang baik sampai mengatakan dari pada nanti ada kekosongan lebih baik diisi sekarang,”ungkap Acep.

Menanggapi terkait tidak adanya pejabat eselon II yang dimutasi, Acep menegaskan bahwa itu bukan permasalahan berani atau tidak berani.

“Kalau masih bicara berani atau tidak berani itu berarti bicara like and dislike, saya tidak seperti itu,” ungkap Acep.

Acep pun mengucapkan terimakasih dan penghargaan setulusnya kepada mereka yang telah pensiun atas pengabdian yang telah diberikan dan berharap bagi mereka yang dimutasi dapat melaksanakan tugas dengan lebih baik. (AR27/Red)

Vaksin Measles Rubella Belum Diajukan Sertifikasi Halal ke MUI

August 11, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Isu penolakan imunisasi Measles Rubella (MR) atau vaksin campak dan rubella yang merebak di masyarakat salah satu alasannya karena belum adanya sertifikasi halal dari Majlis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam hal ini Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuningan, KH Fitriadi Siraj menyampaikan bahwa MUI masih belum mengeluarkan fatwa halal karena belum ada ajuan dari pemerintah untuk sertifikasi halal untuk vaksin tersebut.

"Vaksin MR itu belum ada fatwa MUI tentang masalah kehalalannya karena belum ada pengajuan dari pemerintah," kata KH Fitriadi.

Fitriadi menjelaskan bahwa MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi yang salah satunya menegaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan untuk kepentingan kesehatan, tetapi imunisasi yang tadi dibolehkan itu wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci.

"Sementara vaksin MR ini belum ada pengajuan dari pemerintah terhadap MUI, belum ada penelitian juga, jadi kita dari MUI itu belum tau apakah ini bahannya halal, suci atau tidak," lanjutnya.

Fitriadi memaparkan bahwa dalam agama tidak boleh menggunakan vaksin yang belum diketahui kehalalannya, karena masalah halal dan tidak halalnya itu yang menentukan adalah harus sesuai hukum agama.

Namun dirinya menjelaskan bahwa ada kondisi-kondisi tertentu yang bisa menggunakan vaksin yang belum diketahui kehalalannya ketika belum ditemukan vaksin sejenis yang jelas halal, namun itu baisa dilakukan ketika terjadi kondisi darurat tertentu yang membutuhkan vaksin itu segera dipergunakan. (JN01/AR27/Red)

Kepala Desa Terpilih Siap Perangi Riba Untuk Selamatkan Perekonomian Masyarakat Cibingbin

August 11, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Pelaksanaan pilkades serentak tahun 2017 di 93 desa di Kabupaten Kuningan telah usai. setiap warga yang memiliki hak pilih di 93 desa tersebut telah menentukan pilihannya pada hari Ahad (06/08).

Untuk pemilihan kali ini ada beberapa kepala desa yang terpilih dari kalangan generasi muda. Salah satu yaitu Aris Musadat (35), kepala desa terpilih di Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan.

Hasil penghitungan suara dari 3 TPS menetapkan Aris Musadat terpilih menjadi kepala Desa Cibingbin dengan perolehan 2022 suara. Diikuti urutan kedua oleh Aam No. urut 2 dengan perolehan suara 1919 suara dan Supena No.urut 1 mendapat 1125 suara. Pelaksanaan pilkades berjalan lancar, aman, damai, tertib, dan kondusif.

Meski terbilang muda, menurut Lukman Nul Hakim, juru bicara tim sukses mengatakan bahwa pria kelahiran tahun 1982 itu dirasa mampu untuk dapat membawa Desa Cibingbin menjadi lebih maju.

“Aris Mushadat adalah sosok yang fenomenal dalam dunia politik di Cibingbin. Penuh percaya diri, tegas, dan mempunyai jiwa kuat, leadership yang tentunya pro rakyat kecil serta InsyaAllah agamis,” ungkap Lukman kepada wartawan www.beritakuningan.com.

Aris mengatakan bahwa dirinya akan berusaha keras untuk membawa Desa Cibingbin lebih maju dalam berbagai aspek. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) akan dijadikan indikator untuk mengukur tiga aspek, yakni aspek pendidikan, aspek ekonomi, dan aspek kesehatan di Desa Cibingbin.

Untuk aspek ekonomi, salah satunya Aris akan lebih memperhatikan dan menertibkan yang biasa disebut “Bank keliling” yang sering beroprasi di Desa Cibingbin.

“Bank keliling yang ada sebetulnya mengganggu ekonomi, bukan membantu meningkatkan ekonomi namun justru mengganggu peningkatan ekonomi pedagang kecil,” ungkap Aris.

Aris menjelaskan bahwa sebelum dirinya mengikuti pemilihan kepala desa, dia pun telah bekerjasama dengan Keluarga Beladiri Kuningan (BELAKU) untuk menertibkan bank keliling yang ada di Desa Cibingbin.

“Berkat kerjasama yang solid dengan rekan-rekan, sebelum saya melangkah menjadi kepala desa itu tercatat sekitar 27 bank keliling, saat ini tinggal tersisa 7 bank keliling,” lanjut Aris.

Aris berharap dengan hilangnya bank keliling yang mengganggu perekonomian masyarakat tersebut menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat diantara misi-misi peningkatan ekonomi masyarakat yang telah dirancang dan akan dilaksanakan saat dirinya telah resmi dilantik menjadi kepala desa. (AR27/Red)

Marak Kasus Bunuh Diri di Kuningan, Ini Tanggapan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa

August 08, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kasus bunuh diri yang marak terjadi di Kabupaten Kuningan belakangan ini mengejutkan banyak pihak. Beragam motif melatar belakangi maraknya kasus bunuh diri tersebut. Mulai dari masalah ekonomi, tidak sanggup menanggung aib, masalah rumah tangga, hingga karena tidak tahan dengan penyakit yang tak kunjung sembuh. Namun dari semua kasus yang terjadi diduga memiliki kesamaan yakni korban menderita depresi.

Menanggapi hal tersebut, Luhur Artsonugroho,Sp.KJ, dokter spesialis kesehatan jiwa menyampaikan bahwa bunuh diri bisa disebabkan oleh berbagai macam diagnosis gangguan jiwa, mulai dari depresi hingga gangguan jiwa berat (skizofrenia) yang dipengaruhi halusinasi.

Dalam penuturannya, dr. Luhur menerangkan bahwa penyakit depresi untuk saat ini termasuk salah satu penyakit yang trand-nya sedang meningkat. Bahkan diperkirakan pada tahun 2020 penyakit depresi akan menduduki peringkat 2 terbanyak penderitanya setelah penyakit jantung.

Selain itu dirinya menambahkan bahwa banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang mengidap penyakit depresi, diantaranya adalah karena faktor sosial ekonomi, tekanan dari pekerjaan, tekanan dari lingkungan, masalah asmara, dan lain-lain.

“Seperti saat ini situasi ekonomi sedang menurun, otomatis mencari pekerjaan sulit, mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sulit apalagi memenuhi kebutuhan yang lain,” Ungkap dr. Luhur di ruang kerjanya.

Lebih lanjut dr. Luhur memaparkan bahwa ciri-ciri orang yang terkena depresi itu biasanya ada perubahan sikap atau perilaku yang menonjol pada orang tersebut.

“Kita sebagai masyarakat harus peka terhadap keluarga, saudara, teman, tetangga yang ada perubahan perilaku yang tadinya ceria menjadi sering diam, sering mengurung diri, sering mengeluh, banyak merasa bersalah atau menangis itu harus dicurigai bahwa dia terkena gangguan depresi,” lanjut Luhur.

Untuk itu dr. Luhur menyampaikan bahwa peran keluarga sangat penting bagi pembentukan karakter seseorang agar menjadi manusia unggul dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan bagi dirinya dan orang lain, serta bagi masyarakat untuk tidak mengucilkan orang yang terkena depresi melainkan merangkulnya dan memasyarakatkan agar peroses penyembuhannya lebih cepat.

Beliau juga menghimbau untuk pemerintah daerah khusunya Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan supaya lebih memperhatikan para penderita penyakit kejiwaan, salah satunya adalah fasilitas rawat inap jiwa bagi penderita gangguan jiwa yang dirasa masih sangat kurang.

“Bagi penderita yang sudah kalut sekali, sudah gelisah sekali, mau nggak mau terpaksa kita harus melakukan rawat inap untuk mencegah perbuatan-perbuatan nekad seperti bunuh diri,” pungkasnya. (JN01/Red)

Demo Tolak Perppu Nomor 2 Tahun 2017, Mahasiswa Dipukul dan Ditendang

August 08, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Kuningan melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kab. Kuningan. Mereka menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor. 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan, Senin (07/08/2017).

Para mahasiswa IMM dan HMI bergantian melakukan orasi sebagai protes terhadap diterbitkannya Perppu Ormas Nomor. 2 Tahun 2017. Pasalnya Perppu tersebut dinilai tidak sesuai dengan UUD 1945.

“Kami menilai seakan pemerintah mengkerdilkan aktivis, terutama yang kritis,” ungkap Ridwan, ketua IMM Kab. Kuningan.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, para mahasiswa membakar ban dan keranda sebagai simbolis kematian demokrasi di negeri ini. Namun karena asap yang ditimbulkan dari aksi tersebut dianggap mengganggu, seorang aparat kepolisian berusaha memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR),tapi usaha pemadaman api oleh aparat kepolisian itu dihadang oleh seorang mahasiswa HMI bernama Gozin, sehingga terjadi kericuhan.

Menurut informasi yang didapat, bentrokan antara mahasiswa dan aparat kepolisian tak dapat dihindari. bukan hanya itu, suasana semakin gaduh saat seorang staf sekretariat DPRD yang mengenakan seragam dinas ikut memukul dan menendang sehingga Gozin terpaksa diamankan.

Untuk itu, Ridwan sangat menyayangkan tindakan di luar kendali dari oknum aparat kepolisian, apalagi dengan ditambahnya seorang oknum PNS sebagai pelaku “baku hantam.”


“Kami sangat menyayangkan tindakan represif dari pihak kepolisian, dan kami juga sangat menyayangkan tindakan oknum berseragam dinas yang ikut melakukan pemukulan terhadap peserta aksi. Kami ingin mereka mempertanggung jawabkannya,” pungkas Ridwan. (AR27/Red)

H. Amin Santono Gelar Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan Terkait Jasa Keuangan Non Bank

August 06, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Maraknya investasi yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal sangat mengkhawatirkan. Untuk itu anggota DPR-RI komisi XI Fraksi Demokrat, H. Amin Santono terus menyelenggarakan Sosialisasi Otoritas Jasa Keuangan. Kegiatan kali ini mengusung tema "Peluang dan Tantangan Industri Jasa Keuangan Non Bank"

Acara yang dihadiri 150 orang peserta tersebut diselenggarakan di Aula Grage Sangkan pada hari Sabtu (05/08) kemarin. Peserta terdiri dari pedagang pasar, perwakilan perbankan daerah, perwakilan OKP, dan SKPD terkait.

Pembicara yang mengisi dalam acara tersebut diantaranya adalah
Yosa Octora Santono bendahara Hipmi Jabar, Erwan Riyanto Kasubag I (industri Keuangan Non Bank) dan penananaman modal OJK Cirebon, Khanif abdul jabbar, staf efeka OJK Cirebon, dan Haris Kahumas Bank Arthagraha Cirebon.

Amin santono menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut sangat penting bagi pelaku UMKM dan pedagang pasar.

"Acara seperti ini sangat perlu Agar pengetahuan SDM lebih baik," ungkap Amin.

Khanif Abdul Jabbar menambahkan bahwa masyarakat usaha terutama pedagang harus mewaspadai banyaknya investasi, harus dipilah mana investasi legal dan logis.

Dalam kesempatan tersebut Yosa selaku bendahara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Barat akan selalu memberikan bimbingan kepada para pelaku usaha.

"Selaku bendahara HIPMI Provinsi Jabar, saya senantiasa akan membimbing dan mengarahkan pelaku usaha, bagaimana caranya berwirausaha yg baik," ujar Yosa. (JN01/Red)

Alimpaido Siap Warnai Hari Jadi Desa Manis Kidul Ke-232

August 06, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - "Manis Kidul nu Kami" adalah tema yang di usung dalam Milangkala (hari jadi) Desa Maniskidul yang ke-232.

”Kami” merupakan bahasa wewengkon ciri khas Maniskidul yang berarti saya atau kita dalam bahasa Indonesianya.

"Sengaja kami angkat dan kami jadikan jargon dengan tujuan menimbulkan rasa emosional kedaerahan yang tinggi, rasa memiliki yang tinggi, dan bangga terhadap segala potensi yang ada," ujar Asep Dheny selaku ketua panitia pelaksana bersama Karang Taruna Tunas Karya sebagai team work dalam kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan yang akan diselenggarakan mulai tanggal 17 Agustus - 05 September 2017 tersebut digelar beberapa turnamen cabang olah raga yang akan diselenggarakan untuk memeriahkan acara tersebut seperti turnamen bola volly, bulu tangkis, dan jalan sehat.

Selain olah raga, diselenggarakan pula lomba MTQ, lomba mewarnai, dan lain-lain. Yang tidak kalah menariknya adalah diselenggarakannya Festival Alimpaido Kaulinan Budak Lembur, permainan tradisional yang sarat dengan nilai2 filosofis, edukasi, tontonan juga tuntunan yang menjadikan acara tidak hanya meriah namun juga ajang untuk melestarikan permainan tradisional.

"Kami konsep dan kami kemas berupa workshop, pertunjukan, permainan, kami juga menyediakan stand khusus untuk property Alimpaido siapapun boleh mencobanya," lanjut Deny.

Selain itu menurut Deny, tujuan utamanya adalah ingin mengajak pengunjung bernostalgia tentang indahnya masa kecil tanpa gudget. Dimana saat era teknologi modern, permainan tradisional yang menyenangkan itu sudah banyak ditinggalkan.

Pada acara puncak, setelah sidang Paripurna Istimewa BPD yang akan diselenggarakan pagi hari, akan dilaksanakan pula Pawai Alegoris dan untuk sore hari akan diselenggarakan acara sukuran Babarik yang akan dilaksanakan di Jalan Maniskidul-Sembawa dan pada malam harinya akan diselenggarakan pentas seni Calung Reog lalu ditutup dengan Pagelaran Wayang Golek Pusaka Arya Kamuning III dengan Dalang Aan Anjasmara Hamzah. (AR27/Red)

Cegah Banjir Bandang Jilid 2, Karang Taruna Kudakeramat Lakukan Kerja Bakti

August 05, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kecamatan Cibingbin yang terletak di ujung timur Kabupaten Kuningan pada tahun 2016 kemarin mengalami bencana banjir bandang.

Bencana yang merusak ratusan rumah itu menjadi salah satu sejarah kelam untuk warga Kecamatan Cibingbin. Hingga saat ini belum diketahui pasti apa penyebab Sungai Cijangkelok meluap, yang pasti apapun bencana alam yang terjadi akibat tangan-tangan manusia jahil yang merusak alam.

Entah telah lupa dengan bencana banjir bandang yang pernah melanda atau memang tak peduli, kini dasar Sungai Cijangkelok dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah di beberapa titik di ruas Sungai Cijangkelok oleh warga.

Salah satu titik terletak di bawah kolong jembatan Cijangkelok perbatasan antara Desa Sukaharja-Desa Sindangjawa.

Melihat kondisi tersebut, para pemuda karang taruna Kudakeramat Desa Sukaharja tergugah untuk membersihkannya. Menutut Aris Boby, ketua karang taruna Desa Sukaharja memaparkan bahwa di desanya tidak ada Tempat Pembuangan Sampah (TPS), sehingga membuat masyarakat di sana menjadi kebingungan harus membuang sampah ke mana.

"Selain kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan serta tidak tersedianyaTPS membuat masyarakat sekitar di beberapa desa terpaksa membuang sampah langsung ke Sungai Cijangkelok," ujar Aris.

Lebih lanjut Aris memaparkan bahwa setiap hari volume sampah terus bertambah dan membusuk membuat udara di sekitar menjadi tercemar.

"Setiap hari kurang lebih 30 orang buang sampah ke sana dan setiap hari kami membakar sampah agar menjadi sedikit berkurang, kalo bukan sekarang kapan lagi dan kalo bukan kita siapa lagi?"ujarnya.

Dampak dari musim kemarau membuat sungai kering sehingga sampah yang tidak terbawa arus air sungai semakin menumpuk di beberapa titik di Sungai Cijangkelok.

"Yang dikhawatirkan adalah saat musim hujan tiba, sampah yang menumpuk dapat menyebabkan bencana banjir bandang seperti tahun lalu," pungkas Aris. (JN01)

Pererat Ukuwah, Alumni dan Pengurus IRMAS Bustanul Ulum Selenggarakan Outbound

August 04, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - IRMAS Bustanul Ulum merupakan salah satu ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Ciniru yang bergerak dalam bidang keagamaan. Sejak 2005 IRMAS telah banyak berkontribusi kepada almamater SMA Negeri 1 Ciniru.

Dalam rangka mempererat ukhuwah antara alumni dan pengurus, Jum'at (4/8) IRMAS Bustanul Ulum mengadakan outbound bersama.

Beberapa rangkaian kegiatan outbound dilalui oleh alumni dan pengurus dengan suasana penuh kebahagiaan dan tak terlihat ada batasan antara alumni dan pengurus.

Acara yang mengangkat tema "Hidup Indah dengan Ukhuwah" tersebut, alumni dan pengurus IRMAS Bustanul Ulum mengharapkan supaya ukhuwah antara alumni dan pengurus dapat terus terjalin.

Ammar Chania yang merupakan salah satu alumni merasa bangga dengan adanya kegiatan tersebut.

"Saya merasa senang dan bangga kepada keluarga besar IRMAS Bustanul Ulum, walaupun kami para alumni sudah tidak lagi menjadi siswa dan pengurus IRMAS di SMA Negeri 1 Ciniru, namun kami masih tetap diterima dengan baik oleh seluruh pengurus." Ujar Ammar.

Kegiatan outbound ditutup dengan memberikan reward kepada tim Abu Bakar yang berhasil menyelesaikan misi pada seluruh rangkaian acara outbound dengan cepat dan tepat. (AR/Red)

Seni Ukir Kaligrafi Ini Ternyata Produk Kuningan

August 03, 2017 Add Comment

Berita Kuningan - Berawal dari pelukis kaligrafi, Ahmad Tajudin atau dikenal sebagai Udin Ukir kini menjadi pengrajin ukiran kayu yang tersohor di daerah wilayah tiga Cirebon.

Ahmad Tajudin memulai seni kaligrafi sejak tahun1995. Awalnya ia hanya melukis di Masjid-Masjid, setelah itu dia pun mulai mengukir dengan pahat di atas kayu pada tahun 2000.

"Basicnya dikaligrafi karena punya jiwa seni, saya belajar mengukir cuma sebentar. Alhamdulillah sekarang membuat perpaduan karya seni kaligrafi dan seni ukir." ujarnya.

Udin yang asli asal Cirebon memutuskan untuk hijrah dan pindah domisili ke Kuningan pada tahun 2008. Dia pun bertekad untuk memperkenalkan ukiran hasil karya warga Kuningan.

"Jadi karena saya sudah jadi orang Kuningan saya ingin memperkenalkan ukiran orang kuningan, biar nggak orang Jepara aja," ucapnya.

Udin Ukir awalnya mendirikan usaha di rumahnya dekat RS Paru-Paru Cirebon mulai dari nol. Kini Karyanya sudah dikenal di wilayah tiga Cirebon.

Di Kuningan sendiri dia mempunyai pelanggan di beberapa daerah seperti Luragung, Ciawi Gebang, dan sekitarnya.

Untuk bahan yang dibuat Udin Ukir ada beberapa macam, seperti kayu, acrilik, bahan sandal, sterofoam, kaca, dan lain-lain.

Masa pembuatanya pun tergantung ayat-ayat yang dibuat. Untuk ukuran kaligrafi berukuran 1,5m X 2,5m tebal 5cm Udin Ukir memerlukan waktu berbulan bulan pengerjaannya.

Selain itu Udin Ukir melayani ukiran meubel kaligrafi, mimbar Masjid, gebyok pernikahan, gebyok rumah (pi ntu antik), dan lain-lain.  (JN01/Muhammad Fauzi/Red)

Hari Krida Pertanian Mantapkan Kelembagaan Tani Sebagai Mitra Pemerintah

August 03, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Peringatan Hari Krida Pertanian Tingkat Kabupaten Kuningan kali ini mengusung tema "Melalui Hari Krida Pertanian (HKP) ke-45 tahun 2017 kita mantapkan kelembagaan tani sebagai mitra pemerintah menuju kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani."

Dalam puncak acara Hari Krida Pertanian yang di selenggarakan di alun-alun Kadugede Desa/Kecamatan Kadugede pada hari Rabu (2/8) kemarin, tampak hadir Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH.,MH dan para Kepala Dinas yang terkait dengan pertanian diantaranya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kuningan memaparkan bahwa momen Hari Krida Pertanian sebagai wujud rasa syukur atas keberhasilan dalam bidang pertanian atau dalam bidang lainnya yang terkait dengan pertanian.

"Kegiatan hari ini sebagai tasyakur nikmat sekaligus kita bersilaturahmi, halal bihalal, dan juga dalam rangka meningkatkan kerjasama antar pemda dengan kemitraan pemda dan antar dinas-dinas dengan para pelaku termasuk para petani dan pengrajin, dan mudah-mudahan acara ini bukan hanya seremonial semata," ungkap Acep.

Kegiata Hari Krida Pertanian tersebut diisi dengan perlombaan-perlombaan untuk petani dari mulai keterampilan pasang bongkar hand spayer, lomba makanan-makanan non beras, dan lain-lain guna memberikan kesempatan pada para petani untuk berekspresi.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan, Triastami mengatakan bahwa Hari Krida Pertanian adalah hajat para petani.

"Hari Krida Pertanian itu menyangkut tiga point diantaranya kelembagaan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani. Intinya ini adalah hajatnya petani mereka boleh bereksperi dalam lomba-lomba, maupun berembuk dalam tiga point tadi," ungkap Triastami.

Selain itu, dalam acara tersebut
dilaksanakan pula penyerahan piala dan piagam penghargaan kepada para petani dan penyuluh pertanian teladan yang masuk kedalam kategori dan penyerahan tersebut langsung diberikan oleh Bupati Kuningan yang didampingi oleh Kadis Pertanian dan Kepala Pusat Penyuluhan Provinsi Jawa Barat, Eti Mulyati. (JN01)

Puskesmas Cidahu Gelar Imunisasi MR di SMPN 1 Cidahu

August 01, 2017 Add Comment

Puskesmas Cidahu menggelar kegiatan imunisasi Measles Rubella (MR) kepada ratusan siswa SMP Negeri 1 Cidahu.

Kegiatan tersebut dilakukan di SMP Negeri 1 Cidahu sejak pukul 08.00 - 11.00 WIB, Selasa (01/08).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Puskesmas Cidahu mengerahkan puluhan tenaga medis untuk mempercepat proses imunisasi. Wawan Setiawan, S.E. selaku Koordinator Imunisasi menuturkan bahwa tenaga medis yang dikerahkan dalam kegiatan tersebut sebanyak 25 orang yang terdiri dari 6 dokter, 4 perawat, dan 15 bidan.

Kegiatan dengan tema Kampanye Imunisasi MR tersebut bertujuan untuk meminimalisasi penyakit campak dan rubella yang rentan menyerang pada anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Hj. Dian Mardiani, bahwa penyakit campak dan rubella cukup berbahaya jika tidak diantisipasi secara dini. Menurutnya penyakit tersebut dapat menyerang pada otak, paru-paru, bahkan dapat menimbulkan kematian bagi penderita.

Beliau juga menjelaskan bahwa penyakit campak dan rubella dapat menular dari anak-anak kepada ibu hamil, sehingga dapat mengakibatkan cacat pada bayi yang dilahirkan.

"Penyakit campak dan rubella ini cukup berbahaya jika tidak diantisipasi, imunisasi ini merupakan upaya pencegahan agar penyakit tersebut dapat diminimalisasi." jelasnya saat diwawancara.

Beliau berharap dengan adanya kegiatan imunisasi MR tersebut Indonesia dapat terhindar dari penyakit campak dan rubella yang selama ini menjadi momok menakutkan di masyarakat.

Kegiatan imunisasi tersebut pun berjalan lancar, meski awalnya beberapa siswa tampak tegang, takut, bahkan tidak mau disuntik. Namun setelah diberikan penjelasan oleh perawat dan bidan, para siswa akhirnya mau diimunisasi.

Berdasarkan data, kegiatan Imunisasi MR di SMP Negeri 1 Cidahu sudah memenuhi target, pasalnya tingkat kehadiran siswa yang diimunisasi mencapai 95%.

Kepala Disperindag Kuningan : Stok Garam di Kuningan Belum Terlalu Langka

August 01, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kelangkaan stok garam di pasar-pasar sebagian besar daerah di Indonesia menjadi tanda tanya besar bagi sebagian masyarakat, mengingat Indonesia adalah negara maritim dengan laut yang luas namun dimusim kemarau ini justru kesulitan mendapatkan stok garam termasuk di Pasar Baru Kuningan.

Baca juga: Garam Mulai Langka di Pasar Baru Kuningan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Desperindag) Kabupaten Kuningan, Agus Sadeli mengungkapkan bahwa kelangkaan garam yang terjadi di Kuningan hanya sebagai dampak dari kelangkaan garam Nasional.

"Pertama bahwa Kuningan ini bagian NKRI, yang kebetulan berada di Jawa Barat bagian timur. Ketika secara Nasional keberadaan garam ini tersendat, maka kuningan pun ikut imbasnya," ungkap Agus Sadeli kepada wartawan beritakuningan.com pada hari Senin (31/7) di ruangannya.

Lebih lanjut Agus menyatakan bahwa ketersediaan garam di Kuningan saat ini pun masih belum terlalu langka, menurutnya mungkin di beberapa toko di pasar sudah kehabisan stok, namun di warung-warung kampung masih tetap tersedia.

"Kita dari pemerintah daerah tetap menghimbau kepada masyarakat agar tidak terburu-buru ikut panik, karena kebutuhan garam di Kuningan masih bisa terpenuhi," lanjut Agus.

Namun untuk mengantisipasi kelangkaan garam di Kabupaten Kuningan, Disperindag akan terus memantau alur pendistribusian garam dan akan bekerjasama dengan pihak-pihak lain yang terkait dalam pendistribusian garam.

"Kita senantiasa berupaya mencari jalan keluar, diantaranya kita komunikasi dengan kota lain, bahkan dengan bulog dan saya berharap mudah-mudahan alur pendistribusian segera terkoreksi lagi dan ketersediaan garam lokal akan stabil lagi serta berupaya pendistribusiannya tidak terganggu lagi," pungkas nya. (JN01/Red)

Karyawan PT K T&G Ditemukan Tewas Tengkurap di Kamar Mandi

August 01, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Karyawan perusahaan rokok PT. K T&G yang berprofesi sebagai salels rokok bernama Dudi Indrawan (48) ditemukan tewas dalam kamar mandi di tempat kost yang beralamat di Dusun Manis, RT. 03/02, Desa Kalapa Gunung, Kecamatan Keramatmulya, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat Selasa (01/07). Pria asal Kp. Nangkod RT. 006/002, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang ini sudah tinggal di kamar kosan milik Ibu Hj. Icih sejak 7 bulan lalu. Pria tersebut ditemukan tewas di kamarnya sekitar pukul 07.00 WIB. Rekan kerja korban, Sahid (34) adalah orang pertama yang menemukan alm. Dudi tewas di kamar mandi. Awalnya, Sahid hendak membangunkan korban, namun tak kunjung ada jawaban ketika ia mengetuk pintu kamar. Karena penasaran Sahid melihat ke dalam kamar melalui jendela, namun sayangnya ia tidak melihat korban. Karena merasa curiga, Sahid menelpon Mamat Rahmat yang juga rekan kerja korban yang berprofesi sebagai supir. “Saya kontek temen, setelah dia datang, merasa curiga kita inisiatif dengan tetangga untuk mendobrak pintu, pas masuk cari ke mana-mana ketemu di kamar mandi,” ungkap Sahid. Saat ditemukan, korban dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bernyawa. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Ketua RT/RW, Kepala Desa dan Polsek Kurucuk. Jasad korban pun dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk dilakukan pemeriksaan. Menurut keterangan pihak kepolisian, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa tidak ditemukan luka ataupun tanda bekas kekerasan. Untuk proses selanjutnya kasus kematian ini akhirnya ditangani oleh Polres Kuningan. (JN01/Red)