Beberapa Berita Terkait Palestina ini Hoax atau Fakta?

July 30, 2017 Add Comment


Berita Kuningan - Dengan kemajuan teknologi informasi membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan informasi, namun dengan tidak terbendungnya informasi melalui berbagai media mengharuskan masyarakat lebih teliti dalam menyaring informasi dan meneliti kebenaran sebuah berita untuk menghindari dari mempercayai berita bohong/hoax yang beredar.

Terkait dengan yang terjadi di Palestina belakangan ini, banyak beredar berita seperti tewasnya Imam Masjidil Aqsha, jatuhnya jet tempur, dan salah satunya seperti permohonan do'a sebagai berikut.

BERITA YANG BEREDAR: 

MOHON DOA

Khabar dari Ustadz N*** (T**** T****) bersama Jemaahnya di Medina 3 jam yang lalu melalui akun Facebooknya.

Salam untuk semua kaum muslim.
Palestine dikepung oleh pasukan Israel.
Israel akan melakukan serangan darat ke Gaza (seperti juga diberitakan R*** pukul 16.00).

Pemimpin Hizbullah, Syed Hasan Nasrallah meminta semua muslim untuk dengan ikhlas membaca surah Al-Baqarah ayat 26-27 dan surah Yunus ayat 85,86,88 malam ini. 
Tolong sebarkan forward kepada seluruh umat Islam, bahwa saudara seagama telah dikepung & keadaan amat dahsyat.

Itu saja JIHAD kita. Minta tolong dengan sangat kepada sahabat-sahabat sebarkan seluas mungkin.

Labbaika Allahuma Labbaika. Maaf untuk yg non muslim Indonesia,
Yahudi akan menyerang darat malam ini. Kasihan saudara kita umat Islam, kita berdoa untuk keselamatan atas rencana Israel untuk menyerang dalam masa 24 jam.

Laa Illaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntum Minazzaalimin.


Please foward to all of our friends.

Even if you will not pray, just FORWARD.

* Astaghfirullah 3x

* Hasbunallahu wa ni'imal wakil 7x
walaupun tak baca doa, forwardkan message ini, selesai membaca tolong forward karena dalam beberapa menit, berjuta orang akan membaca.

Subhanallah


HASIL INVESTIGASI:


Abdillah Onim salah satu relawan Indonesa yang kini bermukim di Gaza, Palestina yang akrab disapa Bang Onim, memberikan semua informasi terkait Palestina dan Masjid Alaqsa valid dan resmi menyatakan bahwa, terkait berita BC seperti: Gaza dikepung ribuan tak Yahudi BC disebarkan oleh travel X, wafatnya Imam Masjid Alaqsa, pesawat jet jatuh diatas langit Alaqsa, dan penembakan sadis terhadap 2 orang berdarah-darah. Info dan video tersebut tidak benar alias HOAX.

Untuk itu Bang Onim berpesan, jika menemukan BC tersebut, mohon tidak disebarkan dan tolong tegur mereka yang menyebarkan atau yang ikut posting.

Faktanya Syad Hasan Nasrallah dam pasukan hizbullah adalah syi'ah yang justru memusuhi umat islam, Imam Alaqsa dalam kondisi sehat, jet tempur jatuh bukan di Palestina.

Kesimpulannya berita-berita tersebut adalah: HOAX

Insiden Gantung Diri kembali Terjadi di Kuningan

July 30, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kasus bunuh diri kembali terjadi di Kabupaten Kuningan. Setelah beberapa waktu lalu kasus gantung diri sempat menghebohkan warga Kuningan, kali ini kembali terjadi kasus yang sama namun di tempat berbeda.

Baca juga: Gagal Bunuh Diri di Sumur, Seorang Kakek Akhirnya di Temukan Tewas Gantung Diri
Seorang pemuda berinisial AD (25) warga Dusun Wage, RT. 5/5, Kampung Sukamekar, Desa Cibingbin, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan ditemukan tewas gantung diri di dapur dekat kamar mandi rumahnya pada hari ini, Ahad (30/07). Pemuda tersebut diketahui mengakhiri hidupnya sendiri dengan menggunakan seutas tali plastik berwarna kuning. Namun, tak ada seorang pun yang mengetahui persis kejadian naas tersebut. Suherman, selaku Ketua RT. 05 memaparkan bahwa beliau tidak mengetahui pasti kejadian tersebut. Beliau hanya mendapat kabar setelah korban tewas tergantung. Menurut informasi yang diterimanya, ibu korban sempat mencari bantuan tetangga saat korban akan gantung diri. “Saat korban akan gantung diri, ibunya meminta bantuan tetangga. Namun saat itu tidak ada warga laki-laki, yang ada hanya perempuan, saya pun tahu setelah korban tergantung,” ungkap Suherman. Salah satu saksi mata, Didi Caswadi (36) menyampaikan bahwa sekitar pukul 14.30 WIB, Ibu AD meminta tolong pada warga saat anaknya akan melakukan bunuh diri sehingga warga berdatangan menuju tempat kejadian. “Ibunya ngasih tau bahwa anaknya lagi bunuh diri, ketika tetangga datang dia sudah kedapatan kayak gitu sudah gantung diri sudah ga bisa ditolong. Kita sebagai warga cuma liat doang engga berani megang takut ada pertanggung jawaban,” ungkap Didi.  
Kakak korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polsek Cibingbin. Setelah menerima laporan, anggota polsek Cibingbin bersama tim puskesmas Cibingbin melakukan identifikasi korban dan saat ini sedang dalam penyelidikan pihak Polres Kuningan. (JN01/Red)

Garam Mulai Langka di Pasar Baru Kuningan

July 29, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kelangkaan garam dirasakan di sejumlah daerah di Indonesia. Pantauan www.beritakuningan.com di Pasar Baru Kabupaten Kuningan pada hari Jum'at (28/07), para pedagang mengeluhkan kenaikan harga garam dan ketiadaan stok, terutama garam halus atau garam dapur.
Menurut informasi yang didapat dari beberapa pedagang di Pasar Baru bahwa kelangkaan garam terjadi akibat terhambatnya pasokan garam dari distributor yang biasa mengirim garam. Salah satu pedagang di Pasar Baru, Sri (40) mengatakan kenaikan harga garam sudah dirasakan sejak usai lebaran lalu. Padahal menurutnya saat ini memasuki musim kemarau dimana garam seharusnya melimpah, namun kenyataannya justru kesulitan mendapat garam terutama garam halus yang biasa didatangkan dari Cirebon. "Dari semenjak lebaran garam di sini (Pasar Baru) sudah kosong terutama garam halus produk 555 susah didapat, garam bata sudah 3 bulan susah, dan yang kasar sudah 2 bulan susah didapat," ungkap Sri, pedagang yang berasal dari Awirarangan. Kelangkaan itu berdampak pada harga garam yang kian melonjak tinggi, mengalami tiga kali kenaikan dalam beberapa bulan kebelakang. "Garam halus produk 555 yang awalnya Rp. 30.000 menjadi Rp. 34.000, sedangkan garam merah harga awalnya Rp. 19.000 menjadi Rp. 20.000, dan untuk garam kasar mengalami tiga kali kenaikan dari mulai Rp. 2.000, Rp. 3.500, dan menjadi Rp. 5.000," lanjut Sri. Sementara itu menurut Jejen bahwa kelangkaan dan kenaikan garam baru dia rasakan sekarang selama dia 20 tahun berdagang di Pasar. "Garam itu sekarang susah didapat, biasanya seminggu atau dua minggu sekali langsung dikirim, tapi untuk sekarang bener-bener susah. Saya udah telepon salesnya, katanya di Cirebon juga lagi susah karena semua garam dibeli oleh pedagang dari luar Cirebon dengan harga tinggi yang normal nya Rp. 34.000, menjadi Rp. 50.000," ungkap Jejen saat di wawancarai wartawan beritakuningan.com. (JN01)

Inilah 8 Pesona Menakjubkan di Desa Wisata Cibuntu Kuningan

July 28, 2017 Add Comment
Berwisata ke Kabupaten Kuningan tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi desa wisata Cibuntu. Sebuah desa wisata yang tergolong unik.





Konon desa tersebut sudah ada sejak zaman batu (Megalitikum). Terlihat dari jejaknya yang masih ada berupa kuburan batu yang juga masuk dalam situs purbakala di Kabupaten Kuningan

Inilah beberapa pesona yang ada di Desa Wisata Cibuntu  --> Selanjutnya



1 2 3 4 5 6 7 8

Inilah 8 Pesona Menakjubkan di Desa Wisata Cibuntu Kuningan 8

July 28, 2017 Add Comment

8. Agro Wisata

Dengan hamparan sawah yang luas, Agro wisata pun menjadi salah satu andalan Desa Wisata Cibuntu. Para wisatawan dapat merasakan pengalaman bertani dan berkebun dengan mengikuti kegiatan bertani atau berkebun seperti menanam padi dan ubi dan memanen strawberry.



1 2 3 4 5 6 7 8

Inilah 8 Pesona Menakjubkan di Desa Wisata Cibuntu Kuningan 7

July 28, 2017 Add Comment


7. Kolam Renang

Kolam renang dengan air yang bersumber dari mata air Gunung Ciremai itu sangat menyegarkan. Di kelilingi hijaunya alam di sekeliling yang membuat berenang semakin menyenangkan.  --> Selanjutnya


1 2 3 4 5 6 7 8

Inilah 8 Pesona Menakjubkan di Desa Wisata Cibuntu Kuningan 6

July 28, 2017 Add Comment


6. Camping Ground (tempat kemping) Pagar Gunung

Pagar Gunung Camp Site bisa dibilang sangat eksklusif dan terbilang cukup murah, karena untuk menyewa penginapan berbentuk tenda, Anda hanya menyediakan budget sekitar 250 ribu dengan fasilitas yang tersedia di sana sudah sangat lengkap, mulai dari tenda yang sudah lengkap dengan bantal dan matras, makan, tempat ibadah, kolam renang, sampai dengan kayu bakar untuk membuat api unggun.  --> Selanjutnya



1 2 3 4 5 6 7 8

Inilah 8 Pesona Menakjubkan di Desa Wisata Cibuntu Kuningan 5

July 28, 2017 Add Comment


5. Kampung Kambing

Di sekeliling sawah terdapat puluhan kandang Kambing dengan jumlah kambing ratusan ekor. Pengunjung Kampung Kambing bisa ikut memberikan pakan, asyik kan?!
--> Selanjutnya



1 2 3 4 5 6 7 8


Inilah 8 Pesona Menakjubkan di Desa Wisata Cibuntu Kuningan 3

July 28, 2017 Add Comment

3. Situs Purbakala

Di lingkungan Desa Wisata Cibuntu banyak ditemuka situs-situ purbakala. Konon desa tersebut sudah ada sejak zaman batu (Megalitikum). Batu kubur yang merupakan salah satu jejak peninggalan sejarah pun masuk dalam situs purbakala di Kabupaten Kuningan.
--> Selanjutnya



1 2 3 4 5 6 7 8

Inilah 8 Pesona Menakjubkan di Desa Wisata Cibuntu Kuningan 2

July 28, 2017 Add Comment


2. Curug Gonseng


Curug (air terjun) Gongseng merupakan salah satu objek wisata andalan di Desa Wisata Cibuntu. Selain pengunjung dapat menikmati keindahan air terjun dipadukan dengan keindahan hutan hijau dari ketinggian, curug tersebut dapat digunakan untuk mandi
.--> Selanjutnya



1 2 3 4 5 6 7 8


Inilah 8 Pesona Menakjubkan di Desa Wisata Cibuntu Kuningan 1

July 28, 2017 Add Comment


1. Kebun Bambu/Konservasi Bambu Betung

Selain berfungsi sebagai resapan air, pohon bambu di area kemping membuat suasana kemping menjadi eksotis dengan nuansa bambu. Selain itu rebungnya diolah menjadi kue kukis untuk menjadi salah satu kuliner khas Desa Cibuntu. --> Selanjutnya


1 2 3 4 5 6 7 8

Apakah Menjadi Petani Bisa Sejahtera?

July 27, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Indonesia, Sebuah negara terluas ke-7 di dunia dengan luas daratan sebesar 1.919.440 km² dan dihuni oleh 257,6 Juta penduduk.

Indonesia pun menjadi negara yang dilalui garis khatulistiwa sehingga membuat Indonesia beriklim tropis. Iklim ini berdampak pada tumbuh suburnya tanaman di Indonesia, dengan begitu sektor pertanian merupakan salah satu sektor unggulan di Indonesia.

Namun banyaknya lahan pertanian tidak diimbangi dengan regenerasi petani yang baik. Para petani yang turun ke sawah lebih didominasi petani berusia lanjut, generasi muda lebih banyak memilih untuk merantau dan memilih karir lain yang dianggap lebih menjanjikan baik dari aspek karir maupun ekonomi, untuk itu banyak yang menganggap bertani tidak dapat mendatangkan kesejahteraan.

Baca juga: Kuningan Krisis Regenerasi Petani

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan, Triastami mengatakan bahwa sebelumnya harus ada kesepahaman mengenai definisi dari kata sejahtera. Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda dan tidak sedikit yang menyalahartikannya.

“Sejahtera itu bukan dengan memiliki uang dengan jumlah yang banyak, tetapi dengan dapat memenuhi kebutuhan yang utama, misalnya petani tersebut paling tidak dapat memiliki stok pangan untuk kebutuhan rumah tangga dan sisanya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan lainnya,” ungkap Triastami kepada wartawan media onlinewww.beritakuningan.com di ruang kerjanya, Selasa (25/07).

Lebih lanjut Triastami menyampaikan bahwa beberapa faktor pendukung untuk menunjang kesejahteraan bagi petani diantaranya adalah ketekunan, karena memperlakukan alam itu tidak dapat dilakukan dengan instan. Selain itu ditambah dengan memiliki keyakinan yang kuat dan mengatur pola tanam yang baik.

“Ketika stok padi di lumbung masih ada maka petani tersebut bisa menanam komoditas lain yang sekiranya bisa lebih menguntungkan,” lanjutnya.

Triastami pun menyampaikan bahwa kebanyakan dari petani itu hidupnya telah mencapai taraf sejahtera. Selain tidak kelaparan karena selalu dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi rumah tangganya juga dapat memenuhi kebutuhan lainnya.

"Sekarang siapa bilang petani tidak sejahtera, banyak petani yang mampu membiayai anaknya hingga bisa lulus pendidikan tinggi dan bisa jadi apapun," pungkasnya. (JN01/Red)

Antisipasi Krisis Regenerasi Petani, Ini yang Dilakukan Pondok Pesantren Miftahul Jannah

July 26, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Enggannya generasi muda untuk turun ke sawah menjadi salah satu faktor penyebab krisis regenerasi petani di Indonesia termasuk di Kabupaten Kuningan.

Baca juga: Kuningan Krisis Regenerasi Petani

Regenerasi petani tidak bisa berjalan dengan baik jika hanya mengandalkan pemerintah. Peran serta masyarakat pun sangat diperlukan. Untuk itu, Pondok Pesantren Miftahul Jannah yang terletak di Desa Haurkuning Kecamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan membentuk kelompok tani yang diberi nama kelompok tani Al-Ijtima’.

Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Jannah, Kiyai Endin Kholidin menyampaikan bahwa ada 3 hal yang mendasari pembentukan kelompok tani Al-Ijtima’ tersebut.

“Yang pertama berdasar pada perkataan Imam Ibnu Abbas dalam kitab Al-Hikam, bahwa diantara pekerjaan yang sangat berkah adalah bertani. Kedua karena sangat krisisnya generasi yg suka bertani sementra lahan pertanian di desa kami sangat luas, kalau kita tidak mencetak generasi muslim bertani di khawatirkan lahan dikuasai oleh orang-orang luar. Ketiga supaya para santri hidup mandiri dan ketika terjun ke masyarakat bisa turut membina masyarakat agar tetap terjaga kaderisasi petani,” ungkap Kiyai Endin.


Tidak hanya santri, kelompok tani Al-Ijtima’ pun merangkul pemuda dari lingkungan sekitar pondok pesantren. Saat ini anggota kelompok tani tersebut berjumlah sekitar 50 orang, 20 orang santri pondok dan 30 orang masyarakat sekitar. Meskipun ada beberapa anggota yang berusia 40-60 tahun, namun kelompok tani Al-Ijtima’ lebih konsentrasi kepada para pemuda dengan usia rata-rata 18-30 tahun.



Menurut Kiyai Endin, Kelompok tani yang telah terbentuk sekitar satu tahun ini belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah, namun telah dapat ikut mendukung kesejahteraan dan kemandirian hidup para anggotanya baik para santri maupun masyarakat sekitar.

”Terutama bagi santri dan masyarakat, mereka dapat memenuhi kebutuhan pangan dan terhindar dari membeli beras yang rawan oplosan dan mengandung zat pemutih, pengawet, pewangi yg akan membahayakan mereka,” pungkasnya. (AR27)

Bupati Kuningan Lepas KKN Kelas Karyawan Uniku

July 25, 2017 Add Comment


Kuningan, (BK) - Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Kuningan (UNIKU) 2017 diarahkan pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa. Ini dilakukan sebagai buah sinergi antara Uniku dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Majalengka.

KKN tahun ini bertema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Desa” sengaja diusung dengan tujuan mewujudkan program pemerintah daerah dalam pengembangan wilayah pedesaan.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah terkait One Village One Product (OVOP), sebagaimana disampaikan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Uniku, Oding Syafruddin, MSi. pada acara pelepasan mahasiswa KKN kelas karyawan di Pendopo Kabupaten Kuningan, Selasa (25/07).

Oding menjelaskan, jumlah mahasiswa yang mengikuti KKN tahun ini sebanyak 1078 orang yang terbagi dalam dua Kabupaten.

"KKN mahasiswa reguler terdiri 37 kelompok yang disebar di 5 kecamatan di Kabupaten Majalengka, sementara KKN karyawan terdiri 8 kelompok yang disebar di 8 kecamatan di Kabupaten Kuningan dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) sebanyak 45 orang," ungkap Oding.

Sementara itu menerut Wakil Rektor Uniku Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si, mengungkapkan, kegiatan KKN di Uniku adalah salah satu program wajib dalam setiap tahun akademik bagi para mahasiswa sebelum masa purna mereka mengikuti kegiatan akademik dan dinyatakan lulus sebagai sarjana.

“Keikutsertaan mahasiswa dalam program KKN sejatinya harus dimaknai sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH., MH., dalam sambutannya mengatakan, KKN merupakan salah satu kegiatan untuk merekatkan diri mahasiswa dengan masyarakat sebagai bentuk pengabdian dan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan konteks Tri Dharma perguruan tinggi.

Acep berharap, bahwa dalam pelaksanaan KKN ini hendaknya tidak keluar dari koridor aturan dengan senantiasa memperhatikan rambu-rambu yang telah ditetapkan oleh pihak Universitas dan melakukan koordinasi dengan Muspika kecamatan dimana mereka melaksanakan KKN.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) mengapresiasi kegiatan KKN Universitas Kuningan dan berpesan agar tetap selalu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, almamater Universitas Kuningan dan Kabupaten Kuningan,” ungkap Acep. (AS/JN01/Red)

Kades Sukaharja Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bendungan Cijangkelok

July 25, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kekeringan seringkali melanda Desa Sukaharja pada musim kemarau, untuk itu pemerintahan desa membuat bendungan sementara atau sering disebut DAM untuk membendung air sungai yang nantinya dialirkan ke pemukiman-pemukiman warga dan sawah-sawah yang ada di sekitar DAM.

Untuk mengantisipasi hancurnya DAM sementara, Kades Sukaharja menganggarkan anggaran dari dana desa sebesar Rp 185 juta dipotong PPh hingga total yang tersalurkan Rp 150 juta untuk membuat DAM permanen guna memperkuat DAM yang sudah ada.

Sebagai langkah awal dalam pembuatan DAM tersebut, Kepala Desa Sukaharja didampingi oleh Kesepuhan Desa, melakukan Ground Breaking (peletakan batu pertama) pembangunan proyek bendungan atau DAM Cijangkelok.

Kades menjelaskan bahwa program pembangunan bendungan tersebut adalah salah satu aspirasi warga sekitar untuk menangani kekeringan.

“Sebelumnya kami telah membangun DAM sementara menggunakan karung yang berisi pasir, tapi untuk yang pertama kali membuat DAM dengan menggunakan beko dan pertama kali dalam sejarah pemerintahan Desa untuk peletakan batu pertama," ungkap Sunandi, Kades Sukaharja saat diwawancara oleh wartawan beritakuningan.com pada hari senin (24/7).

Lebih lanjut Sunandi mengatakan bahwa pembuatan DAM bertujuan untuk mengairi pemukiman dan sawah dengan permanen, serta masyarakat bisa tetap mendapatkan air bersih setiap kekeringan melanda akibat kemarau yang panjang.

"Harapanya mudah-mudahan dengan adanya pembuatan DAM ini masyarakat tidak kekurangan air bersih lagi," pungkas Sunandi. (JN01)

Malati Marni

July 24, 2017 Add Comment

Ku: D. Ipung Kusmawi

Nyambuang malati minuhan kamer. Marni ngoléséd tina ranjang bari malédog ka Hadi ku imut. Leungeunna memener buuk nu rada awut-awutan.Hadi ukur cindekul nangkeup tuur.
“Iraha-iraha mun anjeun inget kau kuring, heug angseuan minyak malati.”
“Pirajeunan teuing.Awak anjeun leuwih seungit batan malati.”
“Boa baé ke awak kuring ngabugang, ngabau hangru”
“Moal diaminkeun.”
“Hahahahahaa..”
“Ieu carécét bisi tinggaleun”
“Keun da moal dibawa, geuleuh ongkoh urut ngelap éta nya?”
“Héhéhééééé..”
“Tong poho diseuseuh deui.”
“Moal, rék dilaminating.”
“Hahahahaaa..”
“Rék ka mana?”
“Geus peuting teuing, salaki kuring sok curiga mun indit kamalinaan”.
Hadi unggeuk.Carecet ditileupan.Lep dihuapkeun.

Desa Wisata Cibuntu Sajikan Kearifan Lokal

July 24, 2017 1 Comment

Kuningan, (BK) - Kuningan terkenal dengan keindahan alamnya, untuk itu tidak heran jika Kabupaten Kuningan banyak memiliki potensi wisata alam. Selain kaya dengan objek-objek wisata yang telah dikenal di Indonesia bahkan dunia, Kuningan pun memiliki desa wisata, salah satunya adalah Desa Wisata Cibuntu.

Konsep utama dari desa wisata yang terletak di Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan tersebut adalah menampilkan kearifan lokal baik dari sisi budaya, kesenian, dan alam.

Untuk itu seluruh komponen yang ada di Desa Cibuntu dilibatkan sebagaimana disampaikan oleh Mulyana, wakil ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (KOMPEPAR) Desa Cibuntu.

“Jadi dalam Desa Wisata Cibuntu ada unsur pemerintah desa, dari tokoh-tokoh masyarakat, tokoh kesenian, dan warga desa semua bersinergi sehingga terbentuk Desa Wisata Cibuntu ini,” ungkap Mulyana.

Selain keindahan alam ada berbagai kriteria untuk menjadikan Desa Cibuntu sebagai desa wisata, salah satu kriteria yang harus dimiliki desa wisata adalah home stay dan Desa Wisata Cibuntu kini telah memiliki 70 home stay dengan total 110 kamar. Berkat kekompakan warganya, home stay Desa Wisata Cibuntu pernah meraih penghargaan home stay terbaik ke-5 tingkat Asean yang penganugrahan penghargaannya dilaksanakan di Singapura.

Mulyana menambahkan bahwa bagi para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Cibuntu tidak dianggap sebagai tamu melainkan dianggap sebagai saudara yang baru pulang kampung, sehingga tidak ada perbedaan pelayanan antara tamu dengan saudara.

Desa Wisata Cibuntu memiliki berbagai objek wisata yang menarik sebagai pendukung, diantaranya adalah Curug (Air terjun) Gongseng, Kampung Kambing, Sumber Mata Air Kahuripan, Kebun Konservasi Bambu Betung, Situs Purbakala, dan Camping Ground yang salah satu fasilitasnya adalah kolam renang.

Selain itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (DISPORAPAR) Kabupaten Kuningan yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, H. Toto Toharudin menyampaikan bahwa Desa Wisata Cibuntu adalah salah satu program unggulan dari DISPORAPAR.

“Kita dari pemerintah daerah, dalam hal ini DISPORAPAR akan mensuport penuh agar Desa Wisata Cibuntu menjadi salah satu potensi wisata unggulan di Kabupaten Kuningan,” ungkap Toto.

Untuk itu Toto menambahkan bahwa kedepannya akan dikembangkan terkait agro wisata yang berbasis sosial, pertanian, pengembangan budaya lokal agar dengan semakin berkembangnya wisata di Desa Cibuntu semakin maju pula bidang pertanian dan budaya lokalnya serta semakin tumbuh berkembang di desa tersebut. (AR27/Red)

Hari Anak Nasional, PAUD di Harapkan Lebih Dapat Perhatian

July 23, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Awal kehidupan anak bermula saat usia dini. Peran guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sangat vital untuk mencetak generasi emas.untuk itu guru jenjang anak usia dini memiliki tanggung jawab sangat besar.

Pondasi pendidikan berada diusia dini, maka tugas pendidik pada jenjang dini bukan lagi sekadar tanggung jawab tetapi tugas mulia.

Berbeda dengan TK, atau RA yang merupakan sekolah formal, PAUD  bukanlah sekolah formal melainkan pendidikan jenjang usia dini yang sesungguhnya adalah taman bermain (Kindergarten) karena itu anak harus selalu senang. Ditingkat tersebut anak-anak dikenalkan pada konsep jujur dan disiplin dengan cara bernyanyi dan bermain.

Sudah semestinya keberlangsungan sekolah usia dini harus ditata dan dikelola dengan baik, agar menciptakan generasi-generasi emas.

Menanggapi hal ini, Atik Sobiratul Atikah salah satu guru paud Al-Amin Cibingbin mengatakan bahwa peranan PAUD sangat bagus untuk mendidik psikolog anak-anak.

"Menurut saya peranan TK, PAUD, atau RA sangat bagus, karena bisa mendorong anak-anak untuk jadi pemberani dan bisa mengubah karakter anak jadi lebih baik lagi," ungkap Atik saat ditemui oleh wartawan beritakuningan.com dikediamananya pada hari Ahad (23/7).

Dimomen Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli tahun ini, Atik berharap agar semua pihak lebih memikirkan lagi tentang pendidikan anak-anak khususnya pada jenjang PAUD, karena dengan memupuk kedisiplinan sejak dini akan membuat perubahan sikap dan keperibadian anak untuk menjadi bekal dimasa yang akan datang. Baik buruknya kepribadian anak terletak pada pendidikan awal. (JN01)

Mie Ayam dan Es Kelapa Gratis Setiap Hari Jum'at

July 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Masjid Agung Syiarul Islam adalah Masjid kebanggaan umat muslim Kuningan. Di halaman Masjid yang terletak dipusat kota Kuningan tersebut banyak berjajar pedagang, mulai dari makanan, sabuk, perlengkapan sholat hingga peralatan rumah tangga.

Namun pada jum'at (21/07) kemarin ada sebuah gerobak yang tampak berbeda dari yang lainnya. Gerobak tersebut menyajikan mie ayam dan es kelapa muda seperti pada umumnya, namun yang unik pada grobak itu adalah semua diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Mie ayam dan es kelapa muda yang disediakan oleh sepasang suami istri, yakni Insan Nulyaman dan Nourma Nurjanah itu diperuntukan bagi dhuafa, tukang delman, pengamen, pemulung, loper koran, dan juru parkir yang dibuka mulai pukul 10.30 WIB sampai dengan 13.30 WIB.

"Awalnya kami terinspirasi membuat gerobak sedekah ini dari warung sedekah Dompet Peduli Umat (DPU) Daarut Tauhid Garut," ungkap Nourma.

Dengan senang hati, sepasang suami tersebut melayani mereka yang berhak untuk melepas dahaga maupun mengisi perut dengan lezatnya mie ayam.

"Sedekah itu adalah sebagai semangat lanjutan dari aksi jihad 212 karena sekecil apapun sedekah yang kita beri jadi manfaat yang besar bagi yang membutuhkan." ungkap Insan.

Untuk kedepannya gerobak itu akan rutin menyediakan 50 porsi mie ayam dan es kelapa setiap Jum'atnya.

Bagi Anda yang ingin bergabung silahkan datang langsung ke area Masjid Syi'arul Islam Kuningan, ada kesempatan untuk ikut berbagi kebahagiaan kepada saudara-saudara yang membutuhkan atau dengan menghubungi nomor kontak yang tertera digerobak. (JN01)

Aher Menjadi Khotib dan Imam Sholat Jum'at di Masjid Baiturrahim

July 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan Menjadi Imam dan Khatib dalam Khutbah Shalat Jumat di Masjid Baiturrahman Kelurahan Awirarangan Kuningan Jawa Barat pada Jum'at (21/07) Kemarin.

Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan yang tampak mengenakan batik hitam bercorak putih dan peci hitam ini tampak percaya diri menyampaikan pesannya dalam khutbah di Masjid Baiturrahman yang berlokasi di Kelurahan Awirarangan yang juga baru resmi digunakan tersebut.

Pada hari Jum'at (21/7) Aher pun menyampaikan khutbah dengan tema potret ketaqwaan kepada Allah SWT dan mengajak semua umat khususnya jamaah untuk memamurkan Masjid.

"Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah, kata memakmurkan berasal dari kata dasar makmur. Kata itu merupakan serapan dari bahasa Arab yang memiliki banyak arti. Diantaranya adalah membangun, memperbaiki, mendiami, menetapi, mengisi, menghidupkan, mengabdi, menghormati, dan memelihara. Kata itu dipakai oleh Allah dalam firman-Nya yang juga menunjukkan keutamaan pemakmur Masjid," ujar Aher.

Lebih lanjut Aher memaparkan bahwa untuk memakmurkan Masjid bisa dengan banyak cara.

"Membangun, mendirikan, memelihara, menghormati, dan menjaganya agar bersih dan suci, serta mengisi dan menghidupkannya dengan berbagai ibadah dalam ketaatan kepada Allah SWT," lanjut Aher.

Lebih jelas dalam khutbahnya, Aher mengajak kepada seluruh jamaah untuk mensucikan diri dan lebih bertaqwa kepada Allah SWT.

"Umat muslim sekarang sedang dijajah dan dikotori oleh bangsa Yahudi, untuk itu kita senantiasa untuk bertaqwa kepada Allah SWT dan senantiasa untuk menjaga Masjid dari jajahan Yahudi, serta bentuk kecintaan kepada Masjid, sebagai tanda ketaqwaan kepada Allah SWT." ungkap Aher. (JN01)

H.Amin Santono Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Kepada Karang Taruna se-Kabupaten Kuningan

July 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - H. Amin Santono. S.Sos.MM anggota DPR-RI dari fraksi Partai Demokrat Komisi XI melaksanakan Sosialisasi MPR-RI dengan seluruh karang taruna se-kabupaten di Gedung Baraya Ancaran, Kuningan Jawa Barat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh peserta dalam hal kebangsaan.

Turut hadir dalam kesempatan itu Hj. Yoyoh Rukiyah. S.Tr.Keb Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Demokrat Komisi V. Yosa Octora Santono putra dan tokoh muda Kuningan yang sedang ikut tandang makalangan menjadi Bakal Calon Bupati Kuningan. Edwin Pratama Putra, Stap Ahli DPR RI. Serta Yosep Yanuar, Kabid Sosial dari Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten kuningan.

Kali ini kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan tentang Pancasila, UUD 45, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI diadakan di Gedung Baraya Ancaran pada hari Jum'at (21/7).

Dalam kesempatan tersebut, pemateri diisi oleh Edwin Pratama Putra, Staf Ahli DPR RI yang memberikan pemahaman tentang bentuk-bentuk negara mulai dari negara persatuan dan federal.

Dalam kesempatan itu H. Amin Santono tidak dapat menghadiri acara tersebut karena ada kepentingan di Senayan.

Menanggapi hal tersebut, Yosa Octora selaku putra dari Amin Santono mengungkapkan bahwa ketidakhadiran Amin dikarenakan buntut panjang kaitan dengan workoutnya 4 fraksi yang sedang membikin penanganan kaitan dengan dipasksakan pemilu yang sekarang.

Lebih lanjut Yosa mengatakan bahwa kegiatan masih berlanjut walaupun yang bersangkutan tidak bisa hadir.

"Acara masih berjalan, karena mau nggak mau undangan sudah disebar dan harus berjalan karena sebagian dari tanggung jawab," ungkap Yosa.

Yosa menerangkan bahwa sasaran dari kegiatan itu agar seluruh karang taruna se-Kabupaten Kuningan memiliki pemahaman yang sama tentang empat pilar kebangsaan.

"Mudah-mudahan dari acara ini bisa memberikan kesan dan pesan yang baik bahwa kegiatan anggota DPR RI ini adalah kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap Dapil,"pungkas Yosa. (JN01)

SKPD Kuningan Wajib Suguhkan Pangan Lokal

July 22, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka membangun kemandirian masyarakat dibidang pangan perlu adanya upaya strategis melalui penggunaan pangan pituin (pangan lokal). Sebagai langkah awal dimulai di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Kuningan Agar dapat dijadikan sebagai contoh.

Untuk itu Bupati Kuningan menetapkan peraturan tentang penggunaan pangan pituin di lingkungan pemerintah daerah Kuningan dengan mengeluarkan perbub nomor 30 tahun 2017 tentang penggunaan pangan pituin disetiap SKPD Kabupaten Kuningan.

Maksud dan tujuan dari perbup tersebut adalah untuk meningkatkan pemanfaatan pangan pituin Kabupten Kuningan, meningkatkan diversifikasi dan ketahanan pangan daerah, untuk mengurangi konsumsi beras dan terigu, serta meningkatkan pendapatan/kesejahteraan masyarakat dan keluarga petani di Kabupaten Kuningan.

Untuk mensukseskan itu semua, pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) membuat sebuah rancangan penyelenggaraan penggunanaan pangan pituin yang diresmikan pada hari Kamis (20/07) di Balai Benih Ikan (BBI) Kabupaten Kuningan.

"Harus dimulai dengan menghidangkan makanan-makanan khas dari Kuningan seperti ubi jalar, ubi kayu, gadung, dan ganyong dalam setiap acara-acara kedinasan yang bertujuan untuk memamfaatkan berbagai keunggulan kompratif disektor pangan lokal dan untuk mengenalkan pangana lokal Kuningan," ungkap Kepala Dinas DKPP, Dr. Ukas Suharfaputra.

Ukas menambahkan bahwa saat ini persentsi perbandingan konsumsi masyarakat Kuningan adalah 20 banding 80%. 20% makanan lokal dan 80% pangan dari luar. Diharapkan kedepannya dapat berubah menjadi 80% pangan lokal dan 20% pangan dari luar," ungkap Ukas.

Untuk itu perlu dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak dan salah satunya adalah dengan Kelompok Wanita Tani (KWT).

"Selain untuk ketahanan pangan, program ini bisa sekaligus meningkatkan perekonomian petani," lanjut Ukas.

Untuk itu dikesempatan yang sama dilakukan kerjasama yang dimulai dengan penandatanganan kerjasama antara DKPP dan KWT. (JN01)

Gerakan Penanaman Cabai di Polybag untuk Antisipasi Harga Cabai Melonjak

July 21, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Melonjaknya harga cabai di Indonesia bukan sesuatu yang baru, walaupun dengan penyebab yang berbeda namun karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan konsumsi cabai yang besar yaitu 1,77 Kg perkapita pertahun, hal ini menjadikan cabai sebagai komoditas strategis, karena merupakan komoditas strategis maka kenaikan cabai seringkali memicu timbulnya inflasi.

Pemerintah pusat secara khusus melalui Kementrian Pertanian merespon isu kenaikan cabai dengan meluncurkan program untuk mengatasi dan meredamnya harga cabai yang tidak terkendali, diantaranya dengan meluncurkan program gerakan nasional penanaman cabai (gertam cabai), yaitu sebuah gerakan yang mengajak masyarakat menanam cabai di lahan pekarangan.

Program serupa pun diluncurkan tiga kementrian terkait yaitu Kementrian Pertanian, Perdagangan, dan Kementrian BUMN dengan meluncurkan program gerakan tanam cabai sejuta polybag.

Sejalan dengan program pemerintah pusat, pemerintah Kabupaten Kuningan pun membuat sebuah gagasan untuk menaman cabai di area pekarangan, seperti yang dikatakan Bupati Acep Purnama dalam sambutannya diacara pencanangan gerakan penanaman cabai dan tanaman lainnya dalam media polybag.

"Cabai merupakan salah satu komponen utama penyumbang inflasi di Kuningan. Gerakan ini merupakan langkah tepat untuk mengurangi kelangkaan pasokan yang selama ini terjadi pada waktu-waktu tertentu," ungkap Acep.

Persoalan ini direspon dengan cepat oleh pemerintah Kabupaten Kuningan dengan meluncurkan kegiatan pengembangan tanam dalam media polybag yang didanai oleh APBD Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2017, berupa pengadaan 3500 tanaman dalam media polybag terdiri dari cabai besar, cabai rawit, terong, dan jahe yang diberikan kepada 32 Kelompok Wanita Tani (KWT) dari 32 kecamatan dan organisasi kewanitaan lainnya yang ada di Kabupaten Kuningan.

Untuk menanggapi itu semua, Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan membuat salah satu program untuk memenuhi kebutuhan cabai di masyarakat dengan mengajak menanam cabai di area pekarangan, dengan menggunakan media Polybag.

Seperti yang diungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan, Triastami. Bahwa untuk penanaman cabai di area pekarangan, bisa menjadi stok atau cadangan kebutuhan di rumah.

"Sebetulnya program ini bukan yang pertama, bahkan sudah ada dari beberapa tahun yang lalu. Hanya karena kondisi cabai kemarin agak repot, akhirnya kita membuat gebrakan-gebrakan yang lebih banyak untuk kebutuhan yang satu ini," ungkap Triastami pada hari Kamis (20/7), di depan Aula Desa Cisantana. (JN01)

SMK Cibening Larang Siswa Membawa Kendaraan Bermotor

July 20, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Dalam rangka memberikan pemahaman tentang tata tertib berlalu lintas kepada siswa baru, Kapolsek Cibingbin AKP Heryana memberikan materi tentang tata tertib berlalu lintas dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) siswa baru SMK Cibening Kecamatan Cibingbin, Rabu (19/7).

Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah siswa baru tersebut bertemakan “GREEN SCHOOLS FOR GOOD ENVIRONMENT & DISIPLIN" yang merupakan salah satu wujud kepedulian dari pihak sekolah yang menambahkan agenda pembinaan atau penyuluhan sadar hukum dan himbauan tertib berlalu lintas dalam acara PLS serta mengundang langsung Kapolsek Cibingbin untuk mengisi acara tersebut.

Menurut Kepala Sekolah Cibening, yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha (TU) Riang Giantara, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk pengenalan lingkungan sekolah dan untuk memberikan informasi berlalu lintas yang baik dan benar.

"Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahun kepada anak-anak menyangkut tata tertib saat berlalu lintas di jalan raya, karena kita peduli terhadap ketertiban berlalu lintas," ungkap Riang Giantara.

Untuk memuluskan program tertib berlalu lintas, pihak SMK Cibening melarang siswa-siswi yang tidak memiliki SIM untuk membawa kendaraan bermotor.

"Untuk Siswa-siswi yang tidak punya SIM itu biasanya mondok di pesantren, terutama siswa-siswi yang rumahnya kebetulan jauh contohnya yang berasal dari Brebes," pungkas Riang Giantara. (JN01/Red)

Kegiatan Pengenalan Madrasah MA Al-Amin diisi dengan Materi Wawasan Kebangsaan

July 19, 2017 Add Comment



Kuningan, (BK) - Memasuki tahun ajaran baru 2017/2018, Madrasah Aliyah Al-Amin Desa Sindangjawa, Kecamatan Cibingbin, menggelar kegiatan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) atau yang sering disebut Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau yang dulu dikenal dengan istilah MOS, dengan memberikan materi tentang wawasan kebangsaan yang langsung diisi oleh Komandan Koramil (DANRAMIL) 1506/Cibingbin.

Kepala Sekolah MA Al-Amin dalam arahannya mengatakan, tujuan diadakannya Matsama tersebut adalah untuk membina peserta didik agar lebih mencintai lagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menumbuhkan rasa Nasionalisme.

Kegiatan MPLS tersebut digelar selama 3 hari yang dimulai dari hari Senin sampai dengan hari Rabu, 19 juli 2017 dengan pemberian materi dasar tentang pengenalan lingkungan sekolah.

Dihari ketiga kegiatan, Koramil 1506/Cibingbin berkesempatan memberikan materi kepada para siswa-siswi baru dengan materi wawasan kebangsaan. Tujuan pemberian materi tersebut guna meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya kesadaran akan bela negara bagi generasi muda sejak dini.

Sementara itu, Kepala Madrasah Al-Amin berharap dengan adanya kegiatan tersebut bisa memberikan pengetahuan lebih tentang bela negara dan rasa Nasionalisme.

"Tentunya dengan harapan mudah-mudahan apa yang disampaikan Danramil bisa dicerna oleh siswa-siswi MA untuk lebih mencintai lagi NKRI," ungkap Aziz Sugiri. S.Pd.I kepada wartawan beritakuningan.com di ruangannya. (JN01/Red)

Puluhan Pengurus Kopma Uniku di Lantik

July 18, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) – Sebanyak 40 mahasiswa dari berbagai program studi (Prodi) yang ada di lingkungan Universitas Kuningan (Uniku), secara resmi dilantik oleh Wakil Rektor III Uniku Ilham Adhya, M.Si., di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I, Selasa (18/07).
Proses pelantikan pengurus Koperasi Mahasiswa (Kopma) periode 2017–2018 yang berlangsung secara tertib dan khidmat tersebut, dihadiri oleh Bupati Kuningan yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Ir. H. Dodi Nurohmatudin, MP., Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kuningan Ir. Bunbun Budhiyasa, perwakilan Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI), perwakilan dari organisasi mahasiswa (Ormawa) dan UKM Universitas Kuningan serta tamu undangan lainnya.
Wakil Rektor III Universitas Kuningan (Uniku) Ilham Adhya, M.Si., dalam sambutan mengatakan dirinya sangat mengapresiasi atas dilantiknya pengurus Koperasi Mahasiswa (Kopma) periode 2017–2018.
“Alhamdulillah, pada hari ini Universitas Kuningan (Uniku) sudah memiliki kepengurusan Kopma yang baru untuk melanjutkan kepengurusan Kopma sebelumnya,” tuturnya.
Ilham berpesan, dengan dilantiknya kepengurusan yang baru ini, diharapkan mampu menghidupkan kembali Kopma yang sempat fakum beberapa bulan kemarin.
“Saya berharap, Kopma yang baru ini bisa menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya dan lebih meningkatkan lagi kinerja Kopma yang lebih baik sehingga Kopma Uniku kedepannya bisa maju dan berkembang,” pesannya.
Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kuningan Ir. Bunbun Budhiyasa mengatakan Koperasi Mahasiswa (Kopma) ini bisa digunakan sebagai sarana atau tempat untuk belajar berorganisasi dan berwirakoperasi.
“Ya, harapan saya Kopma ini dijadikan sarana untuk belajar bergorganisasi dan berwirakoperasi,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Kuningan yang diwakili oleh Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Ir. H. Dodi Nurohmatudin, MP.,mengatakan para pengurus Kopma Uniku yang baru saja dilantik tersebut agar berkomitmen dan serius dalam menjalankan program kerjanya. (AS/Red)

Unggah Simbol Komunis, Pria Asal Kuningan di Tangkap

July 18, 2017 Add Comment

Kuningan, (BK) - Kuningan terkenal sebagai kabupaten agamis dan sangat anti komunis, Namun bukan berarti bebas dari paham terlarang tersebut. Seorang pemuda bernama Burhandi alias Andi warga Desa Citenjo Kecamatan Cibingbin Kabupaten kuningan mengunggah foto dirinya beserta rekannya yang dengan bangga memegang pigura dengan gambar palu arit di akun facebooknya. Banyak netizen asal Kuningan yang merasa geram dengan beredarnya simbol terlarang tersebut. Bahkan ada beberapa netizen yang mengajak untuk menangkapnya. Beruntung ada warga yang melaporkan ke Polsek Cibingbin sehingga aparat dapat bertindak cepat dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Menerima laporan warga, Polsek Cibingbin bekerjasama dengan pihak Koramil 1506/Cibingbin diantar aparat dan masyarakat Desa Citenjo mendatangi rumah Andi dan kemudian menggelandang Andi ke Polsek Cibingbin pada hari Senin (17/07) sekitar pukul 14.00 WIB untuk dimintai keterangan. Dalam penangkapan tersebut diamankan barang bukti berupa pigura dengan gambar palu arit serta sebuah handphone yang diduga sebagai alat untuk mengambil gambar dan mengunggah foto tersebut. Namun saat diamankan ternyata pada gambar latar handphone tersebut pun terdapat logo palu arit. Menurut keterangan pihak kepolisian, anak ke-4 dari 5 bersaudara itu meng bahwa bahwa dirinya adalah kuli bangunan yang sering memegang palu dan kadang menjadi petani yang sering memegang arit sehingga senang dengan logo palu arit tersebut. "Kaum buruh sareng kitani, kaum mines, kaum miskin" adalah kata-kata yang terdapat pada status Facebook dengan nama akun Andi Bajang yang di upload pada hari Jum’at (15/07). Sebelum dihapus, ada yang sempat menangkap gambar layar (screen shoot) postingan tersebut sehingga tersebar di dunia maya dan membuat aparat segera menindak lanjuti. Menurut Keterangan yang didapat dari Kepala Desa Citenjo, Edi Rohadiat Bahwa dirinya pun tidak terlalu mengenal dekat sosok Burhandi. “Saya juga kaget, kenapa anak itu berbuat seperti itu,” ungkap Edi, saat diwawancara wartawan beritakuningan.com dikediamannya. Burhandi diserahkan ke Polres Kuningan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Disusul dengan kakaknya, Purnandi untuk ikut diperiksa. (JN01/AR27/Red)